Indonesia
NovelToon NovelToon
Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Sci-Fi
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: PenaGabut_

Punya nama Samson Perkasa Putra dan postur gagah setinggi 178 cm ternyata jadi beban berat buat Samson. Dituntut Papi jadi cowok macho penerus bengkel, Samson malah lebih paham urusan skincare dan bakat histeris tiap liat kecoa. Kehidupan Samson makin riweh saat dia harus bertahan di antara harapan keluarga yang manly abis, godaan gosip tetangga, hingga urusan asmara yang serba salah. Bisakah Samson membuktikan kalau pria "otot kawat, tulang lunak" juga punya caranya sendiri buat jadi pahlawan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaGabut_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grand Opening dan Masalah Baru

"Saat bisnis baru resmi dibuka dan masa depan tampak makin bening, musuh lama dari masa lalu selalu tahu cara datang tanpa diundang."

Tiga bulan kemudian, spanduk kain raksasa berwarna merah muda bertuliskan "GRAND OPENING: BENGKEL & AUTO-BEAUTY LOUNGE PERKASA PUTRA terpajang megah di depan bangunan yang kini tampil modern, bersih, dan berkelas.

Konsep usaha gabungan pertama di kota itu terbukti sukses besar. Di sisi kiri halaman, Papi Joko bersama Kenanga dan anak-anak geng motor Serigala Jalanan yang kini berseragam mekanik rapi sibuk melayani servis tune-up mobil dan motor. Sementara di sisi kanan yang ber-AC sejuk, Samson berdiri anggun di balik meja konsultasi kaca, dilindungi oleh rak-rak kayu berisi botol serum racikan Papi yang laris manis dipesan warga.

"Mas Samson! Tolong racikan night cream anti-polusi dua botol lagi dong! Buat oleh-oleh ibu lurah!" teriak Mami yang sibuk mencatat transaksi kasir di dekat pintu masuk.

"Siap, Mami sayang! Sebentar ya, Samson lagi kelarin formulasi sunscreen khusus buat Bang Jarot nih biar kulitnya kagak belang pas patroli jalanan!" balas Samson riang seraya mengocok tabung ukur kaca dengan jemari lentiknya.

Bang Jarot yang berdiri di sebelah Samson seraya memegang cermin lipat tersenyum puas. "Mantap benar ini, Sam! Muka gue sekarang kalau kena sinar matahari kagak kusam lagi, malah makin berwibawa!"

"Harus dong, Bang! Kan kredibilitas keamanan Beauty Lounge kita tergantung dari tingkat kebersihan pori-pori tim security-nya!" celetuk Samson seraya mengedipkan matanya centil.

Kenanga yang baru selesai mengganti oli motor gede melangkah masuk sambil menyapu keringat di dahinya dengan handuk kecil. Ia melempar senyum tipis ke arah Samson. "Gue akui, Sam. Rencana gila lu tiga bulan lalu beneran ngubah tempat ini jadi jackpot."

"Tentu saja, Mbak Ken! Estetika dan ketangkasan itu kalau disatukan bakal jadi kekuatan tak tertandingi!" ujar Samson bangga seraya membusungkan dada bidangnya.

Namun, kejayaan dan keseruan pesta pembukaan tersebut mendadak terganggu oleh suara derum mesin mobil sport merah yang berhenti mendadak di depan gerbang. Suara decitan bannya terdengar begitu nyaring hingga membuat semua tamu undangan menoleh.

Pintu mobil sport itu terbuka. Dari dalamnya, keluar seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas putih klimis dengan kacamata hitam, dikawal oleh dua orang pria berbadan sangat tegap dan berwajah dingin.

Papi Joko yang sedang memegang kunci pas langsung menghentikan aktivitasnya. Pupil matanya membelalak lebar, dan wajahnya seketika berubah tegang.

"Vektor..." bisik Papi Joko dengan suara tercekat.

Pria berjas putih yang dipanggil Vektor itu melangkah masuk ke dalam lounge dengan senyum sinis. Ia mengelap ujung sepatu kulit mewahnya yang terkena sedikit debu halaman dengan sapu tangan sutra.

