Indonesia
NovelToon NovelToon
Enemy To Lovers: Tersangkut Cinta Musuh Bebuyutan

Enemy To Lovers: Tersangkut Cinta Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: theonlywaaannn_

Kiara cuma punya satu impian di sekolah barunya: lulus dengan tenang tanpa drama.

​Sayangnya, takdir malah melemparnya tepat ke lingkaran kehidupan Khafi Mahendra—cowok paling jahil, menyebalkan, dan susah ditebak di SMA Cahaya Permata.

​Dua kepala batu. Dua pendirian kuat. Satu hubungan tanpa komitmen yang dipenuhi provokasi. Ketika benci menjadi satu-satunya bahasa yang mereka pahami, seberapa jauh mereka bisa saling menghindar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon theonlywaaannn_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : Tragedi Kunti Mungil

   ​Pagi itu di area halaman SMA Cahaya Permata yang luas, cukup ramai oleh lalu lalang siswa-siswi yang sedang mengejar waktu untuk sampai di kelas sebelum bel berbunyi.

Kiara Zefanya —sang pendatang baru— melangkah anggun dan percaya diri menyusuri selasar dekat parkiran sekolah barunya. Dengan seragam rapi, senyum tipis yang sopan, serta rambut hitam legam sepunggung yang terurai indah, Kiara adalah definisi cewek lembut yang bikin adem siapa pun yang melihatnya.

​Ia berhenti sejenak di dekat deretan motor, hendak membenarkan tali ranselnya yang meluncur tepat di salah satu lengannya. Di saat yang bersamaan, Khafi Mahendra—kapten tim basket SMA Cahaya Permata yang selalu jadi pusat perhatian—baru saja turun dari motornya. Dengan gaya khasnya yang cool, Khafi mengibaskan tas ransel kulitnya yang penuh keychain ke bahu kanan sambil memegang helm.

​Tanpa diduga, begitu Khafi memutar badan dan Kiara melangkah maju, gantungan kunci besi di tali tas Khafi menyambar gulungan rambut panjang Kiara.

​Sret!

​"Aww!" Kiara mengaduh spontan saat kepalanya tertarik ke belakang. Langkahnya terhenti mendadak.

​Khafi yang merasa tasnya berat tertahan ikut berhenti. Dahinya berkerut, ia menoleh karena mengira tasnya ditarik orang. Namun, matanya membelalak saat melihat helai-helai rambut hitam tebal melilit erat di gantungan tasnya.

​"Eh, eh! Kok rambut lo bisa nyangkut di tas gue?" Tanya Khafi kaget, langsung menahan badannya agar rambut Kiara tidak makin ikut tertarik.

​Kiara memegangi pangkal rambutnya yang terasa panas berdenyut. Rasa perih itu langsung membakar emosinya. Kesan cewek manis yang penuh kelembutan seketika menguap, berganti dengan tatapan tajam yang sarat akan kesal. Bagi Kiara, kalau dia tidak salah, mau siapa pun orangnya, tidak akan ia biarkan semena-mena.

​"Lo kalau jalan pakai mata dong!" semprot Kiara langsung. Suaranya tidak melengking histeris, tapi penuh penekanan yang menusuk. "Main putar badan asal narik. Lepasin nggak?! Sakit nih!"

​Khafi tertegun sejenak. Ia tidak menyangka cewek berwajah kalem dan berbadan mungil ini berani menyemprotnya tanpa rasa takut sedikit pun.

​"Dih? Malah gue yang disemprot!" Khafi mencoba mengurai lilitan rambut itu dengan jarinya, tapi gantungan malah bikin lilitannya makin ruwet. "Ngapain lo berdiri mepet-mepet sama tas gue? Lagian... rambut lo panjang amat, tebal lagi. Nggak dikuncir pula! Kalau di tempat remang, orang-orang yang lewat bisa ngira lo itu kuntilanak."

​Dada Kiara naik turun menahan emosi. "Mulut lo bisa dijaga nggak? Ya terserah gue lah, mau nguncir rambut ataupun nggak, kan ini rambut gue! Yang ugal-ugalan narik tali tas siapa, yang nyalahin orang lain siapa!"

​"Ya ini lagi diusahain lepas, Kuntil! Jangan gerak-gerak makanya, makin melilit nih!" sergah Khafi yang makin gregetan karena jarinya malah kepentok-pentok dengan resleting tasnya.

​"Apa lo bilang?! Kuntil?!" Kiara melotot tajam, siap meledak.

​"Kunti Kecil! Pas kan buat lo? Mungil, rambut panjang banget gini, rewel lagi!" sahut Khafi santai dengan wajah nyebelinnya.

​Jarinya yang panjang sebenarnya dengan telaten mengurai helai demi helai rambut Kiara dari besi keychain. Sisi hangatnya tidak tega kalau sampai membuat rambut cewek ini rontok parah, tapi rasa gengsinya ini karena merasa dia disalahkan jadi menutupi itu semua.

