Indonesia
NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DATANGNYA UTUSAN KEKAISARAN

Keesokan harinya, aku akhirnya terbangun.

Aku menoleh ke samping dan melihat sekeliling kamar. Namun, Doroti sudah tidak ada di sana.

Saat hendak bangun dari tempat tidur, aku baru menyadari sesuatu.

Aku tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Aku langsung panik.

"Astaga... di mana pakaianku?"

Aku mulai mencari-cari pakaian yang entah berada di mana. Namun, saat sedang kebingungan, tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Doroti masuk sambil membawa satu set pakaian bangsawan.

Aku langsung terdiam.

"Astaga... kenapa tiba-tiba Doroti masuk sambil membawa pakaianku? Jangan-jangan dia yang melepas semua pakaianku saat aku tidur?"

Tiba-tiba sistem muncul.

[Sistem memberi tahu bahwa Doroti dapat memulihkan kondisi tubuhnya lebih cepat jika tidur atau beristirahat di dekat Tuan.]

Aku terdiam.

"Oh... jadi begitu."

Aku mulai memahami situasinya.

Doroti kemudian menyuruhku bangun.

"Tuan, silakan berdiri."

Aku yang tidak tahu harus menjawab apa hanya menurutinya.

Aku berdiri tanpa mengenakan apa pun.

Doroti kemudian mulai memakaikan pakaian bangsawan kepadaku.

Aku langsung merasa gugup dan berkeringat dingin.

"Astaga... jangan sampai sesuatu yang tidak diinginkan bangun di dalam sangkar..."

Aku hanya bisa berdiri diam selama Doroti memasangkan pakaianku.

Beberapa menit kemudian, akhirnya semuanya selesai.

Aku menghela napas lega.

"Syukurlah... tidak terjadi apa-apa."

Setelah itu, aku melihat Doroti mulai membereskan tempat tidur sendirian.

Bahkan, dia sudah menyiapkan makanan untukku.

Aku teringat bahwa meskipun tubuh Clone-ku tidak terlalu membutuhkan makanan, nutrisi tetap bisa membantu perkembangan tubuh dan ototku.

Doroti kemudian memanggilku untuk makan.

Bahkan Hayabusa, sang Ninja Merah Legendaris, ikut membantu Doroti membawa piring-piring makanan.

Aku melihat makanan yang sudah disiapkan.

Jumlahnya sangat banyak.

Ada daging kelinci, buah-buahan, daging kambing, daging rusa, dan berbagai makanan lainnya.

Di ruangan itu juga terdapat banyak meja kosong.

Aku kemudian berkata,

"Doroti, Hayabusa, duduklah dan makan bersama."

Aku juga memanggil Josep, Serof, Bob, Cikipi, Kael, dan Kaela untuk naik ke lantai atas dan makan bersama.

Josep dan Serof awalnya terkejut.

Namun, mereka akhirnya memahami bahwa panggilan tersebut berasal dariku.

Mereka pun segera bergegas menuju lantai atas kastil.

Ketika tiba, keduanya langsung terkejut melihat semua orang sudah berkumpul di meja makan.

Pandangan mereka kemudian tertuju pada seseorang yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Hayabusa.

Ia duduk dengan tenang di salah satu sudut meja.

Josep dan Serof akhirnya duduk dan ikut makan bersama.

Makanan yang disajikan begitu mewah.

Mereka melihat yang lainnya makan sambil mengobrol dan bercanda.

Josep dan Serof hanya bisa terdiam.

"Mereka semua... benar-benar tidak memiliki rasa sungkan sedikit pun di hadapan Tuan Muda."

Aku yang melihat keduanya hanya bisa tersenyum.

"Josep, Serof. Santai saja. Makan dan minumlah."

Mereka berdua terdiam sejenak.

"Baik, Tuan."

Akhirnya, keduanya mulai makan dengan tenang.

Setelah makan selesai, mereka kembali menjalankan tugas masing-masing.

Namun, ketika aku hendak kembali ke kamar, Serof dan Josep tiba-tiba menghampiriku.

Aku, Doroti, dan Hayabusa langsung menoleh.

Serof kemudian bertanya,

"Tuan, siapa orang ini?"

Aku melirik Hayabusa sebentar.

"Dia temanku."

Aku kemudian menambahkan,

"Dia adalah orang yang selama ini membantuku dalam diam."

Josep dan Serof langsung terkejut.

Mereka baru pertama kali melihat Hayabusa.

