Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 AROMA WANGI!!
Di dalam kamar mandi Elina berjalan berlahan, di depannya ada sebuah cermin besar dan ada sebuah wastafel, Elina meletakkan tas kecil di atas meja dekat wastafel, ia memandangi dirinya sendiri di cermin kaca dengan wajah murung. Elina pun menyalahkan air kera di wastafel mencuci kedua telapak tangan. ia mengambil tisu Samping wastafel membersihkan telapak tangan yang basah.
Bung
Elina kaget mendengar suara pintu langsung ia menoleh dan_____Brayen ternyata keluar dari kamar toilet sambil merapikan celana saat dirinya sudah beres buang air kecil. Sontak Elina terkejut dan______
"aaa arrrggghhh".. Elina teriak kaget melihat celananya brayen
Brayen pun kaget saat dirinya fokus benerin celana nya yang melorot. Langsung brayen menutup mulut Elina dengan telapak tangan kanan
" Kenapa kamu teriak... siiitt". Ucap Brayen kaget.
Elina pun ikut kaget, namun seketika ekpresi wajah Elina berubah heran
Brayen pun melepaskan
"Kamu kan yang ada di Cafe itu.. ngapain ada di sini? ". Tanya Elina
Brayen pun bingung harus menjawab apa, masa iya jujur, namun Brayen juga heran kenapa perempuan jutek ini ada di rumahnya.
" Saya kerja di sini. terus kenapa nona ada di rumah ini? ".
" Bukan urusan kamu!! ".. jawab Elina judes berbalik, saat hendak melangkah
" Arrrggghhh! ". Seketika kehilangan keseimbangan dan____
Bruk...
Sigap Brayen menolong tapi jatuh kebawah lantai, hingga Elina berada di atas tubuh Brayen. kini mereka berdua saling memandang terdiam melihat bola mata mereka saling menatap. Sebuah dekat jantung tiba-tiba saja berdebar kencang di rasakan Elina saat tangannya berada tempat di dada Brayen. Tampaknya Brayen mengalami detik jantung dengan cepat, membuat Elina heran.
"Iihhh apa-apa sih. kurang ajar". Elina langsung ekpresi berubah dengan kesel
Plak....
langsung Elina tampar tempat di wajah pipi Brayen
" Aduhh..., kenapa saya di tampar ?? ". seketika Brayen terkejut tiba-tiba saja dirinya di tampar, hingga tangan kanan menyentuh wajah pipinya yang sakit.
Elina bangun berlahan bangkit
" Karena kamu mesum ". Ucap Elina
Brayen pun bangkit berdiri berhadapan.
" Jadi perempuan jangan galak-galak nona. nanti enggak ada yang mau dengan nona kalau galak ".
" Hey... apa maksud kamu. jaga iya... mulut kamu, iihh". Elina pun kesel hingga dorong badannya Brayen saat hendak melangkah
Brayen menangkap pergelangan tangan Elina tarik tubuhnya hingga Elina_____
"Arrraaagghh! ". Kaget Elina yang tiba-tiba saja ditarik begitu saja, hingga mereka saling menatap
Tangan kanan Brayen menyentuh tempat di pinggang Elina sambil menatap.
" Iiiihh... apa-apa sih... mau apa kamu?? aku teriak nih". Ucap Elina mengancam dengan tatapan tajam
"Coba! ayo teriak".. Minta Brayen menantang
" TOLONG... ADA PRIA MESUM!! TOLONG SAYA.. BII..... LEPASIN ENGGAK... JANGAN KURANG AJAR SAMA SAYA ". Minta Elina tegas
Namun Brayen hanya tersenyum dirinya tidak merasa terancam ataupun takut. Brayen mendorong tubuh Elina menempel di dinding tembok. hingga Elina terjebak di lingkaran Brayen.
" Jangan macam-macam sama saya. ini pelecehan ". Ucap Elina
" Heh.... oh iya". Brayen pun tersenyum lebar lalu membalikkan tubuh Elina dengan erat.
kini Wajah Elina menempel di dinding tembok tubuh punggung nya menempel dengan tubuh Brayen wajah brayen barada di samping telinga. kedua tangan Elina di atas kepala di pegang oleh Brayen dengan kuat. hingga Elina tidak bisa apa-apa. Brayen berlahan menghirup aroma wangi leher Elina. sampai Elina penjamkan mata ketakutan.
