Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seseorang yang Mengamati dari Kejauhan
Boqin Changing berdiri di tengah kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam. Setelah memastikan Mo Shi telah tewas, ia tidak langsung pergi. Tatapannya perlahan menyapu seluruh kawasan sekte yang kini telah berubah menjadi dunia es.
Kemudian Boqin Changing menempelkan kedua kepalan tangannya. Energi yang sangat kuat mulai berkumpul di sekitar tubuhnya. Dalam sekejap, ruang di dekat kedua kepalan tangannya mulai bergetar.
Krek...!
Retakan kecil bahkan muncul di permukaan ruang. Aura yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya perlahan menyebar dari tubuh Boqin Changing.
"Amukan Bumi."
Boom!
Getaran kuat langsung terasa di seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam.
Tanah mulai berguncang. Semua benda yang sebelumnya telah membeku oleh jurusnya sebelumnya ikut bergetar. Patung-patung es yang terdiri dari ribuan anggota sekte mulai bergoyang di tempatnya.
Krak!
Salah satu patung es jatuh dan langsung pecah menjadi kepingan-kepingan es.
Krak! Krak!
Patung-patung lainnya ikut runtuh. Bangunan-bangunan yang telah membeku juga mulai bergetar hebat. Dinding retak, tiang-tiang penyangga patah, dan atap bangunan mulai runtuh.
Namun getaran itu terus meningkat.
Boom!
Gempa bumi yang jauh lebih kuat akhirnya menghantam kawasan tersebut.
Tanah berguncang dengan kekuatan yang mengerikan. Retakan besar menjalar ke segala arah seperti jaring laba-laba. Bangunan-bangunan besar yang telah berdiri selama bertahun-tahun mulai roboh satu demi satu.
Boom!
Boom!
Boom!
Dalam waktu singkat, seluruh Sekte Darah Bulan Hitam dihancurkan. Bangunan utama runtuh. Halaman sekte terbelah. Bahkan paviliun-paviliun hancur.
Tidak ada lagi bentuk sekte yang tersisa. Yang ada hanyalah tanah yang porak-poranda, reruntuhan bangunan, dan pecahan es yang berserakan di mana-mana.
Boqin Changing berdiri di tengah kehancuran tersebut. Ia memandang sekeliling. Senyum tipis muncul di wajahnya. Ia merasa puas.
Sekte yang selama bertahun-tahun melakukan berbagai kejahatan akhirnya benar-benar lenyap dari dunia.
"Seperti ini jauh lebih baik."
Boqin Changing kemudian menarik kembali kekuatannya. Getaran tanah perlahan berhenti. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan kini menjadi reruntuhan sunyi.
Tidak lama kemudian, Boqin Changing merasakan sesuatu. Ia menoleh.
Dari kejauhan, sebuah aliran riak sungai es perlahan bergerak mendekatinya. Aliran tersebut meluncur di atas tanah dengan tenang, melewati reruntuhan dan pecahan es yang berserakan.
Di dalam aliran es itu terdapat ribuan cincin ruang. Cincin-cincin ruang tersebut merupakan milik para anggota Sekte Darah Bulan Hitam yang telah tewas.
Boqin Changing tersenyum kecil. Ia menggerakkan tangan kanannya.
Wusss!
Dalam sekejap, ribuan cincin ruang tersebut terangkat dari aliran es dan melayang menuju arahnya.
Satu demi satu cincin ruang masuk ke dalam cincin ruang miliknya. Tidak ada satu pun yang terlewat.
Setelah semuanya terkumpul, Boqin Changing melihat sekeliling sekali lagi. Sudah waktunya kembali ke Kota Chiyou. Ia tidak memiliki alasan untuk terus berada di tempat ini.
Boqin Changing mengangkat tubuhnya perlahan. Namun sebelum pergi, pandangannya tiba-tiba beralih ke sebuah bukit yang tidak jauh dari Sekte Darah Bulan Hitam.
Tatapannya berhenti di sana selama beberapa saat. Entah apa yang menarik perhatiannya.
Boqin Changing hanya tersenyum tipis. Ia tidak mengatakan apa pun.
Beberapa saat kemudian, tubuhnya perlahan melayang ke udara.
Wusss!
Dalam sekejap, Boqin Changing terbang semakin tinggi. Tubuhnya berubah menjadi bayangan yang melesat menembus langit, meninggalkan kawasan Sekte Darah Bulan Hitam yang telah hancur sepenuhnya. Tujuannya kali ini adalah Kota Chiyou.
...******...
