Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Setibanya di mansion Alexander, suasana berubah tegang. Keanu melangkah cepat membelah lorong rumah, menggendong tubuh Bunga yang basah kuyup dan tak sadarkan diri menuju kamar di lantai dua. Setelah membaringkan Bunga di tempat tidur, Keanu langsung merogoh ponselnya dengan jemari gemetar untuk menghubungi dokter keluarga.

"Bik Ratih! Cepat kemari!" panggil Keanu tegas.

Bik Ratih, kepala bagian ART di mansion tersebut, bergegas masuk ke dalam kamar membawa minyak kayu putih dan handuk kering. Dengan cemas, Bik Ratih mengusapkan minyak kayu putih ke pelipis dan bawah hidungnya Bunga, mencoba menyadarkannya. Namun, tetap tak ada reaksi, wajahnya Bunga masih pucat pasi dan tubuhnya terasa sangat dingin.

Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki tergesa terdengar dari tangga. Dokter Radit, dokter pribadi keluarga Alexander, tiba dengan tas medisnya dan bergegas menuju kamar Bunga di lantai dua.

"Dok, tolong cek kondisinya!" pinta Keanu dengan nada yang tak bisa menyembunyikan kecemasannya. Di dalam hati, ia juga merasa beruntung karena sang ayah, Tuan Alexander, saat ini sedang tidak berada di rumah sehingga tidak perlu menyaksikan kekacauan ini.

Dokter Radit segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, mengecek tekanan darah, denyut nadi, serta suhu tubuhnya Bunga. Setelah menyelesaikan pemeriksaannya, Dokter Radit berbalik menatap Keanu dengan raut wajah serius.

"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Keanu cepat.

"Nyonya Bunga mengalami anemia akut, Tuan Keanu," jelas Dokter Radit. "Kondisi fisiknya sangat lemah akibat kelelahan, kurang nutrisi, dan terpapar dingin terlalu lama. Selain itu, stres emosional yang berat juga memicu kondisi tubuhnya semakin drop. Beliau harus memperbanyak istirahat total, menjaga pola makan, dan sangat penting untuk tidak memiliki beban pikiran yang terlalu berat karena itu bisa langsung memperburuk kesehatannya."

Keanu mengangguk pelan, mencerna setiap kata yang diucapkan sang dokter dengan perasaan yang semakin berkecamuk.

"Baik, Dok. Saya mengerti."

Setelah memberikan suntikan obat dan vitamin melalui infus ringan, Dokter Radit merapikan peralatannya. Tak berapa lama kemudian, kelopak matanya Bunga bergerak perlahan. Pucat di wajahnya sedikit berkurang, dan matanya secara perlahan terbuka menatap sekeliling ruangan yang remang. Bunga telah kembali sadar.

Melihat kelopak matanya Bunga perlahan terbuka, Keanu menghela napas lega yang coba ia sembunyikan. Dokter Radit menepuk bahu Keanu pelan, mengisyaratkan bahwa kondisi pasien sudah stabil sebelum berpamitan dan melangkah keluar kamar bersama Bik Ratih.

Di dalam kamar yang kini hening, Bunga mengerutkan keningnya. Pandangannya yang samar perlahan memfokus, menatap langit-langit kamar lalu beralih pada sosok Keanu yang berdiri di samping tempat tidur dengan kedua tangan terbenam di saku celananya. Bunga tersentak kecil, teringat kejadian di pemakaman sebelum semuanya menjadi gelap.

Dengan tubuh yang masih terasa berat dan lemas, Bunga berusaha mendudukkan dirinya. Tangannya bergerak gemetar, membentuk gerakan bahasa isyarat.

"Maaf... aku sudah merepotkan mu..."

Keanu menatap gerakan tangan itu sejenak. Meski ia tak mengerti sepenuhnya detail bahasa isyarat tersebut, ia paham raut penyesalan dan ketakutan yang terpancar dari wajahnya Bunga.

"Tidak usah banyak bergerak," pangkas Keanu dengan nada datar, berusaha menetralisir kecemasan yang sempat menguasai dirinya tadi. "Dokter bilang kau terkena anemia akut. Kalau kau sampai sakit parah atau mati di rumah ini, Papah pasti akan menyalahkan ku dan mengira aku menyiksamu."

Bunga menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kata-kata dingin itu kembali menusuk hatinya, namun ia sadar bahwa keberadaannya memang hanya menjadi beban bagi pria di hadapannya.

Keanu berjalan mendekati meja kecil di samping ranjang, mengambil segelas air hangat yang disiapkan Bik Ratih, lalu meletakkannya di dekat Bunga.

