Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5: Am I Going Crazy?
Setelah berhasil meloloskan diri dari terkaman dingin sang Grand Duke dari Utara, Ophelia melangkah dengan terburu-buru menuju sudut paling terpencil di area Paviliun Barat. Di sana terdapat sebuah taman kecil yang dikelilingi semak bunga lili putih. Tempat itu biasanya kosong dan hanya digunakan oleh para biarawati senior untuk mengeringkan kain linen.
Ophelia melemparkan tubuhnya ke atas bangku kayu tua di bawah naungan pohon oak besar. Keranjang lilin aromaterapi yang dibawanya ditaruh begitu saja di atas rumput.
"Haaah..."
Ophelia menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya dengan sangat keras. Ia menyandarkan kepalanya ke batang pohon, membiarkan kain cadar putihnya meloyot sedikit karena kelelahan emosional yang teramat sangat.
"Tiga orang..." gumam Ophelia pada angin malam yang berembus pelan. "Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, aku berhadapan dengan Paus Agung, Komandan Ksatria Suci, dan Grand Duke Kekaisaran Utara."
Ia menangkupkan kedua tangannya ke wajah yang tertutup kain.
"Apakah kuil ini sedang mengadakan festival berkumpulnya para pria berbahaya? Dan kenapa mereka semua harus berada di koridor yang sama denganku?"
Namun, jawaban atas pertanyaannya tidak datang dari kesadarannya sendiri.
BZZZZT!
Layar transparan berpinggiran emas kembali terbentang tepat tiga puluh sentimeter di depan hidungnya.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Mental Health Assessment: EXTREMELY UNSTABLE
Current Mood: Dead Inside (99%)
Divine Concern Level: OVERWHELMING
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GODDESS OF BEAUTY: Kasihan sekali anakku sayang! Wajah cantiknya pasti lesu di balik cadar itu! Asterion, ini semua salahmu karena membuat atmosfer kuil jadi tegang!]
[GOD OF WAR: KENAPA JADI SALAHKU?! Aku bahkan tidak melempar meteor itu! Athenaia yang menahanku!]
[GODDESS OF WISDOM: Jika aku tidak menahanmu, Paviliun Barat sudah menjadi kawah meteorit saat ini, Asterion.]
[GOD OF FORTUNE: Dan biaya renovasi kawah akan memakan seluruh anggaran persembahan bulan ini! Terima kasih, Dewi Kebijaksanaan!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Berdasarkan tren penurunan kondisi mental Ophelia sejak tiga minggu lalu, ada probabilitas 87,4% bahwa target sedang mengalami krisis eksistensial.]
Ophelia menatap barisan teks yang bergulir dengan kecepatan tinggi itu. Sepasang mata birunya berkedip lambat.
Sejak layar ini pertama kali muncul beberapa bulan lalu—sepatutnya saat ia menginjak usia delapan belas tahun—hidupnya yang tenang sebagai biarawati kelas bawah hancur berkeping-keping. Awalnya, ia mengira layar ini adalah manifestasi dari penyakit jiwa akibat terlalu banyak menghirup asap dupa penyucian. Ia bahkan sempat mengonsumsi ramuan herbal penenang yang diracik oleh pendeta medis selama seminggu penuh.
Namun, ramuan itu tidak berguna. Layar ini tetap ada. Berada di udara, melayang anggun, dan diisi oleh makhluk-makhluk tak kasat mata yang mengaku sebagai dewa-dewi penunggu Olympus.
"Apakah aku benar-benar sudah gila?" pikir Ophelia dengan nada deadpan yang sangat datar. "Mungkin aku terkena kutukan ilusi tingkat tinggi. Ya, itu pasti. Mana mungkin dewa perang kekaisaran memiliki kepribadian seperti remaja pemarah yang suka melempar batu?"
[GOD OF WAR: APA KAU BILANG?! SIAPA YANG REMAJA PEMARAH?! AKU ADALAH ASTERION, DEWA PERANG YANG MENGUASAI SEJUTA PASUKAN!]
Ophelia mendadak membeku di tempat duduknya.
Mata birunya melotot lebar di balik kain cadar. Jantungnya yang baru saja tenang kini berdetak gila-gilaan seperti genderang perang.
‘Tunggu...’ batin Ophelia, seluruh persendiannya kaku. ‘Tadi... aku tidak menyuarakan pikiranku, kan? Aku hanya membatinnya dalam hati!’
Layar status di depannya mendadak berhenti bergerak. Semua komentar yang tadinya berderet cepat terhenti seketika. Teks bertuliskan ucapan Dewa Perang tadi berkedip-kedip merah di tengah layar.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[SYSTEM ERROR / ANOMALY DETECTED]
Analyzing User Input...
Target's Thought Pattern matches System Query!
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF KNOWLEDGE: ...Tunggu dulu. Hambatan frekuensi ilahi mendeteksi adanya respons langsung dari sinyal otak target terhadap komentar Asterion.]
