Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tengah malam merayap pelan menyelimuti asrama karantina Master Chef yang biasanya sunyi senyap.

Suara jangkrik terdengar sayup sayup dari luar jendela kamar nomor 302 tempat Aldo tertidur pulas.

Hembusan nafas Aldo terdengar teratur setelah seharian memeras otak dan tenaga di dapur galeri.

Ceklek.

Suara gagang pintu kamar yang diputar perlahan memecah keheningan malam tersebut.

Pintu terbuka sedikit menampilkan siluet dua orang pemuda yang mengendap endap masuk ke dalam kegelapan kamar.

Mereka adalah Kevin dan Leo yang sengaja menunggu sampai larut malam untuk menjalankan rencana licik mereka.

Tap tap tap.

Langkah kaki mereka dibuat sepelan mungkin agar tidak membangunkan dua peserta paruh baya yang tidur di ranjang seberang.

Kevin berjalan mendekati ranjang susun milik Aldo dengan senyum miring yang terukir di wajahnya.

"Mana tas gembel itu Leo?" bisik Kevin sangat pelan di dekat telinga temannya.

"Ada di lantai bawah ranjang Kapten, tepat di sebelah sepatunya," jawab Leo ikut berbisik.

Kevin perlahan berjongkok dan menarik tas ransel butut milik Aldo ke arahnya.

Dia tahu persis bahwa kekuatan terbesar Aldo selain lidahnya adalah buku resep kuno peninggalan ibunya.

Srek srek.

Suara resleting tas yang ditarik pelan terdengar sedikit berisik di tengah ruangan yang sunyi itu.

Tangan Kevin merogoh ke dalam tas dan jari jarinya menyentuh sebuah buku tebal bersampul kulit yang terasa kasar.

"Dapat kau buku sialan ini," batin Kevin tersenyum penuh kemenangan.

Dia berniat membuang buku itu ke dalam tempat sampah basah di dapur asrama agar hancur tak bersisa.

Namun saat Kevin baru saja menarik buku itu setengah keluar dari dalam tas, sebuah suara berat tiba tiba menghentikannya.

"Taruh kembali buku itu ke dalam tasku sekarang juga."

Kevin dan Leo seketika melonjak kaget hingga nyaris terjatuh ke belakang.

Lampu tidur di atas ranjang Aldo tiba tiba menyala menerangi wajah Aldo yang sedang menatap ke bawah dengan sorot mata membunuh.

Aldo sama sekali tidak tertidur, dia sudah memprediksi bahwa Kevin pasti akan melakukan sabotase malam ini.

"S-sialan, kau belum tidur rupanya," umpat Kevin mencoba menutupi kepanikannya.

"Ternyata dugaanku benar, kalian memang jauh lebih pengecut daripada tikus got," ucap Aldo tenang namun menusuk.

Aldo turun dari ranjang atasnya dengan gerakan sangat cepat dan langsung berdiri tegap di hadapan Kevin.

Tinggi badan Aldo yang sedikit lebih menjulang membuat Kevin tanpa sadar melangkah mundur satu langkah.

"Kembalikan buku ibuku Kevin, atau aku akan berteriak membangunkan seluruh panitia keamanan di lorong sekarang juga," ancam Aldo dingin.

Leo yang nyalinya kecil langsung menyenggol lengan Kevin dengan wajah pucat.

"Kembalikan saja Kapten, kalau kita tertangkap basah mencuri kita bisa didiskualifikasi malam ini juga," bisik Leo ketakutan.

Kevin menggertakkan giginya menahan amarah dan gengsi yang hancur lebur di depan musuhnya.

Brak.

Kevin melempar buku resep itu kembali ke atas kasur Aldo dengan sangat kasar.

"Ambil buku sampahmu ini, aku hanya ingin melihat resep kampungan apa yang membuatmu begitu sombong," elak Kevin berbohong.

Aldo mengambil bukunya dan menepuk nepuk sampulnya dengan lembut sebelum membalas tatapan Kevin.

"Kau tidak sedang penasaran Kevin, kau sedang ketakutan setengah mati kepadaku."

"Tutup mulutmu gembel! Aku tidak pernah takut pada siapapun di galeri ini!" bentak Kevin tertahan agar tidak membangunkan orang lain.

"Kau takut karena kau sadar bahwa gelar lulusan luar negeri dan daging wagyu sepuluh jutamu tidak bisa mengalahkan sayur lodehku."

Kata kata Aldo menghujam tepat di titik rasa tidak aman paling dalam yang disembunyikan Kevin selama ini.

"Kau mencuri buku orang mati karena mentalmu sudah hancur melihatku menang berturut turut di depan matamu."

"Itu tidak benar! Aku akan mengalahkanmu besok di galeri dengan tanganku sendiri!" desis Kevin dengan wajah memerah.

"Kalau begitu buktikan besok di depan kompor, bukan dengan cara murahan seperti pencopet terminal begini," tantang Aldo.

Kevin tidak bisa membalas kata kata tajam itu lagi karena semua yang diucapkan Aldo adalah fakta yang menampar egonya.

"Ayo kita keluar dari sini Leo, udara di kamar ini terlalu bau kemiskinan," ucap Kevin membalikkan badan dengan tergesa gesa.

Brak.

Mereka berdua keluar dari kamar dan membanting pintu dengan cukup keras untuk menutupi rasa malu mereka.

Aldo menghela nafas panjang dan duduk di tepi ranjangnya sambil memeluk buku resep ibunya erat erat.

"Aku tidak boleh lengah sedikitpun ibu, musuhku mulai bermain kotor di luar area dapur," batin Aldo waspada.

