*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
# Dua puluh tiga
Anggap saja malam ini adalah malam paling panjang dan terlama antara Leon dan Hanum, keduanya melepas gejolak jiwa mereka. Pengantin baru itu sedang hangat-hangatnya, saling mendamba satu sama lain. Menikmati tiap inci demi inci diri masing-masing.
Masih di atas sofa yang ukurannya tak cukup besar bila dipakai untuk tidur keduanya. Leon berbaring miring sambil memeluk Hanum dari belakang. Berbagi tempat sempit dengan kehangatan pelukan. Leon bahkan menyukai wangi dari rambut Hanum yang ada di depan matanya. Aroma yang memabukkan jiwa, bagai candu yang menariknya untuk memiliki Hanum seutuhnya.
Mereka berdua masih belum bangun, hingga jam dinding menunjukkan pukul lima subuh. Hanum yang terbiasa bangun pagi sebelum ia menikah, karena harus mengurus rumah sendiri dan memiliki anak kecil. Pagi itu mengerjapkan mata, melihat ke arah dinding.
Saat melihat sudah jam lima, ia pun perlahan bangun. Gerakannya cukup pelan saat melepas lengan Leon yang memeluk tubuhnya. Ibunda Sean itu berusaha agar tak membangunkan suaminya tersebut.
Nyatanya, meskipun gerakannya cukup pelan. Ketika ia bergerak, Leon juga ikut bergerak.
“Mau ke mana?” suara serak itu membuat Hanum menoleh.
“Ke kamar, nanti Sean mencari.”
Leon pun membenarkan posisinya, ia meregangkan ototnya yang terasa kaku. Malam yang melelahkan, pertempuran semalam membuat badannya pegal semua. Tapi ia senang dan puas!
Pria itu pun menatap jam dinding, “Masih pagi,” ucapnya sembari meraih pinggan Hanum.
“Nanti Sean mencari.”
Karena Sean terus jadi alasan, Leon pun akhirnya menyerah. Ia pun melepas jeratan tangannya. Membiarkan Hanum mengurus buah hati mereka. Toh semalaman mereka sudah puas-puasin menikmati waktu bersama-sama.
Saat matahari mulai menampakkan sinarnya, keluarga kecil Leon sedang sarapan bersama. Mereka bertiga sudah duduk di meja makan dengan hidangan yang lezat.
Tadi pagi Hanum sudah ke dapur, ia memasak bersama para asisten rumah tangganya. Mama Sean tersebut sengaja ingin memasak sesuatu yang istimewa untuk Sean dan Leon. Hari ini ia memasak nasi goreng mozarella yang terlihat sangat nikmat.
Dari aromanya saja sudah membuat orang-orang menelan ludahnya, ini adalah makanan kesukaan Sean. Dan ternyata juga makanan favorit Leon, suaminya. Ternyata dua orang itu selain memiliki rupa yang hampir sama, juga memiliki kesukaan yang sama pula.
Saat sarapan, Leon terus saja menatap wajah Hanum yang duduk tepat di depannya. Istrinya itu sampai tak enak hati lantaran Leon tak menyudahi aksinya tersebut. Saat Hanum balik menatapnya malah tatapan itu berubah, seolah memiliki arti yang tertentu.
Malu, lama-lama dilihatin seperti itu. Akhirnya pipi Hanum pun bersemu merah jambu tapa blush on. Usai sarapan, Sean akan diantar Hanum ke PAUD bersama pengasuhnya. Setelah itu ia akan ke kantor untuk bekerja.
Begitu juga Leon, ia tadinya ingin mereka berangkat sama-sama. Namun nanti karena Hanum ada meeting di luar kantor, jadi ia harus membawa kendaraan sendiri. Jadi mereka pun pergi secara terpisah.
“Aku antar saja ya?” Bujuk Leon, ia masih ingin berlama-lama dengan istrinya tersebut. Sepertinya yang semalam rasanya belum cukup.
“Ngak usah! Nanti aku ada meeting di luar kantor. Lain kali saja!” tolak Hanum karena memang ia harus bawa mobil sendiri.
“Ya sudah... aku berangkat dulu ya.” Leon mengecup pipi Hanum, pagi-pagi entah sudah berapa kali bibirnya mendarat di pipi yang glowing tersebut.
Di perusahaan Leon.
