Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:939k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh

Ethan terdiam beberapa saat setelah mengucapkan kalimat itu.

'Jangan tunjukkan tubuhmu pada orang lain. Mulai sekarang jangan percaya siapa pun kecuali aku.'

Bahkan Ethan sendiri tidak mengerti mengapa kata-kata itu bisa keluar begitu saja dari mulutnya. Padahal selama ini Ethan selalu menjaga jarak dengan semua orang, terutama seorang wanita.

Ethan pun tidak pernah mencampuri kehidupan pribadi siapa pun, terlebih Ashlyn adalah seorang gadis asing yang baru dikenalnya beberapa jam lalu.

Namun melihat luka-luka yang memenuhi tubuh Ashlyn, Ethan merasa ada sesuatu yang terus mengusik hatinya.

Selama hidupnya gadis ini hidup di tengah orang-orang yang seharusnya melindungi, tetapi justru menjadi orang yang paling banyak menyakitinya.

Dan kini Ashlyn datang kepadanya dengan kepercayaan penuh, bahwa ia akan melindunginya. Entah sejak kapan, Ethan mulai merasa bertanggung jawab atas keselamatan Ashlyn.

Ashlyn sendiri langsung menganggukkan kepala dengan patuh. "Iya, Suamiku. Ashlyn akan dengar."

'Tidak apa-apa, aku hanya ingin melindungi gadis ini,' batin Ethan.

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari balik pintu.

Tok! Tok!

"Masuk," ucap Ethan.

Seorang pelayan masuk dengan membawa beberapa kantong belanja dari berbagai butik ternama di Kota Servo. Di belakangnya, dua pelayan lain ikut membawa kotak-kotak sepatu, perlengkapan mandi, serta berbagai kebutuhan wanita.

"Jenderal, pakaian Nona sudah kami siapkan."

Ethan mengangguk pelan. "Letakkan di sana."

"Baik."

Dalam hitungan menit, sofa di sudut kamar sudah dipenuhi berbagai macam pakaian baru.

Ashlyn sampai membelalakkan kedua matanya.

"Semua ini buat Ashlyn?" tanya Ashlyn tak percaya.

"Iya."

"Sebanyak ini?"

Ethan mengangguk singkat. "Silakan pilih yang paling kamu suka."

Ashlyn memandangi satu per satu gaun indah itu dengan mulut sedikit terbuka. Belum pernah seumur hidupnya ia melihat pakaian sebagus ini. Bahkan pakaian milik Sandrina pun tidak ada yang semewah ini.

Dengan hati-hati Ashlyn menyentuh salah satu gaun berwarna biru muda. "Lembut sekali."

Senyum Ashlyn mengembang begitu tulus. "Terima kasih, Suamiku."

Ethan kemudian melirik jam tangan di pergelangan kirinya. Jarum jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Langit di luar bahkan belum sepenuhnya muncul.

Meski hari belum benar-benar terang, tapi seluruh mansion sudah sibuk kedatangan mereka.

Para pelayan hilir mudik menyiapkan berbagai keperluan, sementara para pengawal terus berjaga di setiap sudut rumah.

Ethan menatap Ashlyn. "Ganti pakaianmu. Sebentar lagi akan ada dokter yang datang."

Ashlyn mengangguk patuh tanpa banyak bertanya. Terserah dokter apa yang mau sampai, asal itu kehendak suaminya maka Ashlyn akan turuti.

"Iya," jawab Ashlyn dengah patuh.

Kepala pelayan kemudian membantu Ashlyn mengenakan gaun baru berwarna biru muda dengan hiasan renda.

Rambut panjangnya dikeringkan lalu disisir perlahan hingga tampak rapi.

Tak lama kemudian Ashlyn melangkah mendekati Ethan dengan sedikit malu-malu, kini penampilannya sudah sangat rapi.

Ethan yang masih duduk di sofa sontak menatap kedatangan gadis tersebut. Untuk beberapa saat tatapannya seperti terkunci di wajah Ashlyn.

Gadis lusuh yang ditemuinya di perbatasan seolah telah menghilang entah kemana. Kini yang berdiri di hadapannya adalah seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih, mata bening yang jernih, serta wajah yang begitu lembut.

