Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Arjuna harus mencari tahu siapa orang yang telah mencampurkan obat tidur ke dalam minum Helena, sekaligus penyebab jatuhnya lampu gantung di restoran itu.
Pikirannya mulai bekerja. Dia merasa orang yang paling mungkin melakukannya adalah pelayan yang bertugas menyajikan minuman tersebut.
"Aku harus mencaritahu siapa pelayan yang menyajikan minuman di pesta."
Karena itu, dia terpaksa menemui Calista yang saat itu masih berada di lokasi pesta. Hanya Calista yang pasti tahu siapa pelayan itu.
"Bu Calista, aku ingin berbicara sebentar."
Calista sangat merasa senang. Wajahnya langsung berseri-seri. "Tentu saja boleh."
"Kalau begitu ikut aku," pinta Arjuna.
Mereka berdua pun segera pergi dan masuk ke dalam ruang kerjanya Calista.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Calista sambil tersenyum manis. Dia sengaja duduk disamping Arjuna.
Arjuna sedikit menggeser posisi duduknya untuk menjaga jarak. "Aku hanya ingin bertanya, siapa pelayan yang ditugaskan untuk menyajikan minuman."
Calista mengerutkan keningnya. "Untuk apa kamu bertanya seperti itu?"
Arjuna menjawab dengan jujur. "Untuk mencaritahu siapa orang yang memasukan obat tidur ke dalam minuman istriku."
Calista sedikit merasa kesal mendengar jawaban dari Arjuna. Karena dia tadi sudah mendengar desas desus itu bahwa ternyata Arjuna adalah suaminya Helena, seorang dokter sekaligus salah satu pewaris Perusahaan Niroga.
"Untuk apa kamu peduli pada istrimu? Memangnya kamu gak sakit hati, tadi kamu sudah direndahkan oleh keluarganya? Kalau aku menjadi kamu, aku pasti memilih keluar dari keluarga itu." Calista mencoba mempengaruhi Arjuna.
Arjuna hanya diam. Dia tidak pergi begitu saja, karena dia memang harus tinggal bersama dengan Helena untuk memastikan keamanan kalungnya. Dan... dia juga tidak tahu, entah mengapa dia merasa sakit saat melihat Reno yang sedang menggendong Helena, meskipun niatnya untuk membawa Helena ke rumah sakit.
Arjuna memilih tak menjawab. Dia ingin fokus dengan hal yang ingin dia bahas. "Jadi, siapa pelayan itu?"
Calista menghela nafas dalam-dalam. "Tunggu sebentar."
Dia segera membuka buku catatan, lalu memeriksa daftar nama pelayan yang bertugas saat itu.
"Disini, orang yang bertugas menyajikan minuman adalah Ferdy."
"Ferdy?" Arjuna mengerutkan keningnya.
...****************...
Setelah pesta berakhir, tak membuang waktu dia langsung memanggil Ferdy untuk bertemu dengannya di rooftop rumah sakit.
"Untuk apa kamu meminta aku menemui kamu? Kamu itu cuma karyawan baru. Gak berhak untuk..."
BUGH!
Ferdy berhenti bicara, karena tiba-tiba Arjuna memukul wajahnya dengan keras.
Ferdy langsung terhuyung ke belakang sambil meringis kesakitan.
Arjuna dengan penuh amarah mencengkram kerah bajunya. "Mengapa kamu memasukan obat tidur ke dalam minuman Helena?"
Ferdy langsung mengelak. "Jangan menuduh sembarangan. Aku gak melakukannya."
"Apa kamu lupa di restoran ini ada CCTV?" tanya Arjuna.
Ferdy mengerutkan keningnya. Dia merasa yakin bahwa apa yang telah dia lakukan sama sekali terekam dalam pantauan kamera CCTV.
Arjuna menambahkan. "Bu Calista bilang disini ada CCTV tersembunyi. Jadi aku sudah mendapatkan bukti atas apa yang telah kamu lakukan. Dan aku akan memberikan bukti itu ke polisi."
Ferdy sangat ketakutan. Dia langsung berlutut. "Aku mohon, jangan laporkan aku ke polisi. Aku hanya disuruh."
Sudut bibir Arjuna terangkat sedikit. Padahal di restoran ini tidak ada CCTV tersembunyi dan dia sama sekali tidak memiliki bukti apapun, dia melakukan trik itu agar bisa membuat Ferdy mengaku.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arjuna dengan penuh penekanan.
Ferdy menarik napas panjang, lalu mengaku dengan suara bergetar. "Dokter... Dokter Nova."
juna waktu kamu hanya tinggal sejam lagi, kompetisi babak kedua akan segera dimulai. jangan sampai terlambat datang helen sangat khawatir kamu semalam tidak pulang...
apalagi helen tahu kamu selamatin bukan reno merasa lega, reno hanya ngaku yg selamatin helen...
helen dari semalam khawatir sama juna tidak pulang-pulang, helen sijuna lagi dirawat terluka parah sampai babak belur...
direno menggungkit-ungkit telah selamatkam helen, padahal yg selamatkan helen adalah juna. jangan mau helen makan malam sama reno yg ada dilampir nova ngamuk nanti klo tahu🤭