Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apanya

"Kalian enak-enakan di sini makan buah terus nasi pakai lauk rendang. Sedangkan aku harus kena sindir orang satu kampung gara-gara istri yang tidak mengisi token listrik," seru Kafka yang baru saja masuk ke dalam rumah Ibu Salma.

Kafka melihat bungkus nasi yang belum dibereskan oleh Aruna dan Ibu Salma. Terlihat jika itu bekas nasi dan rendang. Tak lupa dengan mereka yang asyik bercanda sambil makan buah. Sungguh pemandangan yang sangat kontras dengan Kafka tadi saat berada di warung kopi. Beruntung tadi ada yang menghubunginya sehingga dia bisa kabur. Wajahnya sudah kepalang malu karena token listrik yang dijadikan drama oleh Aruna. Jika seperti ini terus, imagenya akan rusak.

"Segarnya. Ternyata makan dari hasil kerja keras sendiri itu sangat enak. Nggak ada yang mengungkit dan mengklaim," ucap Arisya sambil menyesap jeruk yang sedang dimakannya.

"Benar, Ariska. Emang mending kerja sendiri terus dapat uang buat beli jajan. Kalau minta, nanti diungkit padahal cuma kasih dua puluh ribu. Hari gini uang dua puluh ribu buat apa? Nasi rendang aja cuma dapat satu bungkus," ucap Ibu Salma menambahkan sindiran untuk Kafka.

"Kalian memang..."

Ibu...

Melihat mata Kafka memelotot tajam, Nasya tampak ketakutan. Nasya segera bersembunyi di balik badan Ibu Salma. Sedangkan Aruna langsung berdiri dan menatap Kafka dengan tajam. Aruna tak terima jika Kafka selalu menakut-nakuti Nasya. Melihat keberanian Aruna, Kafka langsung berpikir cepat.

Dia tak mau kalau sampai sesuatu terjadi pada rumah tangganya, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. Sertifikat rumah sudah atas nama Aruna karena Ibu Salma waktu itu memberikan dan mengurusnya langsung. Sedangkan Kafka, dia tidak punya apa-apa. Namun Aruna tidak mengetahui jika rumah itu sudah atas namanya. Sehingga Kafka ingin memanfaatkan itu agar rumah tersebut menjadi miliknya. Dia akan mencoba mencuri tandatangan Aruna agar rumah bisa balik nama atas dirinya.

"Lebih baik kita berbicara berdua, Aruna sayang. Jangan sampai kita bertengkar di depan anak kecil. Ini tidak baik untuk kondisi mental Nasya," ucap Kafka dengan nada suara dilembut-lembutkan. Rasanya Aruna ingin muntah saja mendengar nada lembut dari suaminya itu.

"Nggak usah sok baik, lembut, dan perhatian. Bahkan saat pagi tadi saja, kamu memarahi Nasya langsung tanpa memikirkan perasaannya." ucap Aruna dengan penuh penekanan.

"Nasya, kamu di sini sama Nenek dulu ya. Nanti Ibu jemput kalau setan di rumah sudah pergi," ucapnya pada Nasya.

"Hati-hati, Bu. Kalau setannya ndak segera pergi, panggil Nasya saja. Nanti Nasya panggil ustadz di masjid," ceplos Nasya dengan polosnya.

Aruna dan Ibu Salma hanya bisa menahan tawanya melihat kepolosan Nasya. Padahal setan yang Aruna dan Ibu Salma maksud adalah Kafka. Bahkan Kafka sendiri merasa hingga terlihat tengah menahan amarahnya. Mungkin jika tak di depan Ibu Salma dan Nasya, kemarahan itu sudah meledak. Aruna pun segera pergi dari rumah Ibu Salma diikuti oleh Kafka di belakangnya.

"Kamu mau bicara apa, Mas?" tanya Aruna tanpa basa-basi setelah sampai di rumah. Aruna duduk di kursi ruang tamu yang sudah bolong dengan posisi kaki menyilang.

"Kita perbaiki semuanya dari awal ya. Mas minta maaf karena pelit dan kurang dalam memberikan uang untuk rumah tangga kita," ucap Kafka dengan sedikit menunduk. Padahal kepalanya yang menunduk itu hanya untuk menyembunyikan raut wajah kesalnya.

"Baru sadar atau ada udang di balik batu, Mas?" tanya Aruna dengan tatapan menyelidik.

