Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Kejadian di Gala Dinner malam itu menyebar luas ke seluruh penjuru elit dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Clara Jasmine kini menjadi sinonim dari wanita yang tidak boleh disentuh. Namun, di balik segala kemewahan dan fasilitas tanpa batas itu, Clara tidak ingin hanya menjadi boneka porselen.

Pagi itu, di ruang kerja pribadinya, Clara menatap sketsa gaun di atas layar tablet. Selama lima tahun, merancang busana adalah cara satu-satunya ia bertahan hidup.

Mengetahui keinginan istrinya, Alexio tidak melarang, pria itu justru merespons dengan cara khas Van Der Berg yang berlebihan.

"Kau bebas menggunakan seluruh sumber daya perusahaan," ucap Alexio santai.

"Jadilah Head of Creative Director untuk lini Haute Couture terbaru di bawah Van Der Berg Fashion House."

Berita tentang peluncuran proyek debut global bertajuk "The Phoenix Collection" yang akan digelar bulan depan di Jakarta Fashion Week langsung mengguncang industri kreatif internasional. Dan tentu saja, hal ini memicu keputusasaan musuh lama mereka.

******

******

Di belahan bumi lain, tepatnya di sebuah mansion bergaya klasik di Jenewa, Swiss, hawa dingin musim gugur terasa semakin membekukan bagi keluarga Smith.

Tuan Smith melempar koran bisnis berbahasa Inggris ke atas meja marmer dengan tangan gemetar kalap.

"Anak pungut itu... dia benar-benar menginjak kepala kita dari seberang benua!" maki Tuan Smith murka. Sejak Alexio memboikot jaringan bisnis mereka, perusahaan keluarga Smith di Swiss nyaris lumpuh total.

Sofia, yang duduk di sofa dengan wajah pucat, menggigit kuku-kukunya panik.

"Kita tidak bisa membiarkan dia sukses, Pa! Para kompetitor Alexio di sini sudah berjanji akan menyuntikkan dana ke perusahaan kita asalkan kita bisa mencuri data desain Clara dan menyabotase debutnya di Jakarta!"

Tuan Smith mendengus sinis. "Aku sudah menyewa kelompok peretas terbaik di dark web. Saat ini juga, mereka sedang menyusup ke server utama Van Der Berg untuk mencuri seluruh sketsa The Phoenix Collection."

Tanpa keluarga Smith sadari, meretas sistem Van Der Berg adalah kesalahan paling fatal yang pernah mereka buat. Karena server tersebut tidak dijaga oleh teknisi IT biasa.

Di Jakarta, di dalam laboratorium pribadi yang dipenuhi layar monitor raksasa, sebuah alarm merah berkedip tanpa suara di salah satu layar.

*****

*****

Kembali ke Jakarta, Ken menghentikan kunyahannya pada biskuit gandum. Jari-jari kecilnya dengan kecepatan kilat mengetik di atas keyboard.

"Menarik," gumam Ken santai, membetulkan letak kacamatanya. "Key, firewall lapis keempat kita baru saja disentuh. Ada yang mencoba menembus database sketsa milik Mama."

Key, yang sedang merakit drone mini, langsung melompat dari kursinya. Mata abu-abunya berbinar penuh antusiasme yang berbahaya.

"Siapa yang cukup bodoh menantang sistem keamanan kita, Kak Ken? Lacak IP-nya. Jangan biarkan mereka mengambil satu piksel pun dari kerja keras Mama!"

"Ping server-nya memantul dari VPN di Singapura, dialihkan ke Frankfurt, lalu ke router di Amsterdam... Cih, amatir," Ken menyimpulkan dengan tenang.

"Titik kumpulnya ada di sebuah mansion di pinggiran Jenewa, Swiss."

Key tertawa renyah, tawa manis khas anak kecil yang sangat kontras dengan kalimatnya.

"Kandang Tante Sofia rupanya. Mau langsung diblokir?"

"Kalau hanya diblokir, itu tidak edukatif," Ken menyeringai tipis, meniru persis senyuman mematikan Alexio.

