King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang dari rumah sakit
Amelia membuka matanya, ia melihat sekeliling, ruangannya serba putih. Amelia merasa ini bukan kamarnya. Amelia pun ingat kejadian yang ia alami.
"Queen" panggil Amelia.
"Hei, aku ada disini" kata Queen.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Amelia.
"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja" jawab Queen.
"Penjahatnya gimana?" tanya Amelia.
"Tenang, mereka sudah di tangkap" kata Queen.
"Alhamdulilah, aku takut banget kamu kenapa-kenapa" kata Amelia.
"Yang harus ngomong gitu aku, bukan kamu. Makasih ya udah nolongin aku" kata Queenza.
" Aku nggak bisa bantu kamu terlepas dari orang-orang jahat itu" kata Amelia sambil menangis.
"Jangan menangis, tadi itu kamu udah bantu aku kok. Lain kali jangan lakukan hal berbahaya lagi" kata Queenza.
"Maaf Queen" ucap Amelia.
"It's ok, kamu mau makan sesuatu?" tanya Queenza.
"Nggak, aku haus" kata Amelia.
"Sebentar, aku ambilkan minum untuk kamu" kata Queen m
Amelia meneguk air minum yang diberikan Queenza padanya.
"Makasih Queen" ucap Amelia.
"Sama-sama" kata Queen.
Untungnya King dan kedua sahabatnya sudah pulang. Jadi Amelia tidak melihat King dan kedua sahabatnya. Selesai Aaron membelikan burger untuknya, Queen meminta mereka untuk pulang.
"Oh iya Mel, aku sudah kasih tau ibu kamu kalau kamu ada di rumah sakit. Mungkin sebentar lagi dia akan datang" kata Queen.
"Maaf ya Queen, aku jadi nyusahin kamu" kata Amelia.
"Nggak kok, kita itu kan sahabat. Jadi nggak pernah ngomong gitu lagi" kata Queen.
"Makasih Queen sudah mau sahabatan sama aku" ucap Amelia.
"Sama-sama Mel. Aku mau bilang makasih juga sama kamu, sudah memilih aku untuk jadi sahabat kamu" kata Queen.
Amelia memeluk Queenza, kedua sahabat itu saling berpelukan.
Aaaawww.
"Sorry" ucap Queen.
Karena berpelukan Queen nggak sengaja menyentuh tangan Amelia yang keseleo.
"Nggak apa-apa, ini salah aku juga karena tiba-tiba meluk kamu" kata Amelia.
Kedua sahabat itupun tertawa. Sehingga mereka tidak menyadari bunyi ketukan pintu.
Tok.
Tok.
Tok.
"Sepertinya ada yang mengetuk pintu, sebentar ya" kata Queen.
Queenza membuka pintu. Ia tersenyum saat melihat ibu Amelia berada di depan pintunya.
"Silakan masuk Buk" kata Queenza.
"Makasih" ucap ibu Amelia.
Ibuk Amelia segera menghampiri putrinya.
"Mana yang sakit Nak?, nggak ada luka serius kan?" tanya ibu Amelia.
"Nggak kok Buk, cuma keseleo aja" kata Amelia.
"Syukurlah kalau gitu. Queen gimana?, ada yang luka?" tanya ibu Amelia pada Queen.
"Alhamdulillah nggak ada Buk" jawab Queen.
"Ibuk bersyukur kalian berdua baik-baik saja. Kapan bisa pulang, Nak?" tanya ibu Amelia.
"Sekarang sudah bisa pulang, buk. Tapi Queen nggak mengizinkan aku untuk pulang" kata Amelia.
"Untuk memastikan kesehatan kamu" kata Queenza.
"Aku udah sehat Queen. Dan lagi, aku nggak suka lama-lama di rumah sakit" kata Amelia.
"Ya udah terserah kamu aja, yang penting kamu happy" kata Queen.
"Oh iya, ibuk bawakan makanan untuk kalian berdua" kata ibu Amelia sambil mengeluarkan kotak bekal.
"Wah apa itu Buk?" tanya Queen.
"Pecel sayur" jawab ibu Amelia.
"Pecel sayur?" tanya Queenza lagi.
" Iya, Queen udah pernah coba pecel sayur?" tanya ibu Amelia.
"Belum Buk, Queen taunya cuma pecel lele" kata Queen.
"Beda sama pecel lele, ini sayuran yang direbus terus disiram kuah kacang" kata Amelia.
"Sepertinya enak" kata Queen.
Amelia dan ibunya tersenyum mendengar jawaban Queenza. Mereka tau kalau Queenza berasal dari keluarga kaya. Walaupun mereka tidak tau sekaya apa orang tua Queenza. Jadi wajar kalau Queenza belum pernah coba pecel sayur.
"Sekarang kamu cobain, ibuk yakin kamu suka sama pecel sayur" kata ibu Amelia.
"Queen kan emang suka semua makanan Buk" kata Amelia.
"Benar banget. Kamu memang memahami aku, Mel" kata Queen.
"Tentu saja" kata Amelia.
Ibu Amelia mengambil dua piring. Ia memindahkan pecel sayur ke piring. Ia memberikan pada Queenza.
"Ayo di coba" kata ibu Amelia.
"Makasih Buk" ucap Queen.
Queenza memasukkan suapan pertamanya. Queenza pikir tadi rasanya akan aneh. Tapi ternyata rasanya lumayan enak juga.
"Gimana?, enak nggak?" tanya ibu Amelia.
