perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai terungkap
"Mbak Jasmine .... Sudah waktunya Mbak untuk bangkit. Mbak harus tau kebenaran yang terjadi. Buka mata Mbak lebar-lebar. Cari tau bagaimana perilaku Mas Rama di belakang Mbak selama ini. Jangan mau di bohongi terus, Mbak. Jangan mau di rendahkan terus menerus.." Ucap Mbak Rima lembut, namun setiap kalimatnya terasa begitu dalam.
"Mbak Rima. Aku gak tau harus bagaimana sekarang. Aku seperti belum percaya kalau Mas Rama tega berselingkuh di belakangku." Ucapku pelan.
"Mbak Jasmine, sebelumnya aku minta maaf. Bukan maksud aku untuk ikut campur urusan rumah tangga Mbak. Tapi aku tidak tega melihat Mbak Jasmine terus-terusan di sakiti dan di rendahkan oleh Mas Rama. Kita sama-sama perempuan. Aku bisa merasakan apa yang Mbak Jasmine rasakan." Ucap Mbak Rima.
Aku tidak sanggup lagi berkata-kata. Aku hanya bisa menangis, merasakan sakit dan hancur nya perasaanku saat ini. Otak ku terua mencerna semua perkataan Mbak Rima.
Selama ini aku selalu percaya dengan Mas Rama. Bahkan saat dia mulai menjauhiku, aku masih terus berusaha mempertahankan rumah tangga kami. Karena aku mencintainya. Aku juga tidak ingin anak-anak ku kehilangan figur seorang Ayah.
"Yang barusan Mbak Rima katakan itu bohong kan, Mbak? Mas Rama tidak mungkin mempunyai wanita lain di belakangku." Tanya ku dengan tatapan yang penuh dengan air mata.
Aku masih berusaha mencari alasan untuk menyangkal semuanya. Mbak Rima justru menghela napas panjang.
"Mbak Jasmine..,dengarkan aku baik-baik. Aku tidak mungkin berani mengatakan semua ini tanpa aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Tadi, aku melihat Mas Rama dan wanita yang Mbak bilang bernama Vanessa sedang berantem di halaman rumah Mbak. Mereka berdua terlihat berbicara cukup serius, tapi aku tidak bisa mendengar ucapan mereka. Tapi dari ekspresinya, sepertinya mereka sedang ada masalah. Dan setelah itu, mereka pergi dengan membawa mobil sendiri-sendiri." Ucap Mbak Rima sambil memegang erat tanganku.
"Mbak Rima...." Ucap ku lirih, tangis ku langsung pecah, hati ku benar-benar hancur saat ini.
"Dan ada satu lagi yang Mbak Jasmine harus tau. Mas Rama sekarang ini sedang bermasalah di kantornya. Mas Rama melakukan korupsi atau penggelapan dana. Sekarang masih dalam pemeriksaan tim audit. Jika Mas Rama benar bersalah, kemungkinan besar Mbak Jasmine akan diminta untuk menjadi saksi."
Suami Mbak Rima berkerja satu kantor dengan Mas Rama. Pasti suami Mbak Rima sendiri yang memberitahu kepada Mbak Rima.
"Astaghfirullah, , buat apa Mas Rama sampai melakukan penggelapan dana? Untuk apa uang nya? Selama ini aku cuma di beri lima ratus ribu untuk satu minggu." Ucapku sambil tangku mengelus dadaku yang semakin terasa sesak.
Selama ini aku tidak pernah tau apapun tentang urusan pekerjaan Mas Rama. Yang aku tahu hanya, setiap pagi dia berangkat kerja dan pulang waktu sore atau malam hari. Aku tidak pernah menanyakan berapa penghasilannya. Bahkan ketika uang lima ratus ribu yang Mas Rama berikan setiap satu minggu sekali, aku selalu berusaha mengatur nya supaya cukup.
"Ya untuk siapa lagi mbak kalau bukan untuk perempuan itu. Coba mbak Jasmine pikirkan, mobil mewah yang di bawa wanita tadi pasti Mas Rama yang belikan. Itu mobil keluaran terbaru lho, Mbak. Dan bisa jadi Mas Rama juga sudah membelikan rumah untuknya." Jawab Mbak Rima.
Mendengar perkataan Mbak Rima, aku langsung menutup mulutku dengan tangan. Kalimat itu terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalaku.
