Indonesia
NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:636.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Anak yang Kehilangan Ibunya

Hari itu, Cynara sengaja meluangkan waktu untuk Naren.

Beberapa hari terakhir pekerjaannya cukup padat. Apalagi setelah kerja sama dengan JM Corporation mulai memasuki tahap pembahasan lebih serius.

Karena itu, ia berjanji kepada putranya untuk menghabiskan waktu bersama.

“Mau pergi ke mana hari ini?”

Naren yang sedang memakai sepatu langsung menoleh. “Main!”

Cynara tertawa. “Iya. Tapi mau main di mana?”

Naren berpikir cukup lama. “Mall!”

“Kenapa mall?”

“Banyak permainan!”

Cynara mengusap rambut putranya. “Baiklah.”

Satu jam kemudian, mereka sudah berada di pusat perbelanjaan.

Begitu melihat area permainan anak-anak, mata Naren langsung berbinar. “Mama!”

Cynara menggenggam tangannya. “Pelan-pelan.”

“Naren mau itu!” Jari kecilnya menunjuk sebuah area trampolin.

Cynara mengangguk. “Baik. Tapi dengarkan kata Mama ya.”

“Iya!”

Naren segera masuk ke area permainan.

Ia melompat-lompat dengan gembira. “Hup!”

Tubuh kecilnya memantul. “Hup!”

Ia tertawa.

Tanpa disadarinya, beberapa meter dari sana ada seorang anak laki-laki yang juga sedang bermain. Keanu. Ia mendatangi arena ini bersama seorang pengasuh.

Awalnya kedua anak itu bermain sendiri-sendiri.

Sampai Naren melompat terlalu dekat. “Eh!” Sepertinya bocah ini mengingat teman sebayanya di taman kemarin.

Keanu menoleh.

Naren tersenyum. “Hai.”

Keanu hanya menatap. “Kamu siapa?”

“Aku Nalen.”

Keanu terdiam. “Nalen?”

“Iya.”

“Umur berapa?”

Naren mengangkat empat jari. “Empat.”

Keanu juga mengangkat empat jarinya. “Aku juga.”

Mata Naren membesar. “Belalti kita cama!”

Keanu mengangguk. Sejak saat itu, keduanya bermain bersama. Mereka berlomba melompat. Berlomba siapa yang bisa berdiri paling lama di atas trampolin. Kemudian berlari menuju perosotan.

Ketika Naren jatuh terduduk, Keanu ikut berhenti. “Kamu sakit?”

Naren menggeleng. “Tidak.”

“Kalau sakit bilang.”

Naren tersenyum. “Kamu baik.”

Keanu hanya mendengus. “Ayo main lagi.”

Tanpa terasa, mereka terus bersama.

Cynara yang memperhatikan dari luar hanya bisa tersenyum. Anak-anak memang begitu. Tidak perlu tahu latar belakang. Tidak perlu tahu siapa orang tua mereka. Mereka hanya membutuhkan teman untuk bermain.

Setelah puas bermain, Naren dan Keanu keluar hampir bersamaan.

Naren langsung menghampiri Cynara. “Mama!”

Cynara berjongkok. “Sudah capek?”

“Tidak!” Kemudian Naren menunjuk Keanu. “Ini teman Nalen.”

Cynara tersenyum. “Halo.”

Pengasuh Keanu tersenyum sopan. “Halo, Bu.”

Cynara memperhatikan Keanu. Anak itu tidak banyak bicara. Namun, ia terus mengikuti Naren. Ketika Naren berjalan ke toko mainan, Keanu ikut. Ketika Naren duduk makan es krim, Keanu ikut duduk. Bahkan ketika Naren menunjukkan mainan kesukaannya, Keanu memperhatikan dengan serius.

Cynara akhirnya penasaran. “Adik ini namanya siapa?”

“Keanu, Bu.”

“Keanu?”

“Iya.”

Cynara mengangguk. Nama itu terasa familiar. Kemudian pandangannya beralih kepada pengasuh tersebut.

“Keanu tinggal bersama siapa?”

“Dengan Bapaknya.”

“Bapaknya?”

“Iya, Bu. Pak Alvin.”

Cynara langsung terdiam. Alvin. Jadi anak ini adalah putra pria yang kemarin ditemuinya di taman.

Cynara kembali melihat Keanu. Entah mengapa, wajah anak itu membuat hatinya terasa lembut.

Ia kemudian bertanya dengan hati-hati. “Kalau boleh saya tahu…”

Pengasuh itu menatapnya.

“Ibunya Keanu di mana?”

Senyum di wajah pengasuh itu perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala.

“Ibu Keanu sudah meninggal, Bu.”

Cynara membeku. “Meninggal?”

Pengasuh itu mengangguk. “Saat melahirkan Keanu.”

Cynara menutup mulutnya. “Karena apa?”

“Pendarahan hebat.” Suara pengasuh itu terdengar lirih.

“Pak Alvin sudah berusaha semaksimal mungkin. Semua dilakukan agar Ibu Kania bisa diselamatkan.”

Cynara menahan napas.

