Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:942
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Ujian Di Puncak Kejayaan

Pagi yang cerah menyelimuti kawasan pesisir ibu kota. Hari ini menjadi momen bersejarah bagi Konsorsium Naga Hitam dan masyarakat luas. Di atas lahan seluas puluhan hektar yang menghadap ke laut biru, bendera berlogo Naga Hitam emas berkibar megah bersanding dengan bendera merah putih.

Ratusan awak media nasional dan internasional, pejabat tinggi negara, serta ribuan warga lokal telah memadati area acara. Hari ini adalah peletakan batu pertama (*groundbreaking*) untuk pembangunan *Pusat Riset & Pendidikan Naga Hitam*—proyek fisik perdana dari alokasi dana sosial senilai seratus triliun rupiah.

Sebuah panggung megah berdiri di tengah area lokasi. Dari arah pintu kedatangan, konvoi kendaraan lapis baja dan sedan hitam mewah melintas pelan. Ketika pintu mobil utama terbuka, Reno dan Alya melangkah keluar secara berdampingan.

Reno tampil sangat tampan dan berwibawa dengan setelan jas hitam *custom-made* tanpa dasi, memancarkan aura dominasi yang tenang namun mutlak. Di sisinya, Alya tampil sangat memikat mengenakan setelan blazer berwarna krem pastel yang elegan dipadukan dengan celana kain tegap. Rambut hitamnya disanggul rapi, dan senyuman hangat terukir di wajahnya. Pasangan *power couple* itu melangkah menuju panggung utama diiringi gemuruh tepuk tangan yang membahana.

Alya melangkah maju menuju podium berkilau. Di hadapan ribuan pasang mata dan puluhan kamera siaran langsung, ia memancarkan keanggunan seorang Permaisuri yang cerdas dan merakyat.

"Pembangunan pusat riset dan pendidikan ini bukan hanya milik Naga Hitam," suara Alya mengalun merdu namun tegas melalui sistem pengeras suara. "Ini adalah tempat di mana anak-anak bangsa, tanpa memandang latar belakang, dapat meraih cita-cita tertinggi mereka secara gratis. Kami di sini untuk membangun masa depan yang berkeadilan."

Tepuk tangan riuh dan sorak bahagia warga membubung tinggi ke langit pagi. Reno yang berdiri beberapa langkah di belakang Alya menatap istrinya dengan pendar rasa bangga dan cinta yang mendalam. Alya telah berkembang menjadi pemimpin yang begitu dicintai dan disegani.

Namun, di tengah suasana sukacita dan tepuk tangan meriah yang belum mereda...

*VROOOOM! VROOOOM!*

Deru mesin berkapasitas besar mendadak memecah keheningan dari arah pintu gerbang luar area acara.

Tiga unit SUV hitam tanpa pelat nomor dan ber-kaca sangat gelap menerobos masuk melalui jalur utama dengan kecepatan tinggi! Kendaraan-kendaraan itu meluncur kencang, memotong jalur protokol dan berhenti secara mendadak hanya beberapa meter di depan barikade pengaman panggung utama!

*SCREEECH!*

Decitan ban yang bergesek keras dengan aspal membuat para warga dan tamu undangan berseru kaget. Suasana sukacita seketika berubah tegang. Para wartawan terpana, dan beberapa pejabat tampak cemas.

*CLICK! CLICK! CLICK!*

Dalam hitungan detik, belasan anggota tim elit pengawal Naga Hitam yang dipimpin langsung oleh Bagas bergerak dengan kecepatan luar biasa. Mereka menarik senjata api otomatis dari balik jas mereka, membentuk barikade manusia melingkar di depan panggung, dan mencondongkan moncong senjata lurus ke arah tiga SUV misterius tersebut.

"Jangan bergerak! Matikan mesin dan turun dengan tangan di atas!" teriak Bagas tegap, suaranya dingin dan sarat ancaman mematikan.

Di atas panggung, Reno secara refleks melangkah maju, meletakkan tangan kirinya di pinggang Alya dan menarik wanita itu ke belakang tubuh tegapnya secara protektif. Aura dingin nan mengintimidasi mendadak menguar pekat dari tubuh Reno. Sepasang mata cokelat gelapnya menyipit berbahaya, menatap tajam ke arah mobil-mobil asing itu.

Alya menggenggam erat lengan jas Reno. Meski sempat terkejut, melihat punggung tegap Reno di depannya membuat rasa takut Alya menguap seketika.

Pintu SUV bagian tengah terbuka perlahan.

Seorang pria asing berdarah campuran Eropa-Asia melangkah keluar. Pria itu mengenakan setelan jas putih mewah dengan pin emas berbentuk lambang *Apex* di kerahnya. Wajahnya memamerkan senyuman tipis yang terkesan angkuh, namun saat ia melihat belasan moncong senjata elit Naga Hitam dan tatapan mata Reno, senyuman itu sedikit kaku.

