Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:480.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4 Membalas Dendam

Pintu ruang rawat didorong dengan sangat kasar hingga membentur dinding. Seorang wanita berpakaian modis berlari masuk dengan napas memburu dan mata yang sudah memerah karena tangis.

“Rana!” teriak wanita itu histeris. Ia melangkah tergesa dan langsung menghampiri sisi ranjang rumah sakit.

Kirana yang sedang bersandar pucat dengan pandangan kosong, menoleh perlahan. Keningnya berkerut dalam.

“Kamu siapa?”

Wanita itu terkesiap hebat. Langkahnya terhenti seketika.

“Ini aku, Na! Vanessa! Aku ini sahabat kamu sejak kita masih SMA! Masa kamu sama sekali nggak ingat sama aku?”

Kirana memejamkan matanya erat-erat. Ia mencoba keras menggali ingatan tentang wanita yang berdiri meneteskan air mata di depannya ini. Namun, sama seperti sebelumnya, setiap kali ia memaksa otaknya untuk bekerja, rasa ngilu yang luar biasa langsung menyerang kepalanya bak ditusuk ratusan jarum.

“Akh...” Kirana merintih kesakitan, memegangi kepalanya yang masih terbalut perban tebal.

“Jadi namaku sebenarnya Kirana?”

Vanessa menutup mulutnya dengan kedua tangan, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Ya Tuhan, Rana! Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu waktu kecelakaan itu? Kenapa kamu bisa sampai amnesia begini?”

“Kamu tahu dari mana aku ada di sini?” tanya Kirana dengan suara serak.

“Aku tadi kebetulan bertemu dengan mas Rajendra di lobi depan. Dia salah satu dokter di rumah sakit ini. Dia bilang ada pasien korban tabrak lari tanpa identitas yang wajahnya sangat mirip denganmu. Saat aku cek ke sini, ternyata benar itu kamu, Na!”

Kirana tak merespons. Ia hanya menatap kosong ke arah selimut putih yang menutupi kakinya. Memori tentang mobil hitam biadab yang merenggut nyawa bayinya kembali berputar, seketika membekukan hatinya.

Melihat sahabatnya hanya diam mematung layaknya raga tanpa jiwa, Vanessa tak kuasa lagi menahan kesedihannya. Ia maju dan langsung memeluk tubuh Kirana sangat erat, menyalurkan kehangatan.

“Maafin aku, Na. Maafin aku karena baru tahu keadaanmu sekarang,” bisik Vanessa di sela isakannya.

Setelah tangisnya sedikit mereda, Vanessa mengusap air matanya dengan kasar. Ia menatap Kirana dengan sorot mata sangat serius.

“Rana, dengarkan aku baik-baik,” ucap Vanessa sembari menggenggam kedua tangan Kirana yang sedingin es. “Setelah kamu keluar dari sini, kamu harus segera pergi dari rumah itu. Kemasi barang-barangmu, tinggalkan Ardy dan ceraikan dia secepatnya!”

Mendengar nama suaminya disebut, rahang Kirana seketika mengeras.

“Kenapa tiba-tiba kamu menyuruhku pergi?”

“Karena suamimu itu laki-laki brengsek tak berhati, Na!” seru Vanessa berapi-api. “Beberapa hari lalu, tepat di saat kamu hilang dan ternyata sedang koma berjuang antara hidup dan mati di ruangan ini, aku melihat suamimu! Aku melihat Ardy di pusat perbelanjaan!”

Napas Vanessa memburu karena emosi yang tertahan.

“Dia sama sekali tidak terlihat sedih atau kehilangan istrinya, Na. Malah, dia asyik digandeng mesra oleh Siska! Mantan pacarnya yang gatal itu! Mereka tertawa lepas, berpelukan, dan memborong barang branded, sementara istrinya sedang sekarat sendirian! Laki-laki iblis seperti itu tidak pantas untukmu!”

Hening sejenak.

Vanessa mengira Kirana akan histeris atau kembali menangis tersedu-sedu mendengar kenyataan pahit itu. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Bibir pucat Kirana perlahan melengkung ke atas, membentuk sebuah senyuman sinis yang sangat dingin hingga membuat Vanessa merinding.

