Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:236
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahlawan Rank S

Pukul 8:00 Pagi.

Di Rumah.

“Kakak!, kenapa kakak terlihat berbeda? bahkan aku tidak mengenalinya loh!” ucap Nako yang terlihat memakai pakaian kasual sedang berada di belakang sofa sambil merangkul Akira dia mendekatkan wajahnya di samping pipi Akira dan menatap Akira.

Awalnya Akira meladeninya, tapi, karena Nako terus menerus berbicara, akhirnya Akira hanya diam saja karena lelah.

“Kenapa rasanya dia sangat berbeda, padahal kemarin aku sempat takut."

......................

Di jalan gelap, Akira yang sedang terbaring pingsan tidak lama sadar dan mendapati dirinya sedang di tatap oleh Nako yang sedang sedikit menunduk bersama Lumina.

“Kak Lumina, dia benar-benar sang Raja?” tanya Nako sambil masih menatap ke arah Akira yang terbaring di jalan.

“Benar, Kau harus minta maaf.”

Akira yang masih terbaring merasa pusing, ia memegang kepalanya kemudian bangun dan duduk di jalan.

“Apa kamu baik baik saja?” tanya Lumina.

Dengan mata merem sambil memegangi kepalanya yang masih pusing Akira menjawab.

“Hanya sedikit pusing.”

“Hei, cepat minta maaf.” ucap Lumina sambil menatap Gadis kecil di sebelahnya.

Gadis itu melepas topinya, memegangnya dengan dua tangan di bawah sambil kepalanya sedikit menunduk, kemudian berbicara,

 “Ma-maaf…” ucap Nako dengan nada pelan dan gagap.

Akira bangun dari duduknya membersihkan debu-debu yang menempel di pakaiannya lalu menatap gadis kecil itu.

“Aku yang salah karena merencanakan hal ini, jadi jangan merasa bersalah, Nako,” Akira mengelus kepala Nako dengan lembut agar dia merasa lebih tenang.

“Eh?” Nako mengangkat kepalanya dan menatap Akira dengan heran.

“Hmm? kenapa?”

“Ah tidak, rasanya anda benar-benar berbeda.”

“Berbeda? Lumina juga mengatakan hal yang sama,” pikir Akira.

“Sampingkan hal itu, yang lebih penting, apa kau bersedia membantuku sekali lagi?” ucap Akira yang masih memegang kepala Nako.

“Tentu, jika itu yang anda mau,” ucap Nako.

Ding...

[Nako Yumeno telah terdaftar sebagai Pahlawan Dibawah Otoritas]

[Selamat Anda telah menyelesaikan Quest Keempat, sebagai hadiah anda menerima Spell Rock Shower]

[Syarat untuk Efek terkunci Set pakaian Sang Raja Pahlawan terpenuhi]

[membuka Efek:Memantulkan segala jenis serangan (Sekali Sehari)]

Notif sistem bertubi-tubi yang menunjukkan hal bagus muncul, Akira pun merasa senang walau tak menunjukkannya, selain mendapatkan Spell baru, efek pakaiannya juga terungkap walau sekarang dia sedang tidak menggunakannya karena sedang menyamar.

"Baiklah... karena sudah selesai—"

Akira berjalan melewati nako sambil kedua tangannya berada di saku celana dan berkata,

“Ayo kita pulang.”

Lumina menyusul dari belakang, sedangkan Nako masih diam dan menatap punggung Akira sambil sedikit tersenyum.

Akira yang menyadari Nako tidak mengikutinya ia menengok kebelakang dan berbicara,

“Kenapa diam saja? Ayo.”

“Baik! tunggu aku!” Nako memakai topinya kembali dan menyusul berlari dari belakang sambil tersenyum.

......................

Kembali ke masa kini.

“Entah kenapa, sejak kejadian itu dia malah memanggilku Kakak.”

“Aku terkejut loh, ternyata kakak orang jepang ya!” ucap Nako yang masih merangkul Akira dari balik sofa.

Yang Akira ketahui sejak pulang kemarin malam, Nako bilang dirinya adalah orang Jepang yang reinkarnasi ke planet Remnant dan diselamatkan Raja Pahlawan, karena perkataan Nako, hal ini membuat Akira langsung membuatnya memikirkan banyak hal.

Karena pandangannya tentang Monarch Horizon jadi berubah total, bahkan dia sempat menanyakannya ke Lumina, dan jawabannya mirip, dia tereinkarnasi, namun bedanya dia bukan dari Jepang, selain itu, mereka berdua bilang ingatan mereka agak kabur sebelum ke planet Remnant.

Yang lebih mengejutkan, Set pakaian yang dipakai oleh Akira adalah Pakaian yang dibuat Nako namun efeknya diterapkan Raja Pahlawan.

Hal ini jadi membuktikan style pakaiannya, walau begitu Nako bukan dari Jepang Modern, dia bilang pemandangan Jepang sekarang sangat berbeda dari yang ia tau.

