Indonesia
NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Pintu Apartemen

Dengung halus mesin SUV dan hembusan udara hangat dari pemanas ruangan perlahan mengikis rasa dingin yang membekukan tulang. Di luar jendela, Kota Paris tersamarkan oleh tirai salju yang kian tebal, menciptakan suasana remang dan privat di dalam kabin mobil.

​Di bangku penumpang depan, tepat di samping kemudi Jungkook, Mira berusaha tetap tegak. Awalnya, kecanggungan kecil sempat menyelimuti ruang yang begitu dekat di antara mereka. Namun, rasa lelah akibat penerbangan belasan jam dari Seoul, ditambah energi yang terkuras karena panik kedinginan di bandara tadi, mulai menagih haknya. Kelopak mata Mira terasa kian berat. Kepala gadis itu perlahan miring, menyandar pada dinginnya kaca jendela di samping kirinya.

Jungkook yang fokus mengemudi sesekali melirik ke arah samping. Ia menyadari sepenuhnya betapa lelahnya adik sahabatnya itu.

​Saat mobil perlahan berhenti di sebuah perempatan karena lampu merah, jalanan yang licin membuat ban mobil sedikit terguncang. Kepala Mira refleks terantuk pelan ke kaca jendela, membuatnya bergumam halus dalam tidurnya seraya mengernyit kedinginan.

​Tanpa ragu, Jungkook menggeser tuas transmisi ke posisi parkir dan melepas sabuk pengamannya. Dengan gerakan yang sangat perlahan agar tidak mengejutkan gadis itu, Jungkook merentangkan tangan kirinya, menyangga kepala Mira dengan telapak tangannya yang hangat dan kokoh tepat sebelum kepalanya terantuk jendela untuk kedua kalinya.

​Sensasi hangat dari telapak tangan Jungkook yang menyentuh pipi dan pelipisnya seketika membuat mata Mira terbuka tipis. Gadis itu sebenarnya terbangun. Namun, jarak mereka yang mendadak sangat dekat serta kehangatan jemari Jungkook membuat Mira menahan napas dan memilih untuk tetap memejamkan mata, berpura-pura masih tertidur lelap.

Jungkook memiringkan tubuhnya di atas konsol tengah, menatap wajah tidur Mira dari jarak yang amat dekat. Pendar redup lampu jalanan Paris menerobos kaca depan, menyoroti tiap detail paras Mira: bulu matanya yang lentik, ujung hidungnya yang sedikit memerah, dan bibirnya yang mengatup lembut.

​​Jungkook dengan amat hati-hati menuntun kepala Mira agar bersandar nyaman pada sandaran kursi yang empuk, menjajarkannya jauh dari kaca jendela. Tak berhenti di situ, Jungkook merogoh ke bangku belakang, mengambil mantel tebal miliknya, lalu membeberkannya pelan sebagai selimut di atas tubuh Mira hingga menutupi dadanya.

​Sebelum kembali ke posisi duduknya, jemari Jungkook terhenti sejenak di udara. Dengan gerakan penuh kelembutan yang teramat halus, ia menyelipkan sehelai rambut panjang Mira yang menutupi wajahnya ke belakang telinga gadis itu. Ibu jarinya tak sengaja menyapu lembut kulit pipi Mira yang halus dan dingin.

​DEG! DEG! DEG!

​Di balik pura-pura tidurnya, napas Mira tertahan seketika. Jantung di dalam dadanya berdegup begitu keras dan cepat, seolah ingin melompat keluar. Aroma maskulin khas Jungkook yang menempel pada mantel yang kini menyelimutinya memenuhi indra penciuman Mira, mengirimkan gelombang getaran manis yang membuat seluruh tubuhnya merinding hangat.

​Jungkook kembali mengenakan sabuk pengamannya dan kembali memegang kemudi seraya menginjak pedal gas saat lampu hijau menyala. Ia tersenyum tipis menatap jalanan bersalju di hadapannya, tanpa menyadari bahwa wanita yang duduk tepat di sampingnya sedang menahan debaran dada yang begitu hebat sepanjang sisa perjalanan menuju apartemen.