Meski masih terlihat lugu seperti anak kecil, kecantikannya kini tidak lagi bisa disembunyikan.

Beberapa pelayan bahkan ikut terpana.

"Ternyata Nona secantik ini," bisik salah satu pelayan.

"Kalau dirawat dengan baik, benar-benar seperti seorang putri."

Ashlyn menundukkan kepala karena semakin malu saat Ethan menatapnya lekat. "Suamiku apa Ashlyn cantik?" tanya Ashlyn lirih.

Ethan mengangguk tipis, berdehem sejenak sebelum menjawab. "Hem, Iya."

Senyum Ashlyn langsung mengembang semakin lebar.

Beberapa menit kemudian, seorang wanita berusia sekitar lima puluh tahunan memasuki kamar sambil membawa sebuah tas medis.

"Selamat pagi, Jenderal." Wanita itu adalah Dokter Aresha, dokter senior sekaligus dokter keluarga Harold yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

"Pagi dokter Aresha, terima kasih sudah bersedia datang. Silakan mulai pemeriksaannya," balas Ethan dengan sangat sopan.

"Baik."

Dokter Aresha menghampiri Ashlyn dengan senyum hangat. Sebelum tiba di kediaman sang Jenderal, dokter Aresha sudah lebih dulu mendapatkan beberapa informasi tentang Ashlyn dari Sander. Gadis idiot yang ditemui di perbatasan selalu menyebut Ethan sebagai suaminya, padahal tak pernah ada pernikahan diantara keduanya.

Sander bahkan memohon agar dokter Aresha membuka kedok wanita tersebut, bisa saja gadis ini pura-pura gila untuk mendekati sang jenderal. Keberadaannya benar-benar harus diwaspadai.

"Halo," panggil dokter Aresha dengan lembut.

"Halo," jawab Ashlyn tak kalah ramah.

"Apa boleh saya memeriksamu?"

Ashlyn menoleh lebih dulu kepada Ethan. Setelah melihat sang suami mengangguk, barulah Ashlyn ikut mengangguk. "Boleh."

Pemeriksaan berlangsung cukup lama. Dokter Aresha memeriksa tekanan darah, suhu tubuh, kondisi mata, refleks saraf, bekas-bekas luka, hingga beberapa kemampuan dasar Ashlyn dalam memahami pertanyaan sederhana.

Selama pemeriksaan, Ashlyn selalu menjawab dengan jujur meski terkadang jawabannya terdengar sangat polos.

Hampir satu jam kemudian pemeriksaan akhirnya selesai. Dokter Aresha menutup buku catatannya dan Ethan langsung berdiri untuk mendekat.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ethan.

Dokter Aresha menghela napas pelan. Ia menjelaskan meskipun tetap ada Ashlyn diantara mereka.

"Secara fisik, tubuh nona Ashlyn mengalami banyak memar dan bekas kekerasan. Untungnya sebagian besar hanya luka pada jaringan lunak," jelas dokter Aresha. "Untuk semua luka itu saya akan meresepkan salep dan beberapa obat. Dengan perawatan yang baik, bekas-bekasnya akan berangsur pulih."

Ethan mengangguk. "Lalu kondisi mentalnya?" tanya Ethan blak-blakan.

Dokter Aresha terdiam sejenak sebelum menjawab. "Saya belum bisa memberikan kesimpulan sekarang."

Ethan menatap dokter Aresha dengan serius. "Maksud Anda?"

"Saya perlu mengetahui riwayat kesehatannya sejak lahir. Apakah saat dilahirkan pernah mengalami kekurangan oksigen, cedera kepala, infeksi tertentu, atau ada riwayat kelainan perkembangan sejak kecil. Tanpa informasi itu, saya tidak bisa memastikan penyebab kondisinya sekarang."

Dokter Aresha kembali melihat ke arah Ashlyn yang saat ini sedang asyik memainkan pita di gaunnya.

"Namun ada satu hal yang cukup menarik."

"Apa itu?" tanya Ethan dengan cepat.

"Nona Ashlyn bukan anak yang bodoh."

Ethan sedikit mengernyit.

"Nona Ashlyn sangat mudah memahami sesuatu apabila diajarkan dengan cara yang tepat. Saya juga melihat kemampuan mengingatnya cukup baik. Masalahnya bukan karena dia tidak mampu belajar." Dokter Aresha menghela napas pelan. "Saya justru merasa selama ini tidak pernah ada orang yang benar-benar mau mengajarinya dengan sabar."

