Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYERANGAN

Julian yang berada di dekat Aleta bahkan sampai bergeser sembunyi di balik punggung ibu tirinya saking ngerinya melihat aura dominan sang ayah.

Liam menarik napas dalam-dalam, lalu melirik sekilas ke arah Julian yang tampak ketakutan sebelum kembali menatap Aleta lekat-lekat.

"Seno!" panggil Liam tanpa mengalihkan pandangannya.

"S-saya, Marquez!" jawab Seno sigap langsung maju membungkuk.

"Siapkan pasukan elit squad sekarang juga! Kirim pesan balasan ke istana hari ini," perintah Liam dengan senyuman miring yang mengerikan.

Seno meneguk ludahnya kasar, merasakan ketegangan luar biasa di udara.

"Pesanan seperti apa yang harus saya sampaikan, Marquez?" tanya Seno hati-hati.

Liam melangkah maju satu langkah, merapikan sarung pedang di pinggangnya dengan gerakan penuh wibawa seorang penguasa medan perang.

"Katakan pada pria tua itu kalau dia berani melangkah masuk ke wilayah Volis dengan niat merampas milik keluargaku, aku sendiri yang akan datang memenggal kepalanya di singgasana!" ucap Liam, membuat seluruh pelayan di ruangan itu langsung bersujud ketakutan.

Aleta menghela napas pelan, mengusap bahu Julian yang masih sedikit menegang di baliknya.

Pandangan wanita itu kembali beralih kepada Liam yang berdiri dengan aura panglima perang yang siap meratakan siapa saja, Aleta tertegun sejenak, menatap punggung suaminya dengan mata yang sedikit melebar, tidak menyangka pria dingin itu bisa mengeluarkan sisi dominan dan mengerikan demi membela keluarganya.

"Sudahlah, Jendral, jangan pasang muka seseram itu di depan anak kecil," ucap Aleta datar, melangkah mendekati suaminya.

Liam menurunkan sebelah tangannya, menoleh tajam ke arah Aleta dengan sorot mata yang masih menyisakan sisa-sisa kemarahan.

"Bagaimana aku tidak emosi, Marchiones? Raja tua bangka itu sudah berani mengusik mu, itu artinya dia telah mengusik ku juga," ucap Liam cepat.

Aleta mengangkat satu alisnya, tersenyum miring mendengar ucapan yang baru saja meluncur dari bibir pria dingin itu.

"Wah, sejak kapan seorang Jendral Liam Volis pandai merayu di tengah situasi genting seperti ini?" sindir Aleta, membuat pelayan di sudut ruangan kembali menahan napas.

Liam berdehem pelan, berusaha menetralisir ekspresinya meski sudut bibirnya sempat berkedut tipis.

Pria itu melirik ke arah Julian yang kini memberanikan diri mendongak, menatap kedua orang tuanya bergantian.

"Aku tidak sedang merayu, Marchiones, aku hanya sedang mengatakan fakta bahwa tidak ada satu orang pun di negeri ini yang boleh merampas apa yang menjadi hak kita" ucap Liam dingin, kembali memasang wajah wibawanya.

Julian mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu memberanikan diri menarik ujung jubah militer yang dikenakan sang ayah.

"Ayah... apa benar Ayah akan memenggal kepala raja kalau dia datang ke sini?" tanya Julian polos dengan suara kecil nya.

Liam langsung berjongkok di hadapan Julian, menyamakan tinggi badannya dengan sang anak, lalu menepuk pelan bahu mungil itu.

"Dengar, Jendral kecil, sebagai seorang pria dan kepala keluarga di sini, tugas Ayah adalah memastikan tidak ada satu orang pun yang berani menyakiti mu dan ibu mu di rumah ini," jawab Liam tegas, sorot matanya melembut saat menatap Julian.

Julian tersenyum lebar, rasa takutnya seketika menguap begitu mendengar pembelaan mutlak dari ayahnya.

"Wah... Ayah keren sekali hari ini! Berarti aku tidak perlu khawatir lagi dong?" seru Julian antusias.

"Tentu saja tidak perlu," jawab Liam, lalu berdiri kembali sambil melirik Aleta dari ekor matanya.

Aleta mendengus pelan, memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan senyuman tipis yang sempat terukir di bibirnya.

BRAKKKK

Suara dentuman keras terdengar dari arah gerbang depan, membuat semua orang langsung waspada dan mengeluarkan senjata mereka.