Namun, setelah mendengar penjelasanku, keduanya mulai memahami bahwa selama ini masih ada orang-orang kuat lainnya yang berada di sisiku tanpa mereka ketahui.

Akhirnya, Josep, Serof, Hayabusa, dan Doroti saling berkenalan.

Setelah itu, Josep dan Serof pergi untuk kembali bekerja.

Setelah mereka menghilang dari pandangan, aku masuk kembali ke kamar.

Seperti biasa, Doroti langsung kembali tidur di tempat tidur.

Sementara itu, aku dan Hayabusa pergi ke balkon.

Aku kemudian memberikan perintah kepadanya.

"Pergilah mengintai Benteng Keempat di sebelah timur. Jaraknya sekitar dua belas jam perjalanan dari sini."

Hayabusa mengangguk.

"Baik, Tuan."

"Temui Serof terlebih dahulu. Mintalah beberapa orang untuk menemanimu dalam perjalanan. Pasukan Kekaisaran yang dipimpin Serof jauh lebih kuat dibandingkan pasukan Josep. Jadi, kemungkinan besar mereka bisa membantumu."

"Dimengerti, Tuan."

Tanpa banyak bicara, Hayabusa langsung pergi.

Dalam sekejap mata, sosoknya menghilang dari hadapanku.

Aku menghirup udara segar dari balkon.

Kemudian, aku menoleh ke arah kamar.

Doroti masih tertidur dengan pulas.

Aku hanya bergumam,

"Dasar serigala..."

Aku akhirnya turun dari kamar dan pergi melihat-lihat tempat latihan di Benteng Ketiga.

Setelah sampai di tempat latihan, aku mulai kembali ke tubuh utamaku yang berada di Benteng Utama.

Begitu kesadaranku kembali ke tubuh utama, aku langsung melihat hologram sistem.

Seperti biasa...

Clone-ku masih berlatih tanpa henti di tempat latihan.

"Dia benar-benar tidak pernah berhenti..."

Saat sedang memperhatikan latihan Clone-ku, tiba-tiba Lou Yi datang dari samping.

Ia membawa beberapa dokumen.

"Tuan."

Lou Yi menyerahkan dokumen tersebut kepadaku.

Aku membacanya.

Ternyata para budak yang dibawa Sebas dan Elisa sudah tiba sejak kemarin.

Namun, mereka sudah segera mendapatkan perawatan dari Elarion.

Aku tersenyum kecil.

"Akhirnya waktunya tiba."

Beberapa jam kemudian, aku mengumpulkan Elisa, Sebas, Lou Yi, dan Elarion di satu tempat.

Aku melihat dokumen yang ada di tanganku.

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa jumlah budak yang berhasil mereka bawa mencapai 600 orang.

Jumlah itu jauh lebih banyak dari perkiraanku.

Aku kemudian menatap Sebas dan Elisa.

"Jadi, bagaimana kalian berdua bisa mendapatkan sebanyak ini?"

Aku bertanya dengan nada gembira.

Elisa tersenyum.

"Sebagian memang kami beli, Tuan. Namun, sebagian lainnya kami rampas dari orang-orang jahat."

Aku langsung terdiam.

Ekspresiku berubah menjadi datar.

"Haaaaa... rampas?"

Aku menatap Elisa dengan bingung.

"Apakah semuanya baik-baik saja?"

Elisa mengangguk dengan gembira.

"Tentu saja, Tuan. Mereka semua baik-baik saja."

Kemudian Elisa menambahkan,

"Karena Sebas telah menghabisi ratusan orang yang menculik dan memperdagangkan mereka."

Aku langsung menyipitkan mata.

Perlahan, aku menoleh ke arah Sebas.

Pak tua itu hanya menatapku dengan santai.

Aku bergumam dalam hati.

"Astaga... masalah besar apa lagi kali ini?"

Aku mulai membayangkan bagaimana reaksi ibu kota Kekaisaran jika mengetahui hal tersebut.

Namun, setelah kupikir-pikir lagi, aku merasa sedikit tenang.

"Lagipula, ayahku adalah seorang Count dan adik-adikku adalah Jendral Kekaisaran. Seharusnya tidak terlalu menjadi masalah."

Setidaknya, itulah yang kuharapkan.

Utusan Kekaisaran

Namun, hari-hari tenang itu ternyata segera berakhir.

Keesokan harinya, seorang utusan dari Kekaisaran tiba di kediamanku.

