Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:482.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Masih Istri Sahku

Mentari pagi baru saja menyelinap masuk melalui celah gorden ruang makan. Aroma kopi hitam pekat memenuhi ruangan. Ardy duduk diam. Di tangannya terdapat map berisi dokumen perusahaan.

Namun, sejak lima belas menit lalu, tak satu pun deretan huruf di kertas itu benar-benar masuk ke kepalanya. Fikiran nya terbelah. Bayangannya masih dipenuhi interaksi dengan Kirana semalam.

Tidak ada tangisan. Tidak ada permohonan. Bahkan, wanita itu menerima draf perceraian dengan begitu tenang, seolah membuang barang bekas yang tak lagi berguna.

“Selamat pagi, Mas Ardy.”

Suara lembut itu membuyarkan lamunan Ardy. Siska datang dengan senyum manis yang dipoles sempurna. Ia langsung menarik kursi dan duduk tepat di samping Ardy.

“Pagi,” sahut Ardy dingin.

Siska mengabaikan nada dingin itu. Ia melingkarkan tangannya ke lengan Ardy, menggenggamnya dengan bermanja.

“Jadi, gimana pembicaraan kamu sama mbak Kirana semalam, Mas? Semuanya lancar, kan?”

Sebelum Ardy sempat menjawab, suara langkah kaki terdengar menuruni tangga. Sarah berjalan mendekat dan langsung duduk di hadapan mereka dengan wajah penuh harap.

“Iya, Ardy. Mama juga sangat penasaran, gimana reaksi perempuan itu?” desak Sarah sambil menuangkan teh ke cangkirnya.

Ardy mengembuskan napas pelan, lalu meletakkan dokumennya di atas meja.

“Aku sudah bicara dengannya.”

“Terus?” Mata Siska langsung berbinar antusias. “Dia marah-marah? Menangis?”

“Nggak. Dia setuju bercerai.”

Seketika, wajah Siska berubah sumringah. “Benarkah, Mas? Tanpa perlawanan sama sekali?”

“Iya. Tanpa perlawanan.”

Siska langsung memeluk lengan Ardy semakin erat, menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.

“Tuh, kan. Aku tahu kok, Mas. Pada akhirnya dia pasti sadar diri kalau selama ini dia cuma mengganggu hubungan kita.”

Sarah ikut tersenyum puas, lalu menyesap tehnya. “Syukurlah kalau begitu. Akhirnya benalu itu punya sedikit rasa malu dan tahu di mana posisinya.”

Namun, senyum kemenangan di wajah kedua wanita itu perlahan memudar ketika Ardy kembali membuka suara dengan nada berat.

“Tapi dia minta waktu satu bulan sebelum perceraian itu terjadi.”

Senyum di bibir Siska langsung lenyap tanpa sisa mendengar itu. “Satu bulan? Maksud kamu apa, Mas?”

“Iya. Dia minta penundaan perceraian. Dan aku menyetujuinya.”

Brak!

Siska tanpa sadar membanting cangkir teh di depannya hingga airnya tumpah membasahi taplak meja.

“Kenapa harus satu bulan, Mas?!” jerit Siska dengan nada meninggi, tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

“Dia ingin mencari kerja. Dia bilang ingin menyiapkan hidupnya setelah resmi bercerai dari kita,” ucap Ardy mengusap pelipisnya pelan, kepalanya mulai berdenyut.

Siska terkekeh sinis lalu menyilangkan tangan di depan dada. “Cari kerja? Alasan murahan Itu cuma akal-akalannya saja, Mas! Kamu dibodohi!”

Sarah mengangguk cepat, menyetujui ucapan Siska. “Benar. Mama juga yakin seratus persen begitu. Perempuan itu sangat licik, Ardy.”

Ardy mengangkat wajahnya, menatap ibunya dengan dahi berkerut. “Licik? Atas dasar apa Mama bilang begitu?”

“Iya, licik!” sahut Sarah. “Jangan-jangan dia sedang menyusun rencana untuk mengambil hartamu. Atau mungkin, diam-diam dia sedang menghubungi pengacara supaya bisa merampas harta gono-gini sebanyak-banyaknya!”