Di balik sebuah pohon besar yang berada di atas bukit tidak jauh dari Sekte Darah Bulan Hitam, seseorang masih berdiri tanpa bergerak.
Wajahnya pucat. Keringat dingin membasahi dahinya dan sebagian tubuhnya. Napasnya terdengar berat, sementara jantungnya berdegup begitu kencang seolah hendak keluar dari dadanya. Ia adalah salah satu anggota Biro Informasi Menara Mata Langit.
Beberapa waktu lalu, ia mendapatkan tugas dari kelompoknya untuk mengawasi Sekte Darah Bulan Hitam. Ada sebuah kelompok yang berada di ibu kota Kekaisaran Houran dan sedang membutuhkan informasi mengenai sekte tersebut.
Mereka bahkan bersedia membayar harga yang sangat mahal demi mendapatkan informasi yang akurat. Karena itulah ia datang ke tempat ini.
Awalnya, tugas tersebut seharusnya tidak terlalu sulit. Ia hanya perlu mengamati pergerakan Sekte Darah Bulan Hitam dari kejauhan, mengumpulkan informasi penting, kemudian kembali melaporkannya kepada kelompoknya.
Namun siapa sangka, ia justru menyaksikan sesuatu yang jauh melampaui perkiraannya. Pria itu menelan ludah.
"Raja Dunia..."
Suaranya bergetar.
Ia benar-benar tidak menyangka bahwa salah satu Raja Dunia akan muncul di tempat seperti ini. Bahkan yang lebih mengerikan, Raja Dunia tersebut ternyata adalah Boqin Changing.
Ia pernah mendengar nama itu berkali-kali. Dewa Kematian Boqin Changing, salah satu pendekar paling kuat di dunia. Sosok yang berdiri di puncak dunia persilatan.
Namun semua cerita yang pernah didengarnya tetap tidak bisa dibandingkan dengan apa yang baru saja ia saksikan menggunakan matanya sendiri. Boqin Changing datang sendirian dan ia menghancurkan ribuan anggota Sekte Darah Bulan Hitam dalam waktu singkat.
Bahkan Patriak Mo Shi yang merupakan seorang pendekar bumi sama sekali tidak mampu melawan. Kemudian dengan satu jurus, seluruh sekte dihancurkan.
Pria dari Biro Informasi Menara Mata Langit kembali melihat ke arah tempat Sekte Darah Bulan Hitam sebelumnya berdiri.
Kini tidak ada lagi sekte. Tidak ada lagi bangunan dan tidak ada lagi gerbang besar yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kekuatan sekte tersebut. Semuanya telah berubah menjadi reruntuhan.
"Sekte Darah Bulan Hitam..."
Ia menghela napas panjang.
"Mulai hari ini, hanyalah sejarah."
Ia masih merasa sulit mempercayai apa yang terjadi.
Namun sebagai anggota Biro Informasi Menara Mata Langit, ia tahu betul nilai dari informasi yang baru saja diperolehnya. Informasi mengenai kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam memang sangat penting. Kelompok di ibu kota yang memintanya mengawasi sekte tersebut pasti akan terkejut ketika mengetahui bahwa sekte itu telah dihancurkan.
Namun dibandingkan dengan satu informasi lainnya, itu tidak ada apa-apanya. Pria itu mengepalkan tangannya.
"Boqin Changing..."
Tatapannya menjadi serius. Ia harus segera kembali. Ia harus melaporkan kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam.
Namun yang jauh lebih penting, ia harus menyampaikan bahwa Dewa Kematian Boqin Changing, salah satu pendekar terkuat di dunia dan salah satu Raja Dunia, ternyata berada di Kekaisaran Houran.
Ini bukan sekadar informasi biasa. Ini adalah berita besar.
Kemunculan seorang Raja Dunia di sebuah kekaisaran pasti akan menarik perhatian banyak kekuatan besar. Terlebih lagi, orang tersebut adalah Boqin Changing, sosok yang reputasinya telah mengguncang dunia persilatan dalam beberapa waktu terakhir.
Pria itu tidak berani membuang waktu lagi. Ia menoleh sekali lagi ke arah reruntuhan Sekte Darah Bulan Hitam. Kemudian ia berbalik dan segera meninggalkan bukit.
Ia harus kembali secepat mungkin. Informasi ini harus sampai kepada pihak yang tepat. Karena sejak hari ini, keberadaan Boqin Changing di Kekaisaran Houran kemungkinan besar akan menjadi salah satu berita paling mengejutkan yang tersebar di dunia persilatan.