"Apakah aku sebodoh itu, Mbak? Lantas sekarang aku harus bagaimana? sebenarnya, semalam Mas Rama menjatuhkan talak kepadaku. Mas rama sudah tidak menginginkan aku lagi, Mbak." ucapku dengan suara bergetar.
Air mataku kembali jatuh. Rasanya begitu banyak hal yang terjadi dalam waktu yang singkat.
"Aku sudah tau, Mbak. Semalam aku mendengar pertengkaran Mbak denga Mas Rama. Suara kalian terdengar keras hingga kerumahku. Dan aku juga tau bagaimana sikap Bu Lastri terhadap Mbak selama ini. Jujur, aku gemas sekali melihat Mbak yang begitu penurut dan mau di perlakukan seenaknya oleh suami dan mertua Mbak Jasmine sendiri." Ucap Mbak Rima.
Mbak Rima mengusap pelan air mataku yang membasahi pipi. Lalu melanjutkan ucapannya.
"Aku tidak menyalahkan Mbak Jasmine karena Mbak memilih untuk selalu diam dan nurut. Aku tahu Mbak pasti punya alasan tersendiri. Tapi, Mbak.......Mbak itu seorang istri, bukan babu." Imbuh Mbak Rima menggenggam tanganku erat.
Kalimat yang di ucapkan Mbak Rima membuatku dadaku terasa semakin sesak. Selama bertahun-tahun, aku justru tidak pernah memikirkan diriku sendiri. Yang ada di kepalaku hanya suami, anak-anak, dan pernikahanku. Tidak ada yang memikirkan perasaanku. Aku sendiri bahkan sudah lupa bagaimana rasanya memikirkan kebahagiaanku sendiri.
"sudah waktunya Mbak Jasmine bangkit. Mbak harus mulai memikirkan masa depan Mbak dan anak-anak." Lanjut Mbak Rima.
"Lalu aku harus bagaimana, Mbak? Aku disini tidak punya siapa-siapa. Saudaraku pun tidak ada. Aku cuma kenal sama Mbak Rima, teman yg paling dekat dengaku." Ucapku Lirih.
"Mbak Jasmine tidak perlu khawatir. Selama aku masih bisa membantu, aku akan siap membantu Mbak Jasmine melewati ini semua. Karena aku pernah di posisi seperti Mbak Jasmine. Makannya aku tidak mau melihat Mbak Jasmine menderita." kata Mbak Rima sambil menatapku dalam-dalam.
"tapi aku takut, Mbak." Ucapku yang masih terisak.
"Takut itu wajar, Mbak. Tapi Mbak tidak boleh membiarkan rasa takut membuat Mbak terus diinjak dan di bohongi. Jadi, mulai saat ini, buka mata Mbak Jasmine lebar-lebar, jangan mau lagi direndahkan, dan yang paling penting jangan kehilangan diri sendiri hanya demi mempertahankan seseorang yang sudah tidak bisa lagi menghargai kita. Mbak Jamine berhak bahagia."
"Tapi Mbak..., kenapa begitu sulit untuk mempercayai ini semua. Apakah mungkin Mas Rama setega itu kepadaku? Tega berselingkuh di belakangku?" Tanya ku sambil menatal ke arah Mbak Rima dengan mata yang sembab.
"Aku tahu Mbak Jasmine pasti akan sulit mempercayainya, kalau Mbak belum benar-benar melihat dan mengetahui semuanya sendiri. Jadi, aku tidak akan memaksa Mbak untuk percaya dengan ucapanku." Jawab Mbak Rima.
"Lalu aku harus bagaimana, Mbak?" Tanyaku.
"Mbak Jasmine harus bisa cari tau kebenarannya." Jawab Mbak Rima.
"Bagaimna caranya, Mbak? bahkan aku tidak tau harus memulainya dari mana." Tanyaku lagi.
"Yang Mbak harus lakukan pertama adalah, datangi rumah wanita itu. Dan yang kedua, Mbak datangi kantor nya Mas Rama lalu temui atasannya. Suamiku bilang Mas Rama sudah di berikan surat peringatan kedua. Jika mendapatkan satu lagi surat peringatan, Mas Rama bisa langsung dipecat. Karena, perselingkuhan yang di lakukan Mas Rama bisa membawa dampak yang buruk untuk nama baik perusahaan.
\*\*\*\*\*\*\*
Terimakasih sudah membaca..
Jangan lupa follow 😘