Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

— PERINGATAN BU RATIH

Pagi berikutnya, Arga bersiap berangkat kerja seperti biasa.

Sebelum keluar rumah, ia menghampiri Nadira.

“Aku berangkat dulu.”

Nadira mengangguk.

“Hati-hati.”

“Nanti sore aku pulang.”

Arga tersenyum lalu mencium kening istrinya.

Setelah mobil Arga meninggalkan halaman, Nadira kembali ke ruang tengah.

Ia baru saja hendak membuat kopi ketika suara Bu Ratih terdengar dari belakang.

“Nadira.” panggil sang ibu mertua.

Nadira menoleh.

“Iya, Bu?”sahut Nadira.

“Masuk ke ruang keluarga.”

Nadira mengernyit.

“Ada apa?”

“Ibu mau bicara.”

Nadira mengikuti Bu Ratih.

Begitu pintu ruang keluarga tertutup, wajah Bu Ratih langsung berubah.

“Kamu benar-benar ingin membawa Arga pergi dari rumah ini?” tanya bu Ratih langsung dengan nada serius dan to the point.

Nadira terdiam.

“Bukan seperti itu.”

“Jangan berbohong.”

Bu Ratih menatapnya tajam.

“Ibu mendengar pembicaraan kalian semalam.” ucap bu Ratih dengan tegas.

Nadira menarik napas.

“Aku cuma ingin punya rumah sendiri bersama suami ku.”

“Sejak kapan kamu merasa berhak menentukan hidup Arga?”

“Aku istrinya,bu.”

Jawaban itu membuat Bu Ratih semakin kesal.

“Jangan gunakan statusmu untuk mengambil anak Ibu.” ujar bu Ratih langsung menentang.

Nadira menatapnya tenang.

“Aku tidak mengambil Arga dari siapa pun.”

“Kalau begitu, kenapa ingin pindah?”

“Karena aku ingin rumah tangga kami punya ruang sendiri.”

Bu Ratih tertawa kecil.

“Alasanmu selalu terdengar baik.”

Nadira menghela napas.

“Bu, aku tidak ingin bertengkar.”

“Justru Ibu yang tidak ingin bertengkar.”

Bu Ratih mendekat.

“Tapi Ibu ingin kamu mengerti satu hal.”

“Apa?” tanya Nadira.

“Jangan terlalu percaya diri hanya karena Arga selalu membelamu.”

Nadira diam.

“Suatu hari Arga bisa saja berubah pikiran.”

Nadira menatapnya.

“Kalau suatu hari itu terjadi, biarlah Arga sendiri yang mengatakannya kepada saya.”

Bu Ratih terdiam.

Nadira melanjutkan,

“Aku tidak akan meninggalkan suami ku hanya karena Ibu menyuruh ku pergi.”

“Dan aku juga tidak akan memaksa Arga memilih antara aku dan keluarganya.”

Bu Ratih menyipitkan mata.

“Lalu apa yang kamu inginkan?”

“Aku hanya ingin dihormati.”

Nadira berdiri.

“Kalau Ibu bisa menghormati ku sebagai istri Arga, aku juga akan selalu menghormati Ibu sebagai ibunya.”

Bu Ratih tidak menjawab.

Nadira berjalan menuju pintu.

Namun sebelum keluar, Bu Ratih berkata,

“Kalau kamu benar-benar pindah bersama Arga, jangan berharap hubungan kami akan tetap sama.”

Nadira berhenti.

Ia menoleh.

“Aku tidak pernah meminta Ibu untuk memilih saya.”

“Cukup terima bahwa aku adalah istri anak Ibu.”

Setelah mengatakan itu, Nadira pergi.

Beberapa jam kemudian, Arga menelepon.

“Kamu sedang apa?”

“Di rumah.”

“Semua baik-baik saja?”

Nadira melihat ke arah ruang keluarga.

Bu Ratih masih berada di sana.

Nadira tersenyum kecil.

“Baik.”

Arga terdiam.

“Yakin?”

“Iya.”

“Kalau ada apa-apa, bilang aku.”

Nadira mengangguk meskipun Arga tidak bisa melihatnya.

“Iya.”

Telepon berakhir.

Bu Ratih memandang Nadira.

“Kamu tidak menceritakan percakapan kita?”

Nadira menatapnya.

“Belum.”

“Kenapa?”

“Karena saya masih berharap masalah ini bisa selesai tanpa membuat Arga semakin tertekan.”

Bu Ratih terdiam.

Untuk sesaat, ia tidak menyangka Nadira akan memilih diam.

Namun Nadira sudah mengambil keputusan.

Ia tidak akan membalas perlakuan Bu Ratih dengan kebencian.

Ia hanya akan menjaga batas.

Dan semakin cepat mereka memiliki rumah sendiri…

semakin tenang hidupnya bersama Arga.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!