​"Gue punya nama!" tegas Kiara seraya menatap lurus mata Khafi tanpa ada kedipan ragu.

​Sret.

​Jalinan rambut itu akhirnya terbebas. Kiara langsung membetulkan rambut sepunggungnya yang beberapa helai sudah kusut seraya memiringkan kepala seraya mengusap kulit kepalanya yang menyut-menyut.

​"Lain kali kalau jalan tuh bawa matanya juga, bukan cuma bawa badan jangkung lo doang!" cetus Kiara tegas. Ia memberikan tatapan sinis terakhir sebelum berbalik dan melangkah pergi dengan dagu terangkat, meninggalkan Khafi di tempatnya.

​Khafi mematung, memperhatikan langkah Kiara yang makin menjauh. Bukannya marah balik karena disemprot, sudut bibir Khafi malah terangkat. Ia terkekeh pelan seraya mengacak rambutnya sendiri.

​"Lucu juga tuh Kuntil. Badan mungil, muka kalem serasa malaikat, tapi omongannya pedes tampang preman." gumam Khafi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

...​ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Di balik pintu cokelat kelas XI IPS 2, suasana kelas yang tadinya bising mendadak agak tenang saat Bu Dewi memasuki ruangan bersama seorang murid baru.

​"Selamat pagi anak-anak. Sebelum KBM hari ini dimulai, kita kedatangan teman baru. Silakan kenalkan diri kamu, Kiara."

​Kiara berdiri tegak di depan kelas. Aura galaknya di parkiran tadi seolah menguap, berganti kembali menjadi sosok gadis yang anggun dan santun. "Halo semuanya, nama saya Kiara Zefanya. Kalian bisa panggil saya Kiara. Salam kenal ya." ​Suara Kiara yang halus langsung memancing riuh dari seisi kelas dengan respons yang berbeda-beda.

​"Masyaallah... adem benar mukanya, berasa liat ubin masjid," celetuk Bagas, si anak humoris yang duduk di depan.

​Lia, cewek biang gosip kelas, langsung berbisik heboh ke temannya. "Anjir, saingan baru nih! Mana bening banget lagi!"

​Sementara Rian, si ketua murid yang biasanya kaku dan selalu jidatnya berkerut, mendadak membetulkan kacamata hitam tebalnya seraya berdeham sok berwibawa. "Ekhem... selamat datang di Sebelas IPS Tiga , Kiara. Kalau ada yang bingung materi, bisa tanyakan ke gue."

​"Gaya lo, Yan! Biasanya juga nyalin PR gue!" timpal Bagas yang langsung disambut gelak tawa sekelas.

​Kiara hanya tersenyum sopan menanggapi kehebohan itu. Namun, senyumnya mendadak luntur saat matanya beradu dengan seorang cowok jangkung yang duduk santai di pojok belakang. Cowok itu menatapnya dengan satu alis terangkat dan senyum miring yang sangat nyebelin.

​Cowok nyebelin yang tadi?!Dosa apa gue sampai harus sekelas sama dia?! batin Kiara sengit, langsung mengalihkan pandangannya.

​"Nah, Kiara, kamu duduk di samping Neona ya," tunjuk Bu Dewi pada seorang gadis berpipi bulat di barisan ketiga.

​Kiara mengangguk sopan dan melangkah menuju tempat duduknya yang berada tepat dua meja di depan markas geng Anak Pojok.

​Begitu Kiara duduk, tiga cowok di pojok belakang langsung kasak-kusuk.

​"Buset, dapet anugerah apa kelas kita? udah kalem ditambah manis pisan euy," bisik Ferdi penuh kagum.

​Kevin menyenggol lengan Pandu. "Ndu, ini mah tipe cewek penurut. Penjaga kedamaian kelas fix!"

​Pandu yang penampilannya paling rapi di antara mereka mengangguk setuju. "Jarang-jarang ada murid pindahan seanggun dia."

​Khafi yang bersandar di kursinya hanya memutar pulpen di jari seraya tersenyum tipis. Mengingat bagaimana 'Cewek Kalem' itu menyemprotnya tanpa ampun di parkiran tadi, Khafi menggeleng pelan.

​"Kalian ketipu muka manisnya," gumam Khafi santai.

​Ferdi menoleh heran ke teman sebangkunya. "Lah? Lo udah kenal, Khaf?"

​"Udah," jawab Khafi singkat, matanya menatap lurus pada punggung Kiara yang sedang mengeluarkan buku. "Dia mungil, tapi kalau ngomong galak. Kayak Kuntil."

​"Kuntil apaan sih?" tanya Kevin bingung sembari mengubah posisinya ke belakang menghadap Khafi.

​Khafi tidak menjawab lagi. Ia menyilangkan tangan di dada dengan pandangan yang tidak lepas dari Kiara. Sifat gengsinya bikin Khafi enggan mengakui kalau keberanian dan ketegasan Kiara tadi justru bikin dia makin penasaran untuk terus memancing sisi rewel cewek itu lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!