Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Hawa panas langsung membakar seluruh aliran darah Siska.

Wanita itu tidak kuat lagi berdiri dengan tegak, dia berpegangan pada ujung meja kerja kayu untuk menopang tubuhnya.

"Ruangan ini... sangat kedap suara, tidak akan ada yang bisa mendengar suara apa pun dari luar," bisik Siska dengan napas memburu, membelakangi Bayu.

Itu adalah sebuah isyarat kepasrahan yang sangat jelas.

Bayu tersenyum miring, melangkah maju hingga tubuhnya menempel di punggung Siska.

Suhu tubuh Bayu terasa sangat panas, menembus kemeja sutra tipis yang dikenakan wanita itu.

"Bagus," bisik Bayu tepat di telinga Siska.

"Kalau begitu, tidak ada alasan bagimu untuk menahan suara di ruangan ini, Nona CEO."

Kedua tangan Bayu melingkar di pinggang ramping Siska, menarik wanita itu hingga menempel erat pada tubuhnya.

"Ah..."

Siska mendesah pelan, memejamkan matanya menikmati sentuhan yang sudah dia mimpikan sejak pertemuan pertama mereka di pinggir jalan.

Bayu menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Siska, menghirup aroma parfum mahal bercampur keringat gairah dari kulit wanita itu.

Bibir Bayu mulai mengecup dan menggigit pelan leher jenjang Siska, meninggalkan tanda kemerahan di sana.

"Bayu... tubuhku aneh sekali kalau kau ada di dekatku," racau Siska, kepalanya mendongak ke belakang bersandar pada bahu Bayu.

Tangan Bayu tidak tinggal diam, dia memutar tubuh Siska hingga wanita itu menghadapnya, lalu mengangkat tubuh sintal itu ke atas meja kerja kayu.

Brak.

Siska duduk di atas meja dengan kaki yang terbuka lebar, membiarkan Bayu berdiri tepat di tengah-tengah jangkauannya.

Bayu menatap wajah Siska yang sudah berantakan oleh hasrat, matanya sayu dan bibirnya sedikit terbuka.

"Kita punya janji yang belum selesai di atas kap mobil malam itu, bukan?" ucap Bayu dengan nada rendah yang mematikan.

Tanpa menunggu jawaban, Bayu langsung meraup bibir merah Siska dengan ciuman yang sangat kasar dan menuntut.

Mmmhhh!

Siska mengalungkan kedua lengannya di leher Bayu, membalas ciuman itu dengan rakus layaknya orang kehausan.

Lidah mereka saling membelit dan bertarung liar, membagikan air liur dan hawa panas yang memabukkan.

Di sela-sela ciuman panas itu, jari-jari terampil Bayu mulai membuka satu per satu kancing kemeja sutra yang dikenakan Siska.

Kemeja mahal itu perlahan terbuka, mengekspos pakaian dalam berenda hitam yang membungkus gundukan kembar Siska yang sangat padat dan besar.

Bayu melepaskan ciumannya, turun mengecup rahang, lalu beralih ke belahan dada wanita dewasa tersebut.

Tangan besar Bayu meremas payudara Siska dengan kuat, memicu jeritan nikmat dari bibir janda cantik itu.

"Ahhh! Bayu! Terus... remas yang kuat," erang Siska tanpa malu, melengkungkan punggungnya agar Bayu bisa menyentuhnya lebih dalam.

Sensasi energi hangat dari batu giok di telapak tangan Bayu membuat sentuhan itu terasa ribuan kali lebih nikmat dari sentuhan pria normal mana pun.

Siska benar-benar merasa nyaris gila.

Selama lima tahun hidup menjanda dan menjaga citranya sebagai pengusaha dingin, dia tidak pernah membayangkan akan bertekuk lutut dan memohon kenikmatan pada seorang remaja berseragam SMA.

Tangan Bayu perlahan meluncur turun, menelusuri perut datar Siska, lalu berhenti di ritsleting rok pensil hitamnya.

Sret.

Suara ritsleting yang ditarik turun menggema di ruangan yang sunyi itu.

