Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mall

"Arka, kamu sudah bisa meretas ya? Kemarin Papamu kehilangan uang seratus ribu. Katanya yang ambil itu si ompong dua, namanya." tanya Papa Bayu pada cucunya.

"Itu namanya Azula, Opa. Tapi Azula ndak culi uang selatus libu," jawab Azura tiba-tiba.

Azura yang merasa tertuduh langsung memberikan klarifikasi. Jangankan uang seratus ribu, seribu pun dia tak ada. Lagi pula dia mengambil uang Papanya siapa? Dia kan sudah tidak ada Papa. Papa Bayu tersenyum mendengar pembelaan dari Azura. Memang bukan Azura yang dia maksud, tetapi Arka. Papa Bayu tahu tentang "ompong dua" itu juga dari orang-orangnya yang mengintai Ariska dan Arka.

"Bukan Azura, tapi Arka." ucap Mama Anisa sambil mencium pipi gembul Azura.

"Lah... Tadi itu pakai namanya Azula lho, Oma. Pencemalan lingkungan ini namanya," Tentu saja Azura tak terima namanya digunakan untuk mencuri.

"Pencemaran nama baik, Azura. Astaga..." Mama Anisa sangat gemas dengan Azura yang suka memelesetkan ucapannya.

"Beda ya, Oma? Balu tahu Azula. Soalnya yang ajali itu Alka. Jadi salahkan Alka saja itu, Oma." Azura terkekeh pelan karena ternyata ucapannya salah. Namun dia tak mau disalahkan.

"Pelempuan selalu benal," gerutu Arka membuat Papa Bayu tertawa.

Mendengar ucapan itu, Mama Anisa dan Azura langsung menatap dua laki-laki di sampingnya. Mereka menatap tajam ke arah Papa Bayu dan Arka. Namun Arka tampak cuek karena menurutnya yang diucapkan itu benar adanya. Sedangkan Papa Bayu, dia memilih diam dan mengalihkan pandangannya. Dia menahan tawanya karena akhirnya ada orang yang membelanya. Dia menjadi ada temannya untuk melawan ocehan istrinya.

"Kalian beldua memang laki-laki," ucap Azura dengan mata menyipit.

"Ya emang kami laki-laki. Yang bilang kami ini walia juga siapa?" gerutu Arka dengan lirikan tajamnya.

"Ndak mau mengalah memang meleka itu, Oma. Ndak like kita," Azura memeluk leher Mama Anisa karena kesal diomeli oleh Arka.

"Jadi benar, Arka?" Akhirnya Papa Bayu memilih untuk mengalihkan pembicaraan setelah Azura dan Mama Anisa diam.

"Iya, Opa. Cuma selatus libu, ndak akan bikin bangklut Papa kan?" tanya Arka pada Opanya.

"Enggak sih, cuma Papamu ngomel karena laptopnya rusak. Meledak dan berasap, rugi puluhan juta."

Bukannya merasa prihatin dengan Papanya, Arka malah santai saja. Dia tidak merasa bersalah sama sekali. Salah Papanya yang ingin mencari tahu tentang dirinya. Melihat respons Arka yang santai, Papa Bayu menganggukkan kepalanya kagum. Dia yakin kalau cucunya ini sangat mirip dengan dia. Tidak ada rasa kasihan untuk orang yang salah. Lagi pula ini juga untuk perlindungan diri Arka dan Ariska.

"Bialkan saja, Opa. Masih punya laptop banyak kan itu Papa? Ndak akan langsung kele kalau cuma buat beli laptop balu," ucap Arka dengan santainya.

"Kejamnya. Keras kepala dan nggak ada rasa kasihannya sama Frans," bisik Mama Anisa pada Papa Bayu.

"Justru itu yang membuat aku ingin Arka segera bertemu dengan Frans. Aku ingin lihat dia adu kekuatan meretas dengan Frans." ucap Papa Bayu sambil terkekeh pelan

"Belum waktunya, Papa. Dia masih anak usia 3 tahun. Mau Mama ajak ke salon dulu, bukan main komputer begitu." ucap Mama Anisa dengan sinisnya.

Yang benar saja Arka diajak ke salon. Mama ini aneh banget sih,

***

Tak berapa lama, taksi pun sampai di depan mall. Mereka berempat segera masuk ke dalam mall. Arka menggandeng Azura yang tampak celingukan. Baru kali ini Azura masuk ke dalam mall atau gedung yang besar. Sedangkan Arka, beberapa kali dirinya pergi ke mall hanya untuk sekedar bermain. Jika untuk belanja, Arka lebih suka ke pasar atau toko pinggir jalan. Pasalnya Arka tahu kalau Ibunya juga tidak bisa asal menghamburkan uang.

