Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.
Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.
Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.
Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: JIWA YANG DIKEBIRI
Ling Su mengepakkan lengan gaun sutra mewahnya. Ribuan benang takdir keemasan yang bergelantungan di langit-langit gua merendah seketika, bergetar menyebarkan dengung frekuensi tinggi yang memecahkan batuan di sekeliling mereka.
Dari balik pilar-pilar batu bawah tanah, gelombang cahaya merah pekat kembali meledak—bukan berasal dari Dinding Memori Terlarang, melainkan dari Empat Bejana Esensi yang tertanam di dasar altar. Di dalam bejana-bejana pualam tersebut, gelembung esensi jiwa berwarna perak berkilauan bergejolak ganas, berjuang melepaskan diri dari belenggu rantai mantra keemasan.
"Esensi jiwaku..." bisik Lian Yue. Tangan halusnya mencengkeram dadanya yang berdenyut hebat. Rasa hampa yang menyiksa—yang dirasakannya sejak terbangun tanpa ingatan di Gunung Wuyin—kini berganti dengan rasa perih yang meluap saat bagian dari jiwanya yang terpisah menjerit dari dalam bejana.
Shen Rui menatap bejana-bejana itu dengan mata yang membara. Di sana, tiga bagian esensi jiwa Lian Yue yang dipotong oleh Pedang Zhaoyang dalam tiga kehidupan masa lalu terkurung bagaikan tahanan.
"Kau tidak hanya memotong jiwanya," kata Shen Rui dengan geraman rendah. "Kau mengebiri keberadaannya, mencuri separuh hak hidupnya agar ia terbangun di setiap kehidupan sebagai wujud yang rapuh dan mudah dihancurkan!"
"Itulah cara terbaik menjinakkan seekor siluman agung," sahut Ling Su dingin, matanya yang berwarna emas jernih tak memancarkan seberkas pun rasa bersalah. "Ular Putih Seribu Tahun memiliki kekuatan yang sanggup menggoyahkan fondasi tiga alam. Tanpa memotong jiwanya menjadi serpihan-serpihan kecil, bagaimana mungkin seorang manusia biasa seperti Xuan He bisa mengendalikannya? Dan bagaimana mungkin kau—seorang pemburu fana—bisa mendekatinya tanpa terhancurkan oleh aura aslinya?"
Ling Su mengibaskan tangannya ke udara. Benang-benang takdir keemasan menegang, menyedot cairan esensi dari dalam bejana dan menyalurkannya langsung ke dalam pola array bawah tanah Puncak Tianjian.
"Proses pemotongan jiwa ini seharusnya selesai di kehidupan keempat ini," lanjut Ling Su seraya melangkah melayang mendekati mereka. "Begitu kau menancapkan Pedang Zhaoyang ke dadanya di malam purnama hari ke-49 ini, potongan esensi terakhirnya akan terserap sempurna. Lian Yue akan lenyap selamanya dari siklus reinkarnasi, dan kau... kau akan dihadiahi keabadian di Alam Langit sebagai eksekutor hukum yang setia."
"Cukup!"
Suara tebasan angin membelah udara saat Shen Rui melompat menerjang.
Pedang Zhaoyang di tangannya meletupkan pijar perak keemasan hasil penyatuan dua jiwa. Tebasan pedang itu memotong puluhan benang takdir keemasan hingga putus dan terbakar menjadi abu perak. Gelombang qi yang dihasilkan menyapu pilar-pilar batu di sekitar altar, menggetarkan Empat Bejana Esensi hingga retakan tipis menjalar di dinding pualamnya.
Ling Su sedikit terkejut. Langkah melayangnya terhenti saat merasakan hawa pedang Shen Rui yang tak lagi mengandung tunduk pada Hukum Langit.
"Pedang itu..." mata emas Ling Su menyempit. "Kau telah membuang segel kesucian Tianjian dan memasukkan esensi iblis ke dalam Pedang Zhaoyang?"
"Ini bukan esensi iblis!" seru Shen Rui tegap, berdiri di depan bejana-bejana esensi seraya merentangkan tangannya melindungi Lian Yue. "Ini adalah ikrar dari dua jiwa yang kau aniaya! Hari ini, aku tidak akan membiarkanmu mengambil sepenggal pun dari jiwanya lagi!"
Lian Yue melangkah maju, berdiri di samping Shen Rui. Pendar aurora kristal es memancar dari tubuhnya, merespons retaknya bejana-bejana pualam. Potongan-potongan jiwanya yang terkurung seribu tahun mulai memanggil wujud aslinya, bersiap untuk meledakkan pertempuran penentuan di dasar Puncak Tianjian.