“Nggak bisa,” jawab Kirana dengan suara yang sangat tenang.

“Apa kamu sudah gila, Na?! Kamu masih mau bertahan dan mengabdi pada laki-laki sampah itu?!” teriak Vanessa frustrasi.

“Aku memang akan meninggalkannya. Tapi tidak sekarang. Tidak dengan cara melarikan diri sambil menangis seperti wanita bodoh,” ucap Kirana seraya menatap tajam ke arah jendela. “Mereka telah membuangku. Mereka menyiksaku layaknya pembantu. Dan yang paling fatal... tabrakan itu merenggut nyawa bayiku, Van. Aku keguguran dan mas Ardy membiarkanku meregang nyawa di jalanan demi wanita itu.”

“Ya ampun, Rana...,” Vanessa terbelalak, lututnya lemas seketika mendengar fakta tentang bayi itu.

“Jika aku pergi sekarang, mereka akan hidup bahagia dan menang,” lanjut Kirana dengan gigi gemeretak. Tangannya mengepal kuat hingga kukunya hampir menembus telapak tangannya sendiri.

“Aku menolak pergi. Aku akan kembali ke rumah neraka itu. Aku akan membalas semua perlakuan Siska, mas Ardy, dan keluarga sialan itu berkali-kali lipat!”

Kirana menoleh perlahan pada Vanessa. Tatapannya tak lagi sayu, melainkan setajam sembilu.

“Kamu mau membantuku kan, Nes?” tanya Kirana dengan nada rendah nan penuh penekanan.

Vanessa menatap ngeri sekaligus cemas pada sahabatnya. “Ran, aku sungguh khawatir sama kamu. Gimana kalau mereka malah mencelakakanmu lebih jauh? Keluarga Ardy itu sangat licik dan Siska—”

“Percaya sama aku,” potong Kirana cepat, cengkeramannya pada selimut mengerat hingga urat tangannya menonjol.

“Kirana yang lemah, bodoh, dan selalu mengalah sudah mati di jalanan aspal itu. Sekarang, aku bisa jaga diriku sendiri. Aku hanya butuh bantuanmu untuk menutupi semua ini.”

Vanessa terdiam menelan ludah. Ia melihat api dendam yang tak mungkin dipadamkan di mata Kirana. Sahabatnya yang dulu rapuh kini seolah telah menjelma menjadi bara yang siap menghanguskan siapa saja.

Akhirnya, Vanessa menghela napas panjang dan mengangguk pelan. “Baiklah, Rana. Aku menyerah.”

Vanessa kembali memeluk bahu Kirana dengan erat.

“Apapun rencanamu, apa pun yang akan kamu lakukan untuk menghancurkan mereka nanti, aku akan tetap mendukungmu. Aku akan selalu ada di pihakmu, Rana.”

Kirana membalas pelukan itu. Sebuah senyum miring yang mematikan kembali tercetak di wajah pucatnya.

“Terima kasih, Van. Kamu memang sahabat terbaik aku,” ucap Kirana.

*

*

“Mas, sudahlah. Ikhlaskan saja mbak Kirana. Mungkin memang dia sengaja ingin menghilang dari hidup kamu,” ucap Siska sembari mengusap lengan Ardy dengan tatapan simpati yang dibuat-buat.

Selama empat hari ini, Ardy memang kelimpungan mencari keberadaan Kirana ke sana kemari. Ia pikir istrinya itu hanya merajuk murahan karena malam itu ia tak datang ke restoran.

Padahal, saat itu Siska mendadak sakit dan Ardy merasa wajib menemaninya semalaman penuh.

“Benar kata Siska, Ardy!” sahut Sarah sembari meletakkan cangkir tehnya dengan kasar. “”Perempuan itu berbuat seperti ini cuma mau mencari perhatian kamu. Sok kabur segala! Lebih baik kamu segera nikahi Siska.“”

Ardy menoleh bimbang. “Tapi, Ma, status Kirana—”

“Toh penghalang hubungan kalian sudah tidak ada lagi, kan?!” potong Sarah sinis.

