Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

“Kakek, ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku harus pergi... ke rumah temanku.” ucap Ryan tenang.

Kakek Cyrus menatap cucunya lalu mengangguk pelan. “Baiklah Nak. Pergilah. Aku akan menanti prestasimu di medan perang. Ingatlah, kau adalah harapan Clan Kabut Dingin, setiap apa yang kau lakukan akan membawa nama clan kita”

Ryan membungkuk hormat. “Kakek… aku titip Luna padamu. Tolong ajarkan dia bertarung. Jangan biarkan dia menjadi lemah.”

“Tenang saja. Gadis itu kini berada di tempat yang aman. Aku akan menjaganya sebaik mungkin dan menjadi kan nya kuat,” jawab Kakek Cyrus dengan nada meyakinkan.

Ryan mengangguk sekali lagi, lalu melangkah cepat. 

Tanpa menoleh ke belakang, tubuhnya melesat ke arah timur.

------------

WUUSSSH! WUUSSSH! WUUSSSH!

Tubuh Ryan menembus pepohonan, melompat dari dahan ke dahan dengan kecepatan tinggi.

‘Pertemuan kali ini diadakan di wilayah timur…’ pikirnya dengan wajah serius. ‘Apakah markas pusat Kultus Iblis ada di sana? Apa Raja Kultus Iblis sendiri akan muncul? Jika iya… ini akan semakin menarik... aku ingin melihat orang itu.’

‘Aku harus menyusup. Tidak peduli apapun yang menantiku di sana. Aku akan melihat sendiri seperti apa kultus iblis’

WUUSSH!

Tubuhnya terus melesat, membelah hutan yang sepi.

-----------

Sementara itu, di sisi lain…

Bella juga berlari cepat ke arah timur. 

Langkahnya ringan, Namun tiba-tiba...

WUUUUSSHHHH!

Sebuah bayangan meluncur dari samping, pedangnya menyambar cepat ke arah leher Bella.

TRAAAAAANG!

Refleks luar biasa membuat Bella langsung menarik kedua pedang pendeknya, menahan serangan itu tepat pada waktunya. 

Dentuman logam memekakkan telinga, membuat percikan api beterbangan di udara.

BRAAAAK!

Tubuh keduanya terpental ke arah berlawanan, menghantam batang pohon dengan keras.

Bella mendengus, ‘Apa-apaan ini?! Kenapa ada pendekar dari Aliansi Pedang Tujuh Langit di sini?! Mereka menghadang jalanku seolah mereka sudah tahu akan ke datangan ku!’

Ia segera menutupi wajahnya. 

Tidak boleh ada yang mengenali dirinya sebagai salah satu utusan Kultus Iblis.

Dari balik kabut tipis hutan, seorang pria berwajah tajam muncul sambil tersenyum sinis. 

“Tidak kusangka… ternyata benar ada anggota Kultus Iblis yang melewati jalur ini. Informasi yang kami dapat sungguh berharga,”

Bella menegakkan tubuhnya, matanya waspada. “Informasi? Dari mana kalian mendapatkan informasi tentang kami?!”

Pria itu, Ikko, pendekar pedang dari Clan Seribu Luka, salah satu bagian dari Aliansi Pedang Tujuh Langit.

“Itu tidak penting. Yang penting adalah… di sinilah tempat kematianmu.”

WUUUSSHHH!

Sepuluh pendekar muncul dari segala arah, mengepung Bella dengan lingkaran rapat.

Bella menyipitkan mata, tangannya mencengkeram pedang semakin erat. ‘Merepotkan… mereka sudah mengepungku. Jika aku bertarung frontal, akan terlalu banyak energi yang terkuras. Aku harus berpikir cepat.’

Tanpa ragu, ia melompat ke arah celah sempit di sisi kanan, mencoba menembus barisan musuh.

WUUUSSHHH!

Namun Ikko sudah mengantisipasi gerakannya. 

Tubuhnya melesat lebih cepat dari bayangan, menghadang tepat di depan Bella dengan senyum mengejek.

TRAAAAAANG!

Benturan pedang kembali terjadi, menciptakan riak angin tajam yang merobek dedaunan di sekitar.

“Serang dia!” teriak Ikko.

WUUSSH! WUUSSH! 

Sepuluh pendekar itu menyerbu bersamaan, pedang, tombak, dan pisau meluncur dari berbagai arah.

TRANG! TRANG! WUUSSH!

Bella berputar cepat, pedangnya menahan dan sekaligus menangkis. 

