Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapat Evaluasi dan debat kusir

Dua minggu sejak Bandung, proyek besar itu mulai memasuki fase eksekusi. Rapat evaluasi mingguan jadi rutinitas yang, anehnya, mulai Rain nantikan meski dia sendiri enggan mengakui alasan sebenarnya.

"Angka engagement campaign minggu pertama di bawah target," kata Kenzo, menunjuk grafik yang ditampilkan di layar proyektor. "Turun delapan persen dari proyeksi."

"Itu wajar, minggu pertama biasanya masih tahap awareness," Rain membela, mencoba tetap tenang meski dalam hati mulai gusar. "Konversi biasanya baru kelihatan minggu ketiga."

"Delapan persen bukan angka kecil buat budget sebesar ini," Kenzo membalas, nadanya tetap datar tapi tegas. "Kalau tren ini lanjut, kita bakal jauh dari target akhir kuartal."

"Kalau kamu maunya instan, ya, harusnya dari awal nggak usah pilih strategi jangka panjang," Rain menyahut, mulai terbawa emosi.

Ruangan hening sesaat. Dua staf lain yang ikut rapat saling melirik, canggung berada di tengah perdebatan yang mulai memanas.

"Aku nggak bilang mau instan," Kenzo menjawab, suaranya tetap tenang meski tatapannya makin tajam. "Aku cuma bilang, kita perlu mitigasi kalau tren ini berlanjut. Itu namanya antisipasi, bukan panik."

Rain menghela napas, mencoba menahan diri. "Oke. Aku akan siapkan opsi mitigasi minggu ini."

"Bagus," Kenzo menutup topik itu, kembali ke ekspresi datarnya seperti biasa.

Rapat berlanjut dengan agenda lain, tapi suasana canggung masih terasa sampai rapat berakhir.

---

Selesai rapat, Rain buru-buru keluar duluan, langsung menuju ruangan proyek untuk menenangkan diri. Belum lama duduk, Kenzo menyusul masuk, menutup pintu di belakangnya.

"Kamu marah?" tanya Kenzo langsung, tanpa basa-basi.

"Nggak," jawab Rain, meski nadanya jelas menunjukkan sebaliknya. "Cuma capek didebat terus di depan orang lain."

"Aku nggak sengaja bikin kamu malu," kata Kenzo, jarang-jarang terdengar seperti mau minta maaf. "Tapi aku juga nggak bisa diem kalau ada risiko yang perlu diomongin."

"Aku tahu," Rain menghela napas, meredakan emosinya sendiri. "Cuma... kadang aku pengen didengerin dulu, bukan langsung dikritik."

Kenzo terdiam sejenak, mencerna kalimat itu. "Oke. Lain kali, aku dengerin dulu penjelasan kamu sebelum kasih pendapat."

Rain menatapnya, agak kaget dengan responsnya yang tanpa pembelaan lebih lanjut. "Kamu jarang banget ngalah kayak gini."

"Bukan ngalah," Kenzo membetulkan. "Belajar."

---

Sore harinya, saat Rain sibuk menyiapkan opsi mitigasi seperti yang dijanjikan, sebuah file muncul di folder bersama proyek dikirim tanpa pemberitahuan apa pun oleh Kenzo. Isinya analisis mendalam soal tren engagement campaign serupa di industri sejenis, lengkap dengan rekomendasi taktis yang belum pernah Rain pikirkan sebelumnya.

Tidak ada pesan pengantar. Cuma nama file sederhana: *"referensi_mitigasi_mungkin_membantu.xlsx"*

Rain tersenyum kecil melihat itu, menggelengkan kepala. Ini pola yang mulai dia kenali, Kenzo nggak pernah bilang langsung "aku bantu kamu", tapi tindakannya selalu bicara lebih keras dari kata-kata.

---

Di sisi lain kantor, Pandu duduk di mejanya, mendengar sekilas cerita dari staf lain soal rapat panas tadi siang.

"Katanya Rain sama Pak Kenzo berantem lagi di rapat," celetuk salah satu staf ke arah Pandu, yang kebetulan lewat.

"Berantem soal kerjaan doang," jawab Pandu, sedikit membela tanpa benar-benar tahu detailnya.

"Tapi katanya abis itu Pak Kenzo nyusul masuk ke ruangan Rain, berduaan lama banget," staf itu menambahkan, dengan nada penuh selidik.

Pandu tersenyum kaku, berusaha kelihatan santai. "Ya udah biar mereka selesaikan sendiri urusan kerjanya."

Tapi begitu staf itu berlalu, senyum Pandu perlahan hilang. Dia menatap layar laptopnya tanpa benar-benar fokus, pikirannya melayang ke satu pertanyaan yang belakangan semakin sering muncul.

*Kalau aku terus nunggu waktu yang tepat, jangan-jangan waktu itu emang nggak pernah ada atau lebih parahnya, keburu direbut orang lain yang lebih berani ambil langkah.*

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!