Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Disisi lain dirumah Min Hai mengerang kesakitan dan berkata, "Bajingan kau Shen Yu... Ibu aku tidak terima."
"Tenang saja Ibu sudah mengabari Pamanmu di Desa sebelah. Pamanmu juga seorang pemburu dan karena kepala desa membelanya maka biarkan dia saja yang menghabisi anak bodoh itu di Gunung."
"Bajingan itu harus mati... Dia bukan hanya menggoda Qing Yue tapi juga mematahkan tanganku sampai seperti ini. Jika tidak membuhuhnya aku benar-benar tidak akan puas." Ucap Min Hai dengan penuh amarah.
Disisi lain Shen Yu sudah berkemas untuk pergi dan kali ini dia tidak mengajak Ren Tao, sebaliknya dia meminta Ren Tao untuk menjaga rumah dan hasil kemarin sudah cukup banyak untuknya.
Shen Yu tidak sengaja bertemu dengan Qing Yue dijalan dan menyapa, "Qing Yue mau kemana ?"
"Ah... Aku mau kerumahmu siapa tahu ada yang bisa aku bantu kata nenek." Ucap Qing Yue dengan malu.
Shen Yu tahu benar jika dia yang berinisatif sendiri dan Shen Yu berjalan mendekat, Qing Yue mundur dengan gugup dan punggungnya terbentur pohon. Shen Yu mendekatkan wajahnya dan Qing Yue tidak berani menatapnya.
"Dirumah ada Fei Sie kebetulan bantu dia nanti saat memasak untuk pekerja. Tenang saja aku akan membayarmu nanti setelah pulang dari berburu." Ucap Shen Yu dengan santai dan Blackie menepi.
"Iya." Qing Yue mengangguk dan entah mengapa Shen Yu menjadi lebih dekat namun dia tidak bisa membencinya.
"Baguslah... Juga lebih dekatlah dengan Fei Sie mungkin dimasa depan kalian akan jadi Saudari." Shen Yu membelai wajah Qing Yue.
"Eh." Qing Yue terkejut namun Shen Yu tidak memberikannya kesempatan.
Shen Yu mencium bibir Qing Yue dan membuatnya semakin panik, dia berusaha mendorongnya tapi perlahan tubuhnya meleleh karena lemas. Shen Yu jelas mengambil kesempatan darinya tapi dia tidak bisa marah dan merasa ada sensasi manis.
"Sudah ya... Aku tidak akan menggodamu lagi." Shen Yu bergegas kabur dan Qing Yue tersipu malu lalu pergi.
Shen Yu masuk kedalam Gunung bersama Blackie dan berjalan cukup jauh. Blackie tiba-tiba berbalik dan melolong memperingatkan bahaya, Shen Yu merasakan ada tiga orang dibelakangnya dan suara tembakan terdengar.
*Door.*
Peluru itu meleset mengenai pohon dan Shen Yu melompat masuk kedalam semak, dia bersembunyi dibalik pohon dan tiga orang Pemburu diam-diam mengikutinya.
"Keparat bodoh kau patahkan lengan keponakanku hari ini aku akan mengambil nyawamu sebagai gantinya." Ucap Paman Min Hai dengan arogan.
"Bos... Bocah itu didepan dan bersembunyi disemak-semak."
"Tidak peduli kemanapun dia lari hari ini dia harus mati." Paman Min Hai mengokang senapannya.
Shen Yu tidak menyangkan Min Hai akan balas dendam dengan cara seperti ini. Siapa yang menduga dia punya paman seorang pemburu dan Shen Yu terlalu meremehkannya.
Tangannya bergetar walaupun dia punya banyak ilmu bertahan hidup tapi soal membunuh beda cerita. Bahkan dikehidupan sebelumnya dia tidak pernah membunuh manusia dan walaupun bertemu binatang buas dia tidak takut tapi perasaan membunuh manusia tidak pernah dia bayangkan.
"Apa yang sedang aku pikirkan... Jika aku tidak membunuhnya maka mereka bertiga yang akan membunuhku." Shen Yu membulatkan tekadnya dan meminta Blackie menjalankan rencana.
Blackie lari menguncang semak-semak dan mereka bertiga menembak kearah Blackie, "Mati kau hahaha.."
Shen Yu mengambil kesempatan ini untuk menembak dan pelurunya menembus kepala anak buah Paman Min Hai. Shen Yu berpindah tempat dengan cukup cepat dan bekerjasama dengan Blackie untuk membingungkan mereka.
*Door... Door...*
Peluru panas melesat menembus paha dan sisanya mengenai lengan Paman Min Hai. Blackie keluar dari semak-semak dan menggit tangan Paman Min Hai, senapan yang dia bawa jatuh kebawah dan anak buahnya berniat menembak Blackie.
Namun Shen Yu meresponnya dengan cukup cepat sebelum dia melepaskan tembakan Shen Yu melakukannya lebih dulu. Pelurunya menembus kepala Anak Buah itu dan membuatnya jatuh terkapar ditanah.
Shen Yu keluar dan membidik kepala Paman Min Hai, "Jangan salahkan aku bertindak kejam... Kau sendiri yang ingin membunuhku dan kita gunakan aturan gunung."
"Tunggu sebentar... Ampuni nyawaku semua ini suruhan keponakanku dan ibunya itu. Aku janji tidak akan mengatakan apapun kalau kau yang membunuh mereka berdua." Ucap Paman Min Hai yang berlutut memohon ampun.
"Orang mati jauh lebih baik menjaga rahasia." Shen Yu melepaskan tembakan yang menembus jantung Paman Min Hai.
Shen Yu menyembunyikan senjata mereka dan membuang mayatnya ke jurang, lebih baik tidak meninggalkan jejak dan entah mengapa dia merasa sangat mual.
"Sudah terlanjur jadi sekalian saja... Tunggu kau Min Hai karena kau berani mengincar nyawaku maka aku juga akan melakukan hal yang sama." Shen Yu benar-benar marah.
Tidak terbayang baginya jika akan ada hari dimana dia akan membunuh manusia. Tapi di era ini semuanya sangat kejam dan keamanan tidak sebaik dimasa depan. Preman masih merajalela dan penjahat akan sering mengacau, mungkin ini adalah pelajaran hidup yang baru baginnya dan pengalaman bagus.
Shen Yu membawa tasnya dan melanjutkan perjalanan, dia memberikan daging untuk Blackie dan siangnya dia sampai dilokasi. Shen Yu melihat bentuk tanah yang aneh.
"Tanah ini terlihat ada yang tidak beres... Suara air mengalir terdengar dari bawah." Shen Yu menginjak beberapa tempat dan menemukan sebuah papan kayu yang tersembunyi.