Malam itu Aldo tidak bisa kembali tidur dengan nyenyak karena harus berjaga jaga hingga matahari pagi menyapa.

Kringgg.

Suara alarm dari ponsel Aldo menandakan waktu karantina telah selesai dan mereka harus bersiap menuju galeri.

Satu jam kemudian, belasan peserta yang tersisa sudah berbaris rapi di depan meja penjurian dengan wajah tegang.

Aldo berdiri di sebelah Rina yang terlihat jauh lebih segar dan bersemangat setelah lolos dari eliminasi kepiting kemarin.

"Kamu kelihatan mengantuk sekali Aldo, kantung matamu sampai hitam begitu," bisik Rina memperhatikan wajah sahabatnya.

"Ada sedikit gangguan tikus di kamar semalam, tapi semuanya sudah aku bereskan," jawab Aldo tersenyum tipis.

Kevin yang berdiri agak jauh dari mereka memalingkan wajahnya ke arah lain karena masih menyimpan gengsi atas kejadian semalam.

Teeet.

Suara sirine pendek dari meja podium menarik perhatian seluruh peserta kembali ke depan.

"Selamat pagi semuanya, selamat datang di tahap kompetisi yang semakin brutal dan menuntut kesempurnaan," sapa Chef Arya mengawali.

"Kalian sudah membuktikan kemampuan tangan dan insting waktu kalian pada tantangan sebelumnya."

"Tapi hari ini, kami akan menguji senjata paling mematikan yang harus dimiliki oleh seorang koki sejati," tambah Chef Bram.

Chef Renata mengangkat sebuah kain penutup mata berwarna hitam pekat di tangan kanannya.

"Hari ini adalah tantangan Blind Fold Taste Test, atau uji kepekaan lidah dengan mata tertutup."

Mendengar nama tantangan tersebut, suara gumaman panik langsung terdengar dari barisan peserta.

Menebak makanan hanya dengan mengandalkan lidah tanpa melihat bentuk dan warnanya adalah hal yang sangat sulit bahkan bagi koki profesional.

"Kalian akan ditutup matanya dan kami akan menyuapkan dua puluh jenis bahan makanan yang berbeda ke mulut kalian," jelas Chef Arya.

"Mulai dari bumbu dapur, buah buahan, hingga protein laut yang paling eksotis sekalipun."

"Peserta yang berhasil menebak bahan paling banyak dengan benar akan mendapatkan keuntungan besar di tantangan memasak berikutnya."

Aldo menarik nafas panjang dan memfokuskan pikirannya pada tantangan yang sangat mengandalkan memori rasa ini.

"Ini adalah keahlianku, ibu selalu menyuruhku mencicipi puluhan bumbu mentah sejak aku masih SD," batin Aldo percaya diri.

Para panitia segera membagikan kain penutup mata hitam kepada seluruh peserta dan menyuruh mereka memakainya dengan rapat.

Gelap.

Pandangan Aldo kini sepenuhnya gelap gulita dan dia hanya bisa mengandalkan indera penciuman serta pengecapnya saja.

"Tantangan dimulai, asisten juri silakan bawa nampan bahan pertama ke depan mulut peserta," perintah Chef Renata.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki panitia terdengar mendekati meja para peserta yang berdiri kaku dalam kegelapan.

"Buka mulut kalian sekarang," ucap seorang panitia di depan Aldo.

Aldo membuka mulutnya dan sebuah sendok kecil masuk meletakkan serbuk kasar ke atas lidahnya.

Rasa asin yang sangat tajam dan sedikit pahit langsung menyengat ujung lidah Aldo.

1
lutfi lutfi
sukses lanjutkan
ceuceu
Tamat thor?
yah deh berpisah dgn cerita yg bagus penuh insfiratif
kiyoe: iyaa kak huhuhu
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah aldo sukses😍
kayra lubna
Mantapp 👍
kayra lubna
Terimakasih banyak author....semangat selalu untuk berkarya💪
kiyoe: Terimakasih kak atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat, terus semangat dan terus berkarya Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni sehat selalu kak heni🙏
total 1 replies
Was pray
yeee kalau sonu beneran pulang kamu udah ko'it Aldo... hutang nyawa Doni sama kamu udah lunas
ceuceu
Alhamdulillah tumbang jg kesombongan hendrik
kiyoe: hehehe iya Alhamdulillah
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: Terimakasih kak Heni yang terus selalu mensupport karya saya 🙏
total 1 replies
ceuceu
Terimakasih cray up nya thor
ceuceu
Alhamdulillah kevin kalah telak
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Was pray
hancur sempurna? berarti hancur lebur kah?
Was pray
waktu yg disediakan panitia empat jam tapi Aldo dalam roses pengasapan butuh waktu lima jam. berarti waktunya gak cukup dong .. 😱
Was pray
itulah hidup Aldo , harta warisan yg kau banggakan akan jadi senjata makan tuan karena dipamerkan ke orang lain yg jadi sainganmu yg berjiwa licik
ceuceu
Duh ikutan tegang.
pertarungan taruhan antara hidup dan mati restoran lestari
Adelina Lin
thor, jadikan Aldo pemenangnya, buat keluarga Wijaya dan koki bayarannya merasakan malu didepan umum
Heni Setiyaningsih: harus dong k👍
total 1 replies
Was pray
kecerdasan mu lumayan meningkat Aldo,otakmu tetap dingin disaat hatimu panas ,tidak mengadili dengan gegabah, mencari sebab dari sebuah baru menyimpulkan dan mengambil tindakan
Was pray
ego pribadi yg berbicara saat kerja adalah awal dari kehancuran
Adelina Lin
thor jangan sampai buku resepnya ibu Aldo dicuri bunglon, kasihan aldonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!