“Mama tahu kamu dan Siska sudah lama saling mencintai. Sahkan hubungan kalian sekarang! Mama malu digunjing tetangga melihat Siska tinggal di sini tanpa ikatan yang jelas. Pokoknya, besok kalian harus menikah!” putus Sarah mutlak.

Ardy terdiam sejenak. Rahangnya mengeras, lalu ia mengepalkan tangannya erat. Bagaimanapun juga, keputusan ibunya terdengar seperti jalan keluar terbaik baginya.

“Iya, Ma. Besok aku akan menikahi Siska,” jawab Ardy akhirnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Siska menunduk pura-pura tersipu. Namun di balik itu, ia tersenyum puas.

“Akhirnya, nyonya rumah ini akan menjadi milikku seutuhnya,” batinnya bersorak kegirangan.

1
Idah Jafar
Kirana siap habisi uang Ardy
beeli yg bermanfaat KY mas berlian apartemen
biar habis tuh saldonya ATM
Sunny Kwok
Ceritanya bagus 👍👍👍
Senja: terima kasih kk
total 1 replies
Evy
Bapaknya anak Siska sudah pasti itu..Toni..sepupu gadungan..
Indra Wahyu Rianti
👍
Indra Wahyu Rianti
sarah gila. jelasjelas kakek kirana yg nolong suntikan dana perusahaannya masa dibilang miskin. baru kali ini orang yg nolong disia siakan.
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
Indra Wahyu Rianti
lah riko kan diminta bsk pagi data tony. malah laporin kirani dan tristan. ardy pun gak nanya. beg**** nya
Indra Wahyu Rianti
lah ternyata msh dirumah. kl tau itu berita yg ditunggu ngapain tgg nanti malem.
Evy
Pelayan yang tidak punya hati nurani... Sombong amat jadi pembantu...
Linda Muslimahcell
jgn mimpi Ardi,,,kasiah jg km ardi🤭
PNC
ga setujuuuuuuuuuuuuuuu
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat yah.. terimakasih thor, ceritanya bagus, dan ada yg bisa jadi renungan, bahwa apa yg kita punya hrs ttp disyukuri, krn setiap pembeeian dr Allah itu pasti yg terbaik buat hambaNya.. jd ttplh jd manusia yg pandai bersyukur agar tdk ada penyesalan dikemudian hari... ok thor semoga ada S2nya🙏
Senja: Terima kasih kka sudah mampir
total 1 replies
Farida Dalle
Yah... waharlh Kurana minta nambah, bayangin 3 thn nikah, dikasih nafkah batin cuman sekali itupun krn Ardy mabuk,gimna coba...

🤭🤣
Farida Dalle
Selamat atas pernikahan Tristan&Kirana, neskipun kita 5dk diundang tp ttp mendoakan yg terbaik, semoga Samawa, dn cepat diberi momongan, biar lengkap kebahagiaan si kakek, dan utk Tristan 2 jempol untukmu, yg mau menolong dg ikhlas... ibarat kata tangan kanan memberi, tangan kiri tdk perlu tahu, sekali lg selamat yah... 🥰😍
Farida Dalle
Thor, sedih aq tuh dg mas Ardy sm bu Sarah... rasanya mau nangis, semoga nntinya dikasi juga kebahagiaan yah thor🙏🥹
Farida Dalle
Thor, dilu kan wktu ngambil black cardnya si Ardy, Kirana kan sempat beli rumah, koq gak prnh dibahas... klu mmng ada kasi ke Ardy sj, spy bisa tinggal dg nyaman bersama ibunya
🤭
Farida Dalle
Inilh susahnya klu cuma drngar setengah2,jadi salah paham kan...tp tdk apa,dentan demikian sdh bisa ketebak kan klu sbnarnya Kirana jg suka sama Tristan,bahkan mungkin sdh mencintainya
🤭🤣
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
Ardy, plisss deh... gak usah buang duit dan wktumu, mending uangnya pake buat byr kontrakan dan makanannya, kamu mkn sj sm ibumu biar kenyang, iya kan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!