Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Quest Keempat

Di tempat yang jauh, di sebuah ruangan yang gelap, di tengah ruangan itu terdapat meja bundar dan terlihat 10 orang duduk di kursi mengelilinginya.

Wajah mereka tidak terlihat seolah seperti ditutup oleh bayangan gelap, suasana disitu didampingi oleh suara hujan dan suara keras petir yang menyambar dan menampakan diri lewat jendela.

"Sepertinya manusia memang tidak bisa diandalkan." Suara berat lelaki terdengar dari salah satu orang di ruangan itu.

"Heh, Kau saja yang tidak becus!" Suara perempuan muda terdengar, mengejek lelaki yang sebelumnya berbicara.

"Apa katamu?" Lelaki itu tak menerima mencoba menerima penjelasan.

"Kalau aku yang turun, pasti akan selesai dengan cepat, tidak lambat seperti kau."

"Kau mulai berani ya."

"Ohh, apa kau mau bertarung?"

"Sudah, jangan menghancurkan ruangan ini lagi, kalau kau memang bisa membuktikannya maka buktikan." Suara Lelaki yang berbeda terdengar dan memisahkan mereka yang beradu mulut.

Perempuan itu tersenyum dari balik bayangan sambil berkata,

"Lihat saja akan kubuat dia babak belur."

......................

Didepan Gedung GCF setelah kejadian tak terduga, Akira berniat pergi ke rumah, namun sebelum itu ia membicarakan sesuatu dengan Kato.

Akira meminta permintaan kepada Kato untuk mengizinkan Kisaragi, Amane dan Takamasa mendapatkan izin masuk ke Dungeon Rank tinggi.

Mendengar permintaan Akira, Kato terdiam sebentar seperti agak ragu kemudian berbicara.

“Mungkin agak sulit karena anda masuk Dungeon Rank F, tapi— aku punya rencana, serahkan saja padaku.” Ucap Kato tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol.

Mendengar hal itu Akira merasa lega karena merasa sudah menepati janjinya kepada mereka.

Beberapa Waktu Berlalu…

Akira bersama Lumina sudah sampai ke rumah diantar oleh Amamiya, di rumah, Lumina sedang berlatih di belakang, sedangkan Akira duduk di sofa ruang tamu menatap bingung ke arah buku usang yang ia letakan di meja.

“Bagaimana cara menggunakan Item Ini ya,” pikirnya.

Ding...

[Apa anda mau menggunakan Spell Book Rank(??) Peninggalan Raja Sihir?]

“Ohh, tentu saja.” jawabnya.

[Sentuh buku tersebut dan bayangkan seperti menyerapnya]

Ia pun menyentuh buku itu dengan tangannya sambil membayangkannya, kemudian buku itu seperti pecah menjadi partikel cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya.

Ding...

[Berhasil Menyerap Spell Book Rank(??)]

[Apa anda mau menggunakannya untuk mendapatkan Spell baru atau Meningkatkan Spell yang anda punya?]

“Meningkatkan.” jawabnya

[Meningkatkan Spell dipilih]

[Konfirmasi Spell yang ingin anda tingkatkan]

“Fireball.”

[Spell Fireball telah dipilih]

[Spell Fireball Meningkat menjadi Spell Red Flame]

Melihat Spellnya meningkat ia merasa senang walau menyembunyikannya, karena berdasarkan teori yang dia dapatkan selama menggunakan Spell.

Spell itu seperti punya aturan mutlak, jika namanya Fireball maka di tahap Melepas dia harus benar benar menjadi sebuah bola api, tidak boleh berbentuk lain.

Tapi Red Flame berbeda, walau di game skill ini adalah skill dengan efek area yang membakar dengan api merah, tapi jika dilihat dari namanya, maka aturan mutlak di tahap Melepas pada Spell bisa dimanipulasi asal wujudnya api merah, dimana dia bisa membuat sesuatu yang lain seperti Fire Lance yang digunakan Amane.

“Kalau begitu, sepertinya aku tidak ada kegiatan lain, jad—”

Ding...

Akira yang baru mau berdiri dari sofa dan berniat beristirahat, terhenti karena sistem tiba-tiba muncul didepannya.

“Apalagi ini, baru saja aku mau istirahat," gumamnya.

[Quest Keempat Kebangkitan Sang Raja Pahlawan Dimulai]

“Hmm? Quest Keempat?"

[Quest Keempat:Diantara semua pahlawan yang mencolok dengan pedang dan sihir, ada satu orang yang berbeda]

[Apa dia menggunakan sihir? Mungkin iya namun ada sesuatu yang berbeda, dia juga selalu memanggil dirinya sendiri sang pesulap]

[Dia Seorang Pahlawan Rank S yang telah muncul di Tokyo, temui dia dan buktikan bahwa anda adalah sang Raja Pahlawan yang ia cari]

“Sepertinya aku tahu dia siapa, kalau begitu aku akan mencarinya besok saja,” pikirnya.

Akira berdiri dari sofa dan meregangkan badannya kemudian berkata,

“Niatnya aku ingin istirahat, tapi, latihan sedikit sepertinya tidak masalah," pikirnya.