[GODDESS OF LOVE: Hah? Maksudmu apa, Orpheon? Jangan pakai bahasa ilmiah rumitmu itu!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Maksudku... Ophelia baru saja merespons panggilan Asterion di dalam hatinya secara presisi. Secara statistik, kemungkinan kebetulan ini adalah 1 banding 10.000.000.]
[GODDESS OF BEAUTY: TIDAK MUNGKIN! Apakah... apakah Ophelia-ku bisa membaca semua komentar kita selama ini?!]
Tingkat kepanikan di alam ilahi mendadak meledak, terproyeksi langsung dalam bentuk ratusan jendela pemberitahuan berwarna merah yang menutupi seluruh pandangan Ophelia.
[GOD OF FORTUNE: TIDAKKKK! KITA SUDAH MEMBICARAKAN BANYAK HAL RAHASIA! TERMASUK ANGGARAN BERKAH ILAHI!]
[GODDESS OF LOVE: BAGAIMANA DENGAN TEORI-TEORI PERJODOHANKU?! APAKAH DIA MENGETAHUI SEMUA SKENARIO ROMANTIS YANG KUBUAT?!]
[GOD OF WAR: DIA MENDENGARKU MEMANGGILNYA 'SAINTESS KECIL'?! INI BENCANA! REPUTASIKU SEBAGAI DEWA PERANG YANG KEJAM BISA HANCUR!]
Ophelia merasa jiwanya perlahan melayang keluar dari tubuhnya. Situasi ini sudah di luar kendali. Ia baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya: membiarkan para dewa menyadari bahwa dirinya bisa berinteraksi dengan sistem ini.
‘Tenang, Ophelia. Gunakan kecerdasanmu,’ bisik gadis itu pada dirinya sendiri, berjuang mati-matian menekan rasa paniknya. ‘Jika kau mengaku bisa melihatnya sekarang, para dewa mungkin akan panik dan mengutukmu menjadi batu demi menjaga rahasia alam ilahi. Kau harus berpura-pura! Pura-pura tidak tahu!’
Ophelia segera menarik napas panjang, lalu mengepalkan tangannya di depan dada. Ia sengaja mendongakkan kepalanya ke langit, memasang raut wajah penuh kesedihan yang dibuat-buat di balik cadarnya.
"Aduh, kepalaku pusing sekali..." ucap Ophelia dengan suara bergetar yang cukup keras agar 'terdengar' oleh sistem. "Kenapa hari ini aku terus mendengar bisikan-bisikan aneh tentang perang dan kawah meteor? Apakah ini tanda bahwa aku harus segera beristirahat di kamar?"
Ia lalu berdiri dengan menyedihkan, berpura-pura jalannya agak oleng sedikit demi memperkuat aktingnya.
"Ya, benar... Aku pasti hanya kelelahan. Tidak ada layar emas di udara. Tidak ada dewa perang yang kekanak-kanakan. Semua ini hanya halusinasi akibat kurang tidur."
Ophelia mengambil kembali keranjang lilinnya dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu melangkah perlahan keluar dari taman lili.
Di atas kepalanya, barisan teks bergerak lambat, dipenuhi oleh keheningan yang canggung dari para penghuni Olympus.
[GOD OF KNOWLEDGE: ...Data mengindikasikan target memang sedang mengalami halusinasi pendengaran akibat kelelahan emosional. Responsnya terhadap ucapan Asterion hanyalah kebetulan statistik yang ekstrem.]
[GODDESS OF WISDOM: Tentu saja. Seorang manusia fana tanpa ritual inisiasi tingkat tinggi tidak mungkin bisa menembus batas kesadaran sistem ilahi.]
[GODDESS OF BEAUTY: Kasihan sekali anakku... Dia sampai mengira dirinya gila! Asterion, berhenti berteriak di saluran utama!]
[GOD OF WAR: AKU TIDAK BERTERIAK! ...Tapi, syukurlah. Aku hampir saja kehilangan kewibawaanku.]
[UNKNOWN GOD: ...Nice act.]
Langkah Ophelia mendadak terhenti di tengah jalan.
Matanya terpaku pada baris terakhir yang diucapkan oleh dewa misterius itu. Teks berwarna hitam pekat yang berbeda dari warna teks dewa lainnya.
UNKNOWN GOD: ...Nice act. (Akting yang bagus.)
Keringat dingin membasahi punggung Ophelia.
Dewa yang satu itu... dia tahu. Dia tahu bahwa Ophelia sedang berakting.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Status: Covered up (Barely)
Secret Loyalty: UNKNOWN GOD (+10 Affection)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
Ophelia tidak berani menoleh lagi ke arah layar. Ia langsung mempercepat langkah kakinya menuju asrama biarawati di Paviliun Timur, mengabaikan segala bentuk pemberitahuan yang terus muncul di sudut matanya.
"Dunia ini benar-benar gila," bisik Ophelia pasrah sambil merapatkan kain cadar putihnya. "Dan aku berada tepat di tengah-tengah pusat kegilaannya."
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