Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Dengan Batu Roh

Balas Dendam Dengan Batu Roh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mata Batin / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Beby_Rexy

Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Puas

Berdiri tak jauh dari mereka berdua, Jason hanya bisa menggigil ketakutan. Ia tak pernah menyangka situasinya akan seburuk ini.

Tentu saja, ketakutannya bukan karena Kayden akan menghancurkan bisnis Damian dan kehilangan pekerjaannya, melainkan karena Damian akan melakukan semua itu padanya. Kemungkinannnya sudah sangat besar, Damian akan membunuhnya!

"Sialan, aku bodoh sekali berpikir pria ini akan memberiku keuntungan besar. Pria ini tidak membawa keuntungan, tapi yang ada adalah bencana! Aku baru saja menggali kuburku sendiri!" kata Jason dalam hati sambil meneteskan keringat dingin ke lantai. Dia juga hampir mengotori celananya, karena nyaris terkencing di celana, tapi sekuat tenang menahannya.

Saat Jason sedang sibuk memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini, hal tak terduga terjadi, Damian si manusia yang tak punya hati itu kini mulai memohon pada Kayden.

"Tuan Muda, tolong jangan lakukan ini. Saya berjanji akan membayar Anda, tapi beri saya waktu dua bulan," kata Damian dengan nada memohon.

Mendengar ucapan itu, Kayden hanya menunjukkan ekspresi jijik saat dia membalas, "Siapa kamu berani bernegosiasi denganku?! Aku hanya ingin uangku! Kalau kamu tidak bisa memberikannya, tempat ini akan menjadi milikku!”

Mendengar itu, Damian langsung berlutut di lantai, berkata dengan mata berkaca-kaca, "Tolong jangan lakukan ini, Tuan Muda. Saya sudah menjalankan bisnis ini selama bertahun-tahun. Saya tidak ingin kehilangan semua ini! Tolong, beri saya waktu untuk membayarnya, Tuan Muda!"

Jason tercengang bukan main. Kini ia memandang Damian tak lebih dari manusia yang lemah.

"Apa aku terlihat peduli dengan keadaanmu?! Aku cuma peduli pada uang! Kalau aku mau uangku sekarang, kamu harus beri padaku!" balas Kayden dengan nada acuh tak acuh dan suara yang sengaja dibuat keras.

Percakapan keduanya langsung menarik perhatian semua orang. Beberapa terlihat berwajah gembira, salah satunya adalah pria yang baru saja dipukuli habis-habisan, karena si brengsek Damian akhirnya menghadapi kejatuhannya. Beberapa memilih untuk melarikan diri, karena khawatir situasi ini akan memanas dan mereka tidak ingin terlibat. Ada juga yang tetap diam dengan wajah ketakutan, merasakan hal yang sama seperti Damian. Mereka adalah orang-orang yang menggantungkan hidup pada Kasino Middlesbrough, jadi ketika Kasino itu hancur, hidup mereka juga akan hancur.

Akan tetapi, meskipun nyawa mereka dipertaruhkan di sini, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain berharap Damian dapat menyelesaikan masalah ini untuk mereka.

Menyadari bahwa Kayden adalah seseorang yang berpengaruh besar, tetapi pemarah, ikut campur hanya akan memperburuk situasi. Karena itu, mereka hanya bisa menonton dari jauh, berharap masalah ini bisa diselesaikan.

Namun, harapan mereka langsung pupus ketika datang beberapa orang berpenampilan mengerikan. Masing-masing dari mereka memancarkan niat membunuh yang dahsyat, membuat orang-orang tak berani menatap mata mereka.

Mereka adalah Benediktus dan antek-anteknya.

Benediktus kemudian menghampiri Kayden, berkata dengan nada hormat, "Saya sudah tiba, Tuan Muda. Beri saya perintah, dan saya akan melaksanakannya tanpa ragu!"

Melihat Benediktus dan antek-anteknya, Damian hanya bisa terdiam dengan ekspresi ketakutan. Ia tahu ia tak sanggup menghadapi orang-orang ini. Antek-anteknya bagaikan segerombolan pasukan di hadapan mereka. Ia tak punya harapan untuk menang.

Hal ini membuat Damian bertanya-tanya dalam hatinya. Mengapa Keluarga Malvin mengincarnya?! Apakah dia pernah menyinggung mereka sebelumnya?!