......................

Malam Hari Tiba...

Di sudut sudut Tokyo di gang yang sepi, gelap dan sempit terlihat seseorang sedang berjalan.

Tap... tap... tap...

Suara langkah kakinya menggema di gang, walau dalam gelap sosoknya sedikit terlihat, dia gadis kecil yang wajahnya tertutup oleh topi hitamnya dengan rambut pendek sepundak, bajunya mencolok berwarna hitam seperti seorang pesulap dan dilengkapi berbagai aksesoris.

Saat dia masih berjalan, langkahnya terhenti dan melihat ke arah depan dengan setengah wajah yang tertutup oleh topinya.

Dihadapannya ia dihadang oleh segerombolan lelaki berotot dengan muka seram.

“Sepertinya ada orang yang tersesat disini...” 

“Hei gadis kecil, sepertinya kau salah jalan, apa kau mau kuantar?” ucap salah satu lelaki dengan senyum wajah yang aneh.

“...”

Gadis itu mengabaikan omongan lelaki di hadapannya dengan wajah yang tertutup topi.

“Hei kenapa diam saja? Tidak usah takut…” ucap salah satu lelaki sambil mendekati dan berhenti tepat di depan gadis itu sambil menatap ke bawah ke arah gadis kecil didepannya.

“Paman."

"Ohh, akhirnya bicara juga yaa, apa jawabanmu?" ucap lelaki didepannya sambil tersenyum aneh.

"Di atas kepala Paman tidak ada balok besi seberat 200 kg ya…” Dengan wajah tertutup topi, Gadis itu berbicara pelan.

“Hmm? Apa maksudny—”

BRAK!

Suara keras terdengar bersamaan dengan munculnya sebuah balok besi besar yang menimpa kepala lelaki di depan gadis itu dan membuat lelaki itu jatuh pingsan.

Yang lain hanya melihat kebingungan dengan apa yang terjadi dan langsung menganggap ulahnya gadis itu.

“Sepertinya kau Pahlawan ya, tapi—”

Lelaki yang seperti nya terlihat seperti pemimpin dari gerombolan itu menatap tajam ke arah gadis di hadapannya sambil mengepalkan tangan kanannya dan meninju tangan kiri yang telapak tangannya terbuka di depan dada.

“Sepertinya kau tidak bisa melihat ya, kami semua juga Pahlawan, jadi jangan bertingkah.”

“Pahlawan? Kalian? Hahahaha,” ucap gadis kecil itu sambil tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya dengan wajah yang tertutup topi.

“Hah?!” 

Gerombolan didepan gadis itu merasa kesal karena ditetapkan, kemudian orang lelaki yang terlihat seperti pemimpinnya berbicara,

“Sepertinya kau harus diberi pelajaran ya, padahal kami sebelumnya berniat baik."

Perlahan gerombolan di depan gadis itu berjalan ke arahnya disaat bersamaan tiba-tiba muncul gerombolan lain dari belakang gadis itu hingga membuat dirinya terkepung.

“Paman-paman ini, bukankah kalian curang mengepung seorang gadis kecil.”

“Peduli apa!”

Perlahan gerombolan yang mengepung nya sedikit demi sedikit mulai maju.

“Angin di sekitarku tidak bisa mendorong kalian semua ya…”

“Ngomong apa lagi ka—”

WUSHH!

BRAK! BRAK! BRAK!

“Aghh!”

Angin kencang tiba tiba berembus kencang disekitar Gadis kecil itu dan mendorong jauh setiap orang yang mengepungnya hingga mereka semua saling bertabrakan dan menabrak dinding-dinding gang yang sempit.

Angin kencang itu membuat sebagian besar mereka pingsan di tempat.

“Ughh!! Si-siapa sebenarnya kau!” ucap lelaki yang seperti pemimpin dari kelompoknya sambil mencoba bangun dengan kedua tangannya yang bergetar.

“Aku? Aku hanya seorang pesulap yang bertarung di garis depan bersama sang Raja.”

“Hah?! Apa maksudmu?!”

Gadis itu mengangkat sedikit topinya dengan satu tangan memperlihatkan matanya dan berbicara.

“Seperti yang kuucapkan.”

Wussh...

Gadis itu dalam sekejap menghilang seperti fatamorgana.

“Di-dia hilang?” Lelaki itu menatap dengan mata terbelalak.

Di atap salah satu gedung Tokyo yang tinggi, angin malam terasa lebih dingin dengan sinar bulan yang menyinari disertai langit yang gelap. 

Dan Gadis kecil itu terlihat berdiri sambil membentangkan tangannya di pinggir atap gedung, menatap kota Tokyo yang bersinar terang.

“Hmm, ini sungguh panggung yang bagus."

Disisi lain, Akira sudah tertidur di kamarnya dengan lampu mati, namun di gelapnya kamar, ada satu cahaya yang bersinar, yaitu cahaya dari panel sistem berwarna hitam yang muncul tiba tiba disaat ia sedang tertidur.

Ding...

[Pahlawan Rank S telah melakukan pergerakan]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!