Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

​Matahari pagi bersinar cerah menyinari lahan hitam legam seluas dua hektar yang baru saja tercipta dari keajaiban sistem.

​Adit duduk di teras belakang rumahnya sambil menikmati secangkir kopi hitam.

Pikirannya sedang fokus menjelajahi menu baru di layar virtual yang hanya bisa dilihat olehnya.

​"Sistem, buka daftar Bibit Buah Langka," perintah Adit dalam hati.

​[Membuka Katalog Bibit Buah Langka...]

​[1. Semangka Salju Kutub - Harga: 200 Poin. Tumbuh dalam 3 hari. Buah tanpa biji, sangat manis, memberikan efek pendingin tubuh alami dan menghilangkan kelelahan fisik.]

[2. Mangga Madu Emas - Harga: 300 Poin. Tumbuh dalam 5 hari. Daging buah berwarna keemasan, aroma menenangkan, meningkatkan imunitas tubuh penikmatnya.]

[3. Anggur Zamrud Keraton - Harga: 400 Poin. Tumbuh dalam 7 hari. Berkilau seperti permata, rasa manis tiada tara, memperlancar peredaran darah.]

​Mata Adit berbinar membaca deskripsi buah-buahan ajaib tersebut.

Ini bukan sekadar buah biasa, melainkan buah dengan khasiat luar biasa yang pasti akan merajai pasar kelas atas.

​"Beli 50 bibit Semangka Salju dan 50 bibit Mangga Madu Emas," putus Adit mantap.

​[Pembelian berhasil! 500 Poin Pengalaman telah dipotong. Sisa Poin: 1900.]

​Di pangkuan Adit, tiba-tiba muncul dua kantong kain sutra berisi bibit-bibit ajaib yang memancarkan aura kesegaran.

​"Bang Jarwo! Bang Sopo!" panggil Adit dengan suara lantang.

​Kedua paman Adit itu langsung berlari dari arah dapur, lengkap dengan cangkul dan caping di kepala.

Semangat mereka sedang berada di puncak setelah melihat lahan super subur di belakang rumah.

​"Siap, Bos Muda! Lahan seluas lapangan bola ini sudah menunggu untuk kita garap.

Kita mau tanam apa hari ini?" tanya Bang Sopo sambil hormat ala tentara.

​Adit tertawa kecil melihat tingkah pamannya. Ia menyerahkan kedua kantong sutra itu kepada Bang Jarwo.

​"Hari ini kita tidak menanam sayur, Bang.

Kita akan menanam Semangka Salju dan Mangga Madu Emas," ucap Adit.

"Tanam dengan jarak yang agak renggang. Tanah ini sangat subur, tidak perlu dipupuk lagi."

​Bang Jarwo mengendus kantong berisi bibit itu dan matanya terbelalak.

"Wangi sekali bibitnya, Dit! Bau mangganya saja sudah kecium padahal belum ditanam.

Bibit dari mana lagi ini?"

​"Rahasia perusahaan, Bang.

Ayo kita mulai sebelum matahari terlalu terik."

​Ketiga pria itu pun turun ke ladang.

Berkat kegemburan tanah ajaib dari sistem, proses penanaman yang seharusnya memakan waktu berhari-hari untuk dua hektar lahan, bisa mereka selesaikan hanya dalam waktu setengah hari.

​Menjelang sore, saat Adit sedang beristirahat membersihkan diri, ponselnya berdering menyanyikan lagu lawas.

Nama 'Riana Bintang Nusantara' berkedip di layar.

​"Halo, Nona Riana.

Ada yang bisa saya bantu?" sapa Adit ramah.

​Terdengar suara tawa renyah dari seberang telepon.

"Adit, kamu ini benar-benar luar biasa.

Pasar induk kota hari ini gempar.

Gudang Pak Kumis hancur lebur, semua sayurannya membusuk tak tersisa."

​Adit tersenyum simpul sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"Oh ya? Wah, kasihan sekali.

Mungkin itu yang namanya karma karena sering menipu petani kecil, Nona."

​Riana terdiam sejenak, lalu suaranya berubah lebih lembut dan menggoda.

"Aku tahu itu ulahmu, Adit.

Dan aku harus bilang... aku sangat terkesan.