Namun, sekeras apa pun ia berpikir, ia yakin betul bahwa ia tidak pernah menyinggung Keluarga Malvin. Ia selalu berhati-hati dalam setiap tindakannya, memastikan tidak menyinggung keluarga besar mana pun.

Lalu, mengapa mereka melakukan ini padanya?!

Seakan membaca pikiran Damian, Kayden berkata, "Apa kamu bertanya-tanya kenapa aku melakukan ini padamu?! Bodoh, aku tidak butuh alasan untuk menghancurkan apa pun! Tapi karena kamu telah membuatku marah, aku akan menghancurkan semua milikmu!"

Tanpa menunggu Damian menjawab, Kayden mengalihkan pandangannya ke Benedict, lalu melanjutkan, "Hancurkan semua yang ada di tempat ini! Pastikan tidak ada yang tersisa!"

Benedict mengangguk mengerti, memberi isyarat kepada anak buahnya untuk melakukan apa yang diminta Kayden.

Melihat mereka mulai bergerak, Damian memohon lagi, tetapi akhirnya dipukuli oleh anak buah Benedict. Mereka sama sekali tidak peduli dengan tangisannya, meninggalkannya tergeletak tak berdaya di lantai dengan wajah penuh memar.

Hal ini membuat Kayden tersenyum puas dalam hatinya. Akhirnya, ia telah membalas dendam yang telah lama mengganggunya. Rasa sakit dan amarahnya akhirnya terbalaskan!

Perasaan ini benar-benar membebaskan Kayden. Ia merasa seperti burung yang akhirnya mengepakkan sayapnya setelah sekian lama.

Namun, sejujurnya, hal ini juga membuat Kayden sedikit takut. Ia harus mengakui bahwa ia telah bertindak terlalu jauh. Ia telah membawa pengaruh Keluarga Malvin terlalu jauh.

Jika Keluarga Malvin tahu perbuatannya, ia akan dibunuh oleh mereka. Meskipun dengan kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya saat ini, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia seperti tikus kecil yang terperangkap di ruangan sempit, hanya bisa meringkuk ketakutan di pojok ruangan jika harus berhadapan dengan keluarga Malvin.

Oleh karena itu, ia harus meyakinkan Benedict untuk tidak menyebarkan berita tentang insiden ini. Keluarga Malvin tidak boleh tahu tentang ini!

Saat Kayden termenung, Benedict dan antek-anteknya telah selesai menghancurkan Kasino Middlesbrough. Mereka tak meninggalkan apa pun, menghajar siapa pun yang mencoba menghentikan mereka, mengubah tempat itu menjadi lautan api.

Pada saat yang sama, sistem memberi Kayden beberapa pesan.

[Kamu dapat nilai A+! Kamu berhasil membalas dendam dengan sangat baik! Raja neraka memujimu. Kamu licik, gila, dan sangat berani, pantas menjadi panglima perang neraka, memimpin para iblis menuju kemenangan!]

[Hadiah sedang dihitung. Mohon tunggu...]

[Hadiah yang diberikan: Anda mendapatkan 800 juta dolar dan 30 poin.]

Gila!

['Raja neraka memberimu hadiah tambahan: kemampuanmu untuk melihat masa depan meningkat. Sekarang kamu bisa melihat semua yang terjadi dalam tiga menit ke depan!]

Setelah menerima semua pesan itu, kekhawatiran Kayden sirna dan digantikan oleh senyum puas. Ia kini memiliki lebih dari satu miliar dolar di rekeningnya. Dengan ini, ia bisa dibilang salah satu orang terkaya di Kota Corholt.

Kemampuannya untuk melihat ke depan juga telah ditingkatkan. Setidaknya dengan kemampuan ini, ia dapat menghindari kemungkinan terbunuh. Para pembunuh bayaran tidak akan dapat membunuhnya, karena ia akan melarikan diri sebelum itu terjadi.

Tak hanya itu, ia kini memiliki lebih dari tiga puluh poin! Ia bisa mendapatkan tiga hadiah lagi, yang membuatnya tak perlu khawatir lagi. Dengan dua hadiah luar biasa yang telah diberikan sistem sebelumnya, ia yakin hadiah-hadiah lainnya akan sama luar biasanya, memberinya kekuatan yang cukup untuk menghadapi Keluarga Malvin.

Yang ia perlukan sekarang hanyalah waktu, dan ia yakin waktu itu tidak akan lama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!