Kode pintu apartemen berbunyi bip-bip-bip sebelum pintu utama terdorong terbuka. Jungkook melangkah masuk lebih dulu seraya membawa dua koper besar milik Mira, lalu menyalakan lampu ruang tengah yang seketika menerangi apartemen modern bertingkat yang luas dan bernuansa hangat itu.

​"Masuklah, Mira-ya. Taruh sepatumu di rak sebelah sini," ujar Jungkook seraya menunjuk rak kayu di dekat pintu.

​Mira melangkah masuk dengan ragu-ragu. Pandangannya menyapu sekeliling ruangan, jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan salju turun di kota Paris, sofa kulit yang nyaman, serta jajaran monitor dan papan konsep game di sudut ruang kerja.

​"Taehyung Oppa belum pulang?" tanya Mira seraya celingukan mencari sosok kakaknya.

​Jungkook terkekeh pelan seraya meletakkan koper-koper di dekat lorong kamar. "Tadi dia sempat mengirim pesan pendek. Investor London itu mendadak minta penjelasan ulang soal konsep visual desain karakter terbaru HexaVerse. Dia bilang mungkin baru bisa pulang larut malam."

​Jungkook berjalan ke arah dapur bersih, menuangkan segelas air hangat lalu menyerahkannya pada Mira. "Minumlah dulu. Wajahmu masih pucat karena dingin."

​"Gomawo, Oppa," bisik Mira pelan seraya menerima gelas itu. Kehangatan gelas di tangannya perlahan menjalar ke jemarinya yang masih kaku.

​"Jadi..." Jungkook bersandar pada meja bar dapur, melipat kedua tangannya di dada seraya menatap Mira. "Berapa lama kau akan menginap di sini sebelum pindah?"

​Mira menghentikan seruputan air hangatnya, menyunggingkan senyum serba salah. "Sebenarnya... tadi pemilik apartemen yang disewa Taehyung Oppa dekat kampus memberi tahu kalau tempat itu belum bisa ditinggali. Tiba-tiba ada perbaikan pemanas ruangan dan pipa air, jadi mungkin baru siap tiga atau empat hari lagi."

​Ia menunduk sedikit, merasa tidak enak hati. "Maaf ya, Oppa... aku jadi merepotkan dan menumpang di sini selama beberapa hari ke depan."

​Jungkook terdiam sejenak. Namun, di balik raut wajahnya yang berusaha tetap tenang, ada rasa senang yang mendadak melintas di dadanya.

​Apartemen ini memiliki dua kamar tidur utama yang cukup luas. Tanpa ragu, Jungkook melangkah mendekati cermin besar di lorong tengah, memposisikan dirinya membelakangi Mira namun menatap pantulan mata gadis itu lewat kaca.

​"Apartemen kita punya dua kamar besar," ujar Jungkook dengan nada santai seraya merapikan rambutnya lewat cermin. "Kau bisa memakai kamarku selama tiga atau empat hari ke depan. Aku bisa tidur di sofa atau menumpang di kamar Taehyung."

​"Ehh?! Aniya!" potong Mira cepat dengan mata membelalak kaget. "Mana bisa begitu?! Ini kan apartemenmu, Oppa. Aku yang menginap, masa aku yang mengusir pemiliknya? Biar aku saja yang tidur di sofa ruang tengah!"

​Jungkook membalikkan badannya perlahan, menatap tepat ke dalam manik mata Mira dengan binar hangat yang dalam.

​"Tenang saja, kau tidak mengganggu sama sekali," kata Jungkook pelan namun tegas, menyunggingkan senyum tipis yang memabukkan. "Justru tempat ini jadi lebih ramai dan hidup kalau ada kau."

​DEG.

​Kalimat sederhana itu sukses membuat jantung Mira kembali berdegup kencang. Ia terpaku, kehilangan kata-kata untuk membalas perlakuan manis sahabat kakaknya itu.

​"Sudah, jangan membantah," lanjut Jungkook seraya berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya lebar-lebar. "Masuklah, bersihkan dirimu dan beristirahat. Aku akan menyiapkan handuk bersih untukmu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!