Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba mencelakai Chang-yu.
"Rencana selanjutnya harus berjalan dengan lancar, ini adalah kesempatan kita." kata menteri Liang-ho.
"Apakah prajurit bayaran sudah ada di sini?" tanya Kaisar Xen-dong.
"Iya." jawab menteri Liang-ho.
"Jangan salahkan aku jika aku berbuat kejam, Aku tidak ingin melakukan hal ini, tapi kamu yang memaksaku melakukannya." ucap sang Kaisar. Dia kemudian menunggu kedatangan prajurit bayaran yang sudah dipersiapkan oleh menteri Wang Ji-bai.
"Hormat hamba yang mulia." ucap beberapa pria yang sudah memberi hormat kepada sang Kaisar.
"Kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan?" tanya sang Kaisar.
Beberapa prajurit bayangan itu menganggukkan kepalanya.
"Baguslah kalau begitu, kita hanya mempunyai dua kemungkinan. Jika besok terjadi maka wanita itu yang mati atau aku yang akan mendapatkan gelar pahlawan." kata kaisar Xen-dong yang kemudian memerintahkan prajurit pembunuh bayaran itu untuk segera pergi.
Di tempat lain seorang pengawal bayangan ke tempat Chang-yu, pria itu sudah melaporkan apa yang dilakukan oleh sang Kaisar. "Jadi begitu rupanya, baiklah kalau begitu, biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Besok kita akan mendapatkan hasil yang sudah mereka rencanakan." jawab Chang-yu yang kemudian meminta pengawal bayangan itu untuk pergi meninggalkan tempatnya.
Keesokan pagi Chang-yu dan Jenderal Fu akan melihat lereng pegunungan tempat terjadinya longsor.
"Apa tidak sebaiknya yang Mulia tetap berada di sini saja? biarkan hamba dan komandan Yan yang akan memantau tempat itu." kata Jenderal Fu.
"Tidak jenderal, Aku ingin melihat sendiri tempat itu." jawab Chang-yu.
"Aku akan ikut denganmu, istriku. Aku ingin melihat bagaimana kondisi tempat itu." kata Kaisar.
"Baiklah kalau begitu." jawab Chang-yu yang kemudian menggunakan kereta kudanya untuk pergi ke tempat yang sudah dikatakan bersama dengan sang Kaisar.
Di setiap perjalanan menuju lereng gunung yang sudah dikatakan oleh komandan Yan, Kaisar Xen-dong nampak sangat gelisah. Dia mengira kalau Chang-yu akan pergi bersama dengan para prajurit saja, namun sayangnya dia pergi bersama dengan Jenderal Fu dan komandan Yan.
"Ada apa denganmu suamiku? kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Chang-yu.
Kaisar Xen-dong nampak terkejut, Dia kemudian mengalihkan pembicaraan mengenai tempat yang mungkin sangat berbahaya.
"Tenanglah Kaisar, di sini ada Jenderal Fu dan komandan Yan, mereka akan selalu menjaga kita." jawab Chang-yu.
"Di sini adalah tempat yang sangat rawan, istriku. Di seluruh kerajaan ini wilayah barat adalah tempat yang sangat berbahaya, Kamu lihat sendiri kan kemarin kita diserang oleh para perampok gunung, sekarang kita pergi ke tempat yang sangat berbahaya lagi." kata sang Kaisar.
Chang-yu tersenyum lembut kemudian menenangkan sang Kaisar. "Jika kita tidak tahu penyebab dari longsor itu maka kita tidak bisa membuat jalan keluar, Yang mulia tahu sendiri kan.. rakyat dan prajurit berusaha untuk membuka jalan yang sudah tertutup longsor itu. Mungkin butuh beberapa hari untuk membuka akses itu lagi, kalau rakyat terus mengambil jalan berputar itu maka mereka akan sangat kesulitan." jawab Chang-yu.
"Apakah prajurit prajurit bayaran itu sudah bersiap-siap? aku akan membuat hari ini menjadi hari terakhirnya." gumam kaisar Xen-dong yang kemudian menganggukkan kepalanya. dia menatap Chang-yu dengan tatapan mata yang begitu lembut. "Seandainya aku bisa memutar waktu dan kamu tidak sekeras ini, maka kamu tidak akan membahayakan kekuasaanku, kamu yang sekarang begitu berbahaya akan sangat sulit untuk mengambil kekuasaan jika aku tidak menyingkirkan mu." gumam sang Kaisar dalam hati dia kemudian menatap keluar untuk melihat situasi.