Ucapan itu membuat Ethan kembali terdiam.

Tatapannya perlahan beralih kepada Ashlyn yang sedang tersenyum sendiri tanpa mengetahui bahwa hidupnya baru saja menjadi bahan pembicaraan.

"Suamiku, aku memang tidak bodoh, aku pintar," ucap Ashlyn bangga.

1
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣bs curhat dr awal smpe akhir
Rita
mulai😂😂😂😂😂
daniah88
jujur aja eth
Felycia Fernandez
wayolhooo Eth...
mau jawab apa kamu?? bohongi Ashlyn lagi??? gak kebayang gimana kecewa nya Ashlyn kalau tau itu bukan suntikan vitamin tapi suntikan KB
Kar Genjreng
bukan tanggung jawabnya sudah punya istri kecil Ashlyn. jadi jangan dekat dekat ada. Istri. yang sedang menunggu kepulangannya bawa Eskrim. ,,,ga taunya sampai rumah sudah bobo manis abis menangis capai nangisnya kejer 😭
Uthie
polos banget Ashlyn 🥰
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
penting Goyanggg ya Ash 😆 masalah encok, pikirr keri 😂 pokoknya kamu pusat kan pikiran kamu pada rasa nikmat yang kamu dapatkan, masalah anak mah itu urusan nya author 😆 jalani saja porsi kamu, masalah yang lainnya serahkan sama author..😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hayolohh! gimana cara kamu menjelaskan sama ashlyn eth? kenapa kamu enggak ajakin ashlyn bicara dulu maslaah ini? seharusnya kamu berunding dulu dengan ashlyn tentang alat kontrasepsii. kalau kamu bisa memberikan penjelasan secara lembut, pasti ashlyn faham dan bisa menerima. enggak asal main suntik saja. kebohongan yang kamu buat, bisa saja jadi bumerang eth? ashlyn bisa saja mikir, kamu enggak mau punya anak darinya.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaaa ethan! 🤣🤣 kelihatan banget brutal nya kamu eth...emang kamu buat tanda nya smapai jidat kah? 😂 emamg sengaja mau pamerr gitu kah? kalau permainan kamu ganass 😆 bikin tanda tuh di dalam saja eth, di daerah2 tersembunyi enggak perlu seluruh leher kamu merah2hin kayak orang habis kerokan 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hilihhh ini mah alasan kamu doang eth, kamu saja yang pingin meyukk ashlyn terus 😂 belajar enggak nempel2 gitu lahh eth...nanti kalau kamu sudah mulai dinas, apa mau kamu karungin bawa pergi dinas 😆
Kar Genjreng
akan pergi dinas lagi bagaimana dengan istri 😁 Ashlynn ngamuk ga nih wahh bisa bisa tiap saat mendongeng.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hehhhh...di suntik jarum gede saja enggak sakit, malah keenakan gitu! masak di suntik jarum kecil kesakitan 🤭 tapi emang lebih enak di suntik suami yaa Ash 😆
Ayani Lombokutara
nanti klo ashlyn tau itu suntikan kb ,pasti mrasa tdk benar benar diinginkan tuh
siap siap merana kamu ethan
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
takut ashlyn kabuuuur nanti kalo tau suntikkan nya bukan suntikan vitamin... jangan kabur yaaa ashlyn.... ethan sama mom aresha mending jujur aja gak sih iiih.. kasih penjelasan kw ashlyn pelan² juga gp² asal jangan di tutupin gt, walaupun demi kebaikan ashlyn... duuuh gemas jadi nya kan😅
Sastri Dalila
🤭😅
Shee_👚
nah kan, apa ashlyn gak kecewa kalau dia tau di suntik menunda kehamilan
harusnya kamu kasih pemahaman dulu jangan maen ambil keputusan tanpa ashlyn tau
Rita
heh kevooo😂
Maminya Thania
pingin ashlyn normal,terlalu lama bloonnya..
Yanti Tami
knp yah ashlyn tdk boleh hamil dlu?
ollyooliver
bisa jadi masalah nih nantinya, soalnya ashlyn kepengen sekali ada anak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!