"Besal sekali tokonya, Alka. Ini bisa buat main sepak bola satu kampung lho," ucap Azura dengan tatapan berbinar cerah.

"Ini namanya mall. Isinya ada beberapa toko yang banyak, tapi halganya mahal-mahal." ucap Arka memberitahu.

"Nanti cicil saja pakai paylatel kalau ndak cukup uangnya, Alka." saran Azura membuat Mama Anisa dan Papa Bayu tertawa.

"Kalian ambillah keperluan yang dibutuhkan. Baju, tas, sandal, sepatu, dan mainan. Ambil sepuasnya, nanti Opa yang bayar." ucap Papa Bayu mempersilahkan Arka dan Azura untuk berbelanja.

"Benelan?" seru Arka dan Azura secara bersamaan.

Papa Bayu menganggukkan kepalanya saat mereka menatap ke arahnya meminta jawaban. Arka dan Azura sangat senang dengan hal itu. Walaupun perekonomian keluarga Arka sudah lebih baik, tapi Ariska tidak mungkin membiarkan anaknya berbelanja di mall secara berlebihan. Sedangkan Papa Bayu dan Mama Anisa malah membiarkan mereka memilih apa yang disukai. Walaupun Azura bukan cucu mereka, tidak masalah. Asalkan barang yang dibeli memang dipakai.

"Alka, kok beli tas sekolah? Alka kan ndak mau sekolah," seru Azura saat melihat Arka memilih tas sekolah dibantu oleh pramuniaga toko.

Stttt...

"Buat punya-punya aja. Masa glatis kok ndak dimanfaatkan," bisik Arka agar Azura tidak keras-keras dalam bicara. Tadi dia sudah minta ijin Papa Bayu untuk membeli tas sekolah. Namun malah Azura berteriak bahwa dia tidak mau sekolah.

"Alka ndak jujul lho. Kasihan Opa nanti uangnya habis," ucap Azura dengan raut wajah sedihnya.

"Selba salah kalau sama wewek," gerutu Arka yang kesal dengan Azura.

"Wewek gombel?" tanya Azura dengan mata membulat.

"Iya. Kamu itu yang wewe gombel," seru Arka membuat Azura kesal.

Heeee...

Alka cepol,

Mama Anisa dan Papa Bayu yang melihat perdebatan keduanya pun segera memisahkan. Papa Bayu menemani Arka untuk membeli tas, pakaian, mainan, sepatu, dan laptop. Papa Bayu sendiri rupanya yang ingin memberikan hadiah laptop kepada cucunya. Dia ingin cucunya itu bisa segera menguasai dunia IT. Kasihan Ariska kalau Arka harus menggunakan laptop milik Mamanya. Jika nanti rusak, pekerjaan Ariska bisa terganggu.

Sedangkan Mama Anisa, membawa Azura ke sebuah toko tas dan sepatu branded. Mama Anisa mengambilkan tas dan sepatu lucu untuk Azura. Bahkan sepatu heels kecil juga dibeli Mama Anisa. Padahal Azura sudah menolaknya karena tidak nyaman. Namun Mama Anisa kekeh ingin membeli untuk Azura agar saat ada pesta, gadis cilik itu punya sepatunya.

"Alka, coba sepatunya Azula. Bagus banget lho, kayanya cocok buat Alka." seru Azura yang baru saja keluar dari toko pakaian sambil menarik paper bag.

"Sepatu apa?" tanya Arka yang perasaannya mendadak tidak enak.

"Ini lho," Azura membuka paper bag yang dibawanya kemudian diletakkan di depan kaki Arka. Bocah cilik itu melongo tak percaya melihat sepatu hak tinggi berwarna merah mengkilat.

Ompong dua, aku bukan walia.

Hehehe...

Itu siapa? Kok mirip sama Tuan Frans,

1
Sani Srimulyani
ayo arka kenalin papamu yang kaya raya sama temen2mu itu....
Novita Sari
Alhamdulillah azula jadi anak frans n Ariska... lanjut thor
tia
dokter bakwan 😁😁😁
Nisa Via
bocil badas semua😂😂😂😂😂😂
ririen handayani
artis apa dulu nih 😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 cerdas
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pinter ngeles jg
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aduuuu gk kuat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ada aj
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 molor molor carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novita Sari
Ichal alka azula 😄😄😄
Puspa Sella
Carlo jadi calo tiket 🤣🤣 arka
Muft Smoker
astgaaaa ,, Altis kolol molol yx🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
perjuanganmu masih panjang Frans.....
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Muft Smoker
waaaah bkal ad bentrokan gangster niih🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!