Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:727.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pukul 10.30.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar dari kelas masing-masing, berlari menuju gerbang sekolah sambil memanggil orang tua mereka.

Di bawah pohon besar dekat area penjemputan, Mateo dan Alisya duduk berdampingan di bangku kayu yang sudah menjadi tempat mereka menunggu setiap hari.

Beberapa menit sebelumnya, Maya telah menelepon.

[Mateo, Alisya, Bibi terlambat sedikit ya. Tunggu di sekolah, jangan ke mana-mana.]

"Iya, Bibi," jawab Mateo.

Tak lama kemudian, seorang guru yang sedang berjaga menghampiri mereka.

"Mateo, Alisya."

Keduanya menoleh.

"Miss mau ke toilet sebentar. Kalian tetap di sini, ya. Jangan pulang sebelum dijemput."

Mateo mengangguk.

"Baik, Miss."

Guru itu pun berjalan menuju gedung sekolah. Suasana area penjemputan mulai sepi. Tinggal beberapa anak yang belum dijemput orang tuanya. Saat itulah lima anak seusia mereka datang menghampiri. Tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Anak laki-laki yang tampaknya menjadi ketua kelompok itu berdiri tepat di depan Mateo.

"Kalian belum dijemput?"

Mateo tidak menjawab, dia hanya memandang datar.

Anak itu tersenyum mengejek.

"Pantes, anak miskin, ya?"

Teman-temannya langsung tertawa.

Salah seorang anak perempuan ikut menyahut,

"Aku pernah dengar, mereka nggak punya ayah."

"Iya, mereka hanya di antar sekolah sama bibinya,"

"Kasihan ya,"

"Kata mama ku anak tanpa ayah itu anak haram," lanjut salah satu dari mereka.

Kalimat itu membuat ekspresi Mateo berubah. Wajahnya yang semula tenang langsung mengeras.

"Kami punya Daddy!"

Anak laki-laki itu malah tertawa.

"Kalau ada, mana? Kenapa nggak pernah datang jemput kalian?"

"Jangan bohong sama kami!"

Ucapan itu menjadi batas kesabaran Mateo,

tanpa peringatan Mateo langsung mendorong anak laki-laki itu hingga mundur beberapa langkah.

"Heh!"

Melihat ketuanya didorong, empat anak lainnya langsung maju.

"Berani-beraninya kamu!"

Dua anak laki-laki memegang kedua tangan Mateo agar tidak bergerak.

"Pegang dia!"

Mateo berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan!"

Di sisi lain, Alisya langsung berdiri.

"Jangan! Lepaskan kakakku!" Ia mencoba menarik tangan salah satu anak yang memegang Mateo.

Namun, seorang anak perempuan mendorong Alisya hingga terjatuh ke lantai.

"Ah!" Alisya meringis kesakitan.

Melihat adiknya jatuh, emosi Mateo langsung memuncak.

"Hei, jangan sentuh adikku!"

Tanpa berpikir panjang Mateo langsung menggigit keras tangan salah satu anak yang memegangnya.

"Aaa ... sakit!" Anak itu refleks melepaskan pegangannya.

Mateo segera menarik tangan satunya hingga terlepas. Kini ia bebas, dengan napas memburu, Mateo berdiri di depan Alisya, melindungi adiknya.

"Jangan ganggu kami lagi!"

Namun, anak-anak itu masih mencoba mendekat. Mateo mendorong mereka sekuat tenaga. Salah satu anak laki-laki kehilangan keseimbangan, hingga tubuhnya terjatuh ke belakang. Kepalanya membentur sudut pot bunga besar yang berada di dekat taman sekolah. Darah langsung mengalir dari pelipinya.

Anak yang terjatuh tadi langsung menangis keras.

"Mama! Papa!"

Keempat temannya sontak panik.

"Kepalanya berdarah! Kamu mendorongnya!" teriak anak itu dan menatap tajam ke arah Mateo yang melihat mereka dengan dingin.

Sementara itu, Mateo berdiri di depan Alisya dengan dada yang masih naik turun karena marah. Tatapannya tetap tajam ke arah anak-anak yang tadi mengganggunya, dia tidak bergeming sedikit pun.

Di belakangnya, Alisya perlahan berdiri sambil memegang lengan kakaknya.

"Kakak..."

Namun, sebelum Mateo sempat menjawab, suara langkah kaki para guru mulai terdengar berlarian dari arah gedung sekolah, setelah mendengar tangisan keras di area penjemputan. Beberapa guru berlari menuju area penjemputan begitu mendengar suara tangisan.

"Astaga! Raka!"

Salah satu seorang guru segera berlutut di samping anak laki-laki yang kepalanya berdarah.

"Ambil kotak P3K, cepat!"

Guru lainnya memandang ke arah Mateo dan Alisya.

"Mateo! Apa yang kamu lakukan?"

Mateo mengepalkan kedua tangannya.

"Mereka yang mulai duluan, Bu."

Sebelum ia sempat menjelaskan lebih lanjut, salah satu seorang guru yang mengenal kelima anak itu langsung memotong.

"Tidak ada alasan memukul teman sampai terluka seperti ini!" Guru itu memarahi Mateo.