Keringat mulai membasahi pelipisnya, meski wajahnya tetap dingin.

‘Mereka memanfaatkan jumlah untuk menekanku… kalau begitu, aku harus mengurangi mereka dulu. Mulai dari yang paling lemah.’

WUUUSSHH!

Tubuh Bella menukik ke arah kiri, mendekati salah satu lawan yang lamban.

SRAAK! SRAAK!

Dua tebasan cepat melesat, memotong kedua tangan pendekar itu. 

"Aaagggrrhh!!!"

Jeritan pilu menggema, darah muncrat liar membasahi tanah.

“JANGAN TAKUT! DIA SENDIRI! TERUS SERANG!” teriak Ikko.

TRANG! TRANG! WUUUSSH! SRAAK!

Bella menahan, menghindar, lalu membalas. Gerakannya seperti tarian maut. 

'Mereka lemah, aku bisa mengalahkan nya!'

SRAK! SRAAK! TRANG! SRAAK!

Setiap langkah menghasilkan luka pada tubuh lawannya. 

Satu demi satu, tubuh musuh tergeletak berlumuran darah.

Sekarang hanya Ikko dan 3 pendekar pedang lain nya.

“Bangsat! Kau sudah membunuh tujuh anak buahku! Kultus Iblis sialan! Aku akan merobek-robek tubuhmu bajingan! Coba tahan ini jika kau mampu!” teriak Ikko.

Ia menarik napas dalam, lalu berteriak lantang. “Teknik Pedang Seribu Luka—Seratus Tebasan Instan!”

WUUUSSHHH! WUUUSSHHH! WUUUSSHHH!

Pedangnya berkilat, meluncur cepat seratus kali dalam sekejap mata. 

Serangan itu seperti hujan yang tak bisa ditahan.

TRANG! TRANG! TRANG!

Bella berusaha menahan, tapi kecepatannya masih kalah tipis. 

SRAAK!

Bahunya tergores, darah merah menetes.

'Clan Seribu Luka… mereka memang salah satu yang terkuat dari 7 Clan besar. Tapi aku bukan gadis lemah yang bisa mereka habisi begitu saja."

Matanya berkilat tajam.

“Teknik Pedang Angin Hitam—Dua Puluh Tebasan Angin!”

WUUSSSHH! WUUSSHH! WUUSSHH!

Kedua pedang pendeknya bergerak cepat, menciptakan aura hitam pekat yang meluncur membelah udara. 

Tebasan angin itu seperti bilah tak kasat mata yang menghantam lawan di sekitar nya.

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Tiga pendekar terbelah tubuhnya, darah menyembur liar, organ dalam berceceran. Tubuh mereka jatuh tak bernyawa.

Kini, hanya Ikko yang tersisa.

“Keparat! Kau membantai semua pengikutku! Beraninya kau melakukan itu, bangsat!!” Ikko kehilangan kendali, matanya dipenuhi amarah buta.

WUUUUSSHHH!

Ia menerjang dengan serangan ceroboh.

"Bodoh, jika kau Bergerak seperti itu, kau hanya akan mempercepat kematian mu"

WUUSSH!

Bella bergeser setengah langkah, menghindari Serangan itu dengan tenang, lalu...

SRAAAAK!

Dengan satu gerakan halus, pedang Bella menebas leher Ikko. 

BYUR!

Kepala itu terlempar ke udara, darah muncrat seperti hujan merah.

Tubuh Ikko terjatuh, berguling di tanah penuh darah.

Bella menghela napas berat. “Untung saja mereka hanya pendekar lemah. Aku masih bisa mengatasinya..."

Namun suara dingin tiba-tiba menggema dari atas.

“Apa yang harus kau syukuri, perempuan iblis? Apa kau mensyukuri… kematianmu yang sebentar lagi tiba?”

Bella mendongak, matanya membelalak.

Di atas pohon, seorang pria jubah biru berdiri. 

Auranya begitu menekan, berbeda dengan pria barusan.

Di sekelilingnya, bayangan ratusan pendekar muncul satu demi satu, mengepung hutan dengan lingkaran rapat.

Wajah Bella pucat. 'Ti… tidak mungkin… Mengapa ada Pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit sebanyak ini di sini?!'

Ia merasakan tubuhnya bergetar. Ratusan pendekar menatapnya seperti binatang buas menemukan mangsanya.

“Kau salah satu anggota Kultus Iblis, bukan?” suara kapten Gilang terdengar dingin. “Aku akan memberimu satu kesempatan untuk tetap hidup. Pertama, jatuhkan senjatamu. Kedua, lepaskan penutup wajahmu.”