"Kita arahkan mereka ke dummy server. Biarkan mereka mengunduh file sketsa palsu yang sudah kususupi ransomware buatanmu."

"Tepat sekali, Kakakku yang jenius!" seru Key bertepuk tangan riang.

"Begitu keluarga Smith membuka file desain itu di komputer mereka di Swiss, virusnya akan menyebar. Seluruh data rekening, aset rahasia, hingga sistem pemanas ruangan di mansion mereka akan terkunci mati."

Ken mengangguk puas. "Layar mereka hanya akan menampilkan pesan bahwa mereka harus mentransfer dana sebesar sepuluh juta Euro ke rekening panti asuhan di Jakarta atas nama 'Clara Jasmine' jika ingin sistem mereka dibuka kembali. Eksekusi sekarang."

Hanya dengan sekali tekan pada tombol Enter, Ken membiarkan para peretas sewaan itu masuk ke dalam perangkap.

Dalam hitungan menit, di seberang benua sana, jeritan histeris Sofia dan umpatan kasar Tuan Smith menggema di seluruh penjuru mansion mereka yang mendadak gelap gulita dan membeku di tengah suhu Jenewa yang menusuk tulang.

Sementara itu di Jakarta, Ken dan Key hanya melakukan high-five di udara sambil kembali memakan biskuit organik mereka.

"Misi perlindungan koleksi Mama sukses," ucap Ken santai.

"Sekarang, mari kita bantu Mama memilih kombinasi warna untuk gaun pamungkasnya!" balas Key riang, berlari keluar laboratorium seolah mereka tidak baru saja melumpuhkan dan memeras sebuah keluarga konglomerat di Eropa demi amal.

Bersambung...

1
Bu Kus
ada ada saja rintangannya tetap semangat Clara pasti ada jalan
Bu Kus
seruu banget bikin tegang aja apa lg si kembar sungguh memukau
beybi T.Halim
ken dan key anak 4 tahun sejenius apapun balita tetap balita masa gadak wkt tidur dan mengantuk???yang bener dong.??🙈
Munas Tuti
masih adaa ajhaa musuh yg penasaran ? huuuh
Dewi Yani
sangat menginspirasi tentang keuletan dan kekuatan dari sebuah keluarga yang saling mendukung 👍👍♥️♥️♥️♥️
Sweet Girl
Masak iyaaa si penguasa bawah tanah kalah sama anak ingusan....
sampai 5 tahun Ndak ketemu.
Sun Rise
ayooooooo ken tumbangkan musuh yg akan merenggut kebahagiaan keluarga kalian💪💪💪💪💪😍
Khosimahter Maimunah
aku sampai nangis nih
neny
wooww,,keren banget sih kalian,, smg tdk terkalahkan,,
Munas Tuti
hayooo sapa lg yg mau maju nyoba kekuatan klg Van Der Berg 💪💪
riniandara: /CoolGuy//Grin//Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
wa'alaikumsalamm mbak Rini, lanjuuut mbak ...aku suka ceritanya, anaks jenius yg kerenn 👍👍
Sweet Girl
Kamu harus punya keberanian keluar dr rumah Smith.
Sweet Girl
Khan Jasnya udah dipakai sama Clara, Tor...
Del Vina
mereka islam ya thor
riniandara: iya kak
total 1 replies
Bunda
nyimak 🙏
Sri Mulyani Yani
lanjut thorrr
riniandara
Assalamualaikum semua, terima kasih banyak atas semua dukungan semuanya. jangan lupa like, comen dan kasih ulasannya juga ya jika kalian suka./Applaud//Heart//Pooh-pooh/
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏 ... Iya, Ade, Mkch juga, Doa ny, GBU too ❤️🤗😘
total 3 replies
Ariany Sudjana
kamu salah cari lawan Baron, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 😂😂
riniandara: /CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Muji Lestari
sampe menangis Thor saya ikut terharu karena Clara melahirkan baby kembar😄
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alexio Dan Clara .... welcome to the world twins
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!