Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: tamat
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:148.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

.

Nabila membuka matanya yang terlihat sayu dan melihat ke arah Raka dengan tatapan yang begitu sendu.

“Tapi, Mas... Hari ini kan giliran Mas Raka pulang ke rumah Aisyah?” suaranya terdengar pelan, seolah takut menyakiti hati pria itu. “Kalau gitu Mas pergi saja. Aku nggak apa-apa kok di rumah sendiri.”

Mendengar ucapan Nabila yang begitu tulus dan pengertian membuat Raka tak tega meninggalkannya sendirian.

“Kamu lagi sakit seperti ini, gimana bisa aku meninggalkanmu di rumah sendirian?” ucap pria itu.

Nabila segera menundukkan kepalanya, seolah merasa bersalah. “Tapi, Mas. Aku jadi nggak enak sama Aisyah. Nanti dia berpikir kamu tidak adil. Atau jangan-jangan nanti dikira aku yang egois menahan kamu. Dia pasti lagi nungguin kamu.” sambil bicara, Nabila memijit pelipisnya dan mendesis bagai siluman ular.

Raka menghela napas panjang, lalu mengusap puncak kepalanya lembut. “Sudah nggak usah mikirin itu. Aku tetap di sini malam ini. Lagi pula Aisyah sangat pengertian, dia pasti paham kalau kamu sedang sakit.”

Mata Nabila berbinar lembap, senyum tipis terukir di bibirnya. “Terima kasih, Mas… Besok kalau sudah sembuh aku akan minta maaf sama Aisyah biar dia gak nyalahin kamu.”

“Ya sudah, istirahatlah dulu. Aku akan buatkan kamu teh hangat,” ucap Raka sambil berdiri.

Nabila mengangguk pelan, lalu kembali memejamkan mata seolah tertidur.

Begitu Raka keluar dari kamar dan pintu itu tertutup, wajah Nabila yang semula terlihat begitu pucat dan lemah seketika berubah. Wanita itu duduk tegak dengan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum licik.

“Lihat kan, Aisyah…” bisiknya menatap pintu kamar yang tertutup rapat. “Perlahan tapi pasti, aku akan membuat Mas Raka sepenuhnya milikku.”

Nabila tersenyum semakin lebar. Tak perlu memaksa Raka meninggalkan Aisyah. Cukup membuat pria itu selalu merasa dirinya dibutuhkan. Lambat laun, Raka akan semakin jarang pulang ke rumah Aisyah. Dan kalau Aisyah marah dan menunjukkan sisi buruknya, dia tinggal bersikap sebagai adik madu yang begitu lembut dan pengertian.

Di dapur, Raka mengambil ponsel dari saku celananya. Ia menatap layar sejenak sebelum mencari nama Aisyah dan menekan tombol panggil. Agak lama menunggu hanya ada nada sambung terdengar, hingga kemudian suara Aisyah terdengar dari seberang. “Halo?”

“Syah…” Raka berdehem pelan. “Aku mau bilang sesuatu.”

“Ada apa?” tanya Aisyah.

Raka menarik napas panjang. “Maaf sebelumnya. Tapi sepertinya aku tidak bisa ke sana malam ini.”

Ada jeda sejenak bagi Raka menunggu. Ia pikir Aisyah akan bertanya “Kenapa?”. Tapi sekian detik berlalu, pertanyaan itu sama sekali tak ia dengar hingga ia kembali melanjutkan ucapannya.

“Nabila sedang sakit, badannya terlihat sangat lemas,” jelasnya. “Aku tidak tega meninggalkannya sendirian.”

Aisyah diam beberapa saat. “Oh…”

“Oh?” tanya Raka pelan. Mungkin tadinya ia berharap Aisyah berkata bahwa wanita itu sudah menunggunya. Pria itu kembali menarik nafas. “Syah… aku minta maaf. Besok aku akan—”

“Tidak apa-apa,” potong Aisyah tenang. “Aku mengerti. Jaga Nabila baik-baik.”

Klik!

Aisyah menurunkan ponsel perlahan setelah memutuskan panggilan tanpa menunggu penjelasan dari Raka. Wanita itu menarik napas panjang untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Bukan karena ia mengharapkan kedatangan Raka, bukan pula karena kesepian. Yang membuatnya kecewa adalah perlakuan pria itu yang mulai terasa tidak adil.

Setelah ini, Fatimah pasti akan bertanya “Kok Ayah belum datang? Kapan Ayah pulang?” Dan Rangga, putranya yang sudah mulai mengerti keadaan, pasti diam-diam memperhatikan perubahan sikap ayahnya, lalu menyimpulkan sesuatu sendiri.

Aisyah mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya. Namun sejenak kemudian, ia menegakkan punggungnya saat ingat sesuatu. Raka tidak datang malam ini. Itu berarti besok Raka tidak mengantar Fatimah dan Rangga ke sekolah. Dan itu artinya ia bisa bertemu Pak Akbar tanpa diketahui oleh Raka.

Aisyah menatap ponsel di tangannya, lalu tersenyum tipis lega. “Bukankah ini justru lebih baik?” gumamnya pelan. “Aku tidak harus sembunyi.”

Aisyah menatap ruang di hadapannya dengan tatapan datar. “Nabila… aku tahu ini pasti akal-akalan kamu untuk menguasai Raka. Tapi tidak apa-apa, aku malah berterima kasih padamu,” ucap Aisyah dengan senyum miring menghiasi wajahnya.

.