Bella berdiri kaku di tengah lingkaran ratusan pendekar. 

Matanya menatap Gilang dengan penuh kewaspadaan. 

Tangannya menggenggam erat kedua pedang pendeknya, namun pikirannya berputar cepat.

‘Aku tidak punya pilihan… Kalau aku melawan mereka semua sekarang, aku pasti mati. Yang harus kulakukan hanyalah mencari celah. Buat mereka lengah… lalu kabur.’

Dengan perlahan, ia menjatuhkan kedua pedangnya ke tanah. 

Setelah itu, Bella menarik napas panjang dan dengan tenang membuka penutup wajahnya.

Dan seketika...

“LUAR BIASA!” teriak beberapa pendekar.

“Tidak kusangka, anggota Kultus Iblis ternyata seorang gadis cantik!”

“Dia pasti masih muda! Mungkin usia nya Tidak lebih dari delapan belas tahun!”

“Benar-benar tidak terduga! Cantik sekali!”

Suara riuh para pendekar itu terdengar keras, Tatapan mereka dipenuhi nafsu.

“Kapten…” salah satu pendekar menelan ludah. “Sayang sekali kalau gadis secantik ini langsung dibunuh. Bukankah lebih baik… kita bersenang-senang dulu dengan nya?”

“Hahaha benar! Anggota Kultus Iblis ternyata tak hanya kuat, tapi juga Cantik jelita! Kurasa teriakan nya akan terdengar indah”

Bella menatap tajam. ‘Menjijikkan… Berani sekali mereka menatapku seperti itu! Jika aku bisa keluar hidup-hidup dari sini, aku akan memastikan mereka semua menyesali perbuatannya!’

Kapten Gilang tersenyum bengis, matanya menyipit penuh nafsu. “Kalian benar… Dia terlalu cantik untuk dibunuh begitu saja. Aku yakin dia masih perawan. Itu pasti terasa… nikmat.”

Bella merasakan darahnya mendidih mendengar kata-kata itu, namun wajahnya tetap dingin.

“Kau ingin hidup, gadis iblis?” suara Gilang makin menekan. “Ikat tanganmu sendiri dengan tali. Cepat!”

“Aku… tidak mau.” suara Bella tenang, tapi matanya penuh perlawanan.

“Bajingan! Apa kau ingin mati?!” teriak para pendekar sambil menghunus pedang mereka.

Bella menggertakkan gigi. ‘Ini benar-benar gawat! Kalau aku melawan sekarang, aku tidak akan bertahan lama. Tidak ada pilihan lain…’ Dengan penuh amarah yang ia sembunyikan, Bella mengikat tangannya sendiri dengan tali kasar yang dilemparkan padanya.

Kapten Gilang terkekeh puas. “Bagus… Sangat patuh. Aku menyukai gadis lugu seperti mu” ia menunjuk salah satu bawahannya, pria berbadan besar dengan wajah bengis. “Pegangi dia dengan tubuhmu. Tunjukkan bagaimana rasanya gadis iblis diperlakukan oleh pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit!”

Pria besar itu maju dengan tawa menjijikkan. “Hahaha! Gadis penurut dengan wajah polos seperti ini… aku suka. Aku akan pastikan jeritanmu malam ini terdengar… sangat bergairah. Aku ingin segera menjilati seluruh tubuh mu itu!”

Bella menatapnya dengan mata sedingin es. Ia berdiri tenang, tanpa ekspresi. 

Seolah tidak takut.

BRAAAAK!

Dalam sekali sentakan, pria itu merobek pakaian Bella. 

Kainnya terbelah, memperlihatkan kulit putih bersihnya, dua gunung kenyal tanpa pelindung terlihat sangat menggoda.

"Luar biasa, Kapten! Sudah ku duga! Tubuh nya sangat terawat!"

"Benar! Dia sangat cantik! Dan tubuh nya sangat sempurna!"

Bella menggertakkan giginya. ‘Para bajingan ini! Beraninya dia merobek pakaianku di depan semua binatang ini! Aku akan mengukir wajahnya dalam ingatanku. Jika aku selamat… aku akan mencincangnya hidup-hidup!’

Pria itu tertawa seraya mengulurkan tangannya untuk menyentuh tubuh Bella. “Tenang saja, gadis cantik… Kami akan memperlakukanmu dengan lembut—”

Bella memejamkan mata pasrah.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!