Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:351.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Srak.

Paman Zhou mengusap air matanya dengan lengan bajunya yang kotor.

Pria tua itu masih gemetar saat melihat Lin Xiao berdiri dengan tatapan mata yang sangat berbeda.

"Tuan Muda, apakah Anda benar-benar tidak apa-apa?" tanya Paman Zhou dengan suara bergetar.

"Luka di kepala Anda tadi terlihat sangat parah."

Lin Xiao menunduk menatap kedua tangannya sendiri.

Dia bisa merasakan energi hangat yang mengalir di bawah kulitnya, memperbaiki jaringannya yang rusak.

"Aku baik-baik saja, Paman Zhou." jawab Lin Xiao dengan tenang.

"Luka ini tidak sesakit yang terlihat."

"Tapi Tuan Muda Jian memukul Anda dengan sangat keras tadi." ucap Paman Zhou sambil berusaha mendekat.

"Saya harus segera mencarikan tabib untuk Anda."

Tap.

Lin Xiao memegang bahu Paman Zhou dengan lembut untuk menahannya.

"Tidak perlu membuang-buang uang yang kita tidak punya, Paman."

"Tapi Tuan Muda..." protes Paman Zhou dengan nada khawatir.

"Aku bilang tidak perlu." potong Lin Xiao sambil menatap mata pelayan tua itu.

"Uang simpanan kita harus digunakan untuk membeli obat Ayah, bukan untukku."

Paman Zhou terdiam mendengar keteguhan dari suara Lin Xiao.

Dia merasa ada yang aneh dengan tuan mudanya hari ini.

Biasanya, Lin Xiao akan menangis atau meratapi nasibnya jika dipukuli oleh Lin Jian.

Namun hari ini, pemuda di depannya ini terlihat sangat tenang seperti danau yang tak beriak.

'Tuan Muda sepertinya telah tumbuh dewasa setelah melewati kejadian hidup dan mati.' batin Paman Zhou.

"Ayo kita kembali ke kamar." ajak Lin Xiao sambil berbalik badan.

"Ayah pasti sudah menunggu kita dari tadi."

"Baik, Tuan Muda." jawab Paman Zhou sambil bergegas mengikuti dari belakang.

"Mari saya bantu berjalan."

"Tidak usah paman, aku bisa berjalan sendiri." tolak Lin Xiao dengan halus.

Mereka berdua berjalan melewati lorong-lorong sepi di area belakang kediaman Klan Lin.

Tidak ada pelayan lain yang menyapa mereka karena status mereka yang sekarang sangat rendah.

Dulu, saat ayah Lin Xiao masih menjadi tetua agung, lorong ini selalu dipenuhi orang yang menjilat ayahnya.

Sekarang, tempat ini tidak lebih dari sekadar area kumuh yang diabaikan oleh klan.

Srak.

Suara langkah kaki mereka berdua terdengar jelas di lorong yang sunyi.

Lin Xiao berjalan sambil terus memeriksa kondisi internal tubuhnya secara diam-diam.

'Luar biasa.' batin Lin Xiao dengan penuh takjub.

'Meridianku yang dulu sempit dan tersumbat sekarang terbuka lebar.'

'Energi dari warisan Kaisar Pedang Haus Darah ini benar-benar mengerikan.'

'Bahkan luka dalam yang kuderita akibat tendangan Lin Jian tadi sudah sembuh sepenuhnya.'

Lin Xiao tersenyum tipis menyadari potensi kekuatannya yang sekarang.

Dengan teknik kultivasi dari Makam Para Raja, dia tidak lagi menjadi sampah yang tidak bisa berkultivasi.

Kriet.

Lin Xiao membuka sebuah pintu kayu yang sudah usang dan berderit keras.

Ini adalah kamar tempat ayahnya, Lin Tianhai, menghabiskan hari-harinya di tempat tidur.

Uhuk.

Suara batuk yang sangat keras langsung menyambut kedatangan mereka.

Di atas ranjang kayu yang keras, seorang pria paruh baya terlihat sedang memegangi dadanya yang kesakitan.

"Ayah." panggil Lin Xiao sambil bergegas mendekati ranjang tersebut.

"Ayah batuk lagi?"

Lin Tianhai perlahan membuka matanya dan menatap putranya.

Raut wajahnya yang pucat dan keriput seketika berubah menjadi tegang saat melihat kondisi baju Lin Xiao.

"Xiao'er, apa yang terjadi padamu?" tanya Lin Tianhai dengan suara serak.

"Bajumu robek dan banyak noda darah di sana."

Lin Tianhai berusaha bangkit dari tidurnya, tapi tubuhnya terlalu lemah.

Lin Xiao segera memegang tubuh ayahnya dan membantunya bersandar di kepala ranjang.

"Ini bukan apa-apa, Ayah." jawab Lin Xiao sambil memaksakan sebuah senyuman.

"Aku hanya tidak sengaja terjatuh saat berlatih di bukit belakang tadi."

"Kau berbohong." ucap Lin Tianhai sambil menatap tajam mata putranya.

"Paman Zhou, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang melakukan ini?"

Paman Zhou yang berdiri di dekat pintu langsung menundukkan kepalanya.

Dia tidak berani menatap mata Lin Tianhai yang dulu pernah menjadi sosok paling ditakuti di klan.

"Tuan Besar..." ucap Paman Zhou dengan ragu-ragu.

"Tuan Muda Lin Jian... dia dan para penjaganya tadi mengganggu Tuan Muda di halaman belakang."