Mau tidak mau, aku harus menyambutnya dan memberikan hidangan sebagai bentuk penghormatan.

Setelah duduk, utusan Kekaisaran mulai berbicara.

"Tuan Muda Pendragon, kami datang untuk membicarakan sebuah kejadian yang terjadi baru-baru ini."

Aku mulai memperhatikannya.

"Salah satu kastil milik bangsawan telah dihancurkan oleh salah satu pelayan Anda."

Aku langsung menyipitkan mata.

Perlahan, aku melirik Sebas dan Elisa.

Elisa yang mendengar perkataan tersebut langsung berkeringat dingin.

Wajah cerahnya yang kemarin penuh kegembiraan kini berubah menjadi panik.

Sementara itu, Sebas hanya berdiri dengan santai.

Aku bergumam dalam hati.

"Dasar kadal tua... Aku hanya memberikan perintah untuk membeli budak. Kenapa malah berakhir dengan pembantaian seperti ini?"

Namun, sebelum aku sempat mengatakan sesuatu, utusan itu melanjutkan penjelasannya.

"Namun, Kekaisaran tidak menuntut Anda atas kejadian tersebut."

Aku langsung terdiam.

"Hah?"

Utusan itu melanjutkan.

"Justru Kaisar ingin memanggil Anda untuk datang ke kediaman Kekaisaran."

Aku mulai berkeringat dingin.

"Kenapa malah dipanggil Kaisar?"

Utusan itu kemudian menjelaskan alasan sebenarnya.

"Ketika pembantaian terjadi, kami menemukan sejumlah dokumen penting di kastil tersebut."

Ia berhenti sejenak.

"Dokumen-dokumen itu berisi bukti mengenai rencana pemberontakan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh bangsawan tersebut."

Aku mulai mendengarkan dengan serius.

"Bangsawan itu ternyata bersekongkol dengan para bajak laut yang selama ini menculik orang-orang untuk dijual kepada kerajaan musuh."

Aku terdiam.

"Oh..."

Utusan tersebut kembali melanjutkan.

"Karena itu, tindakan sepihak yang dilakukan oleh orang-orang Anda justru mendapatkan pujian dari Kekaisaran."

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Aku merasa mereka telah salah paham.

Mereka mengira aku dan para pengikutku sengaja menghancurkan kastil bangsawan tersebut karena mengetahui bahwa dia adalah seorang pengkhianat.

Padahal...

Aku bahkan tidak tahu apa-apa.

Aku perlahan melirik Sebas dan Elisa.

Sebas hanya menganggukkan kepalanya seolah-olah sudah mengetahui bahwa hal seperti ini akan terjadi.

Sementara Elisa hanya mengacungkan jempol kepadaku.

Aku menatapnya dengan ekspresi datar.

"Kenapa malah bangga...?"

Akhirnya, utusan Kekaisaran menyelesaikan pembicaraannya.

Sebelum pergi, ia meninggalkan sebuah surat undangan dari Kaisar.

Setelah mereka pergi, aku akhirnya bisa menghela napas lega.

"Hufff..."

Aku kemudian menatap Sebas dan Elisa.

Aku mulai menasihati mereka mengenai kejadian tersebut.

"Untung saja kali ini keberuntungan berpihak kepada kita."

Elisa kemudian menjelaskan sesuatu sebelum aku pergi.

"Tuan, anak buah bangsawan itu membunuh banyak rakyat yang tidak bersalah. Bahkan mereka tidak segan membunuh anak-anak."

Aku terdiam.

"Jadi, aku dan Sebas membantu mereka. Namun..."

Elisa melirik Sebas.

"Sebas justru membunuh bangsawan itu dan semua orang yang berada di dalam kastil dalam waktu singkat."

Aku menoleh kepada Sebas.

Sebas hanya berdiri dengan tenang.

Elisa kemudian melanjutkan,

"Mungkin saat kejadian itu, Kekaisaran melihat bendera keluarga Pendragon."

Aku akhirnya mengerti.

"Begitu rupanya."

Aku kemudian menatap Sebas dan Elisa.

"Terima kasih."

Elisa sedikit meneteskan air mata.

Sementara Sebas hanya menatapku dengan tenang.

Untuk pertama kalinya, aku benar-benar menyadari bahwa mereka bukan hanya sekadar pengikut.

Mereka benar-benar telah melakukan banyak hal demi melindungi orang-orang yang berada di bawah naunganku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!