Kereta kuda sudah berhenti, karena jalan yang terlalu menanjak itu hal itu membuat Jenderal Fu meminta Chang-yu dan Kaisar Xen-dong untuk turun dari kereta kuda dan melanjutkan naik kuda.
"Yang mulia, sebaiknya yang mulia menggunakan kuda itu, aku akan bersama Jenderal Fu." ucap Chang-yu yang kemudian langsung menaiki kereta kuda yang ditunggangi oleh jenderal Fu.
"Apa-apaan dia, berani sekali dia naik kuda bersama dengan Jenderal Fu di depan mataku. Dia tidak menganggap ku sebagai suaminya." ucap kaisar Xen-dong yang nampak sangat marah. kedua tangannya mengepal dengan gigi yang mengerat.
"Mari yang mulia." kata komandan Yan yang kemudian memberikan kuda kepada sang Kaisar.
Di tempat itulah titik penyebab awal terjadinya longsor dan menutup akses ke jalur utama. Chang-yu terus memperhatikan tempat itu, menatapnya dengan begitu intens kemudian mencoba untuk membaca setiap kemungkinan yang ada di sana.
Berbeda dengan beberapa orang yang sudah berkumpul di suatu tempat, mereka terus memperhatikan Chang-yu dan yang lain.
"Yang mulia, tempat ini benar-benar sangat berbahaya," kata menteri Liang-ho baru sampai.
"Kenapa kamu lelet sekali menteri, kelihatannya kamu tidak punya tenaga sama sekali." sindir Chang-yu yang membuat menteri Liang-ho wajahnya merah karena malu.
"Wanita brengsek ini benar-benar sangat menyebalkan, hari ini hari terakhirmu, pasti kami akan membuatmu mati di tempat ini. Kamu akan jatuh ke jurang dalam itu dan mayat mu akan dimakan serigala-serigala lapar." gumam menteri Liang-ho dalam hati yang kemudian menatap tempat yang ada di depannya.
Tak berselang lama tiba-tiba anak panah melesat dengan begitu cepat, melihat itu Jenderal Fu langsung menarik tubuh Chang-yu ke pelukannya. "Awas yang mulia!" seru Jenderal Fu yang sudah mendekap tubuh Chang-yu.
"Kenapa ada serangan mendadak seperti ini? siapa mereka?" ucap Chang-yu.
"Hati-hati istriku." Kaisar Xen-dong memasang badan untuk melindungi Chang-yu.
"Kelihatannya mereka pembunuh bayaran atau perampok yang ada di tempat ini." ucap sang Kaisar.
"Berani sekali mereka menyerang Kaisar dan ratu di tempat ini." ucap Chang-yu yang kemudian memperhatikan sekitar 10 orang yang sudah menyerangnya.
"Aku akan selalu melindungi mu istriku." ujar kaisar Xen-dong yang kemudian menarik tubuh Chang-yu ke pelukannya, namun bukan perlindungan yang akan diberikan oleh sang Kaisar, melainkan pria itu ingin membuat sang istri masuk ke perangkapnya.
"Kenapa kita berlari ke tempat ini suamiku?" tanya Chang-yu yang berpura-pura.
"Kita harus menghindari para penjahat itu." jawab Kaisar.
Menteri liang ho yang melihat itu dia kemudian memberi isyarat kepada para pembunuh bayaran itu.
"Beraninya kalian menyerang yang mulia Kaisar dan yang mulia Ratu!" seru Jenderal Fu dan komandan Yan. mereka menyerang para pembunuh bayaran yang hendak mencelakai Chang-yu.
pembunuh bayaran yang sudah terlatih itu terlihat begitu tangguh, Jenderal Fu terus menyerang. Ketika berada di tepian jurang sang Kaisar nampak tersenyum, Dalam hati dia sudah bersiap untuk melakukan semua rencananya.
"Ini saatnya..," ucap sang Kaisar dalam hati yang kemudian bersiap untuk mendorong Chang-yu ke dalam jurang. jurang yang dasar nya bebatuan yang berbahaya. "Awas istriku." ucap sang kaisar yang berpura-pura melindungi Chang-yu. padahal salah satu tangannya mendorong istrinya agar terjatuh ke jurang.
Melihat itu Chang-yu tersenyum, dia membalikkan situasi dan salah satu tangannya menusukkan jarum beracun ke leher sang Kaisar. "Awas yang mulia!" teriak Chang-yu ketika Kaisar Xen-dong terjatuh ke dalam jurang.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.