Siska ikut menimpali dengan nada memprovokasi. “Bisa juga dia sengaja mengulur waktu supaya kamu berubah pikiran, kan? Mas, jangan mudah dibodohi deh sama wajah polosnya.”

“Kalian terlalu berlebihan, Kirana bukan perempuan seperti itu.”

“Kamu membelanya? Kamu membela perempuan yang sudah berani kurang ajar pada Ibumu ini?” timpal Sarah.

“Aku cuma bicara sesuai kenyataan yang ada, Ma.” Ardy menyandarkan punggungnya ke kursi. “Coba Mama ingat-ingat lagi. Selama tiga tahun menikah denganku, Kirana bahkan nggak pernah meminta apa pun dariku. Dia nggak pernah minta dibelikan mobil. Nggak pernah minta tas mahal. Nggak pernah minta perhiasan. Dia bahkan rela memasak sendiri setiap hari untuk kita. Kirana itu nggak neko-neko.”

Ucapan pembelaan Ardy itu membuat Sarah terdiam sesaat. Wajahnya memerah karena di sekak oleh putranya sendiri.

“Itu karena dia pintar berpura-pura!” sergah Sarah, tak mau kalah. “Orang yang diam seperti itu justru paling berbahaya, Ardy! Diam-diam menghanyutkan.”

Siska kembali memegang tangan Ardy, mengusapnya lembut dengan tatapan memelas.

“Mas, kamu masih ingat, kan? Belakangan ini mbak Kirana benar-benar berubah drastis. Dia berani melawan Tante Sarah. Berani memukul Yati. Bahkan, dia berani menghabiskan uang miliaran rupiah di kartumu. Menurutmu, itu masih sosok perempuan polos yang sama?”

Ardy ikut terdiam. Rahangnya mengatup rapat. Memang benar, Kirana sudah berubah. Sangat jauh berbeda. Namun entah kenapa, di lubuk hatinya yang terdalam, Ardy justru merasa perubahan itu terjadi bukan karena Kirana sedang merencanakan sesuatu yang jahat. Melainkan, karena selama ini mereka telah mendorong wanita itu sampai ke batas akhir kesabarannya.

“Aku tetap percaya sama Kirana,” ucap Ardy akhirnya. “Dia memang berubah. Tapi dia bukan penipu.”

Siska menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Dalam hati ia mengumpat kasar, “Kenapa, Mas? Kenapa sekarang kamu selalu membelanya?!”

Sarah yang melihat putranya mulai goyah, kembali mencoba memengaruhi.

“Ardy, dengarkan Mama. Perempuan itu sekarang sering keluyuran keluar rumah. Belanja sesuka hati. Berdandan berlebihan. Apa semua itu belum cukup membuatmu curiga? Jangan-jangan dia memang berselingkuh di belakangmu!”

Selingkuh?

Satu kata itu sukses membuat rahang Ardy mengeras seketika. Bayangan log panggilan semalam dari pria bernama Tristan kembali meledak di kepalanya. Dadanya mendadak terasa sangat panas terbakar.

“Aku akan mencari tahu sendiri soal itu. Aku nggak mau menuduhnya tanpa bukti yang jelas.”

Siska mulai kehilangan kesabarannya. “Mas, kalau nanti dia tiba-tiba kabur membawa hartamu gimana? Atau kalau ternyata dia memang benar-benar selingkuh?”

Ardy berdiri dari kursinya secara mendadak. “Aku bilang cukup!” Suara tegas dan nyaringnya membuat ruang makan yang tadinya bising mendadak sunyi senyap.

Siska tersentak kaget hingga memundurkan wajahnya. Sarah pun ikut terdiam.

Ardy menarik napas panjang, berusaha menstabilkan emosinya sebelum berkata dengan nada pelan namun tajam.

“Selama belum ada bukti, jangan pernah menuduh Kirana macam-macam di depanku. Lagipula, dia masih istri sah ku.”

