Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:448.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

.

Hari-hari terus berganti hingga tanpa terasa seminggu sudah Alena bekerja di perusahaan Wijaya Kusuma group. Pukul setengah tujuh pagi, gadis itu tiba di ruangannya dan dengan cekatan memastikan seluruh agenda Nathan dan beberapa dokumen yang kemungkinan dibutuhkan telah tersusun rapi di atas meja. Setelah memastikan semuanya tidak ada yang terlewat, Alena menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya.

“Mudah-mudahan hari ini semua berjalan lancar," gumamnya menyemangati dirinya sendiri. Gadis yang kemudian mendengus kesal mengingat setiap harinya dirinya bukan lelah karena pekerjaan, tetapi malah lelah karena harus bolak-balik keluar dan masuk ruang CEO. Atasannya itu selalu ada saja alasan untuk memanggil dirinya, bahkan terkadang untuk sesuatu yang terlalu sepele, hingga membuat gadis itu merasa sebal.

Baru saja ingin meregangkan otot-ototnya, tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara telepon kantor yang ada di ruang kerjanya.Gadis itu segera mengangkat gagang telepon dan mendekatkan ke telinganya. "Ya, Tuan?"

"Ke ruanganku, sekarang!"

Gadis itu yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Nathan yang menyebalkan, segera berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar dari ruangannya dengan membawa tablet di tangan.

“Anda memanggil saya?" tanya Alena dengan sikapnya yang profesional.

"Tugas untukmu!” Nathan yang sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya, melemparkan sebuah map tebal di meja tempat di hadapan Alena.

"Apa ini?" tanya Alena dengan tangan mengambil map tersebut sedangkan matanya menatap ke arah Nathan. Tangannya bergerak perlahan dan membuka map tersebut. Hingga tampak olehnya beberapa lembar dokumen berbahasa Inggris.

"Kontrak kerja sama antara Wijaya Kusuma Group dengan Vantage International."

Alena membaca bagian atas dokumen itu. Vantage International merupakan salah satu investor asing yang sudah cukup lama bekerja sama dengan perusahaan Nathan. Nilai kontrak yang tercantum di dalamnya membuat alis Alena sedikit terangkat.

"Nilainya cukup besar," ucap Alena seraya mengangkat wajah.

Nathan menganggukkan kepalanya dengan mata masih menatap lurus wajah Alena. "Seratus delapan puluh miliar rupiah," ucapnya tenang. "Tetapi mereka mengirimkan pemberitahuan bahwa kontrak ini akan dibatalkan."

"Alasannya?" tanya Alena dengan kening berkerut dan mata menyipit.

"Mereka mengatakan ada beberapa poin yang merugikan pihak mereka."

"Bukankah seharusnya bagian legal yang menangani masalah seperti ini?” tanya Alena. Tetapi kedua matanya masih bergerak membaca dokumen itu dengan lebih teliti.

"Sudah.” Nathan berdiri dari kursinya kemudian berjalan mendekat ke arah Alena lalu duduk dengan santai pada tepian meja tepat di hadapan gadis itu. Kedua matanya tak lepas memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada raut wajah Alena.

"Tiga orang manajer senior dari divisi legal sudah memeriksanya sejak kemarin. Mereka tetap tidak menemukan masalah," lanjut Nathan.

Alena mengalihkan pandangan dari dokumen di tangannya, kemudian menatap wajah Nathan lekat. Ada sesuatu yang tak bisa ia mengerti. Jika tim legal gagal menemukan masalahnya, lalu kenapa Tuan memberikan berkas itu padanya?

Nathan menatapnya lurus. “Aku ingin tahu apakah kamu juga tidak bisa menemukannya."

Alena terdiam beberapa detik kemudian menghembuskan napas perlahan. Baru kali ini dirinya berhadapan dengan pria ini, benar-benar membicarakan pekerjaan dengan profesional. Bukan mengerjainya untuk bolak-balik keluar masuk ruangannya.

"Saya akan berusaha."

Alena keluar dari ruangan Nathan dengan mata masih fokus menatap tulisan demi tulisan yang ada dalam dokumen tersebut. Dan… ketika ia baru saja hendak masuk ke dalam ruang kerjanya, gadis itu berhenti dengan sebelah tangan memegang handle pintu dan mata masih menatap barisan tinta berwarna hitam di atas kertas putih.

Sorot matanya berhenti pada bagian yang menuliskan mengenai kewajiban pembayaran dan kompensasi. Alena membaca kalimat itu sekali lagi. Lalu mengulangnya sekali lagi karena merasa belum yakin. Dan saat itulah matanya terbelalak.

"Tunggu..."

Ia segera memeriksa lembaran lain yang menjadi lampiran kontrak. Matanya berpindah dari satu angka ke angka lainnya.

Alena bergegas masuk ke dalam ruang kerjanya lalu membuka laptop dan menghitung ulang angka yang tercantum dalam klausul tersebut. Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah serius.

"Astaga..." Alena serentak berdiri dari kursinya dan membawa seluruh dokumen itu menuju ruangan Nathan. Gadis itu bahkan langsung membuka pintu setelah mengetuknya tanpa menunggu perintah masuk dari Nathan.

Nathan yang sedang membaca beberapa dokumen langsung mengangkat wajah.

"Saya menemukan masalahnya," Alena berlari mendekat lalu berbicara sebelum Nathan sempat bertanya. Gadis itu meletakkan map yang dalam keadaan terbuka di hadapan Nathan.

Nathan meletakkan dokumen di tangannya lalu melihat ujung jari Alena yang bergerak di atas dokumen yang telah diletakkan di atas meja tepat dihadapannya oleh gadis itu.

