Indonesia
NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *9

"Eh, maaf deh. Salah pikir aku barusan. Yang ada hubungan itu bukan kamu ya? Melainkan, kakak kamu yang sudah tiada. Karena aku masih percaya, kalau suami aku itu tidak akan salah milih orang untuk dia ajak berpacaran."

Ucapan itu membuat si perempuan yang bernama Diani ini langsung memasang wajah kesal. "Kamu .... "

Baru juga ia mau ngomong untuk memarahi Lia, tapi hal itu langsung tertahan saat ia melihat kedatangan mobil Zihan yang baru saja memasuki halaman rumah itu. Diani pun langsung memasang ekspresi sedih. Bahkan, ia langsung menangis sesenggukan seketika itu juga.

Selanjutnya, ia langsung berlari mendekat ke arah mobil Zihan. Tanpa menunggu Zihan turun dari mobilnya, Diani langsung meminta si sopir untuk membuka pintu mobil untuk ia masuk ke dalam agar bisa bertemu dengan Zihan secepatnya. Dan tentunya, agar bisa berduaan dengan Zihan saja tanpa gangguan dari Lia dan Mbok Yah.

"Kak Zihan .... " Diani berucap sambil terus menangis.

Zihan yang melihat hal itu tentu merasa panik dan bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Dia pun mengizinkan Mang Toha untuk membuka kunci pintu mobil agar Diani bisa masuk ke dalam.

"Kak Zihan. Akhirnya, aku bisa bertemu dengan Kak Zihan secara langsung," ucap Diani sambil menangis di bahu Zihan.

Setelah masuk ke dalam mobil, Diani malah langsung memeluk bahu Zihan dengan erat tanpa ada basa-basi terlebih dahulu. Zihan yang bingung, terpaksa membiarkan saja Diani melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Setelah beberapa saat memberikan waktu untuk Diani tenang, Zihan baru angkat bicara. "Diani, ada apa? Kenapa kamu malah menangis seperti ini? Apa yang sudah terjadi?"

"Kak Zihan, aku yang salah. Aku datang ke rumah Kakak karena aku merasa rindu dengan kakakku. Aku ingin ngobrol dengan Kak Zihan. Tapi siapa sangka, Kak Zihan sudah punya istri di rumah ternyata. Dan, istri Kak Zihan memarahi aku karena aku datang ke rumah Kakak."

"Kak Zihan kapan nikahnya sih? Kenapa tidak bilang padaku kalau Kakak sudah nikah? Kalau aku tahu Kakak sudah punya istri, maka aku tidak akan datang ke sini. Dan, masalah hari ini tidak akan pernah terjadi."

"Kak, kakakku memang sudah pergi sejak tiga tahun yang lalu. Tapi aku baru pergi kurang lebih selama setengah tahun. Kak Zihan bilang tidak akan nikah sama perempuan yang tidak mirip dengan kakakku. Tapi sekarang ... setelah aku pulang dari luar negeri, Kakak malah sudah menikah saja. Apa semua ini, Kak? Apa?"

"Diani, maafkan aku. Semua yang terjadi dengan kehidupan aku saat ini di luar dugaanku. Aku menikah dengan Lia karena Papaku yang meminta. Karena itu, aku mengingkari ucapanku sebelumnya."

"Untuk perempuan yang mirip Diana ... aku rasa sekarang aku sadar, Diani. Kalau tidak akan ada yang akan mirip Diana. Karena yang aku cintai bukan wajahnya, melainkan orangnya. Karena orang, tidak akan pernah ada dua di dunia ini. Meskipun orang itu kembar sekalipun, tapi tetap saja, mereka adalah dua orang yang berbeda meskipun punya wajah yang sama."

"Apa!? Kak Zihan ngomong apa barusan?" Diani langsung melepaskan pelukannya dari Zihan. "Enak banget Kak Zihan ngomong kata-kata itu ya. Kak Zihan lupa? Kak Diana itu meninggal karena Kak Zihan. Lupa itu semua, hah?"

