Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. DSKKR

"Iya terus kita mau tidur dimana ndi malam ini. Ibu cape.." keluh ibu.

"Habis ini kita cari kontrakan Bu.. kita disini dulu sampai mereka pergi. Kalau kita langsung pergi, bisa-bisa di jalan nanti kita ketemu mereka lagi. Apalagi aku enggak mau mereka tau kalau aku juga tinggal di rumah itu." Ucap Fandi.

"Karena dia bos Fandi bu. Kalau dia tau, pasti Fandi di suruh berhenti kerja atau bahkan di suruh bayar."

"Dia bos kamu? Kok banyak sekali preman nya ndi"

"Mereka pekerja juga Bu, bukan preman. Pokoknya kita kemas dulu ini barang-barang kita. Ini ada kardus juga" Ucap Fandi.

"Huh... Bikin kesel saja."

"Kalau ini bikin kesal kamu, ya sudah sana kamu cari kos tinggal sendiri aja." Ucap Fandi pada adiknya.

"Apaan si mas! Nyebelin banget sih."

"Kamu yang nyebelin. Belanja engga tau kondisi. Kerjaan nya ngeluh terus tiap hari."

"Eh sudah sudah lah.. jangan berantem terus." Ucap ibu ratna.

Satu jam kemudian, Ibu Ratna, Fandi dan adiknya beranjak pergi dari dari situ.

"Tadi aku udah cari tau yang ada kontrakan itu di daerah sarangsari Bu. Ayo kita kesana pesan mobil online aja."

"Sarangsari? Itu kan kontrakan kumuh mas, disana rame banget lagi.. ih bau.."

"Intan.. yang penting kita punya tempat tinggal. Ntan.. pesan mobil online nya cepat."

Intan menurut lalu setelah mobil datang, mereka pun lanjut pergi ke tempat tujuan mereka. Sesampainya disana, masih pukul 9 malam, Fandi dan keluarganya menelusuri jalanan sarangsari yang terkenal dengan kontrakan seribu pintu. Sepanjang berjalan, masih sangat ramai. Semua penghuni kontrakan berada di luar rumah mereka. Ada yang sedang duduk berbincang, ada anak-anak yang sedang bermain-main.

"Rame banget sih..ih enggak suka" ucap Intan nyerocos.

"Berisik ntan. Kamu ini ngeluh Mulu"

"Iiih sebel.. kumuh banget lagi" keluh Intan lagi.

"Cari kontrakan kosong pak, Bu, mba?" Ucap salah seorang wanita paruh baya mendekati kami.

"Eh iya bu.. ibu tau tidak, disini apa ada kontrakan kosong?" Tanya Fandi.

"Ada.. mari ikut saya.." ucap ibu-ibu itu.

Fandi dan keluarga nya pun mengikuti ibu-ibu itu lalu mereka berhenti di depan kontrakan berpintu putih.

"Sebentar yaa.. ambil kunci dulu" ucap ibu-ibu itu.

"Iya Bu.." jawab Fandi.

"Kalian dari mana Bu? Mas? Mba?" Tanya tetangga samping kontrakan berpintu putih itu.

"Emm dari sana bu" jawab Fandi engan menjawab.

"Sana ya mana?" Tanya lagi tetangga itu.

"Daerah perum Flamboyan Bu" jawab ibu Ratna.

"Loh disana kan tempat nya orang kaya? Kalian bangkrut kah? Atau kalian memang pembantu mereka yang ada disana?" Ucap lagi tetangga itu penasaran.

"Enak aja pembantu.." jawab intan sinis.

"Ooh berarti orang kaya yang bangkrut dong ahaha.."

Intan kesal dan hendak memukul tetangga itu namun di cegah oleh ibunya. Tak lama kemudian, ibu-ibu paruh baya itu kembali membawa kunci kontrakan nya. Dia membuka kontrakan itu lalu mengajak mereka masuk ke dalam.

Ketika masuk kedalam, terasa sangat sempit, hanya ada 2 kamar dan 1 kamar mandi serta 1 luas kecil ruang tamu.

"Emm nusuk banget bau nya" ucap Intan menutup hidung.

"Bau? Masih mending kamu bisa tidur tenang daripada kamu tidur di jalanan kan?"

"Iya Bu benar. Emm ini berapa ya bu sebulan nya?" Tanya ibu Ratna.

"Per satu tahun Bu bukan satu bulan.." jawab ibu-ibu itu.

"Iya Bu maaf per tahun nya berapa?" Tanya Fandi.

"7 juta.. kalau mau cepat bayar sekarang terus bisa langsung di tempati" ucap ibu-ibu itu.

"Maaf ibu nya pemilik kontrakan kan?" Tanya Bu Ratna.

"Pemilik nya pasrahkan ke aku.. cepat bayar kalau mau kalau enggak sana pergi"

"Maaf bu.. kalau saya mau ketemu pemilik kontrakan nya dimana ya?" Ucap Fandi sopan..