"Tolong lepaskan aku". Minta Elina gemeteran.
Namun Brayen tampaknya tidak ia dengar, terus menghirup aroma berlahan mencium pipi Elina dengan lembut.
" Kamu.... wangggiiii... sangat mengoda... ". Ucap Brayen merayu berbisik di telinga Elina.
Elina merasakan tubuh brayen tiba-tiba menjadi panas seperti orang yang nafsu. Elina gemeteran takut, entah apa yang telah terjadi pada pria ini.
" Tolong lepaskan saya! ". Minta Elina memohon
Namun Brayen tidak mengumpulkan permintaannya, ia terus menghirup aroma rambut Elina yang lembut dan halus beraroma wangi segar____
Bruk.
" Nona!! " Tiba-tiba saja seorang pelayanan perempuan rumah datang dengan ekpresi panik. "Tuan muda. Maaf! ". Ucapnya langsung menundukkan kepala
Brayen pun melepaskan Elina saat seorang pelayanan datang. Elina pun seketika heran kenapa pelayanan rumah menyebutkan" tuan muda? ". membuat Elina merasa bingung.
"Tuan muda?? maksudnya... bibi... tidak salah menyebut? bukannya dia... berkerja di sini? ". tanya Elina pada pelayanan rumah.
Brayen berikan kode pada pelayanannya untuk tidak menjawab jujur.
" Hahahaha!! mungkin bibi yang maksudkan Tua Mudah'an! ". Senyum lebar dan kekeh brayen berbohong dengan ekpresi bercanda
" Hah?? tua Mudah'an... apa itu? maksudnya bagaimana? ". Tanya Elina dengan ekpresi bingung
Seorang pelayanan hanya terdiam menundukkan kepala yang bingung
" bibi kenapa menundukkan kepala? ". Tanya Elina pada pelayanan
Brayen hanya memperhatikan dengan bingung, tidak tahu harus bagaimana.
" ada apa ini? ". Tanya Arga datang
Mereka pun menoleh kaget.
Tampaknya Brayen tidak suka, ia merasa terganggu dengan kehadiran ayahnya sendiri.
" Brayen!!.. kenapa ada disini... bukannya ayah bilang pergi ke ruangan tamu".Ucap Arga
"Hah? maaf... om dia anak om? ". Tanya Elina terkejut
Ekpresi brayen berubah bete
" Iya... dia anak saya.. Brayen sentiwangsa. dia yang akan menjadi calon suami kamu nantinya".
Brayen terkejut mendengar bahwa perempuan jutek yang ia sukai ternyata dia yang ia jodohkan
" Hah?? dia? oh.. no. no. no om. saya tidak mau kalo sama dia... dia mesum... pria kurang ajar". Ucap Elina menolak
"Maksud Elina bagaimana? "
"dia tadi kurang ajar sama saya om.. dia mencoba melecehkan saya... ".
" BRAYEN!! APA MAKSUDNYA INI...? KENAPA KAMU MELAKUKAN HAL KURANG AJAR SAMA PEREMPUAN. AYAH TIDAK PERNAH MENGAJAR KAN KAMU TINDAKAN SENONOH ". Sentak Arga sangat kecewa terhadap putranya
" Aku hanya bermain. lagian dia akan jadi calon istri aku... masalahnya dimana? ". Ucap brayen tidak merasa salah dengan bertingkah sombongnya.
Ekpresi Elina berubah heran mendengar ucapan pria di samping nya ini, seakan dirinya tidak menyesal atau bersalah
" BRAYEN...!!! ". Marah Arga dengan nada tegas
"Om.. saya tidak mau.. dengan anak om... permisi!! ". Ucap Elina mengambil tas di meja dekat wastafel, melangkah melewati Arga keluar dari kamar mandi dengan kesel.
"KAMU BIKIN AYAH MALU...!! CEPAT MINTA MAAF PADANYA. AYAH TIDAK MAU HUBUNGAN ANTARA KELUARGA JADI HANCUR KARENA ULAH KAMU. CEPAT MINTA MAAF PADANYA!! ". Serentak Arga dengan nada keras.
Brayen hanya menghela nafas panjang dengan perasaan kesel. Dengan hati yang berat Brayen pun melangkah keluar untuk mengejar Elina.