Indonesia
NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.🏆

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

.

Matahari mulai condong ke barat, ketika Anindya tiba di kediaman mewahnya bersama dengan Zaskia. Suasana rumah terasa sangat hening dan sepi, jauh dari kesan rumah tangga yang harmonis.

"Rumahmu sepi sekali, Nin," komentar Zaskia sambil memandang sekeliling ruangan yang gelap karena tirai tertutup rapat.

Anindya melempar tas tangannya sembarangan ke sofa dengan wajah datar. "Iya lah. Pria penghianat itu kan sekarang pulangnya ke rumah selingkuhannya,” jawabnya santai, seolah berbicara tentang orang asing. "Tapi aku tidak peduli. Karena aku memang tidak sulit tinggal satu atap dengan seorang pengkhianat."

Zaskia mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian mengikuti langkah Anindya yang berjalan menuju kamar.

*

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian santai, keduanya duduk bersandar di kepala ranjang di kamar utama. Zaskia asyik memainkan ponselnya sendiri, sementara Anindya membuka laptop yang kini berada di atas pangkuannya dan mulai membuka beberapa file data dengan wajah serius dan fokus.

Jemarinya bergerak lincah menekan layar, matanya meneliti setiap angka dan laporan yang muncul.

"Kamu lagi ngapain sih, Nin? Serius banget?" tanya Zaskia penasaran sambil mencondongkan tubuh melihat layar laptop sahabatnya.

"Aku sedang mencari kelemahan perusahaan." Anindya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop, suaranya terdengar datar dan dingin. Berhenti sejenak, lalu menatap Zaskia dengan sorot mata yang membuat bulu kuduk merinding.

"Aku pastikan tidak lama lagi Raditya tamat. Tepatnya… begitu perut Sofia tak lagi besar."

Uhuk, uhuk!!!

Zaskia langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan itu. Matanya membelalak lebar menatap Anindya tak percaya.

"A-apa yang kamu bilang? Tamat?!" Zaskia mengusap dadanya yang terasa tercekat. "Maksudmu?"

Anindya hanya tersenyum miring, senyum yang penuh perhitungan. "Tamat ya tamat. End. Selesai, Dia sudah main api, sekarang saatnya dia merasakan terbakar."

"Tapi itu perusahaan kamu, Nin!" seru Zaskia tidak bisa menahan diri. "Kamu membangun nya dengan kerja keras, darah, keringat, dan air mata! Apa gak sayang banget kalau sampai hancur gitu aja!"

Anindya tidak bergeming. Wajahnya tetap tenang, bahkan tidak sedikitpun terlihat ragu. Ia menoleh pelan menatap sahabatnya.

"Apa gunanya perusahaan itu berdiri megah kalau bukan aku yang menikmati hasilnya?" ucap Anindya pelan namun penuh penekanan. "Aku tidak rela perusahaan hasil jerih payahku digunakan untuk memanjakan perempuan lain dan anak haram mereka. Jadi, lebih baik aku hancurkan saja!"

Glek!

Zaskia menelan ludahnya dengan kasar, terpaku menatap sosok di hadapannya. Ternyata di balik kelembutan Anindya, tersimpan sisi yang begitu keras, dingin, dan tak main-main. Tapi justru Zaskia merasa salut dan bangga. Kalau dia yang berada di posisi Anindya, mungkin sudah hancur lebur dan cuma bisa nangis di pojokan kamar.

"Oke... oke deh," Zaskia menghela napas panjang lalu menyunggingkan senyum sambil menggenggam tangan Anindya erat. "Aku dukung penuh apapun yang kamu lakukan. Dan apapun yang kamu butuhkan, jangan ragu untuk bicara padaku. Kamu boleh andalkan aku buat apa saja!"

