Indonesia
NovelToon NovelToon
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikah Kontrak / Kapten
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Aisyah

Dianggap "gadis bangkrut yang beruntung", diperlakukan seperti janda selama tiga tahun pernikahan rahasianya. Tapi begitu Renata melepas cincin dan pergi, topeng demi topeng terbuka: peretas nomor satu, putri hilang konglomerat permata, penyelamat nyawa sang Kapten. Saat semua yang menghinanya bertekuk lutut—Kapten Nathan Halim justru jatuh paling dalam, mengejar istri yang telah ia sia-siakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Bab 27

Malam Air Mata

Renata menunggu sampai langkah Nathan menjauh dari depan pintu.

Baru setelah vila kembali sunyi, ia membiarkan air matanya jatuh.

Tidak ada suara keras. Ia hanya duduk di lantai dengan punggung menempel pada ranjang, menutup mulut agar tangisnya tidak terdengar ke kamar sebelah.

Tiga tahun lalu, ia menangis karena Nathan tidak pulang pada malam ulang tahunnya. Setahun kemudian, ia berhenti menyiapkan makan malam. Setelah itu, ia belajar tidur tanpa menunggu suara mobil.

Ia mengira semua harapan sudah mati.

Renata masih ingat tahun pertama ketika ia memasak mi panjang umur karena Bik Inah bilang keluarga Tionghoa selalu menyajikannya pada hari ulang tahun. Nathan pulang lewat tengah malam, melihat mangkuk yang sudah dingin, lalu bertanya kenapa makanan itu belum dibuang.

Pada ulang tahun pernikahan kedua, Renata demam. Nathan menitipkan obat melalui pengemudi karena harus menemani Cheryl menghadapi masalah di Prima. Ia bahkan tidak menelepon.

Tahun ketiga, Renata tidak menyiapkan apa pun. Hari itu lewat tanpa satu pesan, dan ia merasa sudah berhasil menjadi kebal.

Kebal ternyata bukan berarti tidak bisa terluka. Itu hanya kemampuan untuk tetap berdiri saat luka yang sama datang lagi.

Ternyata dua hari di pulau ini cukup untuk membuktikan bahwa sebagian kecil dirinya masih bodoh.

Nathan membawakan air. Mengingat kopi. Mengikuti instruksinya. Menatapnya di bawah lampu darurat seolah Renata adalah satu-satunya perempuan di lorong.

Dan ia hampir percaya.

Tangis itu bukan karena Nathan mengirim pesan kepada Cheryl. Bukan pula karena foto-foto lama.

Renata menangisi dirinya sendiri, perempuan yang sudah berkali-kali dipilih terakhir tetapi masih dapat menghangat karena perhatian kecil.

Ia bangkit dan membuka koper. Di bagian bawah pakaian terdapat sebuah buku puisi Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni. Sampulnya sudah melengkung karena sering dibawa.

Renata biasa membacanya sebelum tidur ketika pikiran terlalu ramai.

Ia membuka halaman yang ditandai. Puisi itu berbicara tentang kasih yang tidak perlu diumumkan, tentang kesabaran yang disimpan diam-diam, dan tentang bunga yang tetap memiliki makna meski tidak pernah menjelaskan dirinya.

Dulu, Renata menyukai gagasan cinta yang tidak perlu diucapkan.

Ia percaya kasih yang tulus dapat hidup dalam hal-hal kecil: sarapan yang disisihkan, lampu teras yang dibiarkan menyala, pesan singkat agar seseorang tidak lupa makan. Ia melakukan semuanya tanpa menuntut balasan karena mengira Nathan suatu hari akan memahami.

Namun cinta yang tidak diucapkan hanya indah jika kedua orang tetap mau melihat. Dalam pernikahan mereka, Renata menyimpan perasaan sementara Nathan bahkan tidak tahu ada sesuatu yang harus dibaca.

Sekarang ia tahu diam juga dapat menjadi tempat orang lain menyembunyikan ketidakpedulian.

Angin dari pintu teras membalik beberapa halaman. Sesuatu jatuh ke lantai.

Sehelai kelopak mawar yang sudah kering.

Warnanya hampir cokelat. Renata menyimpannya sejak awal pernikahan, dari satu-satunya rangkaian bunga yang pernah tiba di Puri atas nama Nathan. Belakangan ia mengetahui Bik Inah yang memesan bunga itu karena merasa kasihan melihat meja makan terlalu kosong.

Nathan bahkan tidak tahu mawar tersebut pernah ada.

Renata memungut kelopak itu dengan hati-hati. Ia tidak membuangnya. Bukan karena masih menganggapnya tanda cinta, melainkan karena benda kecil itu menyimpan bukti tentang betapa lama ia pernah berusaha.

Ponselnya menunjukkan pukul dua lewat tujuh belas menit.

Renata membuka percakapan dengan Tania dan merekam voice note.

“Tata, aku capek.”

Ia berhenti, menarik napas, lalu melanjutkan.

“Aku tahu foto itu lama. Aku tahu mungkin dia cuma marah dan menyuruh Cheryl berhenti. Tapi aku nggak mau terus menjadi orang yang harus menebak. Tiga tahun aku menebak kenapa dia nggak pulang, kenapa dia selalu percaya Cheryl, kenapa aku nggak pernah cukup penting untuk dijelaskan.”

Air matanya kembali turun.