"Sudah lama tidak berjumpa, Joko 'The Glowing' Perkasa," sapa Vektor dengan nada mengejek. "Aku dengar kamu buka usaha salon lagi setelah dua puluh tahun sembunyi jadi montir kumuh?"

Samson mengerutkan dahi, melangkah maju berdiri di depan Papi Joko seraya berkacak pinggang. Samson mengedip-ngedipkan matanya centil dan polos, berusaha memasang raut muka paling menggemaskan yang ia miliki.

"Aduh Bapak Jas Putih... datang-datang kok auranya negatif banget sih? Lagian itu tatanan rambutnya kaku amat pakai minyak rambut murah ya?" tegur Samson langsung tanpa rasa takut.

Vektor melirik Samson dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu tertawa sinis. "Oh... ini anakmu yang katanya meneruskan bakat racik krimmu, Joko? Masih mentah dan amatir!"

Vektor melempar sebuah surat tantangan berwarna hitam elegan ke atas meja kaca Samson.

"Gue pemilik Vektor Aesthetic Corporation, jaringan klinis kecantikan terbesar di ibu kota," ujar Vektor sombong. "Joko, kalau kamu beneran merasa formula racikanmu itu yang terbaik, aku tantang kamu dan anak centil mu ini di ajang Festival Industri Estetika Nasional bulan depan! Siapa yang kalah, harus menutup usahanya dan menyerahkan seluruh hak paten formulanya secara permanen!"

Suasana di dalam lounge mendadak hening seketika. Hembusan angin AC terasa membeku. Bang Jarot yang berdiri di samping Samson langsung meremas gagang spanduk hingga bengkok, sementara Kenanga melangkah maju dengan pandangan mata menusuk tajam ke arah dua pengawal Vektor.

"Vektor, lu jangan keterlaluan!" bentak Bang Jarot dengan suara bass beratnya. "Gue kagak peduli lu bos korporasi apa penguasa langit, tapi kalau lu bikin ulah di tempat usaha Samson dan Pak Joko, rantai besi gue siap menyapa dahi licin lu itu!"

Vektor hanya tertawa kecil, melambaikan tangannya meremehkan ancaman Bang Jarot. "Ah, geng jalanan... Masih saja memelihara preman pasar, Joko? Mengabaikan standar estetika demi kebiasaan lama. Ingat, ajang festival ini dilindungi oleh asosiasi resmi tingkat nasional. Kalau kalian tidak berani menerima tantangan ini, surat ijin edar racikan 'Krim Awet Muda' kalian akan aku cabut lewat jalur hukum korporasi!"

Papi Joko menggelembungkan pipinya, tangannya yang penuh noda oli gemetaran menahan amarah yang terpendam selama dua puluh tahun.

"Vektor... dulu lu yang jebak salon gue sampai terbakar, lu juga yang nyoba curi lembar formula racikan asli gue! Sekarang lu datang lagi mau ngerebut hasil keringat anak gue?!" seru Papi Joko dengan nada bariton penuh penekanan.

"Dunia bisnis tidak mengenal belas kasihan, Joko," balas Vektor dingin seraya merapikan jas putihnya. "Festival ini adalah pembuktian. Kalau racikan kalian cuma kelas pasar kaget, lebih baik gulung tikar dari sekarang sebelum dipermalukan di depan ribuan pengamat kecantikan internasional!"

Samson yang sejak tadi berdiri mematung di antara Papi Joko dan Vektor tiba-tiba melangkah mantap ke depan meja. Wajahnya yang biasa dipenuhi ekspresi centil dan polos mendadak berubah sangat serius. Ia meraih surat tantangan berstempel hitam itu, lalu menandatanganinya dengan tinta pulpen emas milik lounge.

SRET!

"Samson!" jerit Mami panik dari meja kasir. "Kenapa dilayani tantangan orang gila itu, Nak?!"