"Makasih banyak ya, Zas.” Anindya tersenyum hangat, senyum tulus yang jarang ia tunjukkan belakangan ini. Ia membalas genggaman tangan sahabatnya itu dengan kuat, merasa sangat bersyukur masih memiliki seseorang yang benar-benar ada di sisinya. "Kamu sahabat terbaikku.”

*

Tiga hari kemudian...

Suasana di ruangan kerja Raditya terasa begitu mencekam. Pria itu terlihat semakin kurus dan lelah, matanya sayu namun tetap memancarkan amarah yang tertahan. Ia sedang berusaha keras mempelajari tumpukan berkas dan data di layar laptopnya, hal-hal yang biasanya tidak pernah ia sentuh karena semua sudah diurus sempurna oleh Anindya.

Tiba-tiba pintu diketuk kasar. Darius masuk dengan wajah panik dan berkeringat dingin.

"Tuan! Ada masalah besar!" seru Darius terbata-bata.

"Apa lagi sih?!" bentak Raditya kesal, namun tidak mengangkat wajahnya dari layar.

"Barang-barang impor kita yang baru datang dari luar negeri... ditahan semua sama pihak Bea Cukai, Tuan! Mereka tidak mau melepaskan satu pun kontainer dengan alasan ada indikasi itu semua barang ilegal dan ada ketidaksesuaian dokumen!" lapor Darius dengan napas memburu.

“Sedangkan para mitra bisnis sudah sejak dua hari lalu mempertanyakan barang pesanan mereka,” lanjutnya.

Tangan Raditya yang sedang menari di atas keyboard langsung berhenti. Ia mendongak tajam, wajahnya berubah murka.

"Apa?! Kenapa bisa ditahan?! Urusan bea cukai kan biasanya lancar!"

Raditya berpikir sejenak, lalu menyadari siapa yang paling paham urusan ini.

"Hubungi Anindya!” perintah Raditya tegas. "Biasanya kan dia yang pegang kendali penuh sama pihak sana. Pasti dia bisa selesaikan masalah ini!"

"Siap, Pak!" Darius mengangguk cepat lalu segera berbalik keluar ruangan menuju kantor Anindya.

Sesampainya di ruangan wakil direktur, Darius hanya bertemu Rosita, asisten pribadi Anindya yang sedang bekerja.

"Rosita, di mana Ibu Anindya?!" tanya Darius buru-buru.

Rosita mengangkat wajahnya dengan wajah datar dan sopan. "Maaf, Pak. Sudah seminggu lebih Ibu tidak pernah datang lagi ke perusahaan."

"Lalu sekarang kita harus bagaimana?!" Darius semakin panik, tangannya mengacak rambutnya frustrasi. "Barang kita ditahan semua di pelabuhan! Kalau begini terus, kita bisa dituntut milyaran rupiah! Mereka bisa mengamuk semua!"

"Maaf, Pak..." jawab Rosita pasrah sambil menggeleng pelan. "Saya juga tidak tahu harus bagaimana. Saya sudah coba hubungi nomor Ibu berkali-kali, tapi tidak bisa terhubung. Sepertinya beliau memang sengaja tidak mau diganggu."

Darius mendengus kesal lalu segera berbalik dan berlari kembali melapor ke Raditya. Mendengar laporan itu, Raditya benar-benar kehilangan kendali.

"AAAAARRGGHH!! Dasar wanita sial! Pasti dia sengaja melakukan ini untuk mencari perhatianku!" umpat Raditya sambil menggebrak meja dengan keras, membuat peralatan di atasnya bergetar.

Sementara itu setelah kepergian Darius...

Rosita yang tadi terlihat panik dan bingung, kini wajahnya berubah tenang seketika. Wanita itu segera merogoh saku bajunya, mengambil ponsel pribadinya, lalu menekan satu nomor panggilan cepat.

Hanya terdengar beberapa nada sambung, panggilan langsung tersambung.

