Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku mohon kita rujuk lagi, Naya

Kening wanita itu mengerut, menunjuk dagunya seraya menatap ke atas penuh tanya.

"Penyelamat? Penyelamat apa?"

Tatapan lekat tanpa jawaban dari Dean membuat hati Azarin bertanya-tanya.

"Hey, aku nanya. Kenapa kamu diam?"

Dean palingkan wajah, menggeleng lemah, "Tidak ada, lebih baik menjadi rahasia saja."

Azarin memanyun kecil. Namun ia pun tak memaksanya, karena ia tau, tidak semua rahasia harus diceritakan.

Wanita itu berdiri cepat, "Baiklah...kamu pasti haus kan, mau ku bikinkan kopi?"

Pria itu mendongak, tersenyum tipis, lalu menarik tangan Azarin untuk kembali duduk.

"Tidak perlu, ada petugasnya sendiri. Kamu cukup disini temani aku saja."

Dean peluk erat tubuh Azarin, memejam untuk sedikit melepas rasa lelahnya. Begitu juga dengannya, membalas pelukan Dean sambil saling bersandar satu sama lain.

***

"Mia...Azril...makan dulu sini sayang." panggil Naya dari arah dapur.

Dua bocil yang asik bermain Lego itu langsung berlari salip-menyalip menuju dapur, lalu duduk di kursi meja makan berdampingan.

"Horee...makann...!" seru Mia dan Azril heboh.

Disela Naya menuangkan nasi ke piring anak-anak, suara ketukan dari arah luar mengejutkan dirinya.

"Siapa sore-sore gini bertamu? Azarin kah?"

Namun ia ingat Azarin izin menitipkan Mia hingga malam. Karena orang di luar terus mengetuk pintu, Naya pun memutuskan menghampirinya.

"Iya sebentar!"

Naya buka pintu ruang tamu perlahan. Dan saat membukanya, ternyata itu adalah Gani, mantan suaminya.

Gurat emosi tercetak jelas di manik mata Naya.

"Ngapain kamu kesini?" sinisnya.

Gani tatap Naya intens, seraya menyodorkan satu kantung kresek berisi makanan untuknya.

Naya tatap kantung kresek itu dingin, beralih menatap Gani tajam.

"Gausah, aku ga butuh!" lalu menarik pintu untuk menutupnya.

Gani yang belum berbicara apapun langsung menahannya, membuat pergerakan wanita itu terhenti.

"Mau sampai kapan kamu mendiamkan ku, Naya."

Wanita itu lirik sinis pria di belakangnya, berbalik perlahan.

"Apalagi? Kamu mau apa lagi memangnya? Sana turuti ibumu, ngapain juga perduliin aku?!"

Gani tarik nafas panjang. Entah sampai kapan perdebatan ini akan terus berlanjut. Dibilang cerai, sebenarnya perceraian mereka tidak sah di mata hukum. Tidak pernah datang ke pengadilan, hanya saja Gani menjatuhkan talak dua untuk Naya, itupun karena keinginan wanita itu.

Mereka bercerai karena Naya tak sanggup harus hidup serumah dengan keluarga Gani yang banyak. Gani memiliki 3 adik, dan dua orang tua utuh.

Rumah pun tak besar. Setiap hari Naya selalu meminta Gani untuk pisah rumah, namun suaminya terlalu berbakti kepada keluarganya. Hal itu membuat Naya muak dan memilih pergi dengan anaknya.

Orang tua Gani pun tidak suka dengan Naya. Mereka menerima Naya semata menuruti keinginan putranya yang begitu mencintainya.

Naya masih ingat betul ucapan menohok ibunya Gani saat Naya minta pisah rumah.

"Kamu minta pisah rumah? Enak saja nyuruh anak saya bangun rumah. Kamu fikir beli tanah sekarang murah?! Belum bangun pondasi, bangun ke atasnya juga. Belum beli perabot ini itu. Lagian apa susahnya sih tinggal disini. Semua sudah ada, tinggal nikmatin aja kok repot."

Disaat itu juga, Naya habis kesabaran. Bukan sebulan dua bulan dia tinggal dengan keluarga Gani yang banyak itu. Tapi 2 tahun. Untung saja saat itu Naya belum hamil. Sempat hamil apa tidak makin repot ia ngurusin semuanya.

"Naya....aku mohon, dengerin mas, yah. Mas ga tahan Naya harus pisah rumah sama kamu. Sudah tiga tahun lho." mohon Gani.

