Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Keira terbangun dengan kesadaran yang masih kabur. Tangan dan kakinya terikat kuat, membuatnya tak bisa bergerak bebas.

Saat ia melihat Keyna di sampingnya, ketakutan menyelimuti dirinya. Keira pun terkejut, ia lupa bahwa Keyna sedang dalam kondisi koma. Dengan panik, ia mendekat dan mencoba membangunkan kembarannya.

"Keira?" Keyna membuka matanya perlahan, suaranya lemah dan serak.

"Syukurlah... kau sadar," napas Keira terengah lega, meski rasa sakit di bahunya masih terasa menyengat.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Keyna pelan, matanya menyipit mencoba menyesuaikan pandangan.

"Aku baik-baik saja," jawab Keira, berusaha tersenyum meski tubuhnya terasa berat.

"Kenapa kita bisa ada di sini?" Keyna menelan ludah, tenggorokannya terasa kering dan pahit.

"Kau diculik, dan aku datang untuk menolongmu," jawab Keira jujur, meski ia sendiri tak tahu persis apa yang terjadi.

Keyna mulai menangis pelan. "Aku takut... tempat ini kotor dan berdebu. Aku ingin pulang, Keira."

"Tenanglah. Kita akan keluar dari sini. Tapi kau harus kuat dulu," hibur Keira lembut. Ia menatap wajah kembarannya yang tampak begitu rapuh, hatinya terasa semakin perih.

"Kenapa kau berubah, Keira?" tanya Keyna tiba-tiba, menatapnya dengan tatapan bingung.

"Berubah bagaimana? Aku tetaplah aku," jawab Keira pelan.

"Bukan begitu... rasanya kau berbeda. Sejak dulu kita selalu berbagi segalanya, tapi sekarang..." Keyna menunduk, air mata mulai jatuh kembali.

Keira menghela napas panjang. "Dengar, Keyna. Tak semua hal bisa berjalan seperti yang kita inginkan. Aku senang bisa bersamamu sekarang." Ia menatap kembarannya dengan tulus. "Aku menyayangimu, Keyna. Kau harus bahagia. Jangan pernah sedih, ya?"

Keyna mengangguk pelan, namun air matanya tak kunjung berhenti. "Aku juga menyayangimu. Kita berbagi rahim yang sama. Tak peduli apa pun yang terjadi, kau tetap saudaraku."

Keira tersenyum tipis, lalu menyandarkan kepalanya di pundak kembarannya. "Jadilah alasan mereka tersenyum, Keyna. Kau adalah matahari bagi keluarga ini."

"Keira.."

"Biarkan aku bicara dulu, ya?" potong Keira pelan. "Aku tahu Papa dan Mama tak pernah benar-benar melihatku. Aku bukan anak kesayangan, bahkan kakak-kakakku pun tak pernah menganggapku ada."

"Itu tidak benar, Keira," potong Keyna cepat.

"Mereka tak pernah peduli padaku, Keyna. Aku selalu berusaha kuat, tapi rasanya aku sudah tak sanggup lagi. Setiap hari aku merasa sendirian, disalahkan, diminta berkorban. Tak ada yang pernah bertanya bagaimana perasaanku."

Keira memejamkan matanya, air mata akhirnya jatuh. "Aku lelah, Keyna. Sangat lelah."

"Kita sama, Keira. Aku juga selalu berusaha kuat. Tak ada yang tahu betapa beratnya perjuanganku setiap hari. Kita berdua sama-sama kesepian," bisik Keyna pelan.

"Kalau aku pergi... tolong jangan sedih, ya?" ucap Keira tiba-tiba, suaranya terdengar begitu lemah.

"Jangan bicara begitu, Keira. Kita akan pulang bersama."

"Jaga dirimu baik-baik, Keyna. Jangan terlalu sering menangis. Kau harus kuat. Hadapi masalah dengan kepala tegak. Boleh menangis, tapi jangan menyerah."

"Keira..." Keyna merasa hatinya perih mendengar setiap kata itu.

"Ssst... jangan bicara dulu. Biarkan aku menikmati momen ini sebentar lagi." Keira memejamkan matanya, meski luka di bahunya terasa semakin nyeri.

"Pakai kalung ini, ya?" Keira melepas kalung berbentuk hati yang selalu ia pakai, lalu mengalungkannya ke leher Keyna.

"Kenapa ini?" Keyna menatapnya bingung. Itu adalah hadiah pertama yang pernah ia berikan kepada Keira.

"Anggap saja hadiah terakhir dariku. Simpan baik-baik. Di dalamnya ada foto yang sangat berharga bagiku."

"Tapi ini milikmu, Keira."

"Sudah, terima saja. Jangan dibuang ya."

"Baiklah..." Keyna menyentuh kalung itu dengan lembut, namun hatinya merasa semakin gelisah.

Keira mencari sesuatu di sekeliling ruangan. Matanya menangkap pecahan kaca botol yang tergeletak di sudut ruangan. Dengan cepat ia mengambilnya dan memotong tali yang mengikat tangan dan kakinya sendiri. Meski tangannya tergores dan berdarah, ia tak peduli. Yang penting ia bisa bergerak bebas.

"Kau mau ke mana?" tanya Keyna cemas.

"Kita akan keluar dari sini. Tunggu sebentar, aku akan membebaskanmu juga."

Ia berlutut di depan kembarannya, lalu mulai memotong tali yang mengikat kaki Keyna dengan hati-hati agar tak melukainya.

"Kenapa kau begitu tiba-tiba, Keira?" tanya Keyna masih tak mengerti.

"Aku hanya ingin kau menyimpannya. Di dalamnya ada foto kita berdua, ingat?"

"Tapi kenapa kau tak memakainya sendiri?"

"Karena sekarang kau yang lebih membutuhkannya. Anggap saja sebagai pengingat bahwa aku selalu ada di sini," ucap Keira sambil menunjuk dadanya.

Keyna terdiam, namun kalung itu terasa begitu berat di dadanya. Seolah ada sesuatu yang sedang berpamitan.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!