Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Pria Lumpuh

Suamiku Pria Lumpuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:162.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Tak ingin Ayahnya dipenjara, dan tak kuat membayar denda yang begitu banyak. Asyifa Humaira, gadis berusia 23 tahun itu akhirnya menjadikan dirinya sendiri sebagai penebus dosa yang tak disengaja dari ayahnya.

Bagas Nata Nugraha, 26 tahun. Seorang Pewaris dari sebuah perusahaan besar. Ia harus mengalami kecelakaan karena nyaris menabrak seorang tukang bakso yang sedang menyebrang ditengah jalan. Kecelakaan parah itu membuat seluruh tubuhnya lumpuh, bahkan sulit untuk berbicara.

Tapi karena status mereka yang beda Gender, dan Bagas harus dirawat 24 jam secara intensif. Akhirnya keluarga Bagas menikahkan mereka secara kontrak. Dengan catatan, Syifa harus sadar diri dengan status yang sebenarnya hanya perawat.

Bagaimana kisah mereka sebagai pasangan suami istri pasif?

Apakah akan tumbuh benih-benih cinta diantara mereka, setelah Bagas melihat ketulusan Syifa dalam merawatnya selama itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan Tragis malam itu

"Baksooo... Baksooo...!" teriak Pak Abu dengan suara lelahnya.

Hari sudah mulai larut malam, dan dagangannya masih begitu banyak. Di musim penyakit seperti ini, orang jarang keluar membeli langsung dagangan. Dengan alasan virus dan yang lain. Mereka lebih memilih makanan yang bisa delivery, atau menggunakan aplikasi lainnya. Sementara Pak Abu tak bisa memakai itu semua.

Dipinggiran jalan raya yang mulai sepi, Pak Abu menyeberangi jalan dengan perlahan sembari mendorong gerobaknya yang masih begitu berat. Tertatih, sembari terus menengok kekanan dan kirinya yang sepi.

Namun, ketika berada tepat di tengah jalan, suara klakson berbunyi ke arahnya begitu kencang. Cahaya mobil yang begitu silau menyambar tepat ke arah matanya, membuat nya kesulitan untuk melakukan pergerakan ke berbagai arah. Apalagi, gerobak di tangan yang ingin Ia lindungi agar tak tertabrak dan hancur.

"Astaghfirullah... Ya Allah.!" pekik Pak Abu, yang akhirnya pasrah dan menunduk memeluk gerobaknya.

Dan akhirnya, mobil hitam yang melaju kencang itu banting setir dan menabrak sebuah beton pembatas yang berada di bahu jalan.

BRAAAAAKKK!! Bunyi yang begitu keras dan menyadarkan Pak Abu dari semua rasa takutnya.

"Astaghfirullah....!" Pak Abu menatap ke arah mobil yang telah hancur di bagian depan itu.

Seketika Pak Abu menepikan gerobaknya, lalu berlari menuju mobil itu. Ia melihat seorang pria yang tengah tergolek lemah di dalamnya. Pria itu sendirian, dan tubuhnya terjepit di bagian setir yang ringsek. Lagi-lagi Pak Abu hanya bisa mengucap Istighfar.

Pintu Ia buka dengan Paksa. Untung saja, Bapak berusia Lima Puluh tahun itu tenaganya masih kuat meski lelah. Atau, hanya efek spot jantung saja yang membuatnya refleks.

"Tuan... Tuah bangun, Tuan. Apakah Tuan masih sadar?"

Tapi pria itu tak merespon sama sekali. Kakinya terjepit, dan Pak Abu tak dapat menariknya sendiri. Apalagi, posisinya yang sulit jika bukan tenaga ahlinya sendiri turun tangan.

Pak Abu kembali berlari ke gerobak. Ia mengambil Hp jadulnya, dan menghubungi Ambulance untuk segera datang. Tak lupa, menghubungi putrinya untuk pertolongan darurat.

"Nak, tolong datang jalan Siti Khadijah. Ada orang nabrak, dan keadaannya kritis. Ayah bingung mau gimana."

"Ambulance udah di telpon, Yah?"