Sementara Aleta yang hendak kembali ke kamar nya, langsung menghentikan langkahnya, matanya menyipit tajam dengan auranya yang mendadak berubah dingin dan mematikan.

"Sepertinya tamu tak diundang kita tidak sabar ingin segera bertemu dengan malaikat mautnya," ucap Aleta dingin.

"Baguslah, jadi kita tidak perlu repot-repot mengirim undangan balasan ke istana," ucap Liam sambil melangkah maju berdiri di depan istri dan anak nya.

Julian yang sempat terkejut langsung berlari bersembunyi di balik tubuh Aleta, mencengkeram kain itu dengan erat sambil menatap ke arah pintu depan.

"Ayah... mereka datang?" tanya Julian lirih, dan juga merasa penasaran.

Aleta merendahkan tubuhnya sejenak untuk menepuk pundak Julian agar bocah itu tetap tenang.

"Tetap di sini, Jendral kecil, tonton bagaimana Ayahmu menyambut tamu-tamu tidak sopan ini," perintah Aleta tegas, menatap tajam ke depan.

Tak lama kemudian, sekelompok prajurit istana bersenjata lengkap mulai memenuhi ruang tamu mereka, mengepung area tempat mereka berdiri.

Di barisan paling depan berdiri seorang panglima istana, berbadan besar maju sambil menghunus pedang panjangnya, menatap Liam dan Aleta dengan seringai meremehkan.

"Jendral Liam Volis! Anda dan istri anda telah melakukan pemberontakan karena melawan titah Raja Salova!" bentak sang panglima dengan suara menggelegar memenuhi aula.

Liam hanya menatap datar pria di hadapannya itu, sama sekali tidak terintimidasi oleh jumlah pasukan yang mengepung mereka.

"Pemberontakan? Bilang kepada raja tua itu, wilayah ku bukan tempat sampah untuk menampung orang-orang serakah sepertinya!" jawab Liam tajam, suaranya dingin menusuk tulang.

Panglima istana itu mendengus angkuh, melambaikan tangannya memberi aba-aba pada seluruh prajurit di belakangnya.

"Tangkap mereka hidup atau mati! Rapatkan barisan!" teriak nya lantang.

SRING

SRING

SRING

"HIYAAAA!!!"

Puluhan prajurit istana langsung menyerbu serentak, mengayunkan pedang mereka dengan beringas ke arah Liam dan Aleta.

TRANG

TRANG

TRANG

Liam bergerak secepat kilat, menepis tebasan pedang musuh pertamanya dengan dentingan keras, lalu melayangkan tendangan telak yang langsung membuat dua prajurit terpental menabrak pilar kayu.

BRAKKKK

"Jangan harap ada yang bisa lolos!" seru Liam dingin, lalu memutar pedangnya dengan gerakan melingkar.

TRANG

TRANG

JLEP

"AAAAAKKKKKKHHHHHHH!"

Di sisi lain Aleta tidak tinggal diam, dia menghindari tusukan pedang seorang prajurit dengan gerakan miring yang sangat anggun namun mematikan.

"Gerakan kalian lambat sekali, seperti kura-kura kurang tidur," cibir Aleta santai, lalu mencengkeram pergelangan tangan musuh dan memutarnya hingga pedang tersebut terlepas dari genggamannya.

BHUK

KRAKKK

"AAAAKKKKKKHHHH!"

Sebuah mendarat di rahang prajurit itu, membuatnya langsung ambruk pingsan seketika tanpa sempat melawan balik.

Aleta mengambil pedang prajurit itu untuk dia gunakan, menghabisi prajurit istana.

"Waktu nya bermain sayang!" ucap Aleta menyeringai dingin.

TRANG

TRANG

JLEP

JLEP

CRASS

"AAAAAKKKKKKHHHHHHH!"

Pergerakan Aleta begitu cepat, menebas dan memenggal musuh nya.

JLEP

JLEP

"AAAAKKKKKKHHHH!"

JLEP

Julian yang melihat aksi sengit itu dari balik pilar ternganga lebar, bukan nya takut, justru pria kecil itu matanya berbinar-binar kagum melihat cara ibu tirinya bertarung dengan begitu mudah.

"Wah... Ibu hebat sekali!" teriak Julian girang di tengah riuhnya suara benturan logam.

1
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!