Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:84.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 15

Selama makan malam, Rhea terus menerus diam. Tubuhnya ada di sana, tapi agaknya pikirannya tidak. Bahkan ia hanya memainkan makanan yang ada di dalam piringnya dengan sendok.

Nayaka menatap ke arah Rhea, lalu mengalihkannya ke Tono. Ia mengangkat dagunya, dimana Tono langsung paham maksud sang atasan.

"Mbak Rhea, apa kali ini nggak bisa makan makanan ini lagi? Meski rasanya agak beda, tapi ini makanan Indonesia. Seharusnya aman kan ya?"

Eh?

Rhea meletakkan sendok, lalu menggerakkan tangan sambil menggelengkan kepala. Makanan yang tersaji di meja makan tentu sesuai dengan selaranya. Ia bahkan tidak menyangka bahwa di Prancis ada restoran yang memiliki menu makanan Indonesia.

"Ini enak kok," ucapnya.

"Lalu? Kenapa dari tadi cuma dimainin aja. Kenapa nggak dimakan? Kalau udah kelewat dingin nggak enak lho," sahut Tono.

"Itu~"

Rhea menghentikan ucapannya. Ia mengatur nafasnya lebih dulu sebelum melanjutkannya.

"Soal meeting tadi, bagaimana kalau tidak deal. Dan bagaimana kalau itu karena ternyata saya salah menyampaikan maksud?"

Aaaah

Tono langsung mengerti. Ternyata perilaku Rhea yang tidak segera memakan makanannya itu karena dia mengkhawatirkan tentang rapat tadi siang.

Rhea takut dan cemas terkait kemampuan dirinya.

"Kamu melakukannya dengan baik," ucap Nayaka sambil mengelap mulutnya.

"Benar kata Pak Bos, Mbak Rhea. Mbak sudah melakukannya dengan baik. Sangat baik malah. Saya sebenarnya nggak berekspektasi tinggi terhadap Mbak Rhea yang baru pertama kali mengenal dunia bisnis. Tapi faktanya Mbak bisa."

Perkataan Nayaka dan Tono membuat dadanya membuncah. Mata Rhea juga berkaca-kaca.

"Terlepas dari apapun keputusan mereka, semuanya memang sudah pengaturan dari Yang Maha Kuasa," jawab Ton. "Dalam perundingan bisnis, jadi atau tidaknya kerja sama itu sudah biasa," imbuhnya.

Rhea mengangguk cepat, dia tersenyum tipis.

"Saya izin ke toilet dulu, permisi."

Rhea bangkit lalu berjalan cepat menuju ke toilet. Sedangkan Nayaka dan Tono hanya menatap lurus lalu wajah mereka teralihkan saat desert yang berupa ice cream datang.

"Dia kelihatan takut banget, pak Bos," ucap Tonoo.

"Wajar, ini pertama kalinya," jawab Nayaka. Ia menghentikan tangannya menyuap ice cream.

"Oh iya, kok dia nggak masih belum juga ngenalin Pak Bos ya?"

Tono mengusap dagunya dengan satu jari-jari kanannya. Teringat kembali tentang kejadian waktu itu.

"Biarin, aku perlu diinget-inget kok."

Nayaka sama sekali tak melihat Tono, dia memeriksa pesan yang baru saja masuk. Bibirnya menyunggingkan senyum.

Pria itu kemudian berdiri dan menuju ke meja lain.

"Oh ada temennya," ucap Tono pelan. Meski pembicaraan soal Rhea yang tidak ingat itu telah berhenti, namun pikiran Tono masih terus bertanya-tanya.

Bagaimana Rhea tidak ingat dengan pria yang sudah menolong hidupnya? Namun Tono juga tak ingin mengonfirmasi kepada Rhea. Wanita yang ia lihat sekarang berbeda dengan saat itu. Dan Tono juga tak ada niat untuk menggali luka milik orang lain.

"Lho Pak, Pak Nayaka nya?"

"Tuuuuh lagi ketemu sama temennya."

Rhea baru saja kembali dari toilet, dia menanyakan keberadaaan Nayaka yang tidak ada di kursinya. Mata Rhea mengikuti arah wajah Tono. Di sana dia melihat Nayaka yang tengah berbincang dengan temannya.

"Ternyata wajahnya bisa begitu. Dia juga bisa tertawa ternyata," gumam Rhea lirih. Dengan cepat Rhea menarik pandangannya dan melanjutkan makannya. Kali ini dia bisa menikmati makanan jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Sebuah keyakinan ia tanamkan dalam dirinya sendiri bahwa dia memang sudah sangat baik dalam melakukan pekerjaannya.

"Ton, balik. Udah kan?"

"Siap. Ayo Mbak Rhea."

Rhea mengangguk, ia segera bangkit dan mengenakan mantelnya.

Hari ini selain belajar tentang bahasa bisnis, dia juga bisa melihat perubahan ekspresi atasannya. Rhea menyadari bahwa Nayaka memilki sisi lain. Dia bukan hanya sekedar bos berwajah dingin.

Mobil melaju, sekarang mereka kembali ke rumah. Rhea merasa bahwa tubuhnya begitu lelah, padahal dia tak melakukan aktivitas fisik yang berat. Lehernya kaku pun dengan punggungnya.

"Tunggu," ucap Tono membuat langkah Rhea dan Nayaka terhenti.

"Mereka mengirim pesan, meminta pertemuan besok pagi."

"Alhamdulillah."

Rhea dan Nayaka mengucapkan rasa syukur bersamaan. Disusul dengan Tono. Senyum Rhea juga langsung menghiasi bibirnya.