Namun, pengasuh itu melanjutkan, “Sayangnya, Bu Kania tidak berhasil diselamatkan.”

Dunia Cynara seolah berhenti. Kania. Nama itu. Nama perempuan yang lima tahun lalu menghampirinya di pinggir jalan.

Perempuan yang tidak mengenalnya, tetapi dengan rela membantunya ketika dirinya baru saja kehilangan pernikahan.

Perempuan yang bahkan menggenggam tangannya ketika membawanya menuju rumah sakit.

Air mata Cynara jatuh begitu saja. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un…”

Tangannya masih menutup mulut. Ia menatap Keanu. Anak kecil yang sedang tertawa bersama Naren. Anak yang tidak pernah mengenal sosok ibunya.

Cynara menelan tangis. “Kasihan sekali kamu, Nak…”

Keanu menoleh. “Kenapa Tante sedih?”

Cynara segera mengusap air matanya. “Tidak apa-apa.”

Ia berjongkok di hadapan Keanu. Kemudian mengusap rambutnya dengan lembut.

“Kamu anak yang hebat.”

Keanu tersenyum polos. “Nalen juga bilang aku baik.”

Cynara tersenyum di tengah air matanya. “Iya. Sebenarnya namanya Naren," ucap Cynara menjelaskan.

"Oooh ... Naren? Keanu kira, namanya memang Nalen."

Lafal Keanu, sudah sangat jelas layaknya anak-anak yang jauh lebih dewasa dibanding umurnya. Hal tersebut selain karena didikan Alvin yang cukup keras, Keanu juga sudah masuk sekolah semenjak usianya dua tahun.

Ia menatap Keanu lebih lama. Dalam hati, ia teringat kembali pada perempuan yang pernah menyelamatkannya lima tahun lalu.

'Mbak Kania mungkin sudah tidak ada. Namun, aku berjanji akan memperlakukan anakmu dengan sebaik mungkin. Semoga dirimu husnul khotimah, Mbak ...' Mata Cynara masih berkaca-kaca menahan tangisan.

*bersambung*

1
Aidil Kenzie Zie
udah di vote y kakak cantik 🥰🥰🥰 nggak ngeh notifnya dari maren 🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie: Ok tor cus kita kesana 🥰🥰🥰
total 2 replies
Dewa Nara
makanya jujur, anugrah 😄
Zaichik Rania
si anugrah ini begi atau gimana yah bukannya deketin anak pelan ² ini mlh mau di paksa pake jalur hukum lg liat dulu siapa lawanmu
Dewa Nara
masih nyimak Thor
SoVay: semoga betah kak, udah tamat loh 🙏
total 1 replies
arielskys
akhirnya tamat juga 😭😭
senja
cynara sifat mu tidak cocok untuk diriku, klu aku senggol dikit langsung bacok😏
Cindy Aulia
apa ini keponakan gadiza?
Safira Aurora
alvin jangan gitu, tak semua kisah itu akan berakhir sama
Amrul Syam
bagus, dan mamdiri
Yo Iku
coba kl si anu udah punya anak sm gadiza,apa bakal di rebut tu bocah, mungkin di akui pun tidak
SoVay: wehehehe, nanti ada aja karma yang akan datang kak. terima kasih udah kasih aku tips koin ya kak. kakak orang pertama yg kasih aku koin ❤️😭
total 1 replies
Anwa
Plis ngakak tor, lucu banget sih nateh
Aina Senja
mampir thor
SoVay: semoga suka dan betah kak
total 1 replies
Yulvita Darnel
cerita yang sangat menyentuh, alurnya ringan dan mudah dipahami. selalu Thor terus berkarya jangan pernah patah semangat.💪💪💪💪
echa purin
👍👍
Indra Wahyu Rianti
berharap ada boncap ternyata beneran selesai. krn ceritanya sebagus itu
SoVay: terima kasih kakakku ❤️❤️ soalnya udah ngga tau mau ditulis apa lagi kak 🙈
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
emang dulu kania hamil keanu, alvin gak gitu bi?
Yulvita Darnel
tempat kami di Jambi juga kabut asap .
Indra Wahyu Rianti
ngenes sekaligus bahagia ngeliatnya. mnrtku seharusnya cynara gak harus sp jatuhin anugrah krn cynara sdh mendapat balasan dg kehidupan yg lbh baik sdh mendapatkan alvin suami yg balik mertua yg baik. gadiza jg gak salah. kl begini kasian jg dg kehidupan gadiza. setidaknya bapaknya naren hidupnya baik gak susah.
anugrah jatuh bukan krn jatuh sendiri tp ada upaya menjatuhkan.
hidup berdampingan aja.yg penting gak saling menggangu
Indra Wahyu Rianti
gokil keluarga anugrah. mereka yg secara tidak langsung merusak hidup anugrah, pas diminta bantuan begitu jawabannya 🤦‍♀️
Indra Wahyu Rianti
author sumatera dmn? saya di padang. jg terdampak. smg daerah author segera pulih.
SoVay: aaamiiin...salam urang awak bunda ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!