"Dengar," lanjut Keanu, menyilangkan dada dan menatap Bunga tajam. "Aku tidak ingin kau bertindak konyol lagi seperti tadi. Mulai besok, jaga kesehatanmu. Makan yang benar dan jangan membuat dirimu pingsan lagi. Kita sudah punya perjanjian, dan aku tidak mau reputasiku atau nama baik Azka tercemar hanya karena kelakuanmu yang tidak bisa menjaga diri."

Bunga mendongak pelan, menatap mata hitam pekat milik Keanu. Ada luka dan benteng pertahanan yang begitu kokoh di balik tatapan dingin pria itu. Perlahan, Bunga menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda mengerti.

Keanu memalingkan wajahnya, tak sanggup terlalu lama menatap binar mata polos Bunga yang dipenuhi kepasrahan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Keanu berbalik dan melangkah keluar, menutup pintu kamar rapat-rapat.

Di balik pintu yang tertutup, Keanu bersandar sejenak sambil memejamkan mata. Sentuhan dingin tubuh Bunga saat pingsan di pelukannya tadi masih berbekas jelas di ingatannya, menyisakan ketakutan asing yang perlahan mulai mengusik benteng hatinya.

Malam kian melarut ketika deru mobil Tuan Alexander terdengar memasuki pelataran mansion. Usai menyela kepulangannya dari kediaman sang rekan bisnis, pria paruh baya itu bergegas melangkah menuju lantai atas. Niat hatinya ingin memastikan keadaan menantunya setelah prosesi akad nikah yang serba mendadak pagi tadi.

Namun, langkah Tuan Alexander mendadak terhenti di ambang pintu kamar Bunga yang sedikit terbuka. Di dalam, suasana begitu hening. Tampak Bunga masih terbaring lemah di atas ranjang tempat tidur dengan wajah pucat pasi. Pandangan Tuan Alexander kemudian tertuju pada meja nakas di samping tempat tidur, di sana berjajar botol obat resep dokter dan segelas air putih yang tersisa separuh.

Dengan rasa cemas yang membuncah, Tuan Alexander melangkah masuk, lalu menarik kursi dan duduk tepat di samping ranjang. Ditatapnya lekat-lekat wajah polos menantunya yang tampak menyiratkan kelelahan mendalam.

"Bunga, kamu sakit, Nak?" tanya Tuan Alexander lembut, nada suaranya dipenuhi rasa khawatir.

Perlahan, Bunga membuka kelopak matanya yang berat. Mendapati keberadaan ayah mertuanya, ia berusaha mengulas senyum tipis meski bibirnya masih tampak menyulut kering. Jemarinya yang gemetar mulai bergerak perlahan.

"Pah... Papah sudah pulang?"

"Iya, Papah baru saja selesai bertemu dengan rekan bisnis Papah. Kamu kenapa, Bunga? Kenapa pucat begini dan ada obat-obatan di sini?" cecar Tuan Alexander, tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.

Bunga menggeleng pelan, tangannya kembali bergerak membentuk bahasa isyarat.

"Bunga baik-baik saja, Pah..." jawabnya sengaja berbohong demi menjaga kedamaian rumah tangganya dan agar mertuanya tidak terbeban pikiran.

Tuan Alexander menghela napas panjang, menatap Bunga dengan pandangan tak percaya. "Jangan bohong kamu, Bunga. Apakah kamu sakit gara-gara Keanu? Apa pria itu membuatmu tertekan lagi?"

Mendengar sang ayah mertua langsung mengarahkan prasangka buruk pada suaminya, Bunga dengan cepat menggelengkan kepala. Gerakan tangannya menyuarakan pembelaan yang tulus.

"Bukan, Pah... Justru Kak Keanu yang sudah menolong Bunga."

Tuan Alexander tertegun sejenak. Alisnya bertaut heran mendengar penuturan menantunya.

"Wah, ada angin apa pria menyebalkan itu menolong mu, Bunga?" ujar Tuan Alexander dengan nada geram yang tersisa. "Sikapnya yang selalu dingin dan acuh padamu... rupanya masih memiliki rasa empati juga!"

Bunga hanya bisa mengulas senyum hambar. Di balik pembelaannya untuk Keanu, ada rasa kepedihan yang berkecamuk di dalam dada, menyadari bahwa kepedulian Keanu tadi siang hanyalah sebuah kewajiban atas janji formalitas, bukan karena rasa tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang ingin melindungi istrinya.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!