"Enak Buk. Tadi Queen pikir rasanya akan aneh. Tapi ternyata nggak" jawab Queen.
"Syukurlah kalau rasanya enak. Dihabiskan ya" kata ibu Amelia.
"Ok Buk" kata Queen.
Amelia senang melihat Queenza selalu menghabiskan makanan yang dibuatkan ibunya. Dia menghargai banget masakan ibunya.
"Oh iya Buk, bapak udah pulang?" tanya Amelia.
"Belum" jawab ibu Amelia.
"Tumben udah sore bapak belum pulang" kata Amelia.
"Mungkin masih ada kerjaan" kata ibu Amelia.
Selesai makan Queen membereskan meja. Ia tidak membiarkan ibu Amelia yang membersihkan piring makannya.
"Queen, aku pulang hari ini aja ya" kata Amelia.
"Kamu masih sakit" kata Queenza.
"Nggak, aku udah sehat kok" kata Amelia.
"Yakin kamu udah sehat?" tanya Queenza.
"Yakin, jadi aku pulang hari ini aja ya" kata Amelia.
"Baiklah kamu boleh pulang hari ini" kata Queen.
Queenza juga tidak bisa memaksa sahabatnya untuk tetap di rumah sakit. Karena dia bilang sudah membaik, jadi Queen mengizinkannya.
"Ya udah, kita pulang sekarang" kata Amelia.
"Sekarang?" tanya Queenza.
"Iya, ngapain lama-lama disini. Toh aku cuma keseleo doang" kata Amelia.
"Ok, kita pulang sekarang" kata Queen.
"Makasih" ucap Amelia.
Saat ibunya Amelia sedang membereskan barang-barang Amelia, Queen menelpon salah satu bodyguard Daddy-nya.
Hallo nona muda.
Om, bisa jemput kita ke rumah sakit nggak?
Rumah sakit?. Siapa yang sakit nona.
Sahabat aku.
Baiklah, tunggu lima menit.
Ok.
Selesai menghubungi bodyguard Daddy-nya. Queenza kembali ke tempat duduknya.
"Parsel buahnya bawa aja Mel" kata Queen.
"Emang nggak apa-apa?" tanya Amelia
"Nggak, kan aku yang beli" kata Queen.
"Baiklah" kata Amelia.
Ibu Amelia memasukkan parcel itu ke dalam kantong plastik.
"Yuk Queen" kata Amelia.
"Periksa dulu, ada yang ketinggalan nggak" kata Queen.
"Nggak ada, semua barang-barang sudah dimasukkan ibuk ke dalam tas" kata Amelia.
"Queen aja Buk yang bawa kantong plastiknya" kata Queen sambil mengambil kantong plastik dari tangan ibu Amelia.
"Jangan Nak, ini berat" kata ibunya Amelia.
"Nggak apa-apa Buk, Queen kuat" kata Queen.
Queenza mengambil alih kantong plastik itu. Ia tidak ingin ibunya Amelia kesusahan membawa barang-barang.
Setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, Queenza, Amelia dan juga ibu Amelia keluar dari ruangan VVIP itu.
Sebelum keluar dari rumah sakit, Queenza membayar uang administrasi. Setelah itu barulah mereka bisa keluar.
Bodyguard Kenan melihat nona mudanya membawa kantong plastik besar. Ia segera menghampiri Queenza.
"Maaf nona saya terlambat" kata Bodyguard.
"Nggak kok Om, kita juga baru keluar. Om bisa tolong masukan barang-barang ini ke mobil" kata Queen.
"Bisa nona" kata bodyguard.
Bodyguard meletakkan barang-barang Amelia di dalam bagasi.
"Ayo Buk, Mel masuk" ajak Queen.
Ini pertama kalinya ibu Amelia dan Amelia naik mobil mewah. Biasanya mereka cuma naik ojek dan juga angkot.
Setelah nona mudanya masuk ke dalam mobil, barulah bodyguard Kenan melajukan mobilnya. Mobil mewah itupun melaju meninggalkan rumah sakit terbesar di kota Z.
...***...
Monika mondar-mandir sambil memegang ponselnya. Ia menunggu kabar dari orang suruhannya. Tadi ia sudah mendapatkan kabar kalau ayah Amelia sudah dipecat. Sekarang ia tinggal menunggu kabar dari orang suruhannya.
"Kamu kenapa sih Mon, dari tadi mondar mandir nggak jelas" kata mama Monika.
"Aku lagi nunggu telpon Ma" kata Monika.
"Nunggu telpon dari siapa?, sampai kamu nggak tenang gitu " kata mama Monika.
"Dari teman aku" kata Monika.
Monika nggak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada mamanya. Beberapa menit kemudian Ponsel Monika berbunyi. Ia melihat ada notifikasi pesan masuk dari orang suruhannya. Ia segera membacanya.
Misi berhasil.
Good job, uang kalian akan saya transfer.
Terima kasih.
Monika tersenyum membaca pesan dari orang suruhannya. Akhirnya ia bisa menyingkirkan Queenza. Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa melawannya.
"Aku ke kamar dulu ya Ma" kata Monika.
"Nggak nunggu telpon lagi" kata mama Monika.
"Nggak, teman aku udah kirim pesan sama aku" kata Monika.
"Sebentar lagi guru les kamu akan datang" kata mama Monika.
"Iya Ma, aku mau mandi dulu" kata Monika.
Monika akan merayakan keberhasilannya. Nanti ia akan mentraktir teman-temannya makan malam di cafe.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