Sementara itu di rumah Nabila, Raka tertegun dengan ponsel di tangannya yang layarnya sudah kembali menjadi gelap. Aisyah menutup panggilan sebelum dirinya selesai bicara. Dan lebih menyusahkan lagi, reaksi wanita itu sama sekali tidak seperti yang ia duga. Aisyah seperti tidak terpengaruh oleh ketidakhadirannya. Apakah keberadaan dirinya kini sudah tak lagi memiliki arti bagi istrinya itu? Apakah dirinya bukan lagi orang yang ditunggu? Kenapa itu membuat dadanya tiba-tiba terasa sakit?

Akhirnya pria itu melanjutkan niatnya untuk membuat teh hangat, lalu segera kembali ke kamar takut Nabila menunggu.

*

*

*

Pagi datang bersama cerahnya sinar mentari. Sejak selesai sholat subuh berjamaah dengan kedua anaknya, wanita itu sudah berkutat di dapur, menyiapkan sarapan bagi mereka bertiga. Senyum ceria menghiasi wajah wanita itu mengingat sebentar lagi ia akan bertemu dengan pemilik ruko.

Padahal awalnya wanita itu masih belum begitu yakin. Tapi entah kenapa selama dua hari pulang pergi mengantar anaknya ke sekolah melewati ruko itu, seperti ada magnet yang membuat nya semakin tertarik untuk segera menyewa ruko itu.

“Kok Ibu kelihatan semangat banget hari ini?” tanya Rangga dengan mata menyelidik.

“Ada deh…” jawab Aisyah sambil mengedipkan mata genit.

“Apa sih, Bu? Ibu sok misterius deh.” Rangga dibuat semakin penasaran. Sementara Fatimah yang masih belum paham apa pun hanya menatap kakak dan ibunya bergantian.

Aisyah mendekat ke arah Rangga dan Fatimah lalu meletakkan telapak tangan di atas kepala mereka berdua. Dengan kedua mata menatap lembut wajah Rangga, Aisyah bertanya, “Rangga percaya sama Ibu, kan? Apa pun yang Ibu lakukan, semua untuk kebaikan kita.”

“Humm!” Tanpa ragu Rangga mengangguk tegas. “Ibu tahu tidak?” tanya Rangga sambil mengangkat wajahnya hingga bertatapan dengan mata sang Ibu.

“Apa?” tanya Aisyah dengan kening berkerut.

“Kalau ibu senyum dan semangat gini, Ibu cantik sekali.”

Wajah Aisyah seketika memerah mendengar kata-kata putranya. Bukan memerah karena tersipu. Tapi karena merasa sedikit bersalah membiarkan dirinya hanya larut dalam masalah dengan Raka. Hingga terlupa, anak-anaknya butuh semangat darinya.

Aisyah memeluk lututnya lalu menggenggam tangan Rangga dan Fatimah. “Mulai sekarang ibu akan lebih bersemangat.”

“Rangga pasti akan cepat besar supaya bisa menjaga Ibu dan Adik.” Rangga meletakkan setelah tangannya di pipi ibunya.

Aisyah secara spontan menarik mereka berdua ke dalam pelukan.

1
Patrick Khan
aku suka😍😍
Patrick Khan
haaaa udah tamat😭😭😭
.makasi ceritanya kak👏👏😍
Patrick Khan
klo sudah begini br sadar kau nabila🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, ceritanya bagus dan banyak pelajaran yang baik semoga kakak author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin.....🙏♥️💪💪
Royanah
pelakor serakah bgt ya
Royanah
bos kaya dalam imajinasi othor🤭
Nuri Tarita
ini apa aku yang kelewatan/gimana ? kok gak ada kisah ortunya tor setelah menikah apa uda meninggal k2nyaa.
Muft Smoker
eeeeh ,, eeeh ,, laaa ,, laaa ,, beres foto ,, beres juga cerita ny mak🤭🤭🤭😁😁😁 ,,

tp makasih buat ceritanya yx Mak ,,
seperti biasa ,,
cerita mamak emnk best ,,
sukses trus buat mamak ku🤗🤗🤗😁😁😁

dtggu karya terbaru ny mak
Muft Smoker
meninggoy kah Nabila Mak???😱😱
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dr kmrn cek nggu kekonyolan pak rozaq, lali kl sdh tamat🤭
〈⎳ FT. Zira
lah lah lah... kok end miiii/Curse//Curse/
Royanah
ya allah si rangga.ngilu dah.bocah dipaksa dewasa b4 waktunya
Royanah
mamam dah tu.setan sdh berhasil.retak sdh setan terawa
Royanah
pak cewek pake rasa ,di ijinin apa kaga pasti tetep kawin diam diam.apalagi ngerasa berlebih secara materi.masa 15 th ga paham tabiat istr
Ade Chubi
author nya pinter banget memainkan emosi readers nya di kira masih panjang eh tau tau End 😄
ibarat sedang makan enak mau nambah eh nasi nya habis 😁
Royanah
maman tu bini baru am0pe kenyang.muntah dah.ntar belakangan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
selamat ya, mak. 😍 akhirnya kelar satu buku, ayo sekarang fokus alena..
semangat💪💪💪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lah, lah lah... kok end.... sudah kudugong sih, pas baca nyampe pertengahan, ternyata benar🤭
Fa Yun
bagus ceritanya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih atas segala dukungannya./Kiss//Wilt//Pray/
semoga berkenan untuk mengikuti juga karya berikutnya
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
end ini teh Mak ??
si Nabila metong?
makasih Mak 🫰
Aditya hp/ bunda Lia: sama sama 🫰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!