Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Duel Puncak Para Raja
Mo Tian merangkak bangun dari reruntuhan pilar marmer dengan susah payah.
Wajahnya yang dulu angkuh kini bersimbah darah kehitaman, tatapan matanya menyiratkan kombinasi antara kemarahan instingtif dan ketakutan yang mendalam.
Dia menyeka darah di sudut bibirnya, menatap Reno yang masih berdiri tenang di tengah aula tanpa bergerak sedikit pun.
Aura keemasan Sutra Naga Kuno di tubuh Reno justru semakin murni dan menekan, membuat udara di dalam Istana Dewa Abadi terasa semakin berat bagi kaum iblis.
"S-Sialan! Kekuatan macam apa ini?!" desis Mo Tian dengan suara parau yang penuh kebencian.
'Hanya dengan satu dehaman halus, dia menghancurkan pedang iblis pusaka dan mematahkan tulang rusuk gue?' batin Mo Tian gemetaran setengah mati.
Reno memiringkan kepalanya sedikit, menatap Mo Tian dengan pandangan yang sangat datar dan remeh.
Dia perlahan membuka kepalan tangannya, menepis debu marmer yang menempel di telapak tangannya.
"Cuma segitu kemampuan pengkhianat nomor satu Istana Dewa Abadi?" cibir Reno dengan senyum tipis mengejek.
"Waduh... kalau begini terus, gue bisa mati kebosanan sebelum sampai ke Istana Utama," tambah Reno tertawa mengejek keras.
Penghinaan Reno membakar kewarasan Mo Tian yang masih tersisa.
Dia mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat, aura kegelapan Ranah Kaisar Spiritual Puncak di tubuhnya meledak dahsyat.
"Reno Wijaya! Jangan sombong lu, Sampah Bumi!" jerit Mo Tian murka luar biasa.
"Gue panggil kekuatan 'Transformasi Iblis Agung'! Gue bakal telan kota ini beserta isinya!" jerit Mo Tian gila.
Brakkkk!
Tubuh Mo Tian mendadak membengkak hebat, kulitnya mengeras menjadi sisik hitam pekat bagaikan baja kuno.
Tanduk ketiga tumbuh di dahinya, dan sepasang sayap kelelawar raksasa muncul di punggungnya.
Tekanan aura kegelapan meledak dahsyat dari tubuh Mo Tian, membuat aula utama Istana Dewa Abadi bergetar hebat.
Di balkon aula utama yang gelap gulita, tiga sosok bayangan hitam menonton konfrontasi itu dengan napas tertahan.
Mereka adalah Aliansi Iblis Agung—prajurit elit kaum iblis kuno yang bertugas membantai siapa pun yang mencoba menerobos masuk.
"Mati lu!" jerit Mo Tian histeris seraya menerjang Reno kembali.
*Wusss! Wusss! Wusss!*
Reno bergerak lincah menghindar, meliuk-liuk di antara sambaran petir bagaikan seekor naga emas yang menari di tengah badai.
Setiap kali cakar beracun itu berhasil menyentuh pelindung emasnya, suara desisan keras terdengar dan energi Sutra Naga Kuno Reno bergetar hebat menahan hantaman tersebut.
'Sial... energi iblis di sini ternyata lebih kuat dari yang gue bayangkan. Pelindung gue mulai retak,' batin Reno mengernyitkan dahi.
"Bermain sama api... eh, iblis itu nggak baik, Naga Gendut," pukas Reno mengejek keras.
Reno mengepalkan tangan kanannya, memiculedakan energi emas murni Sutra Naga Kuno tingkat puncak yang jauh lebih dahsyat.
Aura naga emas raksasa sepanjang seribu meter kembali menampakkan wujudnya di atas langit dataran salju, mengaum keras membelah langit hitam!
*Roarrrr!*
"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemecah Bintang!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke udara.
Brakkkk!
Prospek kepalan tangan naga emas melesat cepat, menghantam tepat di tengah dada Mo Tian.
*Boommm!*
Gelombang kejut raksasa tercipta, meratakan ribuan Pasukan Langit Utara dan menghancurkan tembok istana hingga hancur berhamburan.
"Arghhhhh!"
Mo Tian menjerit melengking saat seluruh tulang di dada dan tangannya hancur berkeping-keping.
Tubuhnya melesat mundur bagaikan meteor jatuh, menabrak tebing batu di seberang jalan hingga tertimbun reruntuhan parah.
"Panglima!" teriak para prajurit iblis panik.
Suasana Kota Batu Hitam mendadak hening seketika, ribuan pasang mata melotot tak percaya.
Seorang Panglima Iblis Ranah Kaisar Spiritual Puncak... ditampar jatuh seperti lalat!
Reno mengibas-ngibaskan tangannya, seolah baru saja menyentuh kotoran yang menjijikkan.
"Jijik banget. Habis ini gue harus mandi pakai sabun seember," pukas Reno menggerutu pelan.
'Alya... semoga kamu nggak mimpi buruk di bumi,' batin Reno tersunyum hangat mengingat istrinya.
Tiba-tiba, dari sisa-sisa kehancuran tubuh Mo Tian, muncul sebuah mutiara kecil berwarna hitam pekat yang memancarkan energi kegelapan sangat murni.
Mutiara itu adalah Inti Kaisar Iblis, harta karun langka yang sangat dicari oleh para praktisi kultivasi energi kegelapan.
"Waduh... ternyata Naga Gendut ini bawa barang bagus," pukas Reno sambil menyunggingkan senyum tipis.
Reno mengambil Inti Kaisar Iblis tersebut dan langsung menelannya sekaligus.
Brakkkk!
Energi kegelapan hitam murni meledak dahsyat di dalam tubuh Reno saat inti tersebut bereaksi.
Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, menyerap seluruh energi kegelapan dalam hitungan detik.
'Energi batin gue... kembali ke kondisi puncak! Bahkan Sutra Naga Kuno gue sedikit meningkat!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.
Reno menatap ke arah utara di mana Istana Dewa Abadi berada di balik awan misterius.
Perjalanannya ke Istana Dewa Abadi masih sangat jauh, dan dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menavigasi alam ini.
"Kota Langit Utara... Empat Jenderal Langit Utara... Mo Tian..." gumam Reno dingin.
"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."
Di saat yang sama, di Istana Dewa Abadi yang tersegel.
Di dalam aula utama yang gelap gulita, Mo Tian mendadak membuka matanya.
Pancaran aura Kaisar Spiritual Tingkat Puncak milik Mo Tian meledak, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.
"Aura Jenderal Langit Utara... sudah padam..." bentak Mo Tian murka.
"Kota Langit Utara... sudah runtuh..." racau Mo Tian gila.
"Reno Wijaya! Lu benar-bener cari mati!" teriak Mo Tian histeris.
"Aliansi Iblis Agung... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Mo Tian gila penuh amarah yang membara.