Kalimat terakhir itu bagaikan tamparan keras yang menghantam wajah Siska hingga memucat. Ia memaksakan senyum tipis, tetapi jemarinya mengepal sangat kuat di balik meja hingga kuku-kukunya menusuk telapak tangannya sendiri.

“Tidak. Aku tidak boleh membiarkan mas Ardy terus membela perempuan itu. Kalau dibiarkan, cepat atau lambat hati mas Ardy akan benar-benar berpaling,” batin Siska.

Siska menundukkan kepalanya. Sebelum masa tenggang itu berakhir, Siska bersumpah akan memastikan Kirana keluar dari rumah itu, apa pun caranya.

“Wah wah... ada apa ini? Pagi-pagi sudah berkumpul dengan wajah tegang begitu. Apa ada berita bahagia yang belum sempat kuberi ucapan selamat?” sapa Kirana santai begitu memasuki ruang makan.

Sontak mereka bertiga pun menoleh ke arah Kirana.

1
Idah Jafar
Kirana siap habisi uang Ardy
beeli yg bermanfaat KY mas berlian apartemen
biar habis tuh saldonya ATM
Sunny Kwok
Ceritanya bagus 👍👍👍
Senja: terima kasih kk
total 1 replies
Evy
Bapaknya anak Siska sudah pasti itu..Toni..sepupu gadungan..
Indra Wahyu Rianti
👍
Indra Wahyu Rianti
sarah gila. jelasjelas kakek kirana yg nolong suntikan dana perusahaannya masa dibilang miskin. baru kali ini orang yg nolong disia siakan.
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
Indra Wahyu Rianti
lah riko kan diminta bsk pagi data tony. malah laporin kirani dan tristan. ardy pun gak nanya. beg**** nya
Indra Wahyu Rianti
lah ternyata msh dirumah. kl tau itu berita yg ditunggu ngapain tgg nanti malem.
Evy
Pelayan yang tidak punya hati nurani... Sombong amat jadi pembantu...
Linda Muslimahcell
jgn mimpi Ardi,,,kasiah jg km ardi🤭
PNC
ga setujuuuuuuuuuuuuuuu
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat yah.. terimakasih thor, ceritanya bagus, dan ada yg bisa jadi renungan, bahwa apa yg kita punya hrs ttp disyukuri, krn setiap pembeeian dr Allah itu pasti yg terbaik buat hambaNya.. jd ttplh jd manusia yg pandai bersyukur agar tdk ada penyesalan dikemudian hari... ok thor semoga ada S2nya🙏
Senja: Terima kasih kka sudah mampir
total 1 replies
Farida Dalle
Yah... waharlh Kurana minta nambah, bayangin 3 thn nikah, dikasih nafkah batin cuman sekali itupun krn Ardy mabuk,gimna coba...

🤭🤣
Farida Dalle
Selamat atas pernikahan Tristan&Kirana, neskipun kita 5dk diundang tp ttp mendoakan yg terbaik, semoga Samawa, dn cepat diberi momongan, biar lengkap kebahagiaan si kakek, dan utk Tristan 2 jempol untukmu, yg mau menolong dg ikhlas... ibarat kata tangan kanan memberi, tangan kiri tdk perlu tahu, sekali lg selamat yah... 🥰😍
Farida Dalle
Thor, sedih aq tuh dg mas Ardy sm bu Sarah... rasanya mau nangis, semoga nntinya dikasi juga kebahagiaan yah thor🙏🥹
Farida Dalle
Thor, dilu kan wktu ngambil black cardnya si Ardy, Kirana kan sempat beli rumah, koq gak prnh dibahas... klu mmng ada kasi ke Ardy sj, spy bisa tinggal dg nyaman bersama ibunya
🤭
Farida Dalle
Inilh susahnya klu cuma drngar setengah2,jadi salah paham kan...tp tdk apa,dentan demikian sdh bisa ketebak kan klu sbnarnya Kirana jg suka sama Tristan,bahkan mungkin sdh mencintainya
🤭🤣
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
Ardy, plisss deh... gak usah buang duit dan wktumu, mending uangnya pake buat byr kontrakan dan makanannya, kamu mkn sj sm ibumu biar kenyang, iya kan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!