Mendengar nama Lin Jian, kedua tangan Lin Tianhai langsung mengepal erat.

Napasnya menjadi memburu dan wajahnya memerah karena menahan amarah.

"Bocah kurang ajar itu lagi!" geram Lin Tianhai dengan suara bergetar.

"Hanya karena kakeknya sekarang menjadi kepala tetua, dia berani menindas putraku sesuka hati!"

Uhuk.

Amarah yang meluap-luap membuat Lin Tianhai kembali batuk dengan hebat.

Kali ini, ada bercak darah yang keluar dari mulutnya dan menodai selimut usang itu.

"Ayah! Tenanglah!" seru Lin Xiao dengan panik sambil mengusap punggung ayahnya.

"Ayah tidak boleh terlalu emosi, itu akan memperburuk luka di jantung Ayah."

"Bagaimana ayah bisa tenang, Xiao'er?" jawab Lin Tianhai sambil meneteskan air mata.

"Ayah ini adalah pria yang tidak berguna."

Lin Tianhai mencengkeram lengan baju Lin Xiao dengan erat.

"Ayah tidak bisa melindungimu dari hinaan orang-orang klan."

"Ayah, jangan bicara seperti itu." ucap Lin Xiao dengan suara lembut.

"Ayah sudah membesarkanku dan melindungiku selama bertahun-tahun."

"Dulu, saat ayah masih berada di puncak kekuatan, tidak ada satupun yang berani menatapmu dengan sebelah mata." ratap Lin Tianhai.

"Di Kota Jade River ini, di wilayah Central Heavenly Plains yang luas ini, tanpa kekuatan kita bukanlah apa-apa."

"Ayah tahu betul betapa kejamnya hukum rimba di dunia kultivasi." lanjut Lin Tianhai dengan nada penuh penyesalan.

"Seandainya saja ayah tidak dijebak saat menjalankan misi klan tiga tahun lalu, kultivasi ayah tidak akan hancur seperti ini."

Lin Xiao mendengarkan ucapan ayahnya dalam diam.

Dia tahu persis sejarah kelam itu, sejarah yang membuat ayahnya cacat dan dirinya kehilangan pijakan di klan.

'Mereka yang menjebak ayah pasti ada hubungannya dengan faksi Lin Jian.' batin Lin Xiao dengan dingin.

'Aku akan mencari tahu kebenarannya dan membantai mereka semua sampai ke akar-akarnya.'

"Sudahlah, Ayah tidak perlu memikirkan masa lalu." ucap Lin Xiao menenangkan.

"Yang penting sekarang adalah kesembuhan Ayah."

Lin Tianhai menghela napas panjang dan melepaskan cengkeramannya dari lengan putranya.

Dia menatap wajah Lin Xiao dengan pandangan yang sangat sedih.

"Tadi pagi, utusan dari Keluarga Su datang ke kediaman utama klan." ucap Lin Tianhai tiba-tiba.

"Apakah kau sudah mendengarnya, Xiao'er?"

Lin Xiao menganggukkan kepalanya perlahan.

"Ya, Lin Jian tadi memberitahuku."

"Mereka datang untuk membatalkan pertunanganmu dengan Su Yuxin, bukan?" tanya Lin Tianhai dengan nada getir.

"Keluarga Su benar-benar sekumpulan orang yang tidak tahu berterima kasih."

1
Suyudana Arta
pliiiiisss. mc nya jangan terlalu over power, jadi males bacanya. biarkan mc juga berdarah darah, biar tetap natural.
Roni Sakroni
dapat warisan kaisar tp tidak bisa menaikkan kultifasinya. percuma saja
HartOhar
yg enak yg umum itu onti monster 🤭
Budi Purdan
Thor yg bener dong😄😄😄
Yaya Rusdaya
cerita novel + KLAN hampir mirip dgn novel judul JALAN KEABADIAN PENGUASA SEMBILAN ALAM
Roni Sakroni
salah sendiri kenapa mau dijadikan tumbal
Roni Sakroni
kalau seperti itu terus ya wataknya jadi berubah jahat....
Qin mu
tp katanya semua harta yg didapatkan seket tidak akan mengambil sepersen pun kok ini malam 30 persen
Budi Purdan
melawan inti emas muda kok melawan tingkatan 2 thab diatas nya terdorong mundur yg bener thor😄😄😄
Roni Sakroni
ambil uangnya
Manusia lewat
Aduh jangan begitu lah
poels
apa semua musuh gk punya harta atau mc gk peduli dg harta 😄😄😄😄
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Dewa Adi Putra
apakah harus temannya korban dulu baru MC nya bergerak bagaikan bayangan
Dewa Adi Putra
MC nya hebat tapi kenapa membiarkan kawan nya di rebut 4 orang,janganlah bikin cerita terlalu dramatis
Armoire
Lebih banyak in lagi para Raja nya Thor /Drool//Drool//Drool//Drool/
Hery Mukti
di awal tadi tingkat emas awal kalah tp setelah nail level malah kepayahan lawan tingkat 8 🤣
Dewa Adi Putra
semoga alur cerita ada makan di rumah makan kecil,ada pelelangan dan intrik intrik kecil,tidak melulu tegang
Dewa Adi Putra
alur cerita yang alami saja mengalir secara alami,tidak terlalu instan ,mantaff
Dewa Adi Putra
baru agak logis sedikit,MC miskin harta harus ambil harta korbannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!