"Mereka mengejek kami!" balas Mateo dengan nada tegas. "Mereka bilang kami anak miskin yang nggak punya ayah. Mereka juga mendorong Alisya sampai jatuh."

"Memang benar kan? Kalian nggak punya ayah? Jadi untuk apa kamu marah?" mendengar itu Mateo semakin marah, Guru bukannya melerai keadaan malah memperkeruh keadaan.

Alisya yang masih berdiri di belakang kakaknya mencoba membela.

"Iya, Bu aku didolong syampai jatuh."

Namun, guru itu tetap memasang wajah serius.

"Apa pun alasannya, kamu tidak boleh melakukan kekerasan."

"Tapi mereka duluan yang keroyok kami, Bu." seru Mateo.

Guru itu mulai kehilangan kesabaran.

"Siapa yang mengajari kamu berbicara seperti itu kepada guru?" Tatapannya tajam. "Apa ibumu, hah?!"

Mata Mateo langsung membulat, raut wajahnya berubah.

"Jangan bawa-bawa Mommy kami!" Suara bocah lima tahun itu terdengar lantang.

"Mommy nggak salah!"

Suasana mendadak hening. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah sepatu hak tinggi mendekat.

"Hei! Apa yang terjadi di sini?"

Seorang wanita berpenampilan elegan berjalan cepat menuju kerumunan. Dia mengenakan pakaian bermerek dengan tas mewah di lengannya, wajahnya tampak panik.

Begitu melihat anak laki-laki yang terluka menangis sambil memegangi kepalanya yang berdarah, ekspresinya langsung berubah menjadi marah.

"Raka!" Wanita itu segera memeluk putranya.

"Ya Tuhan kepalamu berdarah!" Ia menoleh tajam ke arah para guru.

"Siapa yang melakukan ini?"

Salah satu anak yang berdiri di dekat Raka langsung mengangkat tangan dan menunjuk ke arah Mateo.

"Itu, Tante. Dia yang dorong Raka."

Tatapan wanita itu perlahan beralih kepada Mateo, wajahnya dipenuhi amarah.

"Jadi kamu yang melukai anakku?"

Mateo berdiri tegak di depan Alisya, tidak mundur sedikit pun, dengan suara tegas, ia menjawab,

"Dia duluan yang menghina kami"

Wanita itu tampak tidak peduli dengan penjelasan tersebut. Pandangannya masih tertuju pada darah yang mengalir di pelipis anaknya, sementara suasana di halaman sekolah kembali memanas.

1
Sri Wulandari
sprtinya kisah klrg Alex & Tasya terulang lg😔
Sri Wulandari
knp qm g menunggu suamimu dtng lalu bertanya k daddy Alex tentang apa yg sbnrnya terjadi...karna dg qm pergi g akan menyelesaikan smua mslh yg ada hanya kebencian yg akan terus tumbuh d hatimu....bkn kah mommy Tasya sdh pernah menceritakan tentang hubungan klrgnya & klrg daddy Alex yg penuh dg kesalahan pahaman karna fitnah orang lain.... mungkin saat ini qm perlu menenangkan diri karna terlalu syok tp tetaplah berpikirlah bijak demi rumahtangga mu & jg anak²mu
sprti daddy Alex & mommy Tasya akhirnya bahagia d masa tua walaupun masa lalu dr mereka yg tersakiti tdk bs pergi meninggalkan kehidupan mereka 😔
Sri Wulandari
sprtinya cerita masa lalu itu hanya Alex & Kenzo yg tau🤔
Nanik Kusno
terima kasih ceritanya Kak Othor....sehat dan semangat selalu untuk terus berkarya.....💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Aisyah Alfatih: kembali kasih kak 🙏 ayo mampir di karya baru aku kak 🙏💞
total 1 replies
Nanik Kusno
Akhirnya..... bahagia semuanya dengan orang2 tercinta.....👏👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Hanya papa Alex yang tau kebenaran peristiwa itu.....
Nanik Kusno
Akhirnya....g ada drama ketinggalan pesawat yang membawa Tara dan si kembar....
Nanik Kusno
Sayang banget ya ... Tara pergi sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi di video itu dulu....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.....kok langsung memutuskan pergi....g cari tau dulu ke Kenzo....😥😥😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
Jangan pendam sendirian Tara..... apalagi kamu akan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal nanti....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
semakin penasaran wae ...🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Semoga tidak terjadi hal yang buruk ma keluarga ini....🤲🤲🤲🤲🤲
Sri Wulandari
Kenzi msh sm sprti waktu msh kecilnya dulu dia yg paling asyik & ceria....
gpp Kenzo sekali luangkan waktu mu bersama istri & anak²mu mereka jg butuh daddy nya utk bs d ajak bersenang² bermain bersama mereka....qm jngn gila kerja karna pekerjaan mu g ada habisnya 😅
Nanik Kusno
G bahaya ta iki??🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Orrang2 masa lalu yang bermusuhan dengan Alex.????
Nanik Kusno
Semakin banyak teka-teki yang muncul.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Siapa lagi musuh Kenzo ini..... orang dari masa lalu....
Nanik Kusno
mungkinkah itu Dante????
Nanik Kusno
Semua akan terkejut dengan kemampuan Mateo.... pasti 👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!