Bayu menyusupkan tangannya ke balik rok tersebut, menyentuh pakaian dalam Siska yang ternyata sudah sepenuhnya basah kuyup oleh cairan hasrat.

"Kau sudah sangat basah, Siska. Sepertinya kau benar-benar sudah tidak sabar sejak aku meneleponmu tadi," goda Bayu sambil menyeringai.

Wajah Siska semerah tomat, tapi dia tidak menyangkal sedikit pun.

"Aku sudah sangat menginginkanmu, Bayu... aku mohon, berikan padaku sekarang," isak Siska putus asa, kakinya menggesek pelan pinggul pemuda itu.

Bayu menggeser pakaian dalam wanita itu ke samping, membebaskan area terlarang yang sudah sangat lama tidak tersentuh.

Jari panjang Bayu masuk perlahan, menemukan titik paling sensitif dari kewanitaan Siska.

Eughhh!!!

Siska menjerit keras, kuku-kukunya menancap kuat di punggung Bayu hingga menembus seragam putihnya.

Bayu mulai memberikan pijatan titik saraf yang mematikan, ritmenya sangat konstan, membuat gelombang kenikmatan meledak bertubi-tubi di tubuh Siska.

Suhu ruangan terasa semakin panas.

Suara desahan panjang, erangan nikmat, dan napas yang memburu menjadi satu-satunya melodi di dalam ruang kedap suara itu.

Siska tidak pernah merasakan hal sehebat ini seumur hidupnya, tubuhnya gemetar hebat, merespons setiap inci dominasi yang diberikan oleh Bayu.

Malam itu, di atas meja kayu yang akan menjadi tempat praktik medis Bayu, Siska menyerahkan seluruh harga diri, tubuh, dan kesetiaannya kepada pemuda tersebut.

...

Satu jam kemudian, suasana di ruang VIP itu sudah kembali tenang.

Siska berbaring lemas di atas sofa kulit panjang di sudut ruangan, tubuhnya diselimuti oleh kemeja sutranya yang kancingnya sudah lepas semua.

Wajahnya terlihat sangat lelah, namun senyum kepuasan yang luar biasa terpancar jelas dari bibirnya.

Dia menatap Bayu yang sedang berdiri di depan cermin, merapikan kembali seragam sekolahnya yang kusut.

"Kau benar-benar monster, Bayu," gumam Siska dengan suara serak, matanya memancarkan kekaguman yang mendalam.

"Aku rasa aku tidak akan bisa berjalan normal besok pagi."

Bayu tertawa pelan, lalu berjalan menghampiri meja kerjanya.

Dia merogoh saku tasnya dan mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi tiga butir pil berwarna cokelat mengkilap.

Bayu meletakkan botol itu di atas meja.

"Ini adalah langkah pertama kita, Siska."

"Pil Vitalitas Pemulih Energi. Khasiatnya bisa mengembalikan stamina pria tua hingga kembali seperti remaja, dan menyembuhkan penyakit dalam secara instan."

Siska memaksakan diri untuk duduk, menatap pil itu dengan rasa ingin tahu.

Sebagai pengusaha, insting bisnisnya langsung bekerja.

"Kalau khasiatnya benar seperti yang kau bilang, obat ini akan memicu badai di kalangan orang-orang kaya kota ini," ucap Siska serius.

Bayu mengangguk santai.

"Tentu saja. Dan aku butuh bantuanmu untuk memasarkannya ke lingkaran elit kenalanmu."

"Kamu bisa menjual satu pil ini dengan harga awal seratus juta rupiah."

Mata Siska membulat sempurna.

"Seratus juta untuk satu butir pil herbal tanpa izin resmi?"

Bayu tersenyum miring, matanya memancarkan keyakinan yang tak terbantahkan.

"Percayalah padaku. Begitu mereka merasakan khasiat satu pil ini, mereka akan rela menjual rumah mereka hanya untuk mendapatkan pil kedua."

Siska menelan ludah, menatap wajah tampan penuh ambisi di hadapannya.

Dia tahu, pemuda yang baru saja menguasai tubuhnya ini akan segera menjadi penguasa baru di dunia medis dan bisnis kota ini, dan Siska sangat bangga bisa berada di sisinya.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!