"Ribet amat sih.. mau atau enggak? Sama aja kok."

"Mau Bu, tapi saya mau ketemu pemilik nya dulu."

"Huh.. ya udah ayo ikut" ucap ibu-ibu itu.

"Saya saja Bu yang ikut.. ibu sama adik saya disini saja." Jawab Fandi.

Lalu Fandi pun mengikuti ibu-ibu itu.. rumahnya tidak jauh hanya saja jalan nya masuk kedalam gang.

"Ini nih.. assalamualaikum.. Bu haji, pak haji.." teriak ibu-ibu itu.

"Waalaikumsalam salam. Ada apa mbak? Loh ini siapa?" Tanya seorang wanita paruh baya juga menggunakan emas keroncong keluar dari rumah itu.

"Ini mau ngontrak katanya.."

"Oalaah yang pintu putih ya? Ya ya sini masuk.."

"Iya Bu.. saya minat cuma saya mau tau aja yang punya kontrakan." Jawab Fandi.

"Iyaa boleh.. 1 tahun 5 juta saja kok" jawab wanita itu.

"5 juta? Tadi ibu bilang.." ucap Fandi yang kaget dengan itu.

"Apaa?? Wong aku juga bilang 5 juta kok Bu haji.. dia aja enggak percaya. Dih.." ucap ibu-ibu paruh baya itu.

"Ya sudah sama aja, aku juga kudu kenal sama penghuni baru lah. Kalau memang minat, bisa bayar besok kok mas.. dengan siapa ya mas siapa?"

"Oh saya Fandi Bu.. emm saya bayar sekarang saja.. tapi ada nomor rekening nya?"

"Ada dongg..saya udah haji 3x masa enggak punya rekening.ini nih transfer disini"

Fandi pun segera mentransfer nya sesudah itu, dia menerima secarik kertas. Lalu dia pun pergi dari rumah itu.

Sesampai nya di kontrakan, "Bu.. sudah... Mulai sekarang kita tinggal disini ya" Ucap Fandi.

"Huh.. sebel sekali.." ucap intan kesal.

"Ntan.. jangan ngeluh terus. Sudah syukur kita masih ada tempat tinggal." Ucap Ibu Ratna.

"Sudah lah bu.. mending sekarang ibu ke kamar kanan, kamu ke dekat dapur ntan" Ucap Fandi.

"Terus kamu tidur dimana ndi?" Tanya ibunya.

"Gampang bu, disini juga enggak papa" Ucap Fandi.

"Ya sudah.. ini ada selimut sama tikar."

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Fandi bangun dan bersiap untuk pergi ke proyek bangunan itu. Ketika keluar dari rumah dan berjalan sebentar, dari kontrakan samping kanan keluar juga orang yang familiar untuk fandi.

"Loh.. fandi.." Ucap nya.

Fandi pun menoleh lalu dia terkejut melihat orang itu. "Eh.. Parman." Jawab fandi lirih.

"Kamu kontrak sini juga kah? Kok aku baru liat kamu yah?"

"Eh emm iya nih baru pindah.." Jawab Fandi.

"Oalah.. Ya sudah.. jadi ada temen berangkat.. ayo lah berangkat" Ucap nya merangkul tubuh kurus Fandi.

Tiba-tiba ibu Ratna berlari memanggil fandi. "Fandi.. Fandi.. Ibu mau minta kamuu transfer ibu buat beli sayur.. ndi.. fandi.." Ucap Ibu ratna.

Fandi terkejut dan takut parman akan mengenali ibunya. Jadi dia membalikkan tubuh parman ketika dia akan membalikkan badan nya.

"Iya bu.. nanti ku transfer ya.. ibu pulang aja dulu.. ku berangkat ya bu.. aayo man.." Ucap Fandi lalu dia merangkul parman dan pergi menjauh.

Sesampainya di tempat kontruksi bangunan, Fandi bekerja seperti biasa dan pulang juga bersama Parman.

"Ooh kamu yang di pintu putih.. oke lah.."

"Ehehe iya.. ya sudah ku masuk dulu." Ucap Fandi pada Parman.

Fandi pun berjalan masuk kedalam kontrakan. "Mau kemana ntan?" Tanya Fandi.

"Main..." Jawab nya singkat dan dia pun bergegas pergi.

Namun baru beberapa jam kemudian, Fandi yang sedang makan. Melihat mandor nya menelpon nya.

"Fandi! Mulai besok kamu di larang ke proyek lagi!" Ucap mandor itu.

"Loh pak. Kenapa pak? Apa salah saya?" Tanya Fandi.

"Kamu ya tak tau malu sekali. Rupanya ibu dan perempuan yang tinggal di rumah saya itu ibu dan adik kamu hah! Enak sekali kamu.. Kurang ajar! Pokoknya kamu jangan datang kesini besok! Masih untung kamu engga saya suruh bayar karena tinggal gratis di properti orang!" Ucap Mandor itu lalu menutup telpon.

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!