Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!
Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.
ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Setelah beberapa hari...
Perlahan-lahan, lantai batu di bawah kakinya mulai tertutup lapisan es tipis, dan butiran air yang jatuh dari dinding gua langsung membeku sebelum menyentuh tanah.
Kakek Cyrus ternganga. ‘Dia benar-benar bisa melakukannya… hanya dalam beberapa hari! Ini belum pernah terjadi sebelumnya!’
“Ryan, Sekarang, tahap terakhir,” kata Cyrus dengan nada penuh wibawa. “Satukan Aura Kabut Dingin dengan pedangmu. Gerakkan pedang, biarkan kabut mengikuti. Jika benar, pedangmu akan melepaskan gelombang kabut tajam yang tak kasatmata. musuh bahkan tidak tahu dari mana serangan mu datang.”
Ryan menghunus katananya.
WUUSSH!
Ia menutup mata, merasakan aura kabut yang menyelimuti tubuhnya, lalu mengayunkan pedang perlahan.
WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!
Seketika, kabut putih bergerak mengikuti ayunan itu, meluncur tajam ke arah dinding gua.
SRAAAK!
Batu keras terbelah seolah ditebas pedang tak kasatmata.
Tiada hari tanpa latihan. Siang dan malam, Ryan berlatih tanpa lelah.
Tubuh penuh keringat yang bercampur dengan butiran es di kulitnya.
Namun semangatnya tak pernah padam.
Sebulan penuh berlalu.
Dan kini, ia berdiri di hadapan Kakek Cyrus dengan aura kabut yang begitu padat, tubuhnya seperti dikelilingi kabut yang tak pernah lenyap.
Kakek Cyrus menatap cucunya dengan wajah yang sulit disembunyikan antara kagum dan terkejut.
‘Tidak masuk akal! Sejarah mencatat, jenius terbaik Clan saja butuh tiga tahun untuk menguasai semua teknik ini. Tapi dia… hanya satu bulan!’
“Ryan...” suara Cyrus bergetar, “kau sudah melampaui semua harapan. Kau telah menguasai semua yang kumiliki. Bahkan… mungkin sekarang, kau sudah lebih kuat dariku.”
WUUSSH
Ryan menyarungkan katananya, lalu membungkuk hormat. “Terima kasih atas semua pelatihanmu, Kakek.”
Ia berdiri tegak, matanya berkilat tajam, tubuhnya penuh kekuatan baru. ‘Aku bisa merasakannya… tubuhku saat ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Aura Kabut sudah menjadi milikku sepenuhnya. Kini, aku bisa mengkombinasikan nya dengan teknik pedang dari dunia ku dulu!'
Kakek Cyrus menepuk pundak Ryan dengan bangga. “Ryan, kau akan menjadi kebanggaan Clan Kabut Dingin. Aku, dan seluruh leluhur kita, menaruh harapan besar padamu, Nak.”
Ryan menunduk hormat, “Terima kasih Kakek. Aku akan membawa kebanggaan ini sebagai anggota sejati Clan Kabut Dingin.”
Cyrus mengangguk puas, namun ekspresinya segera berubah serius. “Tapi, Ryan… semua yang sudah kau pelajari selama ini, sebenarnya belumlah semuanya.”
Ryan mengerutkan kening. “Belum semuanya? Apa masih ada hal lain yang belum Kakek ajarkan padaku?”
Kakek Cyrus menarik napas panjang, lalu menggeleng perlahan. “Bukan aku tidak ingin mengajarkanmu, tetapi karena aku sendiri… bahkan aku… belum pernah menguasainya.”
Mata Ryan melebar, terkejut. ‘Pak tua ini? Dia saja tidak menguasainya? Teknik macam apa yang begitu sulit hingga Kakek Cyrus pun tidak sanggup? Seperti apa bentuknya…?’
Cyrus menatap cucunya dalam-dalam, “Ryan, ada satu tahap lanjutan. Tahap keenam… yang dikenal dengan nama Domain Kabut Dingin.”
“Domain Kabut Dingin?”
“Benar,” jawab Cyrus, “Itulah puncak latihan. Penggunanya mampu menciptakan lautan kabut seluas puluhan meter. Di dalam domain itu, musuh kehilangan penglihatan, pergerakan mereka melambat karena hawa dingin menusuk, dan serangan pedang sang pemilik domain bisa datang dari segala arah sekaligus. Tidak ada celah untuk bertahan. Itulah jurus pamungkas yang menjadikan Clan Kabut Dingin pernah berdiri sejajar dengan enam clan besar lainnya.”
“Menyerang dari segala arah…? Itu gila! Jadi ada teknik sehebat itu?!”
Cyrus mengangguk. “Namun, Ryan. hanya ketua pertama Clan Kabut Dingin yang pernah menguasainya. Itu terjadi lebih dari tiga ratus tahun yang lalu. Sejak saat itu, tak seorang pun yang mampu menembus tahap ini. Karena itulah, kekuatan Clan kita sekarang terus menurun… dari yang dulu disegani, kini dianggap paling lemah dari Tujuh Clan Besar.”