Pria itu adalah Julian Vance, utusan khusus dari *Syndicate Apex*—aliansi klan bisnis terbesar dan tertua dari benua barat yang selama ini menguasai pasar global secara diam-diam. Kehadiran mereka yang provokatif ini sengaja dirancang untuk "menguji" seberapa kuat pengaruh sang Penguasa Naga Hitam di tanah kekuasaannya sendiri.

Julian melangkah dua pukulan ke depan, mengangkat kedua tangannya setinggi dada sebagai gestur formal, meski tatapannya tetap mencoba menunjukkan dominasi.

"Salam, Penguasa Naga Hitam yang agung," ujar Julian dengan aksen asing yang fasih, suaranya diproyeksikan agar terdengar oleh orang-orang di sekitarnya. "Saya, Julian Vance, hadir mewakili *Syndicate Apex*. Kami datang secara langsung untuk memberikan 'ucapan selamat' atas peresmian proyek Anda... sekaligus menyampaikan penawaran kerja sama yang tidak bisa Anda tolak."

Julian tersenyum sinis. *Syndicate Apex* berharap gertakan masuk secara mendadak ini akan membuat Reno terdesak di hadapan media dan menunjukkan keraguan.

Namun, Reno sama sekali tidak terpengaruh.

Reno menyeringai dingin—sebuah seringai tipis nan mengerikan yang membuat udara di sekitar panggung terasa membeku. Reno melangkah satu pukulan maju, membiarkan jubah kekuasaannya seolah membayang di belakangnya.

"Kerja sama?" suara Reno mengalun rendah, tenang, namun menggelegar menembus ketegangan area tersebut. "Atau sebuah bentuk kelakuan lancang dari tamu tak diundang yang tidak tahu sopan santun?"

Reno menatap Julian lurus ke dalam matanya dengan pandangan yang begitu menindas, seolah melihat seekor serangga kecil yang mencoba menantang naga.

"Di tanah ini, di hadapan Naga Hitam, tidak ada yang bisa menentukan syarat selain aku," tegas Reno dengan nada suara yang penuh otoritas mutlak. "Bagas, pelucuti mereka."

"Siap, Tuan Muda!" seru Bagas.

Sebelum Julian sempat bereaksi, puluhan pengawal elit Naga Hitam lainnya yang tersembunyi di sekitar lokasi langsung mengepung bagian belakang SUV tersebut. Dalam hitungan detik, seluruh pengawal pribadi Julian dilumpuhkan dan diresahkan tanpa mampu memberikan perlawanan sedikit pun!

Wajah Julian yang tadinya angkuh mendadak pucat pasi. Tubuhnya bergetar pelan saat menyadari betapa mengerikannya kecepatan dan dominasi mutlak yang dimiliki Reno. Gertakan *Syndicate Apex* yang ingin menguji Naga Hitam runtuh berkeping-keping hanya dalam waktu kurang dari dua menit!

Julian menelan ludah dengan susah payah, lalu membungkukkan badannya 90 derajat di hadapan Reno dan Alya dengan penuh rasa takut yang nyata.

"M-mohon maaf atas kelancangan kami, Tuan Muda Reno... Nona Alya," bisik Julian dengan suara bergetar. "Apex... Apex hanya ingin memohon audiensi resmi dengan Konsorsium Naga Hitam."

Alya melangkah keluar dari belakang Reno, berdiri sejajar di samping suaminya. Dengan keanggunan yang luar biasa, Alya menatap utusan Apex itu dengan tenang.

"Jika Apex ingin berdiskusi," ujar Alya ramah namun menembus dingin, "masuklah melalui pintu depan dengan prosedur yang benar, bukan dengan mengganggu acara rakyat kami."

Reno menatap Julian untuk terakhir kalinya. "Pergi sebelum aku kehilangan kesabaran."

"B-baik, Tuan Muda!" Julian mundur tergesa-gesa, masuk kembali ke mobilnya dan menyuruh pengemudinya memutar balik kendaraan dengan cepat, meninggalkan lokasi dengan rasa malu yang mendalam.

Gemuruh tepuk tangan dan sorakan kagum kembali pecah dari para warga dan tamu undangan! Tindakan tegas dan elegan dari Reno dan Alya semakin mengukuhkan bahwa posisi mereka sebagai *power couple* di puncak dunia benar-benar tak tersentuh oleh ancaman mana pun.

Reno memutar tubuhnya, menatap Alya dengan lembut. Ia meraih jemari Alya dan mengecupnya di hadapan seluruh media. Di bawah pendar sinar matahari pesisir, peletakan batu pertama terus berlanjut—sebuah awal dari era baru di mana Naga Hitam berdiri kokoh melindungi masa depan dan wanita tercintanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!