Hati pria berambut cepak itu kini sedang berbunga-bunga. Banyak bunga yang bermekaran di hati Leon saat ini. Senyum sumringah tak hilang dari bibirnya sejak turun dari mobil. Bayang-bayang kejadian semalam, kemesraan dengan Hanum selalu terlintas dalam benaknya.
‘Ya Tuhan! Apa yang kamu pikirkan Leon!’ ucapnya dalam hati sambil terus berjalan masuk ke dalam kantor.
Senyum yang semula terkembang di bibirnya yang tipis tiba-tiba lenyap begitu saja ketika melihat apa yang ada di depannya.
“Ada apa ini?” tanyanya pada security yang memegangi seorang wanita.
“Ini Pak, wanita ini memaksa bertemu Pak Leon.”
Leon pun menatap wanita yang di pegang security tersebut, tadi wajahnya tertutup tubuh tegap petugas keamanan tersebut. Begitu ia melihat siapa wanita yang di pegang. Leon pun heran campur bertanya-tanya.
“Zura, ada apa?” tanyanya pada Zura yang nampak berantakan, wajahnya kacau. Gadis yang serba fashionable itu mengapa mendadak jadi kacau balau. Maskara nya luntur, dan ada luka memar di wajahnya. “Tinggalkan kami, Pak!” ucapnya pada petugas keamanan yang kala itu sedang bertugas.
“Baik, Pak!”
“Zura! Ikut denganku!” Leon pun menuju ruang kerjanya diikuti Zura yang mengekori di belakang.
Ketika leon melangkah di depannya, Zura menatap pantulan dirinya di kaca yang ia lewati. Sangat berantakan. Dengan tangannya ia mencoba merapikan rambut. Merapikan pakaian agar terlihat rapi sedikit.
“Duduklah!” seru Leon saat mereka sudah masuk di ruang kerjanya.
Zura nampak canggung, ini adalah ruangan yang bersejarah bagi mereka berdua. Biasanya mereka melakukan kegiatan ekstra di tempat ini, dengan mengunci pintu dari dalam. Maka semua bisa mereka lakukan. Tapi itu dulu, dilihat dari cara Leon menatapnya. Sepertinya Leon sudah banyak berubah.
Tatapan mata yang nakal itu lenyap tak bersisa, yang ada hanya orang asing baru namun dengan cangkang yang sama.
Perlahan, Zura duduk di kursi yang biasanya ia duduk santai di sana sambil menikmati belaian Leon, bosnya sendiri.
“Ada apa kamu ke mari?”
Pertanyaan Leon membuat Zura bangun dari lamunnya. “Eh... iya Pak.”
“Apa yang membuatmu ke mari Zura?” Lagi-lagi Leon menanyakan hal yang berulang, sebab Zura tak langsung menjawab.
“Tolong bantu saya, Pak!”
“Bantu?”
“Demi masa lalu kita, tolong selamatkan saya.”
Pria itu memicingkan matanya, menatap heran pada wanita yang ada di depannya.
“Apa maksud kamu?”
“Pinjami saya uang Pak, saya sangat butuh untuk mengambil Al!”
Leon lantas teringat dengan bocah laki-laki yang waktu itu bersama Zura, “Anak laki-laki itu?”
Zura mengangguk pasrah.
“Tolong selamatkan kami.”
“Ceritakan yang jelas, ada apa sebenarnya.”
Bukannya bercerita, wanita itu malah mengeluarkan air mata.
“Rico mengambil paksa Al dari saya, Pak.”
“Siapa Rico?”
Zura pun mulai ceritanya. Beberapa hari lalu, ia ribut besar dengan kekasihnya. Rico, pria itu marah lantaran sedang mengalami masalah besar di kantornya. Rico yang merupakan bos besar di perusahaan asing harus bangkrut karena uangnya dibawa lari oleh rekannya.
Pria tersebut melampiaskan kemarahannya pada sang pacar, dan saat ini Rico dalam pencarian orang. Para investor sedang memburunya, jika uangnya tak kembali maka Rico harus mendekam di dalam penjara.
Ia meminta Zura kekasihnya yang selama ini ia biayai untuk menjual segala aset yang pernah ia berikan. Namun sayang, itu semua tidak cukup.
Kini Rico menyandera Al. Bila Zura ingin putranya kembali, ia harus membawa uang yang dibutuhkan Rico.
“Kenapa kamu pergi ke mari? Mengapa tak mencari Ayah Al?”
“Saya sedang menemuinya, sekarang!” ucapnya dengan bergetar.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️