"Kan, kalau emang rejeki nggak bakalan kemana. Mari kita tidur nyenyak malam ini," sorak Tono. Dia mengangkat kedua tangannya ke udara. Tono menghampiri Nayaka dan hendak merangkul tuannya, tapi Nayaka menghindar dan pergi dengan cepat. Alhasil ia hanya melakukan hi five bersama Rhea.

"Selamat ya Mbak Rhea, kamu berhasil."

"B-bukan saya, tapi kita semua."

hahahah

Tono tertawa, matanya berbinar cerah dan langkahnya menjadi sangat ringan.

Malam itu mereka semua tidur cepat dan juga lelap. Esok harinya, wajah Tono tampak begitu segar, terlebih Rhea, wanita itu benar-benar tak redup senyumnya mulai dari bangun tidur hingga ke meja pertemuan.

"Merci, senang bekerja sama dengan Anda."

"Merci, je vous en prie. Kami juga senang bekerja sama dengan Anda."

Pembubuhan tanda tangan dan juga jabat tangan merupakan bagian akhir dari resminya sebuah kesepakatan. Setelah melalui sedikit perundingan yang alot, akhirnya perusahaan milik Raphael setuju dengan syarat dan ketentuan yang diberikan oleh Linford Transportation.

"Merci, Mademoiselle Rhea. Anda benar-benar kompeten dalam bidang Anda. Saya yakin Anda banyak menghaluskan perkataan kami."

"Saya hanya melakukan tugas saya, Tuan Raphael."

Rhea menyambut uluran tangan Raphael. Dia tidak menyangka bahwa Rapahel menyadari bahwa terkadang ia menerjemahkan tidak sama persis dengan aslinya, dimana tentunya itu untuk tujuan baik.

"Mbak Rhea, coba tanyakan apa mereka akan melihat ke kapal kita lebih dulu. Semacam tour kapal," imbuh Tono.

Rhea menyampaikannya persis dengan apa yang dikatakan Tono, dan jawaban mereka adalah sangat mau. Malah itu tawaran bagus karena mereka bisa memastikan bahwa kapal yang akan digunakan untuk mengirim barang benar-benar sesuai.

"Kalau begitu, besok kita akan lakukan tou kapal itu," ucap Nayaka.

"Baiklah kalau begitu, saya setuju," jawab Raphael.

Setelah kesepakatan terjadi, mereka berbincang dengan santai. Di mata Rhea, Raphael juga terlihat sangat berbeda. Saat acara bisnis dan santai, aura yang dipancarkan juga terasa berbeda.

"Apa Anda menyukai bola Pak Nayaka?" tanya Raphael.

"Lumayan, saya menyukainya," jawab Nayaka. Dia tidak berbohong soal itu.

"Bagus, saya ada tiket pertandingan PSG (Paris- Saint German) melawan Aston Vila lusa. Kalau Anda belum kembali ke Indonesia, silakan datang bersama Pak Tono dan Nona Rhea."

Asisten Raphael memberikan tiga tiket, Tono mengambilnya mewakili Nayaka sambil mengucapkan terimakasih.

"Apa Mbak Rhea suka bola?"

"Nggak sih Pak, tapi kapan lagi kan bisa lihat stadium di Prancis."

Tono terkekeh kecil lalu mengangguk. Jawaban Rhea sama sekali tidak salah.

TBC

1
dewi rofiqoh
Apa yang direncanakan nayaka ya? 🤔 🤔
D_wiwied
jelaslah siapa lagi kalo bukan karyawanmu yg itu tuh.. kasih pelajaran deh bos, biar mereka tau resikonya berani gosipin bosnya sendiri.. bukan anti kritik ya tp ini lbh ke etika
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waaahh,biar panas dan ada alesan buat pecat orang yg berani gosipin
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km g denger gosip berarti istrimu diblng selingkuhan mu lohh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waaah nyri penyakit emng ya,bos loh yg km gosip kan
ElHi
Hahahahha..sueruuu nih...untungnya Nayaka jeli.....buru orangnya Ka!!!!
爾妮
😄😄 lanjutkan tor
arniya
bukan sadar malah makin menjadi .....
D_wiwied
sepertinya oza dan Trisna cocok soalnya sama2 bego 😆😅
oza ngira si bos sdh menikah jd mikirnya gampang mau deketin Rhea lg, disatu sisi si Trisna mau menggoreng tahu bulat ehh menggoreng cerita perselingkuhan Rhea Nayaka, heeei kalian mau tau siapa istrinya pak bos? ya si Rhea.. dasar karyawan pd krg kerjaan
btw Trisna msh blm kapok juga ya, si licik ini blm kena batunya sih masih aja iri sm Rhea
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Trisna Trisna km g kapok y
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
siap siap km di goreng macem macem km
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,tebakan km salah besar
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
anda salah besar
dewi rofiqoh
Bukan selingkuh ya! Tapi mereka emang pasangan sah
ElHi
biasahhhh....kebiasaan mulut kotor ya gitu nyebarin penyakit 😤
Lee Mba Young
Lagian dah nikah ngapain sembunyi sembunyi. kayak nya Rhea gk tulus dng Nayaka. kl blm sah ok lah gk di umumkan. kn dah sah masih sembunyi sembunyi kayak Rhea gk menghargai Nayaka.
dpt laki yg bner menghargai mlh gk mau di akui istri sdng dng oza smp mau bunuh diri.
🤣🤣. woman Mang bgitu.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Berarti hanya pemuas nafsu KLO JD jlnkan juga g bkln berkah
dewi rofiqoh
Ngehalu terus si oza
GiZaNyA
emang demit si Oza ini... cocoknya dia sama kuda Nil aja biar nyelem ngga usah liat daratan..
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
cinta ga mandang level
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!