“Dua hari ini dia baik. Aku hampir berpikir mungkin dia benar-benar berubah. Aku marah bukan karena dia mengecewakanku lagi. Aku marah karena aku masih bisa kecewa.”

Renata mengirim rekaman itu sebelum keberaniannya hilang.

Ia lalu keluar ke teras dan menuruni tangga kecil menuju pasir. Udara malam lembap, air laut menyentuh pergelangan kakinya.

“Cukup,” katanya kepada ombak. “Pulang, urus cerai.”

Mengucapkannya dengan suara keras membuat keputusan itu terasa nyata.

Di sisi lain pantai, Nathan berdiri dekat dermaga. Ia juga tidak bisa tidur. Dari tempatnya, cahaya kamar Renata terlihat kecil di antara pohon.

Ia mendengar isakan tadi dan tidak tahu apakah mengetuk lagi akan membantu atau justru menambah luka.

Selama bertahun-tahun, ia menganggap diam sebagai cara menghindari pertengkaran. Malam ini, diam terasa seperti kepengecutan.

Ia teringat semua kali Renata mencoba bicara dan dirinya mengakhiri percakapan dengan pergi. Tentang Vila Kenari, luka AG2331, makan malam keluarga, sampai cincin yang ditolak. Nathan selalu mengira masih ada hari berikutnya untuk menjelaskan.

Sekarang Renata meminta Gerald melanjutkan pemisahan, dan hari berikutnya mungkin tidak lagi menjadi miliknya.

Nathan berjalan beberapa langkah menuju vila, lalu berhenti. Jika ia masuk hanya untuk membela diri, air mata Renata akan kembali menjadi sesuatu tentang dirinya. Untuk pertama kalinya, ia memilih menunggu bukan karena tidak peduli, melainkan karena belum tahu cara meminta maaf tanpa menuntut pengampunan.

Nathan membuka ponsel. Unggahan Cheryl masih ada. Ia mengirim permintaan penghapusan melalui tim hukum dan menyimpan bukti waktu unggah. Setelah itu ia memblokir nomor yang dipakai Cheryl untuk menghubunginya secara pribadi.

Tindakan tersebut seharusnya dilakukan sejak lama.

Namun ketika ia memandang vila, Nathan tahu semua yang dilakukan malam ini mungkin sudah terlambat.

Renata kembali ke kamar sebelum fajar. Ia mencuci wajah, mengeringkan rambut, lalu memasukkan buku puisi ke tas kerja. Kelopak mawar tetap berada di antara halaman.

Ia tidak ingin meninggalkan bagian lunak dirinya di pulau. Ia hanya ingin menjaganya agar tidak kembali diberikan kepada orang yang salah.

Renata menulis satu kalimat di halaman catatan belakang buku.

Saya boleh mencintai seseorang dan tetap memilih menyelamatkan diri.

Tulisan itu sedikit miring karena tangannya masih gemetar. Ia membacanya dua kali, kemudian mengembalikan pena ke dalam tas. Keputusan untuk pergi tidak menghapus cintanya dalam satu malam. Keputusan itu hanya menghentikan cinta tersebut mengatur hidupnya.

Ponsel bergetar.

Tania telah mendengarkan voice note dan langsung membalas dengan panggilan. Renata menekan tombol jawab.

“Ren, jangan buru-buru,” kata Tania tanpa salam. “Ada sesuatu yang harus kamu tahu tentang Cheryl.”

Renata menggenggam buku di pangkuannya.

“Apa?”

“Foto-foto itu dijadwalkan. Dan pesan Nathan...”

Suara Tania terputus ketika sambungan pulau mendadak melemah.

“Tata?”

Tidak ada jawaban.

Di luar, garis pucat fajar muncul di atas laut.

Renata menghapus sisa air mata, menutup buku puisinya, dan menunggu kebenaran yang belum selesai diucapkan.

1
Siti Kamisah Hasnul
Ya Allah sedihnya
Bulan-³
yuk mulai dari awal dengan lebih baik lagi
yuqana
berhasil bikin aku nangis bombay kak, 😭😭😭😭
tri septi
oh, Tante Sisca yang tantenya Nathan sering merendahkan Rena 😣 bisa ada kemungkinan kaitan dengan Cheryl ga? kok ada nyangkut angkasa juga🤔
tri septi
Tante Sisca siapa lagi ya.....🤔 apa harus scroll ke atas🤔🤭😄
Siti Kamisah Hasnul
😍
tri septi
keras kepala 😔
tri septi
penyesalan pada akhirnya 🌧️🌧️🌧️
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
kasihan opa, nama basar keluarga disalah gunakan anaknya dijadikan tameng untuk menutupi kejahatan mereka
tri septi
semangat thor💪
tri septi
mengapa Cheryl kekeh merebut Nathan dan niat menjadi pelakor ? apakah ada keturunan ?😣🤔🤔
tri septi
Cheryl, bisa2nya mengaku-ngaku karya orang lain , oh malunya....😄😄😄😄 🤭
tri septi
lanjut thor 👍💪
tri septi
jadi belibet ya 🤭😄
tri septi
apa itu 🤭
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
banyak kasus dan nama yang perlu pembaca cari sendiri hubungannya
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
jangan terlalu memaksa,, turutilah keinginan Rena
Siti Kamisah Hasnul
lanjutttt.....serruuuuu👍
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
Nathan gak sabaran
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
wowww bom update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!