"Benar seperti yang Ibu perintahkan, Bu," bisik Rosita hati-hati sambil memastikan tidak ada orang di sekitar. "Pak Darius baru saja datang ke sini menanyakan keberadaan Ibu. Dan saya sudah mengatakan sesuai skenario... "

Di seberang sana, Anindya tersenyum miring mendengar laporan itu.

"Bagus, Ros. Aku suka kinerjamu," jawab Anindya lembut namun dingin. "Biarkan saja mereka panik. Biarkan Raditya merasakan sendiri bagaimana rasanya memegang kendali tapi tidak tahu apa-apa. Dan satu lagi, kumpulkan terus semua yang aku perintahkan!”

"Siap, Bu. Saya mengerti," sahut Rosita patuh. "Ibu bisa mengandalkan saya. Saya pasti hanya akan setia pada ibu, karena saya juga benci pengkhianatan.”

Anindya memang duduk santai di rumah, tapi mata dan tangannya yang setia tak berhenti bekerja.

1
Henny Rahmawattyy
makanya tinggal di indonesia aja kan arv gratis dr pemerintah 😄
мєσωzα
ceritanya seruuu.. tokoh utamanya jg keren, tegas, cerdas, tau apa yg harus dilakukan 👏🏻👏🏻👏🏻
мєσωzα
lagian datengnya pas hari-H banget sih? gak dari kemaren" gituuu.. kan terima kabar pernikahannya dah seminggu yg lalu 😅
kompiang sari
rasakan
kompiang sari
Mampir Thor
мєσωzα
aaah si adrian dipaksa pulang buat dijodohin toooh.. untung dia dah ngumpulin bukti kalau keluarga calonnya orang jahat.. mending sama anin aja, keluarganya baik-baik, konglo jg 🤭
мєσωzα
beberapa bab kebelakang banjir air mata mulu 😭😭😭
Tressye Nona Wawolangi
seruuuu lanjut Thor, biasa saya kalau baca novel cuman lewat2 GK serius baca tapi ini sudah 2 x saya baca dan TDK pernah lewat lagi tegang ini
мєσωzα
kalau tanya gugel, hasil paternity test paling cepet itu 24 - 48 jam thor.. rasanya kalau 4-6 jam itu sedikit gak make sense deh 😅
tapi yaaa ini dunia halu sih ya 🤭
мєσωzα
pengobatan ARV gratis ko dit
мєσωzα
beneran keluarga pengkhianat.. bapak ibu anak sama aja 🤮
мєσωzα
klo ada wanita lain sebelum sama sofia, berarti radit ini dah lama sering selingkuh diluar ya.. emang dah jadi habit selingkuh ini mah 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
emang udah gila si radit ini 🤦🏻‍♀️
Evi Anggorowati
yah emang bodoh km Raditya mknya jadi org tu byk2 bersyukur uda punya istri baik dan setia mlh selingkuh alasan pengen punya anak pdhal istri nya kan ga mandul, sekalinya selingkuh eh ternyata dibohongi ma pelakor skrng mlh kena HIV jatuh miskin pula...
Evi Anggorowati
knp Raditya mlh pengen punya anak dr wanita lain ya pdhal kan bs punya anak dr anin istri nya sendiri, berarti emang Raditya uda g cinta ma anin krn kl cinta g mungkin selingkuh dan aku ga kasian sama sekali ma Raditya
Nek Arrirafa
👍👍👍👍👍👍👍👍
мєσωzα
bapak anak doyan selingkuh, emak main judol.. gak ada yg bener ini 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
perusahaan yg baru ini apa nggak ikut masuk harta gono gini ya? kan meskipun belum pembukaan, tapi perusahaannya udah ada dari sebelum cerai🤔
мєσωzα
sebenarnya masalah pajak ini agak aneh sih.. biasanya kan perpajakan diurus sama bagian finance. tapi yaudahlah gpp, biar radit kelabakan hehe
мєσωzα
hmm, rasanya petugas pajak kalau nagih pembayaran yg nunggak gak begini deh 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!