Baska tak pernah tertarik pada olahraga hidupnya cuma berputar antara kantor dan kasur. Sampai suatu hari, karena tak sengaja merusak koleksi berharga sahabatnya, ia terpaksa ikut main padel sebagai ganti rugi. Siapa sangka, sebuah smash yang meleset dan membuat kepalanya berdarah justru mempertemukannya dengan Zia admin lapangan yang cantik, ramah, dan punya cara sendiri membuat siapa pun merasa nyaman di dekatnya. Dari luka kecil di pelipis, tumbuh benih cinta yang membuat Baska rela mengambil kelas privat, bukan demi jago bermain, tapi demi alasan untuk terus kembali menemuinya. Namun kebahagiaan yang mereka bangun perlahan diuji ketika bayangan masa lalu Zia seorang mantan bernama Ali tiba tiba muncul kembali, membawa kesalahpahaman demi kesalahpahaman yang nyaris menghancurkan semuanya. Akankah cinta yang tumbuh dari lapangan sederhana itu cukup kuat bertahan melawan kecemburuan, keraguan, dan bayang bayang masa lalu yang menolak pergi? Kamu di Lapangan Padel adalah kisah tentang bagaimana cinta sejati sering kali lahir dari hal paling tak terduga dan diuji oleh hal yang paling sulit untuk dilepaskan: kepercayaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wabula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar bahagia untuk semua
Keesokan harinya di kantor, Baska tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, senyum yang terus mengembang di wajahnya sejak pagi membuat Dika yang duduk di bilik sebelah langsung penasaran. "Bas, muka lo sumringah banget. Ada kabar apaan nih?"
"Dik, akhirnya gue jadian sama Zia!" seru Baska dengan penuh semangat, tidak bisa lagi menahan kebahagiaan yang ingin dia bagikan kepada sahabat terdekatnya tersebut.
Dika langsung berdiri dari kursinya, memberikan pelukan singkat penuh semangat kepada Baska. "ANJIR AKHIRNYA! Gila, gue seneng banget dengernya. Coba ceritain dong gimana ceritanya!
Baska menceritakan seluruh kejadian tersebut dengan penuh antusiasme, mulai dari persiapan yang dia lakukan, buket bunga yang dia beli, hingga momen mengharukan ketika Zia menerima pernyataan cintanya tersebut di bangku penonton Sport Padel. Dika mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian, sesekali memberikan komentar penuh kegembiraan atas perkembangan besar dalam kehidupan sahabatnya itu.
"Ini beneran perubahan paling gila yang pernah gue liat, Bas. Dari yang dulu males banget ngapa-ngapain, sekarang malah jadian sama admin lapangan padel gara-gara insiden kena smash," ujar Dika sambil tertawa, mengenang kembali betapa anehnya awal mula pertemuan yang berujung pada hubungan tersebut.
Sementara itu, di Sport Padel, Zia juga tidak sabar untuk membagikan kabar bahagia tersebut kepada Reta yang sudah lama menjadi tempat curhat mengenai perkembangan hubungannya dengan Baska. "Ret, kemarin Mas Baska nembak aku!"
Reta langsung memekik kegirangan, memeluk sahabatnya tersebut dengan penuh kebahagiaan. "AKHIRNYA! Udah dari kapan hari gue nunggu kabar ini. Selamat ya, Zi!"
"Makasih, Ret. Aku juga nggak nyangka bisa secepat ini," jawab Zia dengan senyum yang tidak bisa dia sembunyikan, merasakan kebahagiaan yang begitu mendalam setelah penantian panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Kabar bahagia tersebut juga sampai kepada Bu Marlina yang menyambutnya dengan penuh kegembiraan, mengingat dia sendiri sudah lama berharap putrinya bisa menemukan pasangan yang tulus setelah pengalaman pahit dengan Ali di masa lalu. "Ibu ikut seneng banget, Nak. Baska emang keliatan tulus banget dari awal ketemu."
"Makasih, Bu, udah selalu dukung aku," ujar Zia sambil memeluk ibunya, merasakan kehangatan keluarga yang selalu mendukung setiap langkah yang dia ambil dalam hidupnya tersebut.
Untuk merayakan status baru mereka secara lebih formal, Baska mengajak Zia beserta Dika dan Reta untuk makan malam bersama di sebuah restoran sederhana namun nyaman, sebuah perayaan kecil yang penuh tawa dan kehangatan persahabatan. Mereka berempat menghabiskan waktu tersebut dengan penuh canda, mengenang kembali berbagai kejadian lucu yang mengiringi perjalanan hubungan Baska dan Zia sejak awal pertemuan mereka.
"Coba deh bayangin, kalau waktu itu gue nggak smash bola sampe kena kepala lo, mungkin kalian berdua nggak bakal jadian," ujar Dika dengan nada bercanda, mengingat kembali insiden yang tanpa sengaja menjadi awal dari seluruh kisah cinta tersebut.
"Iya juga ya, jadi berkat lo juga nih ceritanya," jawab Baska sambil tertawa, mengakui peran tidak terduga sahabatnya tersebut dalam mempertemukan dirinya dengan Zia.
Malam itu, dipenuhi tawa dan kebahagiaan bersama orang-orang terdekat mereka, menjadi perayaan sempurna bagi babak baru yang telah dimulai dalam hubungan Baska dan Zia. Namun di tengah kebahagiaan tersebut, jauh di sudut kota yang sama, seseorang dengan nama yang sudah lama tidak disebut dalam kehidupan Zia, baru saja memutuskan untuk kembali ke kota tersebut setelah bertahun-tahun merantau, tanpa menyadari bahwa kepulangannya tersebut akan segera membawa gejolak besar bagi kebahagiaan yang baru saja dibangun dengan penuh perjuangan oleh gadis yang pernah dia tinggalkan tersebut.
Sepulang dari restoran malam itu, Baska mengantar Zia pulang seperti biasa, keduanya masih tertawa mengenang berbagai candaan yang terlontar sepanjang makan malam tersebut. "Zia, makasih ya udah mau nerima aku. Aku janji, aku bakal terus berusaha jadi yang terbaik buat kamu," ujar Baska sebelum berpamitan di depan pagar rumah Zia.
"Aku yang harusnya makasih, Mas. Kamu udah bikin aku percaya lagi sama cinta yang tulus," jawab Zia dengan senyum tulus, melambaikan tangan menyaksikan kepergian Baska tersebut sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah dengan hati yang dipenuhi kebahagiaan.
Malam itu, sebelum tidur, Zia menuliskan kembali perasaannya di buku catatan kecil miliknya, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kebahagiaan yang baru saja dia dapatkan tersebut, sama sekali tidak menyangka bahwa kebahagiaan tersebut akan segera diuji oleh kemunculan seseorang dari masa lalunya yang telah lama dia coba lupakan.
"Hari ini adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupku. Semoga apa yang aku rasain sama Mas Baska ini bisa terus bertahan lama, jauh lebih baik dari yang pernah aku alami sebelumnya," tulisnya sambil tersenyum, menutup buku catatan tersebut sebelum akhirnya tertidur dengan perasaan tenang dan penuh harapan mengenai masa depan hubungannya yang baru saja resmi tersebut.