"Kamu kan sudah nalak aku. Ngapain juga aku harus balik sama kamu?!"

"Kita bisa menikah lagi, bangun dari awal lagi, kumohon, yah?"

"Terus aku harus kembali lagi ke rumahmu itu, mas?! Mamamu itu cerewet! Ngaturan. Aku makan nasi banyak di komplen, dikit di komplen, kalo bangun ga jam 5 di komplen. Belum dua adikmu cowo semua, udah SMA SMP. Berisik mas! Apalagi kalo udah main game di depan rumah, semua kebun binatang keluar. Kamu fikir aku kuat apa?! Belum adikmu cewe satu itu, cerewetnya ngimbangin mamakmu. Aku ga sanggup, mas!"

Gani jambak rambutnya frustasi, menggeram kesal. Memang benar apa yang Naya ucapkan, ia bahkan hampir setengah gila tinggal bersama kelarganya. Dulu pernah nyoba ngontrak, namun mamaknya selalu minta di jenguk, ada saja alasan sakit yang harus membuat Gani bolak balik 12 kilometer. Sudah nguras bensin, nguras tenaga pula.

Alhasil Gani memutuskan untuk kembali tinggal bersama keluarganya. Namun semakin lama, Naya tak kuat lagi. Apalagi semakin hari mamanya mulai suka menyindir dirinya yang suka belanja online. Ditambah komplen karena Naya masak cuma buat dirinya dan suami.

Naya semakin lama setres disana. Bahkan saat sakit pun, ada mertuanya perduli? tidak! Gani yang rela bolak balik nganterin ke rumah sakit, ngurus BPJS ini itu.

Bagi Naya, Gani memang suami yang baik. Dia bertanggung jawab, semua kebutuhan yang Naya inginkan selalu terpenuhi. Bahkan Gani tak segan memberikan semua gajinya untuk Naya, dan berani berbohong gajian sedikit pada ibu demi semua uangnya Naya yang pegang.

Namun tanpa Gani memberikan apapun juga, Naya tidak akan menuntut. Hanya satu yang ia inginkan, pisah rumah. Dan Gani tegas pada ibunya. Namun sampai sekarang pun, pria itu masih suka bingung, dan berat sebelah. Hal itu membuat Naya muak dan memilih pisah rumah sendiri.

"Naya...aku benar-benar tidak bisa tanpamu, Nay. Apalagi putra kita sudah besar. Apa kamu akan terus seperti ini pada mas?"

"Kalo gitu buatkan aku rumah. Aku ingin pisah rumah. Kalo gabisa jangan pernah mohon lagi untuk rujuk karena aku tidak akan mau!"

BRAKK!

Pintu kontrakan Naya tertutup rapat setelah akhir kata yang ia ucapkan. Sementara Gani menghela nafas panjang. Ia jambak rambutnya frustasi. Ia juga sebenarnya ingin pisah rumah, dan fokus untuk anak dan istri saja.

Namun mamanya selalu mengancam akan mati jika ditinggal. Karena bagaimanapun, Gani adalah putra kesayangannya. Dan tidak ingin jauh dari putranya itu.

Gani yang sudah terbiasa di sayang dan di turuti semasa kecil pun menjadi tak tega, dan berotot menolak permintaan ibunya. Namun ia juga mencintai Naya. Ia tidak bisa bersama wanita lain.

Sudah berkali-kali mamanya minta dia untuk nikah lagi, Namun Gani menolak. Ia tidak sreg untuk menerima wanita manapun. Karena di hatinya cuma ada Naya seorang.

"Naya....sampai kapan rumah tangga kita akan seperti ini..."

Gani merunduk lemah. Untuk membangun rumah baru, setidaknya ia harus membeli tanah. Tanah satu ubin saja bisa mencapai 4 atau 5 juta untuk pemukiman. Sementara Gani ingat Naya ingin membuat kebun di samping atau belakang rumah. Setidaknya ia harus membeli sekitar 100 ubin.

Ia harus mencari 500 juta-an hanya untuk membeli tanah di perkotaan. Gani yang cuma kuli pabrik tentu luntang lantung mencari uang segitu.

"Hufft...3 tahun ini aku diam-diam nabung di belakang ibu, tapi cuma kekumpul 100 juta. Kemana lagi aku harus mencari tambahan yah....."

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!