Indonesia
NovelToon NovelToon
Mr.Possessive

Mr.Possessive

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Biqy fitri S

Jingga Arletha Alinka punya segalanya—kecerdasan, karier gemilang, dan kehidupan glamor sebagai pewaris perusahaan besar. Sayangnya, satu hal yang tidak pernah masuk dalam daftar pencapaiannya adalah: pacar. Bukan karena tak ada yang mendekat, tapi karena ia terlalu sibuk dengan tumpukan pekerjaan dan target perusahaan.
Sampai akhirnya, orang tuanya melemparkan sebuah “kejutan”: perjodohan dengan Levin Artama Putra. Levin adalah pengusaha muda sukses, anak tunggal yang super manja dan Possessive. Tampan? Tentu saja. Menyebalkan? Jelas.
Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang wanita tegas seperti Jingga bisa cocok dengan pria yang bahkan tidak percaya pada cinta? Atau jangan-jangan, justru pertemuan konyol inilah yang akan mengubah hidup mereka berdua selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biqy fitri S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah baru

Setelah acara pernikahan usai dan suasana mulai tenang, Egha punya rencana untuk mengajak Mozza kerumah yang sudah ia siapkan.

“Sayang, ikut aku sebentar. Aku ingin menunjukan Rumah untuk kita tinggali nanti  .”

Mozza menatapnya penasaran. “Ayo, Mas aku jadi penasaran?”

Egha hanya tersenyum, menggenggam tangannya erat. “Pokoknya aku memilih desain rumah itu khusus untuk kamu. Kamu pasti suka.”

Mereka pun naik mobil, menempuh perjalanan sekitar 20 menit. Mozza sudah tidak sabar ingin melihatnya.

Sesampainya di sebuah kawasan perumahan tenang, Egha berhenti di depan sebuah rumah bergaya modern minimalis dengan cat putih bersih dan halaman kecil yang rapi.

Mozza membelalakkan matanya. “Mas… ini rumah nya?” tanyanya sambil menatap tak percaya.

Egha menarik napas, lalu menoleh ke istrinya dengan tatapan lembut. “Rumah ini… rumah kita, Sayang. Aku sudah lama mempersiapkannya. Aku ingin kita memulai hidup baru di sini, hanya berdua, membangun keluarga kecil kita.”

Mozza terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Ia tak menyangka Egha sudah menyiapkan semuanya.

“Mas… beneran ini buat kita? Aku… aku nggak tahu harus bilang apa…”

Egha tersenyum sambil menyentuh pipinya. “Cukup bilang kamu bahagia, itu sudah cukup buat aku.”

Mozza langsung memeluk Egha erat. “Aku bahagia banget, Mas. Terima kasih… kamu selalu bikin aku terharu.”

Egha kemudian mengajak Mozza masuk ke dalam rumah. Di dalam, semua sudah tertata rapi: ruang tamu sederhana namun hangat, kamar utama dengan nuansa lembut, bahkan dapur yang siap digunakan.

Mozza berjalan dari ruangan ke ruangan, senyumnya tak pernah hilang. “Mas… aku suka banget. Ini sempurna.”

Egha menatapnya dengan lega. “Mulai hari ini, inilah tempat kita membangun cerita baru, Sayang.”

----

Keesokan harinya, rumah orang tua Mozza tampak ramai. Sejak pagi semua keluarga berkumpul untuk membantu proses pindahan Mozza dan Egha ke rumah barunya. Beberapa koper besar, kardus berisi pakaian, dan hadiah pernikahan ditata rapi di ruang tamu, siap dimasukkan ke dalam mobil.

“ Akhirnya anakku pindah kerumah sendiri…”

ucap Mami Mozza sambil mengusap sudut matanya yang berkaca-kaca.

“Mami, jangan sedih dong. Kan aku masih sering pulang ke sini,” jawab Mozza sambil memeluk Maminya erat.

Papi Mozza menepuk pundak Egha dengan bangga. “Jaga anak kami baik-baik, ya, Nak. Mulai sekarang tanggung jawabnya ada di pundakmu.”

“Tentu, pi. Insya Allah saya akan selalu menjaga Mozza sebaik mungkin,” jawab Egha tegas, menundukkan kepala penuh hormat.

Jingga dan Levin yang sejak tadi membantu mengangkat kardus kecil masuk ke dalam mobil tiba-tiba menggoda.

“Hati-hati ya, jangan sampai lupa kalau sekarang udah nggak bisa pulang seenaknya. Udah ada yang punya!” canda Jingga, membuat semua tertawa.

Grey ikut menimpali, “Wah, nanti kalau ada yang rindu, tinggal video call, ya. Jangan sampai hilang kabar.”

Mozza langsung memasang wajah geli sambil melipat tangannya di dada.

“Apaan sih kalian? Aku cuma pindah rumah, itu pun cuma beberapa menit dari sini. Kalian lebay banget,” ucap Mozza pura-pura sebal, membuat semua orang tertawa lagi.