"Kesalahan ada di klausul kompensasi. Di sini tertulis bahwa apabila terjadi keterlambatan pengiriman lebih dari tiga puluh hari, pihak kita wajib membayar kompensasi sebesar lima persen dari nilai proyek."

"Tapi lihat lampiran ini." Alena kembali menggerakkan ujung jarinya untuk menunjuk sebuah angka. "Nilai dasar yang digunakan untuk menghitung lima persen bukan nilai proyek yang disepakati dalam kontrak utama. Melainkan nilai investasi setelah penyesuaian biaya operasional."

Nathan menatap dokumen itu lebih teliti. "Benar."

"Dan berdasarkan perhitungan ini, kalau klausul tersebut diterapkan, kompensasi yang harus dibayarkan perusahaan bi lebih dari dua belas miliar rupiah. Lebih tepatnya tiga belas koma enam miliar," lanjut Alena. "Itu belum termasuk denda tambahan apabila keterlambatan dianggap sebagai pelanggaran material."

Ruangan mendadak hening. Nathan mengambil dokumen itu dan memeriksanya dengan lebih teliti. "Bagaimana tiga manajer legal tidak menemukan ini?"

"Karena mereka mungkin hanya memeriksa klausul utama," jawab Alena menunjuk bagian lain. "Padahal masalahnya justru ada pada hubungan antara klausul utama dan lampiran. Ada perbedaan definisi mengenai nilai proyek. Jika Vantage menggunakan definisi dalam lampiran, mereka bisa menuntut kompensasi berdasarkan nilai yang jauh lebih besar."

Nathan menyandarkan tubuhnya dengan sepuluh jari yang saling bertaut di depan dada.

"Jadi?"

Alena menatap Nathan dengan serius. "Mereka sebenarnya bukan membatalkan kontrak karena klausul ini merugikan mereka. Tetapi karena menyadari ada ketidakkonsistenan yang bisa menjadi masalah hukum di kemudian hari. Mereka mungkin khawatir perusahaan kita akan menggunakan klausul utama, sementara mereka menggunakan lampiran."

Nathan terdiam mendengarkan penjelasan Alena..

"Kalau kontrak ini dipaksakan, kedua pihak bisa masuk ke sengketa. Perusahaan bisa kehilangan proyek sekaligus menghadapi tuntutan kompensasi," lanjut Alena.

"Berapa potensi kerugiannya?"

"Kalau proyek benar-benar gagal dan kompensasi dikenakan berdasarkan perhitungan tertinggi, perusahaan bisa kehilangan puluhan miliar."

Ada senyum tipis yang tidak disadari oleh Alena tercetak di sudut bibir Nathan. Perempuan di hadapannya benar-benar mampu mengetahui masalah yang dengan sengaja ia ciptakan.

"Apa kamu punya solusinya?"

"Kita tidak perlu mempertahankan kontrak lama."

jawaban Alena membuat Nathan mengangkat sebelah alis. Namun pria itu masih menunggu apa yang akan diucapkan oleh Alena selanjutnya.

"Kita revisi klausulnya. Definisi nilai proyek harus dibuat tunggal dan tidak boleh memiliki interpretasi berbeda antara kontrak utama dan lampiran. Selain itu, batas maksimal kompensasi harus ditentukan dengan jelas."

"Dan pihak investor?"

"Saya akan menghubungi mereka."

Nathan menatapnya beberapa detik sebelum berkata, "Lakukan! Aku percaya kamu bisa."

1
мєσωzα
duh, mama ini kenal banget sama sifat anaknya 🤭
Katherina Ajawaila
Ada ya saudara kandung SMP nekat hanya karna kalah saing, amit" selena pasti kamu akan msk prodeo, kalau SMP Nathan liat semua ulah kamu yg neror Alena. dasar jalang tanggung🤑
Katherina Ajawaila
bukan nya kamu lebih senang sm selena Reno, aneh dulu msu di budakin. Selena, dasar laki" tapi ngk punya prinsip,
Katherina Ajawaila
Mantap. Selena aja di jual jg germo, otaknya soalnya jahat
мєσωzα
baru kali ini bodyguard dibuat kesel sama sandera 🤣
Katherina Ajawaila
jijik x liat kelakuan selena kaya jalang ngk laku, ngk ada malu nya bersaing nya mines, pada hal ade kk
Katherina Ajawaila
Alena pinter cerdas ngk sperti kamu selena otaknya hanya dlm celdal
Nar Sih
hukuman yg tepat buat mereka ,tinggal dipenjara semua biar membusuk sekalian
Nar Sih
pasti mereka akan di hukum alena ,nathan dan calon ayah mertua mu pasti ngk akan diam sja
Nar Sih
bnr,,jht nya melebihi setan nih gunawan
Katherina Ajawaila
Seneng banget liat gaya Alena, ngk Neko" teges, ngk manja, 😎
Katherina Ajawaila
amin, ikat sm jadi mempelai ya thour. biar Selena langsung benar' pingsan ngk sadar" , langsung ina ilahi
Nar Sih
bnr kta istri mu richard sebaik nya kmu jujur setidak nya hukuman mu pasti ringan
Katherina Ajawaila
mantap Alena, udh blockir aja org" yg ngk mutu 😎
Katherina Ajawaila
Selena tau nya tipu" sakit sm doyan gebet punya org, itu lah putri kesayangan si sin jipa
Indra Wahyu Rianti
tidak bertele tele
Katherina Ajawaila
Selena bodok taunya hanya dompleng, bisa nua hanya mau nguasain karna bodok utk pengetshuan 🤬
Indra Wahyu Rianti
wah novel tersingkat. 😅 nikah end.
Katherina Ajawaila
Awal perjalanan karier Alana, semoga Nathan menjadi teman yg baik😘
Katherina Ajawaila
keren lah semoga jadi. teman mu Alena /Brokenheart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!