Selain itu, sejak awal kemunculan dia bilang dia mengalahkan seekor monster walau hanya sedikit, Akira yang mengetahui hal itu, berpikir bahwa itu mustahil, karena harusnya untuk melawan monster dia harus masuk Dungeon atau ada invasi seperti di awal.

“Bagaimana bisa seperti ini… aku jadi semakin penasaran dengan Monarch Horizon, padahal game ini tidak sengaja kutemukan di rekomendasi.” pikir Akira.

“Hei! Kakak! Kenapa diam saja!”

Lumina yang dari tadi sedang duduk di sofa merasa tidak nyaman dengan sifat Nako, dia pun berdiri dan berjalan ke arah Nako lalu berbicara.

“Nako! jangan mengganggu Akira, dia sedang kelelahan, selain itu jangan memanggilnya Kakak.”

Nako yang sedang merangkul Akira menjulurkan lidahnya mengejek Lumina.

“Kak Lumina sendiri memanggil Raja dengan nama depannya, kenapa aku tidak boleh memanggilnya Kakak?!”

“I-itu karena Tuan mengizinkannya,” jawab Lumina dengan gagap.

“Tch!" Nako berdecik sambil memalingkan wajahnya dari Lumina.

“Sepertinya, kau harus diberi pelajaran seperti dulu ya...” Lumina perlahan mendekat dengan tatapan dingin.

Nako melepas rangkulannya dan berkata,

“Di atas kakak tidak ada air ya.”

BYUR!

“...”

Air tiba tiba muncul di atas kepala Lumina dan jatuh tepat di kepalanya, rambutnya yang basah menutupi mukanya, membuatnya terdiam.

“Hehe!, sepertinya dugaanku benar kakak belum punya skill 'itu',” ucap Nako sambil tersenyum licik.

“Nako Yumeno, salah satu pahlawan terkuat yang kumiliki, dengan Class exclusive, dia memiliki Skill yang benar-benar tak masuk akal,” pikir Akira sambil menengok sedikit ke belakang mencoba melihat status Nako.

Ding...

[Nama:Nako Yumeno

Umur:16

Level:20

Rank Pahlawan:S

Class:Magician

STR:18

DEF:14

DEX:20

INT:108

Skill:

[Antonim Tier(1)]]

[Antonim Tier(1):Skill ini dapat mewujudkan kebalikan dari sesuatu yang dikatakan atau dipikirkan individu, karena skill masih Tier 1, perwujudan, jarak, penggunaan, dan konsep yang diinginkan masih terbatas]

"Jika dibandingkan dengan Lumina yang sudah mencapai puncaknya, Nako akan kalah, tapi sekarang…”

“Hahaha! sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkan ku Kak Lumina!” ucap Nako sambil tersenyum dengan kedua tangan yang berada di samping pinggang.

"Aku mau istirahat dulu di kamar, tolong jangan berisik," ucap Akira.

"Okey!" jawab Nako.

Akira pun naik ke lantai atas dan langsung terbaring tidur di kasur kamarnya, kelelahan karena banyak hal yang harus dipikirkannya.

Disisi lain, Lumina mengangkat rambutnya yang basah, menatap dingin ke arah Nako.

“Hmm… sepertinya aku bisa mengalahkan Kak Lumina sekarang,” ucap Nako dengan bangga.

Lumina melesat cepat mencoba menangkap Nako dengan kedua tangannya, namun dalam sekejap Nako sudah menghilang dan berada di belakangnya.

“Ehh apa Kaka menangkap ku ya? Cobalah lagi Kak.”

Lumina dengan cepat berbalik dan berusaha menangkap Nako, Namun lagi-lagi Nako menghilang dan muncul di atas meja.

“Sepertinya kakak gagal lagi.” ucap Nako dengan tersenyum sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.

Lumina langsung bergerak cepat lagi menangkap Nako yang berada di atas meja.

BRAK!

Tiba tiba tempat Nako berdiri ada lemari entah dari mana membuat tangan Lumina menembus lemari itu.

“Hahahaha!!” Disisi lain Nako sudah berdiri di sofa sambil tertawa terbahak bahak memegang perutnya.

“Nako, kau ini… benar-benar ya…” Lumina menatap dingin ke arah Nako.

Lumina mengangkat lemari itu dengan satu tangan dan berniat melemparkannya ke arah Nako.

“Eh?”

WUSHH!

BRAK!!

Lemari itu justru tertabrak tembok jauh dibelakang, sedangkan Nako muncul dari balik sofa.

“Wah… dia marah…” ucap Nako sambil sedikit memunculkan kepalanya di belakang Sofa.

“Saatnya lari…" Nako mecoba lari kebelakang disusul dengan Lumina yang melesat cepat.

BRAK! BRAK! BRAK!

DAK! DUAK! BYUR!

Disisi lain, Akira yang sedang tertidur pulas, tidak mendengar suara ribut yang terjadi di lantai bawah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!