Egha hanya tersenyum lebar, lalu menepuk bahu Mozza pelan. “Biarin aja, berarti mereka sayang sama kamu.”

Mozza pun ikut tertawa kecil, suasana jadi semakin hangat dan penuh canda.

Roy dan Arin pun datang membawa bingkisan kecil. Arin tersenyum hangat sambil menyerahkan kotak hadiah.

“Ini sedikit hadiah dari kami untuk rumah barunya, Kak Mozza.”

Mozza terharu, lalu memeluk Arin. “Terima kasih ya, kalian baik banget.”

Akhirnya, setelah semua barang dimuat, rombongan keluarga berangkat bersama-sama menuju rumah baru Mozza dan Egha.

Sesampainya di sana, suasana penuh kegembiraan. Rika langsung melihat-lihat dapur sambil berkata, “Wah, dapurnya enak banget.”

Sementara itu, adik-adik yang lain sibuk menata ruang tamu dengan hiasan bunga pemberian keluarga. Rumah yang awalnya sepi mendadak terasa hidup.

Mozza berdiri di samping Egha, memandang semua keluarga yang ikut membantu. Senyumnya merekah.

“Mas, aku benar-benar bersyukur… kita nggak cuma punya rumah baru, tapi juga punya keluarga besar yang selalu mendukung.”

Egha merangkul pundaknya, membalas senyum. “Iya, Sayang. Inilah awal dari rumah tangga kita yang penuh cinta dan kebahagiaan.”

Tanpa banyak bicara, Rika mulai sibuk. Ia mengeluarkan bahan-bahan masakan yang sudah dibawa dari rumah. “Kalian lanjut beres-beres ya, biar Mami masakin makanan hangat untuk dimakan bersama.”

Mozza tersenyum terharu, lalu ikut membantu memotong sayuran. “Mami, aku bantu ya. Rasanya senang banget bisa masak bareng di rumah ini pertama kali.”

Tak lama kemudian, aroma masakan menyebar ke seluruh rumah: tumis sayur, ayam goreng, dan sup hangat menggoda perut yang sudah mulai lapar. Semua keluarga lalu duduk lesehan di ruang makan sambil menikmati hidangan sederhana tapi penuh cinta.

Papi Mozza menghela napas lega sambil berkata, “Nah, sekarang rumah ini resmi jadi rumah kalian. Sudah ada tawa, ada doa, dan ada masakan hangat dari Mami.”

Semua orang tersenyum. Mozza menggenggam tangan Egha erat, merasa benar-benar beruntung memulai kehidupan barunya dengan penuh dukungan keluarga.

Setelah makan bersama dan membantu menata beberapa barang, satu per satu keluarga pun bersiap pulang. Suasana yang tadinya ramai dengan tawa perlahan berubah sendu.

Rika memeluk Mozza erat, air matanya tak bisa ditahan. “Akhirnya kamu beneran pisah rumah sama Mami, Nak. Rasanya aneh… biasanya tiap pagi Mami lihat kamu, sekarang harus terbiasa rumah tanpa kamu.”

Mozza ikut terisak, membalas pelukan ibunya dengan erat.

“Mami… aku juga berat. Tapi aku janji, aku bakal sering-sering pulang atau telepon. Jangan khawatir, ya.”

Ali menepuk pundak putrinya sambil berusaha menahan air mata.

“Jaga diri baik-baik, Nak. Ingat, kamu tetap anak Papi sama Mami, nggak akan berubah meski kamu sudah jadi istri orang.”

Jingga yang sejak tadi berusaha tegar akhirnya ikut menangis sambil memeluk kakaknya.

“Kak… rasanya aku belum siap ditinggal. Biasanya kita tidur bareng, cerita bareng. Nanti aku kalau kangen gimana?”

Mozza tersenyum di sela tangisnya, mengelus rambut adiknya. “De Kamu kan bisa video call tiap malam sama aku. Jangan drama deh, nanti mataku bengkak kalau kamu nangis terus.”

Grey juga menahan perasaan, tapi tetap mendekat lalu menyalami Egha. “Titip kakakku, ya, Mas. Jangan bikin dia nangis, cukup malam ini aja.”

Egha mengangguk mantap. “Tenang, Grey. Aku bakal jaga dia seumur hidupku.”

Akhirnya, setelah pelukan terakhir, keluarga pun benar-benar melangkah pergi. Dari pintu, Mozza berdiri sambil menggenggam tangan Egha, menatap punggung keluarganya yang menjauh. Air matanya kembali jatuh, menyadari untuk pertama kalinya ia resmi berpisah dari orang tua dan adik-adiknya.

Egha meraih bahunya, membisikkan lembut,

“Mulai sekarang, kamu punya rumah baru. Tapi mereka tetap keluargamu, dan kamu nggak pernah kehilangan mereka. Percayalah, aku akan selalu ada di sampingmu.”

Mozza mengangguk pelan, lalu bersandar di dada suaminya, mencoba menenangkan hati yang penuh haru.

1
csgym
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!