"Aku tidak akan pernah lupa dengan kejadian itu, Diani. Hanya saja ... jika harus disalahkan, itu bukanlah aku. Melainkan, takdir yang sudah menuliskan semua yang buruk terjadi atas hidupku juga Diana. Karena itu .... "

"Cukup! Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan omong kosong dari Kak Zihan lagi. Aku ingin Kak Zihan sadar akan satu hal. Selama ini, aku sudah berbaik hati untuk memaafkan Kak Zihan. Karena aku suka sama Kak Zihan. Tapi sekarang, Kak Zihan malah mengatakan kata-kata naif yang sama sekali tidak ingin aku dengar."

"Apa yang kamu ucapkan barusan, Diani? Kamu bilang apa? Kamu suka padaku?"

Diani pun pura-pura malu. Ucapan yang sengaja ia katakan itu, mana mungkin membuatnya merasa malu. Tapi, karena ingin membuat kesan yang seolah-olah dia tidak sengaja mengucapkan kata-kata cinta tersebut, maka Diani langsung menoleh ke arah lain.

"Itu ... aku ... iya. Aku suka Kak Zihan sejak lama. Tepatnya, sejak Kak Diana pergi meninggalkan Kak Zihan."

"Tidak. Itu tidak benar, Diani. Kamu tidak boleh suka sama aku. Apalagi sekarang aku .... "

"Apa! Aku tidak boleh suka sama Kak Zihan karena sekarang Kak Zihan sudah punya istri? Iya begitu? Tapi Kak, hati ini tidak bisa aku paksakan untuk tidak suka sama Kakak. Lagian, tadi Kakak sudah bilang kalau pernikahan Kak Zihan dengan istri Kak Zihan itu karena orang tua. Karena itu, aku merasa kalau aku masih punya kesempatan, Kak."

"Dan, istri Kak Zihan itu tidak sebaik yang Kak Zihan bayangkan. Dia perempuan kasar yang tega memperlakukan aku dengan buruk. Ketika ia tahu aku adalah kenalan lama Kak Zihan, dia malah langsung memarahi aku. Meminta aku agar tidak pernah datang ke rumah Kakak lagi. Padahal, yang kenal Kak Zihan duluan itu kan aku, bukan dia."

Mendengar ucapan itu, Zihan langsung memasang wajah serius. "Benarkah apa yang kamu katakan barusan ini, Diani? Lia memperlakukan kamu seperti itu?"

"Tentu saja aku benar, Kak Zihan. Mana pernah aku berbohong sama Kakak."

Diani pun langsung tertawa dalam hati. 'Rasakan kamu perempuan. Setelah aku tahu kalau kalian menikah hanya karena dijodohkan, maka aku jadi yakin kalau hubungan pernikahan kalian tidak akan bertahan lama. Aku hanya perlu meyakinkan Kak Zihan kalau kamu bukan perempuan baik-baik. Setelah itu, Kak Zihan pasti akan membuang kamu jauh-jauh. Dan, Kak Zihan akan jadi milik aku seorang.'

Sementara itu, Zihan terlihat memikirkan sesuatu sekarang. Dan beberapa saat kemudian, dia langsung mengambil keputusan dengan suara tenang. "Aku akan selidiki nanti, Diani. Sekarang, sebaiknya kamu pergi dulu dari sini ya. Lain waktu, kita akan bicara lagi."

'Lain waktu? Hm ... sudah aku bilang, bukan? Kak Zihan akan termakan omongan aku. Yuhu ... sepertinya sekarang aku memang harus mundur terlebih dahulu,' kata Diani dalam hati.

Dia pun mengikuti apa yang Zihan katakan. Sebelum pergi, dia sempat berucap beberapa kata. "Kak Zihan janji akan ada pertemuan lain kali dengan aku. Jangan bohongi aku karena aku adalah adik kandungnya Kak Diana. Kak Diana pasti tidak akan senang di atas sana jika melihat adiknya dibohongi oleh orang yang sangat ia sayangi."

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!