Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIKUNCI OLEH SEMESTA
Xander mengusap kasar wajahnya, satu-satunya kunci jawaban malah dikunci oleh semesta. Tiba-tiba Si Bocah Bisu langsung melompat turun. Dia menarik tangan besar Xander. Lalu menunjuk ke satu arah.
"Ada apa? Apa ada orang lain yang bersamamu?"
Si Bocah Bisu menganggukan kepalanya sambil memasang wajah serius. Hati Xander mulai terasa naik turun. "Apakah dia seorang wanita yang cantik denhan kulit bersih seputih mutiara?"
Si Bocah Bisu itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Xander langsung menoleh kepada operator drone yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.
Operator drone langsung mengarahkan drone thermal mereka ke arah yang ditunjuk oleh Si Bocah Bisu tadi. K9 langsung mendekati tuk mencium aroma lain selain aroma si Bocah bisu.
Satu orang ditinggal untuk menemani Si Bocah Bisu. Sementara, Xander dan yang lainnya menyisiri hutan lagi.
"Kalian kembali dulu saja ke mobil!" Kata Xander, lalu mulai mengikuti langkah K9.
Hati Xander mulai tak karuan, merasa bahaya besar sedang membekap Seline pada saat ini. K9 Mulai berlari dengan cepat, dan menyalak dengan keras, seakaan memberi tanda agar seluruh tim gabungan berlari dengan cepat juga.
Xander tak ingin membuang waktu, dia pun menjadi orang yang larinya paling cepat diantara yang lain. Sampai-sampai beberapa ranting pohon menggores wajahnya, tidak dirasa sama sekali sakitnya. Dalam pikirannya dia harus cepat menemukan Seline.
Pada saat ini di goa, si pria asing terlihat akan memulai ritualnya. Dia menarik seline dengan kasar. "Lima Hantu pasti akan menerimamu, kau memiliki wajah yang cantik. Tapi, sayang takdir bilang, umurmu pendek!"
Seline mencoba mengulur waktu, "Tunggu dulu, setidaknya sebelum aku mati, aku ingin tahu mengapa kau melakukan ini?"
Pria asing itu terdiam sesaat, lalu berpikir wanita ini akan segera mati, dia pun mulai bercerita. "Dia menghianatiku, hatiku sakit sekali. Jadi aku harus membalas dendam!"
"Aku meminta bantuan lima hantu dari 5 arah, agar membalaskan dendamku!"
"Dengan mengorbankan darah segaris keturunan dengannya, maka lima hantu akan datang dan membalaskan dendamku!" Cerita si pria asing itu.
"Bukankah Ritual lima hantu ini hanya mitos saja!" kata Seline mengingatkan.
Mendengar itu, si pria asing itu langsung menarik dagu Seline dan mencengkramnya dengan keras. "Kau jangan biacara sembarangan!"
"Mereka tidak akan menyukaimu jika kau menghinanya!" Kata si pria asing itu.
Seline menahan rasa sakit karena cengkraman tangan pria asing itu. Melihat wajah memelas Seline, pada akhirnya pria itu melepaskan cengkramannya.
"Bicara denganmu tidak ada gunanya!" Kata ketus pria asing itu.
"Saatnya kita lakukan Ritual pemanggilan!"
Seline merasa putus asa, merasa benar benar tidak ada yang akan menolongnya. Kedua matanya terbelalak ketika melihat belati tajam berwarna perak yang ada di tangan pria asing itu.
"Mati... apakah aku akan mati di sini!" pikir Seline.
Seline memejamkan matanya ketika belati itu akan dihujamkan dijantungnya. "Dor!" Suara tembakan menggema.
Pria itu terjatuh, berlutut di depan Seline yang langsung membuka matanya. "D-dia tertembak!"
Pria asing itu terjatuh, lalu Seline melihat Xander berdiri di depannya. Kedua mata mereka saling beradu. Kali ini hatinya merasa sangat senang, Xander datang mencarinya sampai ke sini.
Pada saat ini di mata Seline, Xander adalah seorang pria yang ketampanannya seakan melampaui batas kata-kata.
Wajahnya memiliki perpaduan yang nyaris sempurna. Garis rahang yang tegas namun tetap elegan, hidung yang proporsional, alis yang rapi membingkai sepasang mata yang dalam dan teduh.
Tatapannya tidak perlu dibuat tajam untuk menarik perhatian. cukup dengan memandang seseorang selama beberapa detik, ia sudah mampu membuat suasana di sekitarnya terasa berubah.