"Sudah, Nak... Hanya tinggal menunggu saja."

Situasi semakin genting, apalagi ketika para pengendara yang lain menghampiri mereka dan mulai membantu mengevakuasi pria itu dari mobilnya.

Semua yang datang bertanya tentang kronologis kejadian, dan semua membuat Pak Abu menjadi gamang. Ia sendiri syok, tapi harus di berondong dengan berbagai pertanyaan. Untung saja, Syifa anak Pak Abu segera datang dan membantunya.

"Yah... Ambulancenya belum dateng?"

"Belum, Fa. Ini gimana? Mas nya kejepit di dalem. Mau nolongin, tapi ngga berani."

"Iya, jangan... Biarkan yang berwenang saja yang nyelametin."

Syifa lalu menggunakan masker dan Handscoonnya. Ia mendekati mobil dan memeriksa pasien yang ada di dalam. Denyut nadi, pernafasan, dan yang lainnya, semua Ia periksa dengan baik. Lalu, tak lama kemudian Ambulance dan bala bantuan datang.

"Fa... Udah disini?" tanya Erwin.

"Kebetulan, yang ada ditempat itu Ayah. Jadi Ayah nelpon aku tadi." jawab Syifa.

Gadis itu pun melaporkan keadaan sementara pasien. Lalu bahu membahu dengan yang lain untuk mengangkat pasien tersebut dari tempatnya berada saat ini.

"Luka luar ngga ada. Tapi mungkin, cidera bagian dalam. Kami akan segera bawa ke Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan kamu, Fa... Tolong cari data pasien dan hubungi keluarganya." pinta Erwin, sang kepala bagian Unit Gawat Darurat RSUD di kota itu.

Syifa kemudian mencari dompet pria itu, berharap mendapatkan KTP atau yang lain sebagai petunjuk identitasnya. Sembari Ia menunggu polisi datang ke lokasi untuk memeriksa semuanya.

"Ini dia." ucap Syifa, ketika menemukan dompet yang di maksud.

"Bagas Nata Nugraha? Kayak pernah denger, sepertinya anak orang kaya." gumam Syifa.

Saat itu, Hp Bagas berbunyi, dan Syifa langsung mengangkatnya.

"Hallo, Sayang... Kamu dimana? Mama udah tunggu kamu dari tadi loh."

"Maaf, Ibu... Saya Syifa dari RSUD. Kebetulan, anak Ibu baru saja mengalami kecelakaan. Dan Ambulance sudah membawanya ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut." ucap Syifa.

Terdengar olehnya suara histeris dari sana. Tangisan, kecemasan, semua jadi Satu. Syifa pun mematikan Hp itu, dan menyusul ke Rumah sakit.

1
febby fadila
nah sekarang buka mata kamu om edward biar kamu tau mana lawan mana keluarga
febby fadila
hadeee lemah semuanya
febby fadila
viona dan suaminya adalah dalang dari semua masalah ini
febby fadila
isssss reza blom apa² sdah kalah tarung
masa iya datang sendiri nggak bawah pengawal
febby fadila
viona itu benalu yg nggak tau diri,
febby fadila
viona itu benalu yg nggak tau diri
febby fadila
masa nggak punya anak buah atau pengawal aneh
febby fadila
masa iya nggak punya bodyguard bgt astaga, aneh dee
febby fadila
waduuu semoga aja bagas nggak kenapa napa,
febby fadila
waduuu semoga aja bagas nggak kenapa napa
febby fadila
nggak ada apa kata mutiara yg lbih baik lagi reza 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
hadeee luna jangan mengusik lagi, nikmati aja hidupmu dengan suami kamu
febby fadila
lama amat si bagasnya bisa jalan
febby fadila
kok kayak rumit ya, tentang masa lalu
febby fadila
iya bebas buat debay 😁😁😁
febby fadila
thor kok reza jadi bagas si
febby fadila
gempa lokal 🤣🤣🤣
febby fadila
akhirnya dlangnya ketahuan juga
febby fadila
bagus ceritanya tp jangan sampai bertele tele
febby fadila
reza mending kamu cek lagi ulang semua obat yg di minum oleh papa kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!