Para tengkulak lain sekarang ketakutan.

Mereka mengira kamu punya bekingan mafia besar di ibu kota."

​"Biarkan saja mereka berimajinasi, Nona.

Yang penting lahan saya aman sekarang."

​"Sebagai perayaan kerja sama kita dan... kemenangan kecilmu, aku ingin mengundangmu makan malam di restoranku malam ini.

Hanya kita berdua.

Aku yang traktir.

Jangan menolak, ini perintah dari rekan bisnismu," desak Riana.

​"Mana berani saya menolak tawaran dari Nona Riana.

Jam tujuh malam saya sampai di sana," jawab Adit.

​Tepat pukul tujuh malam, Adit memarkirkan motor bebek tuanya di pelataran parkir Restoran Bintang Nusantara yang dipenuhi mobil-mobil mewah.

Meski hanya mengenakan kemeja kasual yang rapi dan celana bahan, pembawaan Adit yang tenang membuatnya tetap terlihat berwibawa.

​Seorang pelayan yang sudah diinstruksikan segera mengantar Adit ke area VIP di lantai dua, sebuah balkon pribadi yang menghadap gemerlap lampu kota.

​Di sana, Riana sudah menunggu.

Adit sejenak terpaku.

Wanita itu tampak sangat anggun mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang pas di badan, rambutnya diikat elegan ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya.

​"Kamu terlihat luar biasa malam ini, Nona," puji Adit jujur sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Riana.

​Semburat merah tipis muncul di pipi Riana.

"Terima kasih, Adit.

Panggil aku Riana saja kalau kita sedang di luar urusan bisnis santai seperti ini."

​Hidangan mulai disajikan.

Semuanya adalah menu andalan restoran, dan Riana secara khusus meminta koki menggunakan sayuran yang dipanen dari kebun Adit pagi harinya.

​"Cobalah sup ini, Adit.

Sejak memakai tomat dan sawimu, rasa kaldu sup kami meningkat drastis.

Pelanggan hari ini sampai berebut memesan menu ini," jelas Riana dengan mata berbinar.

​Adit mencicipi sup tersebut dan mengangguk puas.

Perpaduan keahlian koki profesional dan sayuran dari sistem menghasilkan rasa yang meledak di mulut.

​Di tengah obrolan hangat, Riana meletakkan sendoknya, menopang dagu dengan kedua tangan, dan menatap Adit lekat-lekat.

​"Kamu tahu, Adit... awalnya aku hanya melihatmu sebagai petani muda yang beruntung," ucap Riana pelan, jarak mereka kini terasa lebih intim.

"Tapi setelah melihat bagaimana kamu menangani Pak Kumis tanpa meninggalkan jejak sama sekali, aku sadar kamu bukan pria sembarangan."

​"Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan untuk melindungi keluargaku, Riana," jawab Adit menatap balik mata indah wanita itu.

​Riana tersenyum manis, tangannya perlahan maju di atas meja, hampir menyentuh tangan Adit.

"Aku suka pria yang tahu cara melindungi miliknya.

Jika kamu butuh bantuan apa pun dalam memperluas bisnismu ke depan, jangan sungkan padaku.

Bintang Nusantara akan selalu mendukungmu."

​Suasana romantis dan penuh ketertarikan di antara keduanya tiba-tiba terpecah oleh suara denting yang familier di kepala Adit.

​Ting!

​[Pemberitahuan Sistem: Kedekatan dengan Karakter Riana meningkat pesat.]

[Memicu Misi Ekspansi : Raja Pangan Sukamaju.]

[Syarat Misi: Buka Fitur Peternakan dan hasilkan 100 ekor Ayam Kampung Super dalam waktu 7 hari.]

[Hadiah: 1000 Poin Pengalaman, Cetak Biru Kandang Otomatis, dan 1 Kapsul Peningkatan Fisik Tuan.]

​Adit menghela nafas tipis menahan senyumnya.

Sistem tampaknya tidak membiarkannya bersantai terlalu lama.

Sambil menikmati kebersamaannya dengan wanita cantik di hadapannya, otak Adit sudah mulai menyusun rencana baru.

​Sayuran dan buah sudah dikuasainya, kini saatnya dia merambah dunia peternakan.

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!