Bahkan Aruna saat ini langsung berdiri dan berjalan mendekati Kafka. Laki-laki itu terkejut saat merasakan aura ketegasan dari Aruna yang sudah lama tak dirinya lihat. Sejak menikah, Aruna menjadi sosok yang lembut dan penurut. Namun saat ini, sosok Aruna sungguh berbeda. Ini adalah sosok Aruna saat awal bertemu dengannya. Tatapan dan gerak-geriknya sangat persis ketika Kafka mencoba mendekatinya dulu. Tegas, penuh pertimbangan, dan hati-hati.

"Kok kamu negatif thinking sih, Aruna? Aku ini udah sadar benar lho dan mengaku bersalah," Kafka memundurkan langkahnya sambil terkekeh pelan. Dia sedikit takut dengan sosok Aruna yang tegas seperti ini.

"Aku bisa saja tendang kamu dari sini karena Ibu ada di pihakku, Mas. Tapi nanti, setelah kamu merasakan sakit yang aku rasakan." ucap Aruna sambil menepuk bahu Kafka.

"Apalagi kalau kamu ketahuan selingkuh dalam pernikahan ini, aku sunat habis itu burungmu." lanjutnya yang kemudian pergi dari hadapan Kafka.

Deg...

"Kenapa dia kaya psikopat?" gumam Kafka sambil bergidik ngeri.

Aruna...

Kamu maafin aku, kan? Kita mulai semua dari awal lagi,

Aruna tidak peduli dengan ocehan Kafka. Dia pusing karena harus mencari bukti perselingkuhan Kafka dan pekerjaan yang baru. Bodohnya dia yang tidak sempat mengambil gambar percakapan antara Kafka dengan perempuan pada ponsel suaminya itu. Aruna pun memilih menyibukkan diri dengan ponselnya yang baru diisi kuota. Dia akan menghubungi teman-teman lamanya untuk mencari pekerjaan.

"Aruna, please. Kasihan Nasya kalau tumbuh tanpa Ayahnya ini," ucap Kafka dengan nada memelasnya.

"Nasya sudah terbiasa hidup tanpa sosok seorang Ayah, Mas. Jika kehilangan kamu, sepertinya itu tidak akan berpengaruh apa-apa dalam hidup Nasya." Ternyata Kafka menyusul Aruna ke dalam kamar untuk membujuk istrinya itu.

"Pasti akan berpengaruh. Kelak dia dewasa, akan mencari pasangan hidup dan menikah. Nasya harus cari sosok laki-laki seperti Ayahnya. Jika tidak ada Ayahnya sebagai contoh, nanti dia asal memilih laki-laki. Harus aku yang menjadi wali nikahnya juga," cerocos Kafka membuat Aruna ingin tertawa.

"Daripada memikirkan pernikahan Nasya yang masih puluhan tahun kelak, mending cek maps sekolah anakmu dulu sebelum mengantarnya sekolah." sindir Aruna dengan lirikan sinisnya.

Menurut Aruna, Kafka ini sangat aneh. Kafka menjadi sosok yang harus dicari oleh Nasya ketika ingin menentukan calon suaminya kelak? Aruna saja jika diperbolehkan memberi saran akan menolak laki-laki pilihan Nasya itu. Aruna tidak mau Nasya mempunyai suami seperti Kafka yang pelit dan tukang selingkuh. Bahkan sok menjadi pahlawan untuk keluarganya di hadapan oranglain. Kafka malu mendengar sindiran dari Aruna. Dia mengantar sekolah anaknya tapi tidak tahu dimana letaknya. Kafka seperti tertampar sesuatu. Bahwa selama 3 tahun ini, tidak pernah mengetahui tentang kehidupan anaknya. Untuk biaya sekolah pun, Kafka tidak tahu apapun.

"Mas, berubah lah dari hati. Jangan saat ada maunya," ucap Aruna dengan lirikannya.

"Aku tidak tahu apa maumu saat ini. Kejadian kemarin dan pagi ini, cukup menyadarkanku bahwa pernikahan kita sebentar lagi akan hancur. Jadi jangan sok manis di depanku, itu tidak akan mempan. Aku tahu kalau kamu sedang merencanakan sesuatu yang membuatku rugi," lanjutnya.

Deg...

1
Siti Nurjanah
q tebak pasti selingkuh
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!