Kulitnya bersih dan bercahaya, seolah selalu tersentuh cahaya pagi. Senyumnya jarang terlihat, tetapi ketika muncul, senyum itu mampu mengubah wajahnya sepenuhnya hangat, menenangkan, dan begitu memikat hingga orang-orang sering lupa pada apa yang hendak mereka katakan.
Namun yang membuat ketampanannya terasa istimewa bukan sekadar bentuk wajahnya. Ada wibawa yang sulit dijelaskan dalam dirinya. Cara dia berdiri, berjalan, berbicara, bahkan ketika hanya diam, semuanya memancarkan ketenangan dan kepercayaan diri yang alami.
Di mana pun dia berada, orang-orang akan menoleh. Bukan karena dia mencari tatapan mereka, melainkan karena sosoknya begitu mencolok di antara kerumunan. Seakan-akan alam sengaja memberikan kepadanya perpaduan keindahan, ketenangan, dan karisma yang jarang sekali dimiliki seseorang.
Jika ketampanan adalah sebuah bahasa, maka wajahnya adalah kalimat yang membuat orang terdiam sebelum sempat menemukan jawabannya.
Xander langsung bersimpuh di depan Seline, seketika saja tangisan wanita itu pecah. Xander membuka tali yang mengikat tangannya. Alis pria itu menaik satu melihat bekas warna merah yang mencolok di kulit Seline.
Xander langsung memeluk Seline yang sedang menangis. "Hu,hu,hu... apakah semua pria itu brengsek!"
"Degh" napas Xander langsung terasa ingin berhenti. "Bukankah aku baru saja menolongnya!"
Seline mendorong tubuh Xander, lalu berkata, "Kau tidak termasuk, karena kay adalah penolongku hari ini!"
Seline masih terisak, xander mengulurkan tangannya merapikan rambut Seline yang berantakan. Tiba-tiba rahangnya mengeras ketika melihat pipi Seline yang memerah dan bengkak. Dia pun langsung melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada Seline. "Ayo! kita pulang!"
"Tunggu dulu!" kata Seline.
Xander memandang aneh kepada Seline. "Apa kau mau pria itu dibawa juga?"
Seline langsung menggelengkan kepalanya, "Bukan! Bukan itu!"
"Sepertinya ada orang yang dikubur di sini!" kata Seline yang mulai memahami maksud dari sikap Si Bocah Bisu yang dia lihat.
"Aku mengerti!" Kata Xander lalu mulai berjalan lagi menuju mobil Off Road mereka.
Sesampainya di mobil, Si Bocah bisu yang melihat Seline, dia segera turun dari mobil. Dan, berlari sekencang mungkin ke arah Xander.
"Turunkan aku!" Pinta Seline.
Seline langsung merentangkan tangannya, dan menangkap tubuh kecil Si Bocah Bisu. Memeluknya erat, "Kita selamat... kita selamat!"
"Terima kasih! Malaikat Kecilku yang tak bersayap!" kata Seline seraya mengkecup-kecup tangan kecil Si Bocah Bisu itu.
Xander menggandeng tangan Seline dan Bocah itu. "Ayo! Kita pulang!"
Mereka semua naik ke mobil Off Road dan kembali jalan pulang. Pada saat ini, Di tenda penampungan. Eric terlihat baru saja tiba, tapi malah sudah langsung memarahi teman sejawat seline.
"Apa saja kerja kalian, sampai-sampai tidak menyadari jika istriku hilang!" katanya sambil menunjuk kepada Dokter Senior.
Pada saat ini suara deru mobil terdengar, semua mata beralih ke sumber suara. Beberapa mobil off road masuk ke area tenda pengungsian. Mobil berhenti. Satu persatu penumpang turun, begitu melihat Seline Turun. Eric langsung lari ke arahnya dan langsung memeluk istrinya itu.
"Kau tidak tahu, seberapa khawatirnya aku, mendengar kau menghilang di area bencana ini!"
seline kamu polos bed
thor pengen visuaaaaalllllll
biar halu ny enak🤭
semoga si pelakor kena jebakan Batman..niat hati menjebak Selin malah dia yg terbukti bersalah
suka banget dg ketegasan tuan Mo..tapi lebih suka lagi kalau mereka di izinkan berpisah biar Selin jadi adik ipar saja 🤭
pph you the best,,,tp maaf bentar lg bkal jd istri paman
xender aku mau satuuuu