Suasana menjadi hening sejenak. Aura kesedihan dan kerinduan tampak jelas di wajah Kakek Cyrus.
“Jika saja…” lanjutnya, suaranya bergetar, “…ada satu orang yang bisa menguasai teknik itu lagi, Clan Kabut Dingin akan bangkit. Bahkan bisa mendominasi semua clan lain.”
Ryan terdiam, “Jadi… inti dari teknik ini adalah menciptakan kabut dingin seluas puluhan meter, lalu menjadikannya sebagai penjara hidup bagi musuh?”
“Benar,” sahut Cyrus cepat. “Tapi untuk melakukannya, kau harus memiliki aura yang tak hanya murni, tapi juga sangat luas dan kuat. Bahkan aku, dengan segala pengalaman bertahun-tahun, tidak pernah berhasil mencapainya.”
Ryan menatap lurus pada kakeknya. “Kalau begitu… aku akan mencoba nya Kakek. Aku akan melatih Domain Kabut Dingin itu, dan suatu hari… aku akan menguasainya.”
Kakek Cyrus menatapnya lama, lalu tersenyum tipis. “Aku tahu Nak. Kalau ada satu orang yang bisa melakukannya… itu pasti kau. Aku menaruh harapan itu padamu.”
Tiba-tiba, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari balik lorong.
Seorang pendekar muda masuk, Ia membungkuk dalam-dalam.
“Ketua! Ada seorang gadis remaja datang ke gerbang utama. Dia mengaku keturunan Clan Kabut Dingin. Meski kami melarang, dia tetap memaksa masuk. Dan… dia selalu mengatakan bahwa dia mengenal Tuan Muda Ryan.”
Ryan langsung terperanjat. “Gadis remaja?!” Ia segera melangkah maju. “Luna! Itu pasti Luna!”
Tanpa menunggu jawaban, Ruan berlari menuju gerbang.
Di sana, ia melihat para penjaga mengerubungi seorang gadis berambut hitam panjang, matanya berbinar namun penuh kekhawatiran.
“Luna!”
Gadis itu menoleh cepat.
Matanya berbinar, lalu ia berlari menghampiri Ryan.
“Kak Ryan! Kakak jahat! Meninggalkan aku sendirian begitu lama di tempat yang tidak aku kenal!” katanya dengan nada kesal, tapi tubuhnya langsung melompat memeluk Ryan erat-erat.
Ryan tertawa kecil, menepuk kepala adiknya. “Bagaimana bisa kamu ada di sini? Dengan siapa kamu datang?”
“Aku datang bersama Bella. Tapi dia hanya mengantarku sampai depan gerbang kota. Setelah itu dia bilang harus pergi ke suatu tempat dengan cepat,” jawab Luna polos, matanya jernih menatap kakaknya.
Ryan terdiam sejenak. ‘Bella pasti pergi menghadiri pertemuan besar Kultus Iblis. Itu berarti, ini saat nya aku mulai bergerak.’
Dari belakang, suara lembut terdengar. “Ryan, siapa gadis ini?”
Ryan meraih tangan adiknya, lalu memperkenalkannya. “Ibu, ini Luna. Putri dari Paman Tony, salah satu anggota inti Clan kita.”
Zenith tersentak, matanya melebar. “Ya ampun… Luna? Kau… kau masih hidup?!” Ia segera meraih tubuh gadis itu dan memeluknya erat. “Lihatlah dirimu… kau sudah besar sekarang.”
Luna terkejut dengan pelukan itu. “Nyonya… siapa?”
Zenith tersenyum lembut. “Aku Zenith, ibu Ryan.”
Mata Luna berkaca-kaca. “Kalau begitu… di mana ayah dan ibuku? Apakah mereka ada di Clan? Aku… aku ingin bertemu mereka.”
Zenith menatapnya lama, sebelum akhirnya menghela napas berat. “Luna… maafkan aku. Ayah dan ibumu sudah tiada. Mereka gugur demi melindungi Clan ini.”
Air mata langsung mengalir di pipi Luna.
Tubuh mungilnya bergetar, rasa kehilangan itu menekan dadanya.
“A-ayah… Ibu…” suaranya serak, penuh kepedihan.
Namun Zenith menariknya dalam pelukan hangat. “Jangan khawatir Luna. Mulai sekarang, anggap aku sebagai ibumu sendiri. Kau tidak sendirian. Kau adalah bagian dari keluarga ini.”
Luna menangis tersedu-sedu di pelukan Zenith.
Hatinya yang hampa perlahan diisi kembali oleh kasih sayang seorang ibu pengganti.
Sementara itu, Ryan berdiri diam, matanya menatap jauh ke arah utara.
‘pertemuan besar Kultus Iblis sudah dekat. Aku akan menyusup, mencari tahu rencana mereka, dan sekaligus aku akan menangkap pengkhianat Kultus. Aku akan bergerak hari ini dan menyusul Bella'