Samson membalikkan badan, menatap Mami, Papi, Kenanga, dan Bang Jarot dengan pandangan mata berbinar penuh tekad baja. Tubuh bidang setinggi 178 sentimeter itu membusungkan dada tegapnya tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Mami, Papi... Samson kagak bisa diam aja kalau jerih payah Papi dihina sama orang yang bau parfumnya kemasan sintetis gini!" seru Samson tegas. Ia lalu menatap Vektor tepat di dadanya. "Kami terima tantangannya, Pak Vektor yang terhormat! Kita buktikan di festival bulan depan, apakah sains kimia laboratorium Bapak bisa mengalahkan keajaiban racikan alami dan sentuhan cinta dari Bengkel & Beauty Lounge Maju Jaya!"

Vektor menyunggingkan senyum sinisnya, membalikkan badan seraya melangkah menuju pintu keluar. "Bagus. Mari kita lihat seberapa bertahan muka glowing amatir mu itu di bawah lampu sorot panggung internasional, Samson."

Dengan suara derum mobil sport merah yang meraung-raung meninggalkan pelataran, suasana halaman kembali sepi. Namun, ketegangan baru saja dimulai.

"Sam... lu gila ya?" bisik Kenanga mendekati Samson. "Vektor itu punya puluhan ahli kimia dan modal miliaran. Kita cuma punya lab sederhana di kamar belakang bengkel!"

"Bener, Sam!" sahut Bang Jarot panik seraya menepuk-nepuk pipinya sendiri. "Kalau kita kalah, nanti usaha kita ditutup! Muka gue gimana nasibnya kalau kagak ada pasokan sunscreen gratis?!"

Samson tersenyum tipis, merapikan tatanan rambut poninya yang agak bergoyang. Ia memegang tangan Papi Joko erat-erat.

"Kita punya rahasia terbaik yang kagak dimiliki Vektor, Mbak Ken," ujar Samson mantap. "Papi punya resep warisan asli yang belum pernah dipublikasikan, dan Samson punya... insting estetika tingkat dewa!"

Papi Joko menatap putra tunggalnya dengan raut bangga yang tak terkira. Air mata haru menyelinap di balik sudut matanya yang keriput. "Anakku... Samson. Kamu bener-bener anak Joko 'The Glowing' Perkasa!"

"Tapi ingat, Papi!" potong Samson cepat dengan nada meliuk centilnya kembali. "Mulai besok pagi, jadwal latihan kita berat! Papi harus ajarin Samson teknik ekstraksi bunga mawar murni tanpa merusak molekul hidrasi nya! Terus Bang Jarot sama anak-anak Serigala Jalanan harus bantu kita nyari bahan baku herbal paling segar di pegunungan!"

"Siap, Bos Samson!" seru Bang Jarot dan anak buahnya kompak seraya memberikan hormat militer kocak.

Kenanga menghembuskan napas, lalu melempar senyum tipis seraya mengepalkan tangannya di udara. "Gue yang bakal kawal perjalanan pencarian bahan baku ke gunung. Biar kalau ada preman suruhan Vektor yang mau sabotage, gue libas sampai ke akar-akarnya!"

Sebuah aliansi baru yang lebih besar kini terbentuk kembali. Tidak hanya demi mempertahankan bengkel dan meja rias, tetapi demi membela kehormatan warisan keluarga Perkasa di panggung megah ajang kecantikan terkemuka. Samson, sang pemuda otot kawat bertangan lentik, kini bersiap menghadapi pertarungan terbesar dalam hidupnya!

1
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kedip^ berharap ada yang terpesona ye Son 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Coba Samson majunya pake daster dan bando pink andalan pasti lucu 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Mirip menaranya papi gak tuh Mi 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Daster emng is the best ya Mam 😂😂
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kehangatan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ bang Jarot, jangan sampe menaranya terguncang yeee 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
bener-bener bando unggulan ini 🤣🤣🤣
Siti Choiriyah
cus tak kepoin... gk seru gk tak kasih gif🤗
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwk Kenjiro bakal tersamson-samson ni 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
jangan panggil sayang son, jadi gagal paham kita 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ ye Kenjiro,,, jangan smpe terpesona sma Samson loh 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
yang ada Kenjiro kaboor karna geli samamu Son 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bando andalan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkw 🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bang Jarot 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Ayo buktikan sama si Kenjiro, Son 💪
🍓ADIRA🍓
etdah bang Jarot 🤣🤣 ambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
dengerin noh Son 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
etdah ni bocahh. 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!